Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAJA SALOVA

Di dalam ruang singgasana Istana Kerajaan Salova yang megah dan penuh dengan ukiran emas, Raja Salova duduk di singgasananya dengan wajah menyeringai serakah.

Pria paruh baya itu baru saja mendengar laporan penting dari salah satu orang kepercayaannya mengenai perubahan drastis di wilayah Volis.

"Jadi, kamu bilang kediaman Marquez Volis yang miskin itu sekarang malah mendadak jadi kaya raya karena kebun buahnya?" tanya Raja Salova dengan mata yang berbinar-binar penuh obsesi.

Pria di depan nya, yang merupakan orang kepercayaan nya itu membungkuk dalam di hadapan sang raja, takut salah bicara.

"Benar, Yang Mulia, bahkan para saudagar besar dari ibu kota rela membayar mahal untuk memborong buah-buahan dari sana setiap minggunya," jawab Garel hati-hati.

Raja Salova tertawa keras, suaranya menggema di seluruh sudut ruangan singgasana yang luas itu.

"Hahaha! Bagus sekali! Buah istimewa dan uang sebanyak itu seharusnya menjadi milik istana, bukan malah dinikmati oleh keluarga jendral miskin seperti mereka!" ucap Raja Salova dengan seringai licik di wajahnya.

"Panggil menteri keuangan sekarang juga!" perintah Raja Salova dengan nada tidak sabar.

"A-apa yang akan Anda lakukan pada keluarga Volis, Yang Mulia?" tanya Garel penasaran.

"Apa lagi? Tentu saja aku akan memanggil wanita itu ke istana dan merampas hak pengelolaan kebun buahnya atas nama kerajaan!" ujar Raja Salova tanpa rasa malu sedikit pun.

"Tapi Yang Mulia, Bagiamana dengan Jenderal Liam?" tanya Garel khawatir.

Raja Salova mendengus dingin, pria paruh baya terlihat menyunggingkan senyum sinis nya.

"Aku tidak perduli dengan dia Garel, cepat panggil wanita itu, sebelum mereka menikmati kekayaan yang seharusnya milik istana," ucap Raja Salova tidak tahu malu.

Garel menunduk kan kepala nya dalam, tidak berani berbicara lagi, walaupun sebenarnya di dalam hati nya, dia sangat gelisah, karena Garel tahu bagiamana sosok Jendral Liam itu, pria berdarah dingin yang sangat sulit di ajak negoisasi, dan kini sang Raja justru mengusik kediaman mereka langsung, apakah tidak berbahaya untuk istana nanti nya? Pikir Garel.

"Garel cepat kau pergi! Kenapa kamu masih diam disini hah!" bentak Raja Salova, geram.

"B-baik Yang Mulia, Saya permisi," ucap Garel, buru-buru pergi dari sana dengan sopan.

"Ck, dasar bodoh," umpat Raja Salova.

Pria tua itu, menyenderkan kepalanya di kursi kebesaran nya, membayangkan keuntungan besar yang akan dia dapat kan nanti, mengingat selama ini kerajaan nya selalu membeli buah-buahan dan bahan pangan lain nya dari kerajaan tetangga dengan harga tinggi.

"Hem, sebentar lagi kerajaan ku akan menjadi kerajaan paling kaya raya," gumam Raja Salova tersenyum miring.

Sementara itu, orang yang sedang mereka bicarakan, saat ini sedang bersantai sambil di temani se cangkir teh hangat dan beberapa kudapan manis.

"Hah... entah ini nyata atau tidak, aku kembali hidup di tubuh orang lain, di dunia yang bahkan sangat jauh berbeda dengan kehidupan pertama ku," gumam Aleta, menghela nafas nya panjang.

"Tapi setidaknya di kehidupan ini aku masih punya alasan untuk tetap kuat dan tidak boleh lemah, demi jendral kecil ku," batin Aleta yang sudah sangat menyayangi Julian.

Aleta menatap lurus ke arah depan, sebenarnya nasib nya dengan Aleta asli ini tidak berbeda jauh, dirinya sama-sama tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya.

Aleta yang merupakan putri seorang Raja, yang sedari kecil selalu di kucilkan, hanya karena tidak sepintar adik nya, sementara Ariana juga tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya yang terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, sehingga Ariana masuk ke dunia bawah, menjadi seorang agen rahasia, sebelum akhirnya dirinya mati terbunuh dalam misinya.

