Indonesia
NovelToon NovelToon
Kutukan Mbah Golok Sakti

Kutukan Mbah Golok Sakti

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Epik Petualangan / Sistem
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Reno Alvarez (25 tahun) punya visual secakep Yeonjun TXT, tapi statusnya tragis: PEngangguran JAkarta BARat yang hobinya cuma rebahan.

Nasib Reno mendadak korslet setelah nekat membuang golok warisan kakeknya ke tong sampah. Bukannya hilang, golok penuh daki itu malah auto-summon balik ke bawah bantalnya.

Reno resmi terkena kutukan Mbah Golok Sakti! Jiwanya mulai disedot paksa masuk ke berbagai dimensi absurd setiap kali tidur. Mulai dari dikejar zombie modal kolor Doraemon, operasi tenggorokan singa di Afrika, sampai debut dadakan jadi member TXT gara-gara Yeonjun asli lagi diare di toilet!

Setiap misi emang dapet cuan, tapi kalau Reno harus pindah dimensi terus nyawa bisa jadi taruhannya. Mampukah sang beban negara ini bertahan?

Warning: Jangan baca sambil minum, rawan nyembur! 🤣🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Lowongan Babu Elit

"~ Dimanakah kamu berada, aku di sini begitu merindukan... SETAAANNNN KESASAR!!!!"

Adit spontan langsung melompat mundur ke belakang dengan kecepatan cahaya, sampai-sampai bagian punggungnya menghantam keras daun pintu besi.

Kedua bola matanya melotot sempurna dengan wajah pucat menatap horor ke arah sosok makhluk yang berdiri tegak di tengah ruang kerjanya.

Bagaimana Adit tidak jantungan? Di hadapannya kini berdiri seorang pria berpakaian compang-camping tidak keruan. Wajah tampannya belepotan tanah hitam tebal seperti habis dipaksa ikut lomba balap karung di dalam kubangan lumpur proyek, dan tatanan rambutnya penuh dengan selipan dedaunan akasia kering yang membuat kepalanya mirip pot tanaman berjalan.

Belum lagi ditambah bonus duri-duri rumput liar yang menempel ketat di sekujur kain jas hitamnya, membuat penampilan Reno pagi itu terlihat persis mirip seekor hewan landak versi manusia raksasa.

Reno mendengus kesal, lalu jari telunjuknya sibuk membersihkan selembar daun kering yang tidak sopan masuk menyelip ke dalam lubang hidung kanannya. "Ini gue, Adit! Ini beneran manusia, bukan setan penunggu kolong meja kerja lo!"

Adit menyipitkan kedua matanya tajam, melangkah maju satu langkah dengan sangat hati-hati sambil tangan kanannya memegang area dada yang detak jantungnya hampir saja copot.

"Reno? Lo beneran Reno temen SMA gue yang statusnya paling menjadi beban bagi kemajuan negara itu, kan?"

"Iya, ini gue Reno Alvarez, sahabat karib lo yang tingkat ketampanannya paling hakiki sejagat raya Jakarta Barat!" ucap Reno berbohong dengan sangat lancar tanpa tahu malu.

Reno melangkah santai menuju ke arah sofa kulit premium berwarna putih suci yang bersih tanpa noda di sudut ruangan, lalu tanpa rasa bersalah sedikit pun langsung menghempaskan tubuhnya yang kotor penuh debu itu ke atas sofa mewah tersebut.

"Gila parah lo, Ren! Lo habis ikutan simulasi perang gerilya di hutan belantara mana, hah? Atau lo baru aja habis dikeroyok massal sama warga satu kecamatan gara-gara kepergok nyolong jemuran daster emak-emak?" tanya Adit sambil berjalan mendekat, menatap penampilan Reno dengan perpaduan ekspresi wajah antara jijik sebadan-badan sekaligus heran setengah mati.

Reno menyandarkan punggung kotornya ke bantalan sofa empuk, lalu memejamkan kedua matanya yang terasa sangat lelah lahir batin.

"Gue habis tersesat di tengah hutan rimba gersang dan terdampar di dimensi lain yang nggak masuk akal, Dit. Nyawa gue tadi hampir aja melayang mau dimakan hidup-hidup sama sepasang kucing raksasa kelaparan."

Adit mengerutkan dahinya dalam-dalam, lalu mengambil posisi duduk di samping Reno namun sengaja memberikan jarak sejauh satu meter agar kotoran tanah di baju Reno tidak menular ke jas mahalnya yang seharga motor matic.

"Maksud lo ngomong gimana sih? Di wilayah Jakarta paling pol juga isinya cuma hutan beton gedung pencakar langit, nggak ada cerita ada hutan rimba liar."

Reno mengusap kasar wajahnya yang penuh debu, sebuah gerakan keliru yang malah membuat noda tanah hitam di kedua pipinya makin merata kayak bedak rusak.

"Lo bakal percaya nggak, kalau gue bilang ke lo sekarang kalau gue baru aja balik dari padang savana Afrika, dan di sana gue baru aja sukses melakukan aksi operasi medis darurat di bagian tenggorokan pada seekor singa jantan?"

"Bwahahahaha! Lo ini lagi ngelantur parah atau otak lo kebanyakan menghirup asap knalpot motor sport merah lo yang suaranya berisik mirip kaleng kerupuk itu, Ren?"

Adit seketika menyemburkan tawa besarnya sampai seluruh badannya terguncang-guncang hebat di atas sofa.

