Indonesia
NovelToon NovelToon
Mutiara Hati Ghazi

Mutiara Hati Ghazi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:47.2k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.

Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.

Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.

"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cincin Pertunangan

"Bi, Titip bajuku ya.. Tolong dijemur." Kata Mutiara dengan sangat riang gembira. Wajahnya tersenyum indah sembari meletakkan pakaian yang sudah dicuci dengan bersih itu disebelah keranjang pakaian yang kosong.

Bi Yani menatap pakaian itu. Ini sudah yang kesekian kalinya Mutiara menitipkan pakaian yang sudah dicuci dengan bersih padanya. Lalu minta dijemurkan.

Memang sudah beberapa hari ini, Bibi tidak pernah melihat pakaian Nona mudanya di keranjang pakaian kotor yang hendak ia cuci.

Awalnya, Bibi merasa biasa saja. Namun ini sudah yang kesekian kalinya, Mutiara menyerahkan pakaian yang telah dicuci padanya. Apakah Nonanya ini mencuci pakaiannya sendiri?

"Non Mutiara kenapa, Ya? Kok akhir-akhir ini selalu titip pakaian yang sudah dicuci?" Gumam Bi Yani seorang diri. Dan hal yang aneh setiap ia ingin mengambil pakaian kotor dikamar gadis itu Mutiara selalu melarangnya.

"Ada apa Bi? Kok malah bengong.. " Bi Yani menoleh pada Siti. Pembantu yang juga bekerja disana.

"Itu Siti.. Ini udah yang kesekian kalinya Non Mutiara titip baju buat dijemur. Mana udah dicuci bersih lagi, Ada apa ya? Apa jangan-jangan Non Tiara cuci baju sendiri?" Siti menggelengkan kepalanya. Dia duduk disebelah Bi Yani yang tengah mencuci baju majikannya itu. Sebenarnya ada mesin cuci, Galih dan Diandra pun juga menyarankan agar Bi Yani mencuci pakaian menggunakan mesin saja agar lebih cepat. Namun sayangnya, Bi Yani lebih suka menggunakan cara yang manual karena lebih bersih katanya. Dan barulah dimasukkan kedalam mesin untuk di keringkan.

"Bi.. Kalau Siti gak salah sih. Beberapa hari yang lalu Nyonya sama Den Atta marahi Non Mutiara. Mana malam lagi..

"Kapan? Kamu tahu?" Siti menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"Tau lah Bi.. Tapi waktu itu saya lagi ngantuk banget. Jadi saya lanjut masuk kamar deh. Gak tahu saya Nyonya sama Den Atta bicara apa.." Jelas Siti yang tak sengaja melihat Diandra dan Atta sedang memarahi Mutiara malam itu. Namun karena Siti mengantuk dan merasa lelah, Alhasil dia memilih untuk masuk kamar saja daripada menguping.

Mendengar apa yang Siti katakan, Bi Yani hanya menghela nafas panjang. Apa yang dikatakan Nyonya besarnya itu, Sehingga membuat Non Mutiara nya serba melakukan sendiri sekarang.

Mungkin tak hanya mencuci baju saja. Membereskan kamar, Membersihkan kamar mandi, Bahkan mencuci piring pun Nona nya melakukan semuanya sendiri.

Tentu saja ini menjadi sebuah pertanyaan bagi Bi Yani. Ada apa sebenarnya ini?

...****************...

Sementara itu, Raut wajah ceria Mutiara yang diperlihatkan dihadapan Bi Yani tadi langsung redup seketika.

Ucapan Mamanya yang katanya ia hanya menumpang itu masih terngiang ditelinganya. Tapi tak apa, Yang jelas Mutiara akan terus berusaha. Siapa tahu nanti Mamanya akan luluh.

Karena ucapan itu, Mutiara jarang meminta uang jajan pada Papanya. Ia juga jarang memakai uang gajinya dari cafe milik Kendra. Beruntung Mutiara bekerja menulis novel online secara diam-diam. Dia yang cukup terkenal dikalangan pembaca membuat Mutiara mendapatkan gaji yang lumayan..

"Sabar.. Sabar memang pahit kan?" Mutiara kembali tersenyum. Ia menatap wajah cantiknya dicermin. Hari pertunangannya dengan Kendra sudah dekat, Dan hari ini ia dan pria itu berencana akan pergi mencari gaun serta sepasang cincin untuk acara nanti.

Tok

Tok

"Ya..?

