Indonesia
NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14 Rayn Mengamati

Di pusat Kota Ashfall, debu vulkanik tipis selalu menggantung di udara, mengotori bingkai jendela kastil keluarga Ardent dengan warna keabu-abuan yang suram. Rayn Ardent meletakkan laporan bersampul kulit hitam yang ia dapatkan dari mata-matanya di atas meja kayu ek yang kokoh. Bunyi ketukan dokumen itu bergaung pelit di dalam ruang kerja yang sunyi, memecah ketegangan berat yang sejak tadi menyelimuti seisi ruangan.

"Penyihir Jurang. Air dan Tanah. Usia sekitar tujuh belas tahun. Muncul setelah Aurelia Veyra dibuang." Rayn bergumam, ia ingat betul kisah itu.

Kisah seorang putri kerajaan besar, Lord Ignis yang terlahir tanpa bakat sihir dan menjadi putri yang dibuang di jurang kematian oleh ayahnya sendiri. Mungkinkah itu dia?

Rayn membaca ulang baris-baris kalimat tersebut dengan suara rendah, hampir menyerupai bisikan. Setiap kata terasa seperti potongan teka-teki yang menolak untuk dipecahkan, tapi sekaligus terlalu mencolok untuk diabaikan begitu saja.

Mata elangnya yang tajam terpaku pada coretan tinta hitam yang mencatat tanggal kemunculan penyihir misterius tersebut. Memang sebuah kebetulan.

"Dia benar-benar setelah Aurelia Veyra dibuang ayahnya. Apakah ini hanya sebuah kebetulan semata?" gumam Rayn lagi dengan rasa tak percaya. Sebab, semua orang tahu siapa Aurelia Veyra? Putri yang di usia ke tujuh belas tahun tidak mampu membangkitkan binatang sihir. Bahkan, kelas rendah sekalipun.

Lord Valoris mencibir, menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesaran yang dilapisi beludru merah tua. Pria paruh baya itu melambaikan tangan dengan gerakan meremehkan, seolah informasi berharga yang dibawa putranya tidak lebih dari sekadar gosip jalanan murahan.

"Kebetulan," dengusnya kasar. "Dunia ini luas, Rayn. Banyak penyihir berbakat yang menyembunyikan identitas asli mereka sampai waktunya tepat. Kepergian gadis pembawa sial dari keluarga Veyra itu tidak ada hubungan dengan bangkitnya kekuatan baru di luar perbatasan kita," katanya membuka pandangan pemuda berjubah merah tua itu.

Rayn tidak langsung menjawab sanggahan ayahnya. Dia bangkit dari kursi dengan gerakan anggun, melangkah perlahan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah luar kastil.

Dari ketinggian menara mereka, Kota Ashfall terlihat seperti hamparan bangunan batu yang kaku di bawah langit yang selalu mendung kelabu. Napas hangatnya mengembun tipis di permukaan kaca yang sedingin es.

"Bukan kebetulan, Ayah," ujar Rayn tanpa menoleh sedikit pun. Suaranya terdengar begitu yakin, menyimpan keyakinan mutlak yang membuat Lord Valoris refleks meluruskan posisi duduknya kembali.

Mata tua itu memindai putranya yang memunggungi. Dia tampak gagah saat mengenakan jubah beludru berwarna merah tua pemberian ibunya.

"Tidak ada orang 'tanpa sihir' yang tiba-tiba bisa menguasai dua elemen dasar sekaligus. Kemungkinan logis itu terlalu kecil untuk dianggap sebagai sebuah ketidaksengajaan. Ada sesuatu yang terjadi, yang tidak ketahui. Dunia merahasiakanya dari kita," katanya lagi.

Rayn memutar kembali ingatan masa lalunya tentang sosok Aurelia Veyra. Gadis malang yang selalu menunduk ketakutan, dicap sebagai aib besar keluarga karena tidak memiliki setitik pun mana di dalam tubuhnya, dan akhirnya diusir ke wilayah utara, Jurang kematian.

Namun, waktu kemunculan sang Penyihir Jurang yang menguasai elemen Air dan Tanah bertepatan setelah Aurelia menghilang sepenuhnya dari radar ibu kota. Ia dikabarkan terjatuh ke jurang Lembaran Naga. Di mana semua orang tahu, jurang itu tidak memiliki batas. Tempat itu seperti dunia lain yang tak tersentuh.

Bagi seorang manipulator informasi ulung seperti Rayn, dua titik data yang berdekatan ini membentuk satu garis lurus yang tak terbantahkan.

"Ada rahasia besar yang sedang disembunyikan dari dunia, dan Aurelia adalah kunci utamanya," katanya lagi dengan perasaan yang tidak terlalu yakin.

