Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"
Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.
Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.
Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 : Aku Masih Punya Lebih dari Tiga Puluh Jurus Pamungkas.
Saat mengatakan hal itu, Tuan X menutup matanya dan menunggu keputusan Kevin. Meskipun berusaha terlihat tenang, keringat dingin yang mengalir di wajah pucatnya mengkhianati kegelisahan yang dirasakannya.
Satu menit berlalu. Dua menit...
Kevin tetap diam.
Bagi Tuan X, setiap detik terasa seperti siksaan. Ketidakpastian mengenai nasibnya terus menggerogoti pikirannya dan membuat ketakutannya semakin besar.
Lima menit penuh akhirnya berlalu.
Kevin mengeluarkan sebuah pil hitam, lalu berkata dengan nada datar, "Ini adalah racun paling mematikan yang pernah kubuat. Tingkat racunnya tidak ada tandingannya. Setelah menelannya, kau tidak akan merasakan sesuatu yang aneh selain tubuh yang sedikit panas."
"Namun, begitu racunnya mulai bekerja, kesadaranmu akan menghilang dan pembuluh darahmu akan pecah. Pada akhirnya, kau pasti mati. Di dunia ini, tidak ada seorang pun yang memiliki penawarnya..."
"Kecuali aku."
Tuan X menatap pil itu dengan wajah tegang.
"Telan ini, dan aku akan mempercayaimu."
Jantung Tuan X seakan berhenti berdetak sesaat.
Jika orang lain yang mengatakan hal itu, mungkin dia masih akan menganggapnya sebagai gertakan. Namun, orang yang mengatakannya adalah Kevin.
Tuan X tahu betul betapa mengerikannya kemampuan medis pemuda di hadapannya.
Kevin seorang diri telah menyelamatkan lebih dari seratus korban racun mematikan yang dibuat oleh Ahli Racun Organisasi Demonic. Bahkan ketika Andreas Surya sendiri terkena racun tersebut, dia tidak mampu menyembuhkannya.
Kemampuan medis Kevin benar-benar tidak bisa diragukan.
Akhirnya, Tuan X mengambil keputusan.
Dia mengertakkan gigi dan langsung menelan pil tersebut.
Baginya, yang terpenting adalah bertahan hidup!
Seperti yang dikatakan Kevin, sesaat setelah pil itu masuk ke tubuhnya, rasa hangat perlahan menyebar. Kepalanya terasa sedikit pusing dan pikirannya sempat kosong.
Tuan X langsung merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya.
Racun Kevin benar-benar mengerikan!
Tanpa sadar, tatapan Tuan X terhadap Kevin dipenuhi rasa gentar.
Melihat reaksinya, sudut bibir Kevin terangkat membentuk senyum tipis.
"Keberanianmu cukup bagus."
Kevin berhenti sejenak, lalu berkata, "Oh, aku lupa memberitahumu. Racun itu akan kambuh setiap lima belas hari. Kalau tidak meminum penawarnya, kau akan mati. Jadi, jangan lupa datang kepadaku untuk meminta penawar."
"Kalau sampai mati, itu bukan urusanku."
"Baik! Aku mengerti!"
Tuan X langsung mengangguk cepat.
Melihat kegugupannya, Kevin hampir tertawa.
Sebenarnya, Kevin sama sekali tidak pandai membuat racun.
Pil hitam yang baru saja diberikan itu hanyalah sebutir pil kecil yang dibuat dari sisa-sisa obat perangsang yang masih tertinggal di tubuhnya.
Bagaimanapun, itu adalah obat perangsang.
Meskipun dosisnya kecil, bukankah tubuh akan terasa panas setelah menelannya?
Dan bukankah kepala juga akan sedikit pusing?
Tuan X sendiri sudah yakin bahwa dia telah menelan racun rahasia buatan Kevin. Karena itu, pikirannya dipenuhi berbagai perhitungan mengenai efek racun tersebut. Dia sangat takut melakukan kesalahan sedikit saja dan akhirnya kehilangan nyawa.