"Non.. Ada Den Kendra dibawah. Katanya ada janji dengan Non Tiara.." Itu adalah suara Bibi Yani.

"Ya, Bi.. Bilang aja kalau aku lagi siapa-siap.." Usai mengatakan itu, Mutiara langsung pergi ke kamar mandi. Ia harus segera bersiap sekarang.

Selesai membersihkan diri, Mutiara mulai bersiap. Tak ingin membuat Kendra lama menunggu, Mutiara mempercepat pergerakannya.

"Kamu itu udah baik, Sholeha lagi. Tante malah pengen punya putri seperti kamu.." Langkah Mutiara terhenti ditengah tangga. Itu adalah suara Mamanya.

Dari atas dapat Mutiara lihat Mamanya begitu perhatian pada Hazel. Wanita paruh baya itu juga tampaknya tengah memuji gadis itu.

Tapi tunggu? Untuk apa Hazel datang kesini? Jangan bilang kalau Hazel datang bersama Kendra.

Mutiara menarik nafas panjang sebelum melanjutkan langkahnya.

"Aku sudah siap, Ayo berangkat.." Suara Mutiara mengalihkan atensi semua yang ada disana. Termasuk Kendra yang langsung bangkit dari duduknya.

"Kalian mau cari pakaian dan cincin untuk pertunangan nanti?" Tanya Diandra. Kendra mengangguk.

"Iya Tante..

"Ya sudah kalau begitu, Hati-hati dijalan. Dan Kendra, Jaga Hazel ya.. Jangan sampai dia kenapa-napa.."

Deg!

Jantung Mutiara langsung berdetak tak karuan. Mutiara langsung menatap Mamanya dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.

Wanita paruh itu meminta Kendra untuk menjaga Hazel. Padahal yang putrinya adalah dia, Kan? Tapi bukan dia yang diminta untuk dijaga melainkan gadis lain yang bukan siapa-siapanya.

"Ayo kita berangkat, Agar tidak terlalu siang..." Kendra mengajak Mutiara dan Hazel untuk segera pergi.

Ketiganya sama-sama melangkah keluar dari rumah itu. Seperti biasa, Hazel selalu bersikap manja pada Kendra. Sedangkan pria itu, Hanya diam saja.

"Ken, Aku duduk didepan ya, Bareng kamu.." Hazel menyerobot dan langsung duduk dikursi mobil bagian depan. Gadis itu juga menyenggol tubuh Mutiara hingga hampir saja terjatuh.

Tapi bukannya ditegur, Kendra justru terkekeh. Pria itu seolah menormalisasikan apa yang dilakukan Hazel padanya.

"Iya gapapa.. Mau kamu duduk dimana pun gak masalah.." Hazel tersenyum senang. Ia melihat Mutiara yang tak berekspresi apapun. Sungguh Mutiara merasa muak dengan semuanya.

"Tiara, Gapapa kan aku duduk didepan. Kamu dibelakang" Ucap Hazel pada Mutiara seolah meminta izin. Tapi gadis itu hanya diam saja, Tidak menjawab iya ataupun tidak.

"Tiara, Kamu ngalah dulu ya.. Kali ini Hazel yang duduk didepan. Kamu duduk dibelakang.." Kendra juga bicara. Pria itu seakan meminta izin atas Hazel yang ingin duduk didepan bersamanya. Mutiara menghela nafas panjang..

"Mas Ghazi!

Mendengar suara itu, Ghazi langsung muncul. Entah berada dimana pria itu tadi, Yang jelas sekali panggil langsung hadir.

"Saya Nona..

"Antar aku.."

"Baik..." Ghazi langsung menyiapkan mobilnya. Seperti biasa Mutiara begitu diratukan oleh putra Abi Rafa itu.

Kendra terdiam, Mutiaranya memang benar-benar berubah. Padahal ini adalah acaranya tapi kenapa Mutiara malah satu mobil dengan seorang Bodyguard.

Kendra tidak sadar, Bahwa dengan memberikan izin Hazel duduk didepan itu sesuatu perlakuan yang sangat menyakitkan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sebelum pergi kebutik, Mereka mampir ke toko perhiasan lebih dulu. Hazel yang cukup lama tinggal didesa dengan fasilitas yang kurang memadai pun terlihat kagum ketika diajak ketempat seperti ini.

"Wah Ken, Perhiasan ini semuanya indah..

"Kau mau?

