Indonesia
NovelToon NovelToon
HALAMAN TERAKHIR

HALAMAN TERAKHIR

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:235
Nilai: 5
Nama Author: T.K. OKVIANDI

Bagi Rindu Setia Wiratman, hidup adalah buku catatan yang penuh dengan aturan ketat, ekspektasi, dan kesempurnaan semu. Sebagai gadis populer yang selalu memegang kendali, ia tidak pernah menyangka bahwa takdir akan menuliskan babak paling menyakitkan di saat ia merasa paling rapuh—ketika keluarganya runtuh dan dunianya hancur perlahan.

Di sisi lain, ada Langit Batara Nugroho, cowok arogan yang kehadirannya selalu berhasil menyulut emosi Rindu. Di balik sikapnya yang menyebalkan, Langit menyimpan luka masa lalu yang belum tuntas dan sebuah rahasia besar yang sengaja dikubur rapat-rapat.

Pertemuan mereka bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari halaman-halaman berat yang harus mereka balik bersama. Ketika badai menerpa hidup Rindu, justru Langit—seseorang yang paling ia benci—menjadi satu-satunya tempat untuk bersandar.

Namun, pertanyaannya: apakah mereka akan bertahan hingga akhir babak cerita, atau justru terhenti di halaman terakhir kisah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T.K. OKVIANDI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HALAMAN EMPAT BELAS

Waktu telah menunjukkan pukul 06.00, seluruh siswa dan guru keluar dari kamarnya masing-masing mengenakan pakaian santai menuju ke ruang makan untuk sarapan. Dalam ruang makan tampak beberapa guru sedang merapihkan meja makan, menggabungkan beberapa meja makan yang ada menjadi satu, pramusaji penginapan tersebut mulai menyiapkan tempat prasmanan makanan.

Para siswa yang sudah memasuki ruang makan dengan cepat berbaris dengan teratur untuk menempati makanan dalam piringnya masing-masing. Dalam barisan terlihat Rindu yang mengamati lukasi sekitar, dia celinnggak-celinguk mencari seseorang , seseorang yang mungkin sedang mengamati dia dan merupakan orang yang mengiriminya puisi ke kamarnya tadi malam. Dia menatap kesekeliling, mungkin ada orang yang bukan dari sekolahnya yang dia kenal, atau mungkin teman dari sekolahnya yang memberi tanda kepadanya, pengamatan Rindu semua sia-sia, tidak ada orang luar yang dia kenal, begitu pula teman sekolahnya, tidak ada yang memperhatikannya atau memberi isyarat bahwa "Ya aku orangnya".

Di sisi lain meja prasmanan makanan, terlihat Langit dan Allisya yang telah membawa piring berisikan makanan di tangan kanannya dan segelas teh di tangan kirinya. Mereka berdua mencari meja makan yang kosong.Tanpa sadar Langit dan Allisya berjalan melewati Rindu yang masih dalam barisan, tanpa ragu Allisya memberikan senyuman kecil kepada Rindu dengan ramah, Rindu yang melihat hal tersebut membalas dengan senyuman ramahnya juga. Langit yang melihat senyuman Rindu memahaminya dengan maksud lain, Langit seperti merasa di ledek Rindu dengan senyumannya. Spontan mulut langit berucap mengeluarkan pikirannya tentang senyuman Rindu bagi dia.

"Cewek aneh, napa lu? senyumin gue? Sorry nggak ada recehan gue" Ucap Langit sambil berlalu menuju sebuah bangku yang masih kosong bersama Allisya.

Allisya yang mendengar ucapan Langit, berinisiatif memberi isyarat dibelakang Langit kepada Rindu untuk bersabar ,jangan marah. Rindu akhirnya sanggup menahan emosinya karena Allisya, ditambah lagi dia masih bahagia memiliki seorang pengagum rahasia dirinya. Rindu mengacuhkan perkataan Langit, dia mengalihkan pandangannya dan meneruskan antriannya mengambil makanan, sementara Langit pergi berlalu menuju meja makan yang masih kosong bersama Allisya.

Langit dan Allisya akhirnya menemukan meja yang masih kosong sehingga mereka memutuskan untuk duduk disana, baru saja Langit dan Allisya duduk disana mereka dihampiri oleh Ferry , Robby dan teman-teman setim basket Langit. "Kosong kan disini? Gabung ya gue, nggak ganggu kan? Hahhaha" Ucap Ferry kepada Langit.

