Indonesia
NovelToon NovelToon
SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

SISTEM PEWARIS TABIB SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Genta, pemuda udik dari gunung dengan kemampuan medis legendaris, turun ke kota metropolitan untuk menikahi Kiara Prameswari, CEO cantik dan dingin dari keluarga konglomerat, sesuai wasiat gurunya. Alih-alih sambutan hangat, Genta justru dihina dan dianggap benalu oleh Kiara dan keluarganya yang tidak tahu bahwa di balik penampilannya yang lusuh, Genta didampingi oleh "Sistem Pewaris Tabib Sakti" yang memungkinkannya menyembuhkan penyakit mustahil. Terjebak dalam pernikahan politik yang dingin, Genta harus menggunakan ilmu medis magis dan bantuan sistemnya untuk menampar balik semua orang yang meremehkannya, menyelamatkan nyawa, dan membangun kekuasaannya sendiri di rimba kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Mobil sedan mewah anti peluru melaju kencang membelah kesunyian jalan tol lingkar luar Jakarta pada tengah malam.

Genta duduk bersandar santai di kursi penumpang belakang sambil menatap gemerlap lampu kota dari balik kaca jendela.

Di sebelahnya, Kiara masih sibuk berkutat dengan tablet di tangannya, memeriksa laporan keuangan perusahaan yang baru saja mendapat suntikan dana satu triliun.

"Kau tidak lelah terus menatap layar terang itu sejak kita meninggalkan rumah sakit tadi siang?" tanya Genta memecah keheningan.

Kiara menghela napas panjang dan meletakkan tabletnya di pangkuannya.

"Aku harus memastikan dana dari keluarga Adhitama itu aman dan dialokasikan untuk menutupi kerugian proyek yang sempat disabotase paman Hermawan."

Genta tersenyum tipis melihat dedikasi istrinya yang luar biasa gila kerja ini.

"Kau sudah bekerja terlalu keras Nona CEO, sesekali biarkan otakmu istirahat sebelum berasap," goda Genta dengan santai.

Kiara mendengus pelan, namun ada sebersit senyum lelah yang tidak bisa dia sembunyikan di bibirnya.

"Kalau aku tidak bekerja keras, siapa yang akan menggaji suamiku yang pengangguran ini setiap bulan?" balas Kiara tidak mau kalah.

Genta tertawa lepas mendengar balasan tajam namun hangat dari istrinya itu.

Hubungan mereka memang terasa jauh lebih cair dan tidak sekaku saat pertama kali bertemu di hari hujan itu.

Namun tawa Genta mendadak terhenti, telinganya yang tajam menangkap suara deru mesin kasar yang mendekat dari arah belakang.

Genta menoleh ke kaca spion tengah dan melihat tiga buah mobil SUV hitam tanpa pelat nomor melaju sangat kencang menyusul mereka.

[Sistem mendeteksi niat membunuh yang sangat pekat dalam radius seratus meter.]

[Peringatan bahaya tingkat tinggi, Master disarankan untuk segera bersiap melakukan pertempuran fisik.]

Genta langsung menegakkan posisi duduknya, raut wajahnya yang santai berubah menjadi sedingin bongkahan es.

"Pak Sopir, percepat laju mobilnya sekarang juga, kita sedang diikuti," perintah Genta dengan nada sangat serius.

Sopir pribadi Kiara terkejut, namun dia refleks menginjak pedal gas dalam-dalam hingga mesin mobil menggerung keras.

Kiara langsung menoleh ke arah belakang dengan perasaan panik yang mulai menjalar di dadanya.

"Ada apa Genta? Siapa yang berani mengikuti mobil keluarga Prameswari di tengah malam begini?" tanya Kiara cemas.

"Siapa lagi kalau bukan anjing-anjing suruhan keluarga Adhitama yang sedang menangisi uang satu triliun mereka," jawab Genta dingin.

Belum sempat Kiara mencerna situasi, salah satu SUV hitam itu menabrak bagian belakang mobil mereka dengan sangat keras.

Brak!

Guncangan hebat membuat tubuh Kiara terlempar ke depan, beruntung sabuk pengamannya menahan tubuhnya dari benturan fatal.

Genta dengan sigap langsung menarik bahu istrinya itu dan menyembunyikannya di dalam dekapannya.

"Jangan angkat kepalamu Kiara, tetap menunduk di pelukanku," bisik Genta tepat di telinga Kiara.

Suara Genta yang berat dan tenang entah bagaimana membuat rasa takut Kiara sedikit mereda, dia mengangguk patuh di dada bidang suaminya.