Hazel mengangguk, Mutiara hanya melirik saja. Dasar kampungan batinnya.

"Ya sudah kau pilih saja yang kau mau. Nanti aku yang bayar..." Hazel berseru senang dalam hati. Mutiara tersenyum lalu menatap Kendra..

"Kau tidak mau menawariku perhiasan juga, Ken?" Kendra langsung merubah mimik wajahnya menjadi datar.

"Kenapa harus meminta padaku? Kau kan bisa membelinya sendiri. Lagipula, Kau selalu mendapatkan apa yang kau mau sejak kecil. Sementara Hazel, Dia tidak pernah punya apapun termasuk perhiasan.." Mendengar itu, Mutiara mengangguk-anggukan kepalanya. Ya, Itu artinya lebih penting Hazel daripada dirinya disini.

"Okey...

Mutiara langsung menjauh, Gadis itu melihat lihat berbagai macam perhiasan yang berjejer rapi didalam etalase perhiasan itu.

"Mbak.. Mau lihat kalung yang itu dong.."

"Nona suka kalung itu?." Mutiara menoleh pada Ghazi yang tiba-tiba muncul dan berdiri didekatnya. Kendra mulai bereaksi, Perasaan pria itu tadi sedang berada diluar. Kenapa tiba-tiba berada disini? Mengganggu saja..

"Aku hanya ingin melihatnya saja Mas.. Lucu dan imut.." Karyawan mulai mengambilkan kalung yang ditaksir oleh Mutiara itu.

"Nona suka?

"Suka.. Tapi sepertinya sangat mahal. Aku gak sanggup beli karena lagi miskin sekarang hehe..." Kata Mutiara dengan senyum palsunya. Bukannya dia tak kuat membeli kalung itu, Hanya saja sekarang Mutiara sedang menghemat sampai gaji novelnya turun.

Karena mulai sekarang dia tidak akan meminta ini itu lagi. Toh Mutiara sudah berencana akan pergi usai dia lulus nanti.

Setelah lulus, Dia akan pergi lalu mencari kerja. Kemudian hidup dengan penuh bahagia..

Usai melihat kalung itu, Mutiara kembalikan lagi pada karyawan tadi. Dia menyusul Kendra yang agak menjauh darinya. Dan sepertinya pria itu sedang membelikan Hazel sesuatu..

"Tiara lihat? Kendra membelikan aku gelang, Bagus kan? Dan kau tahu? Ini harganya cukup mahal, Benarkan Ken?" Kendra hanya tersenyum tipis. Pria itu juga mengusap kepala Hazel dengan penuh perhatian.

Mutiara menatap Kendra dengan penuh rasa kecewa dalam hatinya. Sekarang perhatian pria itu sudah diambil alih oleh Hazel. Padahal dulu Kendra selalu bersikap manis padanya. Sekarang semua berubah..

Tak jauh dari sana, Ghazi mengepalkan tangannya. Matanya mengarah pada kalung yang disukai oleh Mutiara tadi.

"Mbak, Saya ambil kalung yang itu..."

"Baik.."

Diberikanlah kartu hitam itu pada karyawan tadi. Bahkan Karyawan tersebut cukup terkejut dengan kartu milik Ghazi.

Pakaian bodyguard, Tapi duitnya gak main-main. Sudah tampan, gagah, Banyak uang pula. Definisi pria wanita jaman sekarang.

Sementara itu, Mutiara dan Kendra kembali mencari cincin tunangan yang akan terlaksana hari lusa.

Dalam mencari cincin pertunangan tersebut, Kendra selalu berpihak pada Hazel.

"Ken, Yang ini bagus.. Sepertinya sangat cocok.." Hazel menunjuk sebuah sepasang cincin pertunangan yang menurutnya indah. Tapi tidak dengan Mutiara. Mutiara tidak suka dengan model dari cincin itu.

"Ken, Sepertinya yang ini lebih bagus.. " Mutiara juga menunjukkan sebuah cincin yang menurutnya lebih bagus dari cincin yang ditunjuk Hazel tadi.

"Ken, Yang ini saja. Ini juga bagus loh." Hazel tak mau kalah, Gadis itu juga sibuk mencari cincin pertunangan. Heran saja, Yang mau tunangan siapa yang sibuk siapa..

"Sebentar Tiara, Yang mana Hazel?" Kedua tangan Mutiara terkepal. Ia sudah tidak tahan lagi. Sejak tadi Kendra selalu berpihak pada Hazel. Mutiara cukup sabar, Tapi sekarang?