"Tidak apa-apa, aku tidak butuh cinta dan kasih sayang dari siapa pun," bisik Aleta, pada dirinya sendiri.

Tidak jauh dari sana ada sepasang mata tajam yang memperhatikan nya.

"Sampai kapan kamu akan mengintip disana Jendral Liam yang terhormat," ucap Aleta tanpa mengalihkan pandangannya.

Liam sedari tadi memperhatikan Aleta, sedikit tersentak kaget, karena ternyata wanita itu menyadari keberadaannya, senyum miring tersungging di wajah dingin nya.

Liam berjalan menghampiri Aleta dengan langkah tegas nya, berdiri di depan Aleta yang sedang menikmati teh nya.

"Ternyata bukan hanya cara bicara mu yang berubah tajam, insting mu juga," ucap Liam, tersenyum miring.

Aleta mendengus pelan, meneguk teh hangatnya secangkir lagi sebelum akhirnya mendongak menatap sang suami dengan sebelah alis yang terangkat.

"Kalau instingku tidak tajam, mungkin aku sudah mati keracunan atau dimanfaatkan sama orang-orang licik di luar sana," sindir Aleta, suaranya terdengar santai namun menusuk.

Liam terkekeh pelan, pria itu menarik kursi di seberang Aleta.

"Kau benar-benar berubah, Aleta, dulu, jangankan menyindirku seperti ini, menatap mataku lebih dari dua detik saja kau pasti sudah gemetaran," ucap Liam, menatap lekat wanita di depannya dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Aleta memutar bola matanya malas, lalu melipat kedua tangannya di dada.

"Masa lalu ya masa lalu, jangan diungkit-ungkit lagi," jawab Aleta ketus.

"Kenapa? Malu karena kelakuanmu yang dulu mirip anak kecil manja?" ledek Liam sengaja memancing emosi istrinya, sementara sudut bibirnya membentuk senyuman miring yang menyebalkan.

Aleta mendengus tajam, hampir saja melempar cangkir kosong ke arah kepala suaminya kalau saja dia tidak ingat kalau harga barang-barang di rumah itu sekarang sangat mahal.

"Daripada sibuk mengurusi kelakuanku yang dulu, lebih baik kamu urus pasukan mu yang kadang kurang latihan, atau selesaikan masalah utang negara yang bikin wilayah kita nyaris bangkrut," ucap Aleta tidak mau kalah.

Liam terdiam sejenak, matanya menyipit, mengamati setiap perubahan ekspresi di wajah Aleta.

Ada rasa penasaran yang teramat sangat di dalam dada pria itu, namun gengsinya sebagai seorang jendral perang membuatnya menahan diri untuk tidak bertanya terlalu jauh.

"Soal utang, kau sendiri sudah menyelesaikannya lewat kebun buah ajaibmu itu," ucap Liam dengan nada datar.

Aleta tersenyum miring, mencondongkan sedikit tubuhnya ke depan agar jarak mereka semakin dekat.

"Oh, tentu saja, karena kalau aku mengandalkan gajimu sebagai jendral yang hobi pergi perang, mungkin kita bertiga sudah jadi pengemis di jalanan ibu kota sejak bulan lalu," sindir Aleta tanpa beban.

Alih-alih marah, Liam justru tertawa kecil. Suara bariton pria itu terdengar rendah, nyaris membuat para pelayan yang lewat di sekitar sana terkejut karena baru pertama kalinya melihat sang jendral tertawa lepas di hadapan istrinya.

"Kau ini ya, mulutnya benar-benar beracun," ucap Liam geleng-geleng kepala.

"Biarin, daripada jadi orang pendiam tapi tidak peka sama keadaan sekitar," jawab Aleta cepat.

1
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka ya beb, nanti kita kupas tuntas siapa Julian itu sebenarnya dan hubungannya dengan Liam😉
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
Tiara Bella
wow ini yg ditunggu² para pembaca...Pepet trs liam
Maria Lina
moga rajin up double"!ya outhor sayang🙏🙏😍😍😍
Tiara Bella
ngeri kali.....
Septi Wijaya
ahhaaiiii.... akankah terjadi sesuatu di gubuk itu 😍
Mommy Ayu
kesempatan dalam kesempitan tuh jendral, main sosor aja 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!