Dor! Dor! Dor!

Suara tembakan senjata api meletus berkali-kali dari arah mobil pengejar, menghantam kaca belakang sedan mewah tersebut.

Kaca anti peluru itu retak parah membentuk jaring laba-laba, namun berhasil menahan peluru menembus ke dalam kabin.

"Mereka menggunakan senjata api militer, ini bukan sekadar preman bayaran biasa!" teriak sopir panik sambil membanting setir menghindari tabrakan beruntun.

Tiba-tiba, SUV kedua bermanuver menyalip dari sisi kiri dan SUV ketiga memblokir jalur dari sisi kanan.

Mereka sengaja menjepit mobil Kiara dari tiga arah yang berbeda di tengah jalan tol yang benar-benar sepi dari kendaraan lain.

Ckiiiiit!

SUV di sebelah kiri sengaja membanting setirnya menabrak ban depan sedan Kiara dengan brutal.

Sopir Kiara kehilangan kendali sepenuhnya, mobil mewah itu berputar arah dan menabrak pembatas jalan tol dengan suara benturan yang mengerikan.

Brakkk!

Asap putih langsung mengepul dari kap mesin sedan yang ringsek parah itu.

Genta menahan napasnya, tubuhnya menyerap sebagian besar benturan untuk melindungi Kiara yang ada di pelukannya.

"Kau tidak apa-apa Kiara?" tanya Genta cepat sambil memeriksa kepala dan tubuh istrinya.

Kiara batuk-batuk kecil menghirup asap sisa ledakan airbag, wajahnya pucat pasi tapi dia tidak terluka parah.

"Aku baik-baik saja Genta, tapi Pak Sopir... dia pingsan karena benturan di kepalanya," jawab Kiara dengan suara bergetar.

Genta melirik ke kursi depan, melihat sopir mereka tidak sadarkan diri dengan dahi yang berdarah.

Tiga mobil SUV hitam itu kini berhenti mengelilingi sedan mereka yang lumpuh, menutup semua akses jalan keluar.

Pintu-pintu SUV terbuka kasar, sepuluh pria bertubuh besar dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah turun membawa tongkat besi dan parang panjang.

Seorang pria asing dengan bekas luka sayatan di wajahnya melangkah maju mendekati sedan Kiara.

Dia mengetuk kaca jendela dengan ujung laras pistolnya sambil tersenyum kejam.

"Keluarlah Tuan Genta dan Nona Kiara, Patriark Adhitama mengirimkan salam kematian untuk kalian malam ini," ucap pria asing itu dengan bahasa Indonesia yang kaku.

"Tetap di dalam dan jangan buka pintunya apapun yang terjadi, kaca ini masih bisa menahan pukulan benda tumpul," perintah Genta tegas pada istrinya.

Kiara langsung menarik ujung jas Genta dengan tangan gemetar.

"Lalu kau mau kemana? Jangan bilang kau mau keluar menghadapi mereka sendirian, mereka membawa senjata api Genta!" isak Kiara tidak mau melepaskan suaminya.

Genta menunduk, menatap mata istrinya yang basah oleh air mata ketakutan, lalu menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.

"Sudah kubilang, kematian harus meminta izinku sebelum berani menyentuhmu Nona CEO."

Genta melepaskan tangan Kiara dengan lembut, lalu menendang pintu penumpang di sisinya hingga terbuka paksa.

Brak!

Pintu mobil yang penyok itu terlempar ke luar, mengejutkan beberapa pembunuh bayaran yang sedang mengepung.

1
yani
💕💞💕
pricilia
🥰🥰
Anton barly
🥰🥰🥳🥳
fitri
/Gift//Gift//Gift//Gift//Gift/
Antoni gergio
💞💞💞💞💞
Angel
🌹🌹🌹🥰🥰🥰
Shinta geol
❤❤❤❤
clara
andai di dunia nyata ada🥹
Jamrud Khatulistiwa
sistem sangat pelit, setiap misi tdk sda hadiah
Jamrud Khatulistiwa
sistim tdk pernah memberi tahu hadiah yg diberikan
Jamrud Khatulistiwa
murid orang sakti mendapat sistem
Gege
katanya diawal sudah belajar banyak di gunung Rinjani.. nyatanya masih bergantung sama sistem...tapi gpp biar lebih op laah MC nyaaaah .pesen 10 hareem yaa Thor...jangan lembek..🤭
Cherlly: iya kaka,judul nya aja sistem kaka,next crita ya kaka saya lagi mikir lgi biar menarik 😊😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!