Reno hanya bisa memutar kedua bola matanya dengan malas. "Terserah lo deh, Dit. Emang dasarnya susah kalau ngomongin urusan supranatural sama tipe orang korporat yang isi kepalanya cuma tahu soal angka, profit, sama cuan doang."

"Oke, oke, maaf. Kalau soal cerita lo terdampar ke benua Afrika, jujur gue 100% nggak bakal percaya," kata Adit mencoba sekuat tenaga meredakan sisa tawanya sambil jemarinya menyeka air mata di sudut mata.

"Tapi kalau soal lo ketemu sama singa galak, oke gue percaya. Jangan-jangan lo baru aja habis diam-diam nyelinap masuk ke dalam area mansion pribadi milik Opa gue ya? Terus lo di sana gak sengaja ketemu sama Jennie?"

"Bukan Jennie singa betina peliharaan Opa lo yang manja itu, kampret! Ini singa liar asli Afrika, Dit! Ada kawanan hyena yang hobinya ketawa ngejek juga di sana! Lagian terakhir kali gue berkunjung ke mansion Opa lo kan pas zaman kelas 3 SMA dulu, waktu momen gue mencret-mencret darurat seharian gara-gara nekat makan seblak ceker level 100 itu!"

Adit tampak mengangguk-angguk paham sambil mulutnya ber-oh ria mengenang masa lalu konyol sahabatnya, namun sedetik kemudian kedua matanya mendadak melotot sempurna.

"Hyena? Seriusan lo? Lo di sini nggak lagi akting pura-pura gila buat kebutuhan bikin konten komedi di TikTok, kan?"

"Sumpah demi kehormatan kolor Doraemon gue yang hilang dicuri zombie malam ini, gue melihat makhluk-makhluk itu semua pake mata kepala gue sendiri, Dit!"

Adit hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pasrah, lalu berdiri dari sofa dan berjalan santai menuju ke arah meja kerja CEO miliknya.

"Bodo amat lah ya, lo dari zaman sekolah emang tipikal manusia yang hidupnya penuh dengan drama halusinasi. Terus sekarang, ada angin puting beliung apa lo tiba-tiba datang berkunjung dengan dandanan ala gembel elit begini ke kantor gue?"

Reno mengedikkan kedua bahunya lemas, sambil jemarinya sibuk membersihkan sisa duri rumput yang menancap di celana kainnya.

"Gue niatnya ke sini mau menanyakan lowongan pekerjaan yang tersedia di kantor lo, Dit. Daripada hidup gue ke depannya terus-menerus diteror dan dikejar-kejar sama hantu kakek botak misterius, mendingan gue mulai cari duit halal di sini."

"Nggak ada lowongan buat lo. Perusahaan elite gue ini sama sekali nggak menerima karyawan lulusan SMA yang punya hobi harian berupa halusinasi tingkat kelurahan kayak lo, Ren," jawab Adit telak tanpa sensor.

"Yah... tega bener lo sama temen sendiri, Dit. Padahal gue udah bela-bela dandan sangat rapi dan wangi tadi pagi dari rumah—sebelum akhirnya tragedi dimensi Afrika ini merusak semuanya."

Adit terdiam sejenak di kursi kerjanya, menatap lurus ke arah Reno yang wajahnya saat itu kelihatan sangat memelas pasrah, persis kayak penampakan anak kucing anggora yang lagi minta dikasih sosis bakar. Adit mendadak menyeringai tipis, sebuah ide jahat muncul di benaknya.

"Tapi tunggu dulu, gue kebetulan lagi ada satu lowongan kosong... lo kira-kira tertarik nggak mau jadi asisten pribadi gue?"

Mata Reno yang tadinya kuyu seketika langsung berbinar-binar penuh harapan. Ia langsung memposisikan duduknya tegak sempurna

"Wah, beneran ada, Dit?! Gajinya sudah pasti menyentuh angka dua digit, kan?! Terus tugas utama gue apa nih? Menemui para klien besar di luar negeri? Atau bertugas jadi bodyguard elit yang mengawal lo ke mana-mana?"

Adit tampak menaik-turunkan kedua alisnya dengan ekspresi jenaka. "Tugasnya simpel banget kok, Ren. Lo cuma perlu menyiapkan setelan baju kerja gue tiap pagi, memasak menu sarapan, membersihkan seluruh ruangan apartemen mewah gue, mencuci piring kotor, sama menggosok pakaian baju gue sampai rapi. Gimana? Tugasnya gampang dan santai banget, kan?"

Senyum semringah di wajah tampan Reno seketika langsung anjlok runtuh rata ke tanah. "Itu mah nama halusnya lo lagi nyuruh gue buat jadi babu pribadi lo, Dit, bukan asisten korporat! Nama keren profesinya di kelurahan itu ART (Asisten Rumah Tangga), kan?!"

"Hahaha! Nah, pinter banget lo! Istilah keren di dunia kerjanya adalah Personal Assistant khusus untuk menangani urusan domestik rumah tangga!"

Adit tertawa puas bukan main melihat ekspresi wajah kecut dan dongkol dari sahabat beban negaranya itu.

"Gak lucu sama sekali ya, Dit! Gue ini adalah seorang pria tampan yang punya tingkat harga diri sangat tinggi!"

1
Zyren Vale
mampir dong Thor 🗿
umar aryo
lanjut thor.... bagus cerita dan gaya bahasanya...
Ed Troivan
lanjut thor 💪
Ed Troivan
💪💪💪👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!