Lord Valoris tertegun mendengar ucapan putranya. Dia terlalu pintar menganalisa untuk pemuda seusianya. Inilah putra jenius dari Ignis. Seorang pemuda yang dibentuk sedemikian rupa oleh ibunya untuk berpura-pura menjadi sosok yang lemah.

Rayn memejamkan mata sejenak, menenangkan riuh pikiran yang berkecamuk di dalam kepalanya. Ketika kelopak matanya kembali terbuka, sorot matanya telah berubah drastis, menjadi lebih tajam, lebih dingin, dan dipenuhi oleh determinasi kuat yang tidak bisa diganggu gugat.

"Kau yakin?" tanya Lord Valoris dengan kerutan di dahinya.

Rayn tidak menjawab karena ia pun belum yakin sepenuhnya.

"Aku mau ke Dataran Badai," ucap Rayn memecah keheningan yang sempat merayap kembali di antara mereka.

"Ada rumor elemen Petir di sana. Aku ingin mendapatkan sihir itu," katanya lagi terdengar penuh tekad.

Lord Valoris mengerutkan kening dalam-dalam, ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat serius.

"Dataran Badai bukan tempat bermain yang aman, Rayn. Wilayah liar itu tidak bertuan dan dipenuhi oleh monster ganas serta badai petir abadi. Mengapa kau harus membuang waktu berharga ke sana hanya demi membuktikan sebuah rumor?" sarkasnya, suaranya terdengar meremehkan sekaligus ada getar kepanikan di sana.

"Karena rumor sering kali adalah kebenaran yang belum terbukti, Ayah, jawab Rayn sambil berbalik badan, menatap ayahnya dengan pandangan lurus.

"Jika Penyihir Jurang itu benar-benar sedang mengumpulkan kekuatan, atau jika ada entitas lain yang mampu memanipulasi elemen yang merusak seperti Petir, kita tidak boleh tertinggal satu langkah pun. Keamanan Kota Ashfall bertumpu pada seberapa cepat kita mengantisipasi ancaman dari luar."

Mata Rayn berkilat penuh tekad, sebagai putra kebanggaan dari kerajaan Ignis ia tidak bisa mengabaikan segala bentuk yang dianggapnya sebagai ancaman. Sekecil apapun itu.

Lord Valoris tercengang, mulutnya terbuka, tapi tak ada kata bantahan yang keluar dari sana.

Tanpa menunggu persetujuan resmi atau bantahan lebih lanjut dari ayahnya, Rayn meraih jubah merah tua tebalnya yang tersampir di sandaran kursi kerja.

Dia menyampirkan jubah itu ke bahunya dengan satu gerakan taktis yang terlatih. Pikirannya sudah melesat jauh melampaui tembok-tembok batu Kota Ashfall yang terasa semakin menyesakkan. Langkah kakinya terdengar tegas saat dia berjalan lebar menuju pintu keluar ruang kerja.

Lord Valoris menghela napas dalam, menatap kepergian putranya.

Rayn tahu betul perjalanan ke arah utara tidak akan mudah. Dataran Badai sangat terkenal dengan sambaran petir yang menghantam bumi tanpa henti, tempat ekstrem di mana hukum alam tidak lagi berlaku normal.

Namun, rasa penasaran yang besar dan insting berburunya telah tersulut sepenuhnya. Jika Aurelia Veyra benar-benar telah menjelma menjadi sesuatu yang lain, Rayn harus menyaksikannya secara langsung dengan matanya sendiri.

Sebelum membuka pintu kayu yang besar, Rayn berhenti sejenak dan menatap ke arah luar sekali lagi melalui celah jendela koridor. Di kejauhan, langit malam mulai diwarnai oleh kilatan cahaya biru keunguan yang samar, sebuah pertanda jelas dari amukan badai yang tak pernah usai di wilayah utara.

Waktunya bertemu Sang Badai,

Rayn berpikir dalam hati dengan mantap, seulas senyum tipis yang penuh antisipasi terukir misterius di sudut bibirnya.

1
beybi T.Halim
kok yaa kasihan,kan ada 4 kerajaan apakah tak ikut bertempur?? atau malah sdh mati semua🙈
Aisy Hilyah: nah itu, udah ngilang semua itu
total 1 replies
beybi T.Halim
ceritanya sungguh bagus,sepanjang episode nahan nafas terus,karakter eliya sang badai benar2 tangguh,kuat dan tentunya ada sisi melow nya ,dikelilingi pangeran tampan dari 4 kerajaan, tak sabar untuk episode berikutnya👍👍👍👍👍semangat
Aisy Hilyah: terimakasih banyak 😍😍
total 1 replies
beybi T.Halim
keren👍
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Pena Quality
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!