"Jangan terlalu khawatir."
Kevin memandangnya dengan santai.
"Kalau aku benar-benar ingin membunuhmu, kau tidak akan hidup sampai sekarang. Tidak ada gunanya membicarakan penawar."
Kevin tersenyum tipis.
"Kebetulan aku sedang membutuhkan seorang bawahan. Mulai sekarang, kau akan melayaniku."
Perasaan Tuan X seketika menjadi rumit.
Dia adalah seorang pembawa kabar di organisasi Demonic, seorang ahli pada Tingkat Kaisar Puncak. Namun sekarang, dirinya justru dipaksa menjadi bawahan Kevin.
Namun, dia tidak punya pilihan lain.
Bagaimanapun, nyawanya kini berada di tangan Kevin.
Di sisi lain, ketika mengingat bahwa Kevin mampu menguasai begitu banyak dari tujuh puluh dua jurus pamungkas Sekte Buddha, secercah harapan tiba-tiba muncul di mata Tuan X.
Kevin mungkin adalah murid langsung salah satu Tetua Sekte Buddha.
Bahkan mungkin...
Dia adalah Master Sekte Buddha itu sendiri!
Jika benar demikian, dengan dukungan Sekte Buddha, mungkin dirinya bisa meninggalkan Demonic dan memperoleh jalan yang jauh lebih baik.
Semakin memikirkan kemungkinan itu, semakin bersemangat hati Tuan X.
Dia segera berkata dengan hormat, "Terima kasih karena telah menerimaku sebagai bawahan. Mulai hari ini, aku bersumpah akan setia kepadamu!"
"Namun..."
Tuan X menunduk dan melihat tubuhnya sendiri.
"Tubuhku sekarang..."
Separuh tulangnya telah hancur. Dengan kondisi seperti ini, memulihkan kekuatannya terasa seperti sesuatu yang mustahil.
Memikirkan kemungkinan kehilangan kekuatannya, hatinya dipenuhi kesedihan.
Kevin memandangnya dengan puas.
Apakah kesetiaan Tuan X benar-benar tulus atau sebenarnya tidak penting.
Selama dia tahu ada racun di dalam tubuhnya, dia tidak akan berani berkhianat.
Lagipula, sejak awal Kevin memang tidak berniat membunuhnya.
Seorang ahli Tingkat Kaisar Puncak adalah bawahan yang sangat berharga. Jika suatu hari Kevin tidak berada di tempat, Tuan X bisa membantu melindungi orang-orang di sekitarnya.
"Cedera seperti itu bukan masalah besar."
Kevin berkata santai, "Aku bisa menyembuhkannya."
"Selama kau setia kepadaku, aku jamin kau tidak akan dirugikan."
Setelah berkata demikian, tatapan Kevin menjadi tajam.
Dia meraih lengan dan bahu Tuan X, lalu dengan gerakan cepat dan tepat, mengembalikan tulang-tulang yang bergeser ke posisi semula.
Tuan X yang menyaksikan tindakan itu langsung tercengang.
"Itu... Teknik Memisahkan Otot dan Mengatur Tulang?"
Untuk sesaat, dia bahkan melupakan rasa sakitnya sendiri.
Sampai saat ini, dia telah menyaksikan Kevin menggunakan enam dari tujuh puluh dua jurus pamungkas Sekte Buddha.
Apakah pemuda ini masih bisa disebut manusia?
Kevin justru tersenyum tipis.
"Kau benar-benar berasal dari Sekte Buddha. Bahkan teknik ini pun kau kenal."
Setelah itu, Kevin mengeluarkan Jarum medis Legendaris dan mulai melakukan pengobatan dengan akupunktur.
Tulang Tuan X baru saja patah dan belum lama mengalami cedera. Dengan kemampuan medis Kevin, beberapa hari pengobatan melalui akupunktur sudah cukup untuk membuatnya pulih sepenuhnya.