"Okey Ken.. Sepertinya aku akan ke butik dulu. Kalian cari saja cincin mana yang kalian suka.." Usai mengatakan itu, Mutiara berbalik badan dan pergi.

"Tiara mau kemana?" Kendra hendak mengejar calon tunangannya itu namun Hazel menahannya.

"Lepas Hazel.. Sepertinya Mutiara marah" Kendra melepaskan tangan Hazel yang melingkar di lengannya.

"Tapi Ken?.." Kendra tak peduli, Pria itu terus mengejar Mutiara yang mood nya buruk.

"Mutiara tunggu!, Mutiara!!.."

Melihat itu Ghazi terdiam dengan tatapan mata yang menajam. Pria itu membisikan sesuatu pada salah satu karyawan disana..

"Baik Mas..

Ghazi mengangkat salah satu sudut bibirnya. Hazel, Wanita itu sangat licik. Meski katanya gadis itu cukup berhijab seperti kalangan ustadzah siapa yang menyangka kalau dalam hatinya punya niat busuk yang tersimpan.

TBC

1
Ani
bila perlu sekalian orangnya dimasukkan ke api biar jadi abu 😤😤😤😤
Sri Rahayu
Tiara knp kamu nyuruh Devi ksh ATM.mu ke Kendra...itu kan hak kamu keenakan Kendra bisa2 diambil Hazel nanti...lanjut Thorr😘😘😘
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
kendra tololnya ga ketolong lagi. udah berkali-kali ada bukti, masih aja bisa dikibulin. guoblok banget
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
bener kan si rio yg bertopeng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
si ex bodyguard nya
Lusi Hariyani
ghazi cpt dtg dong bantu mutiara pergi
Evi alvian
alurnya bkin gregetan banget dach.. bacanya aja ampe dating lama" aku gedek ama ceritanya😁🤭✌️sumpah othornya berhasil bkin para readers pada greget bacanya🤭✌️✌️
Ayudya
Rio siapa juga yg mau simpan barang yg Uda ga berguna sama sekali lebih baik di musnahkan🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nice1808
mutiara bodoh knpa semua kesusahan dipendam sendiri, knpa ada Ghazi juga dianggap sama dgn kendra yg jahat padahal Ghazi beneran tulus pada mutiara
Nice1808: betul 😃
total 2 replies
Ninik
aku justru greget sama Mak othor sebab up nya cuma satu satu
Ariany Sudjana
ini mutiara bodoh, kenapa semua dipendam sendiri? buat apa tunangan sama Ghazi? kalau Ghazi jadi seperti orang bego, yang ga ngerti apa-apa.
Setyowati Setyowati
bagus Tiara ..biar mereka merasakan apa yg kamu rasakan ..dan penyesalan yg akan mereka bertiga rasakan dan semuanya SDH terlambat
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya kebenaran terungkap juga dan kau Kendra terimalah hukuman dan penyesalan mu/Determined//Determined/
Sri Rahayu
ya gpp kl Atta berubah jd baik pd mu Tiara... uda sadar kali dia 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Ass Yfa
kebenaran terungkap bertubi2 hingga otal Tiara tdk msmpu mensmpubg sendirian..berbagilah dgn Ghszi
Teh Euis Tea
ya ampun pada jahat bagt sih kalian, padahal mutiara ga salah apa2 pada kalian
Ayudya
hadeeehhhh Kendra jangan nyesel kamu ngajak hazel gabung di kafe.ntar kalau Uda tau siapa hazel yg sebenarnya kamu nyesel 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sindy Sintia
mutiara ni bego apa gimana ya, lama kelamaan aku dngkol juga di buatnya, kenapa? Tiara kira dia kuat kayak wonder women gtu bisa nanggung semua sendri?? beban pikiran tu berat euy tiara
Muft Smoker
km udh punya ghazi Dan papa mu mutiara ,, menyimpan semuanya sndrii tu gx baik buat dirimu sendri ,,
trauma boleh ,,
tp km msh ttap bisa kn melihat mana yg bnr2 tulus ,,
mana yg gx ,,
semangat mutiara ,,
sebelum pergi ,,
kasih pelajaran dlu ma org2 yg jahatin km
Maria Magdalena
satu persatu terungkap ayo semangat thor ayo Ghazi buruan bslik bawa pergi tuh Tiara.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!