Belum sempat Langit menjawab mereka semua langsung saja duduk dimeja tersebut. Allisya yang merasa risih karena dia perempuan seorang diri meminta ijin untuk pindah tempat dengan alasan bergabung dengan anak PMR lainnya di meja lain untuk membicarakan tugas-tugas PMR dalam acara ini.

"Oh iya lupa, kak aku minta ijin ya, mau gabung sama anak-anak PMR di situ, mau ada yang diomongin soalnya" Pamit Allisya sambil menunjuk kearah meja yang berisikan anak-anak PMR.

"Wah kok pindah sya, kita nggak ngusir luh, ganggu ya kita ? yaudah deh kita aja yang pindah nyari meja lain" Balas Robby terhadap ucapan Allisya.

"nggak kok kak, emang aku lupa aja, mau ada yang diomongin sama anak-anak PMR, kalau kakak-kakak pada pindah tar kasian kak Langit sendirian" sanggah Allisya sambil bangkit dari tempat duduknya.

"Oh gitu Sya, kirain ganggu nih kita pada gabung" timpa Robby.

Allisya mengangkat piringnya dari atas meja dan pergi meninggalkan Langit beserta teman-teman tim basketnya menuju meja yang berisikan anak-anak PMR. Langit dan teman-temannya memulai sarapannya sambil sesekali mereka berbincang tentang perlumbaan ini.

"Fer, lumba ini gimana sih sistemnya, kok anak-anak belum ada yang dikasih tau jelasnya?" tanya Rizky kepada Ferry.

"Oh iya gue lupa ngasih tahu, tapi perasaan gue udah bilang ke Bu Hesti deh" Jawab Ferry.

"Belum tahu Fer, iya kan ya? Belum ada yang dikasih tau kan sama Bu Hesti" Rizky meyakinkan Ferry bahwa semua memang belum ada yang tahu tentang system perlumbaan yang akan mereka jalani.

"Iya kok belum, pas ngumpul waktu itu cuma ngasih tau lumbanya ada dari Sma luar Bandung doang" timpah Andy.

"Oh yaudah Bu Hesti kayaknya lupa kali, jadi gini lumba nya diikuti sama 12 sekolah, 6 sekolah yang dari bandung termasuk Sma 2 yang jadi penyelenggara, 6 sekolah dari luar bandung, ya dari temen-temen anak basket sma 2 Bandung, termasuk kita, lumba ini dibagi 4 grub masing-masing 3 sekolah, tiap grup tandingnya di tempat yang beda, semi final sama final tar di GOR C-Tra" Ferry berusaha menjelaskan kepada yang lain.

"Terus kita segrup sama siapa" tanya Rizky.

"Kita masuk di grup B, segrup sama SMA 1 Lembang, selaku tuan rumah grup, trus sama SMA Pemuda dari luar Bandung" jawab Ferry.

"Oh gitu, jadi kita ke SMA 1 Lembang nanti? Terus, kalau yang masalah lumba cheersleadrer itu gimana Fer?" tanya Langit.

"Iya, nanti kita ke SMA Lembang, oh kalau cheerrleader kan setaip sebelum pertandinagn masing-masing SMA tampil, diumuminnya nanti pas Final di C-Tra" jawab Ferry kembali.

Waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 07.15 pagi, seluruh siswa yang sudah selesai sarapan, mulai bangkit dari tempat duduknya satu persatu meninggalkan ruang makan menuju kamarnya untuk bersiap-siap berbakaian sesuai ekskulnya dan membawa perlengkapan.

Di tempat parkir, terlihat bis sudah siap diparkiran dengan posisi mesin yang hidup dengan supir didalamnya. Terlihat para siswa mulai berdatangan satu persatu disana, anak-anak ekskul basket datang mengenakan seragam basket masih lengkap dengan jaket dan celana panjang lapis luarnya, anak-anaks ekskul cheersleader dengan seragam dan lengkap dengan jaketnya, begitu pula anak-anak PMR berpakaian layaknya petugas medis pertandingan lengkap dengan peralatan medisnya jikalau ada yang cidera. Semua siswa berbaris sesuai dengan ekskulnya, setelah guru memberikan beberapa pengarahan kepada para mereka, mereka langsung naik kedalam bis. Selang berapa menit, pintu bis pun ditutup dan bisa segera meninggalkan tempat parkir keluar dari penginapan.