Tatapan Tuan X kemudian tertuju pada Jarum Medis Legendaris di tangan Kevin.
Tubuhnya kembali merinding.
Jadi benar...
Jarum medis legendaris itu memang berada di tangan Kevin!
Dia menelan ludah dengan susah payah sebelum akhirnya bertanya dengan hati-hati,
"Tuan Muda, bolehkah aku bertanya... sebenarnya berapa banyak dari tujuh puluh dua jurus pamungkas Sekte Buddha yang telah kau kuasai?"
Kevin mengernyit dan berpikir sejenak.
"Berapa banyak, ya?"
Dia menggelengkan kepala.
"Aku sendiri tidak pernah menghitung."
"Aku memang melewatkan jurus-jurus yang menggunakan pedang, golok, tongkat, dan busur. Namun, untuk jurus lainnya, kurang lebih sudah pernah kupelajari."
"Kalau dihitung-hitung, mungkin sekitar tiga puluh lebih sudah kukuasai."
Kevin berhenti sejenak.
"Masih ada sekitar tiga puluh lebih lagi yang belum selesai kupelajari."
"Sedangkan jurus pedang, golok, tongkat, dan busur itu juga cukup menarik. Mungkin nanti akan kupelajari."
"Lebih dari tiga puluh jurus pamungkas?!"
Tuan X langsung membelalakkan mata.
Mulutnya terbuka lebar karena terkejut.
Apa arti menguasai lebih dari tiga puluh jurus pamungkas?
Bahkan Master Sekte Buddha sendiri, setelah berlatih selama seratus tahun, hanya mampu menguasai sekitar lima puluh jurus!
Bagi ahli biasa dari Sekte Buddha, mampu menguasai satu atau dua jurus saja sudah merupakan pencapaian luar biasa.
Namun Kevin...
Dia telah menguasai lebih dari tiga puluh jurus!
Itu sungguh mengejutkan!
Yang lebih mengerikan adalah Kevin mengatakan masih ada lebih dari tiga puluh jurus lainnya yang belum dia kuasai.
Dengan kata lain...
Pemuda ini benar-benar berniat menguasai seluruh tujuh puluh dua jurus pamungkas Sekte Buddha!
Ambisi seperti itu benar-benar gila!
Tuan X sama sekali tidak meragukan perkataan Kevin.
Bagaimanapun, dia sendiri telah menyaksikan Kevin menggunakan enam jurus berbeda di hadapannya.
Jika Kevin mengatakan telah menguasai lebih dari tiga puluh jurus, dia pasti mempercayainya.
Pada saat itu, rasa hormat Tuan X kepada Kevin langsung melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dia tiba-tiba merasa bahwa apa yang terjadi hari ini bukanlah kesialan.
Sebaliknya...
Ini adalah keberuntungan besar!
Jika Kevin hanya memberikan sedikit petunjuk kepadanya, kemampuan bela dirinya mungkin akan mengalami kemajuan pesat.
Dengan tekad yang semakin kuat, Tuan X akhirnya mengambil keputusan.
Mulai hari ini, dia akan mengikuti Kevin dengan setia!
.......................................
"Informasi Tingkat Kultivasi"
Tingkat Murid ( Awal - Puncak )
Tingkat Praktisi ( Awal - Puncak )
Tingkat Guru (Awal - Puncak )
Tingkat Guru Besar ( Awal - Puncak )
Tingkat Kesempurnaan ( Awal - Puncak )
Tingkat Raja (Awal - Puncak )
Tingkat Kaisar ( Awal - Puncak )
Tingkat Leluhur ( Awal - Puncak )
Tingkat Mulia
Tingkat Setengah Suci
Tingkat Suci
Tingkat Dewa
Tingkat Maha Dewa
Tingkat Imortal
bibirmu berjenggot?