Di depan gerbang sebuah sekolah, SMAN 1 Lembang tepatnya terpampang sebuah spanduk bertulisan "Selamat datang Peserta Grup B SMAN 2 Bandung Cup, Majukan Kualitas Sportifitasmu untuk menjadi juara", dimana SMAN 1 Lembang merupakan salah satu tempat pertandingan diadakan, yaitu tempat pertandingan babak penyisihan Grup B, dimana Grup itu berisikan tiga sekolah yaitu SMAN 1 Lembang itu sendiri, SMA Merah Putih dan SMK Pemuda.

Terlihat dua buah bis yang merupakan bis milik SMA Merah putih dan SMK Pemuda mendekati SMN 1 Lembang, kedua bis itu mulai parkir di lapangan yang tidak terlalu jauh dari SMAN 1 Lembang tersebut. Setelah bis-bis itu sudah parkir ditempatnya dan mesin sudah dimatikan, terlihat para siswa dan guru dari 2 sekolah tersebut mulai turun dari bis nya masing-masing dan berjalan dengan rapih menuju SMAN1 Lembang yang berjarak sekitar 100 meter dari tempat bis diparkirkan.

Di gerbang SMAN 1 Lembang terlihat beberapa siswa-siswi SMAN 1 Lembang mengenakan pakaian adat dan ada 2 orang siswa yang siap dengan kalung bunga dalam rangka menyambut 2 sekolah yang sudah hadir dan sedang berjalan menuju kesana. Rombongan dari 2 sekolah mulai memasuki gerbang sekolah tersebut, dengan yang terdepan adalah kapten tim basket dari masing-masing sekolah, SMA Meirah Putih di wakili dengan Langit yang berada paling depan dalam rombongan. 2 orang siswa SMAN 1 Lembang yang memegang kalung untaian bunga tak lupa segera menyematkannya kepada kedua kapten tim basket tersebut sebagai tanda ucapan selamat datang. Langit dan seorang siswa SMK pemuda juga menerima mengalungan untaian bunga itu dengan baik, setelah berjabat tangan kepada pperwakilan SMAN 1 Lembang rombongan 2 sekolah itu pun mulai masuk kedalam sekolah didampingi siswa dari SMAN 1 Lembang untuk menuju ruangan yang sudah disiapkan untuk masing-masing sekolah.

Suasana lapangan basket SMAN 1 Lembang sudah terlihat ramai oleh para siswa di pinggir lapangan yang akan menyaksikan pertandingan demi pertandingan babak penyisihan grup B disana. Para guru dan kepala sekolah dari 3 sekolah mulai menuju kursi-kursi dibawah tenda yang sudah disiapkan di sisi kanan lapangan. Sedangkan seluruh tim basket , tim cheersleader , dan tenaga medis tiap sekolah mulai datang ke tendanya masing-masing di sisi kiri lapangan. Terlihat di tengah lapangan berdiri 2 orang wasit yang akan memimpin pertandingan , tidak selang lama wasit pun memanggil perwakilan tim basket dari setiap sekolah ke tengah lapangan untuk melakukan pengundian, SMA Merah Putih akhirnya diwakili oleh Langit.

Pengundianpun dilakukan dengan menggunakan nomor, dan dihasilkan SMAN 1 Lembang memperoleh nomor 1, SMA Merah Putih nomor 2 , dan SMK Pemuda nomor 3. Sesuai dengan urutan pertandingan maka yang akan melakukan pertandingan pertama adalah SMAN 1 Lembang dengan SMA merah putih, dilanjutkan SMAN 1 Lembang dengan SMK Pemuda, dilanjutkan SMA Merah Putih dengan SMK Pemuda. Setiap sebelum pertandingan dimulai, akan ada tim cheersleader dari setiap sekolah yang akan menampilkan aksinya sesuai dengan nomor pengundian. Para perwakilan setiap sekolah kembali ke tendanya masing-masing.

Tidak lama setelah pengundian usai, para siswa SMAN 1 Lembang lengkap dengan pakaian daerah memasuki lapangan. Ternyata itu adalah siswa yang akan melakukan tarian daerah sebagai tanda bahwa SMAN2 Basket Ball Cup akan segera dimulai. Dengan indahnya, para siswa itu menari tarian nusantara di tengah lapangan, bak penari profesional setiap gerakan yang dilakukan sama sekali tidak terlihat kaku atau sedikit kesalahan. Dengan koreografi yang pas mereka semua menari sangat kompak satu sama lain . Usai tarian berlangsung, tanpa ada aba-aba seluruh siswa dari 3sekolah yang ada di pinggir lapangan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah, bahkan beberapa sampai berdiri bangun dari duduknya untuk memberikan tepuk tangan atas tarian yang dipersembahkan siswa SMAN 1 Lembang tersebut.

Setelah tarian pembukaan selesai dipertunjukkan, lapangan itu kembali dikosongkan. Dari pinggir lapangan, dari bangku panitia penyelenggara terdengar suara memanggil tim cheersleader SMAN 1 Lembang.

"Kepada tim pemandu sorak SMAN 1 Lembang dipersilahkan mempersiapkan diri dalam lapangan" Ucap seorang panitia penyelenggara dari SMAN 2 Bandung dengan menggunakan pengeras suara.

Para anggota tim cheersleader dari SMAN 1 Lembang mulai memasuki lapangan dengan pakaian khas cheerleader sekolahnya yang identik dengan warna emas dan hitam lengkap dengan pom-pom yang warnanya seirama warna pakaian yang dikenakannya. Kedatangan tim cheerleader SMAN 1 Lembang di lapangan, diiringi dengan tepukkan tangan dari para siswa yang ada dipinggir lapangan termasuk para tim basket yang akan bertanding. Tim cheerleader SMAN 1 Lembang mulai mengambil posisinya masing-masing, setelah musik yang mengiringinya terdengar mereka mulai melakukan pertunduknyan nya dengan tak lupa mengeluarkan suara untuk mendukung sekolahnya dalam penampilannya.

Para siswa yang menyaksikan pertunjukan itu bersorak setiap kali tim cheerleader menunjukkan tiap-tiap gerakan khas cheerleader, seperti saat salah satu anggota cheerleader tersebut dilempar keudara kemudian ditangkap kembali atau ketika mereka saling bertumpuk satu sama lain membuat sebuah piramida. Aksi mereka ditutup dengan seorang anggota berada dipuncak posisi piramida melakukan gerakan scorpion atau menyerupai ekor kalajengking dengan salah satu kaki diangkat ditekuk ke atas kepalanya. Gemuruh tepuk tangan serta sorak sorai terdengar mengiringi akhir dari penampilan cheerleader SMAN 1 Lembang.

Rindu yang berada di sisi lapangan, selalu memperhatikan tiap gerakan tim cheerleader SMAN 1 Lembang dari awal hingga akhir tanpa melewatkan sedetikpun. Rindu merasa penampilan tim tersebut sangat bagus, dia berpikir apakah dia dengan timnya bisa lebih bagus daripada tim SMAN 1 Lembang tersebut.

"Oh my god, gila keren banget koreonya, kompak banget mereka, nggak ada cacat nya sedikitpun,jadi ragu gue bisa lebih bagus dari mereka nggak ya" ucap Rindu dalam hatinya.

Tim cheerleader SMAN 1 Lembang pergi meninggalkan lapangan setelah memberikan salam khasnya kepada seluruh yang ada di samping lapangan. Tidak lama setelah lapangan kosong, dua orang wasit memasuki lapangan dengan membawa sebuah bola basket ditangannya. Dari sisi lapangan, dengan pengeras suara panitia penyelenggara memanggil dua tim basket yang akan bertanding pertama. "Luar biasa, pertunjukkan cheerleader SMAN 1 Lembang sungguh memukau kita semua, sekali lagi beri tepuk tangan untuk cheerleader SMAN 1 Lembang" panitia penyelenggara memberikan pujian terhadap tim cheersleader yang sudah tampil dengan pengeras suara.

Terdengar suara tepuk tangan yang sangat meriah kembali terdengar dari pinggir lapangan. "Oke sekarang kita akan memasuki pertandingan pertama, babak penyisihan grup B antara SMAN 1 Lembang melawan SMA Merah putih, beri tepuk tangan bagi kedua tim yang akan bertanding semua" sambung panitia penyelenggara dengan pengeras suara.

Terlihat masing-masing sepuluh siswa berseragam tim basketnya keluar dari tenda SMAN 1 Lembang mengenakan seragam berwarna hitam menuju sisi kanan wasit dan tenda SMA Merah Putih mengenakan seragam berwarna merah menuju sisi kiri wasit. Kedua tim basket saling berjabat tangan satu sama lain, lima pemain dari masing-masing tim basket keluar lapangan , mereka adalah yang berperan sebagai pemain cadangan. Dari tim basket SMA Merah Putih, lima pemain yang diturunkan untuk bermain pertama adalah Langit, Rizky, Ferry, Robby, dan Andi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!