Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Situasi makin rumit dengan hadirnya Liam, investor besar yang selalu ada untuk Mia setelah perceraian. Dengan ketulusannya, Liam siap melindungi Mia dan menjadi saingan berat Ethan yang ingin merebut kembali hati sang mantan istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Sisa Wangi Cendana di Ruang Rias

Lampu-lampu studio yang membakar sejak siang akhirnya dipadamkan satu per satu, menyisakan pendar redup di lorong set luar ruangan. Pengumuman 'selesai' dari sutradara disambut helaan napas lega dari seluruh kru.

Namun bagi Mia, pekerjaan yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Mia berdiri di sudut ruang rias utama, menunggu dalam diam. Di tangannya, kotak beludru hitam itu tergenggam erat. Bau produk penata rambut dan sisa riasan wajah memenuhi udara, bersaing dengan aroma kayu cendana yang entah bagaimana masih tercium kuat tiap kali Ethan bergerak.

Ethan duduk di depan cermin berhias lampu-lampu bohlam putih. Kemejanya yang sedikit berantakan akibat adegan aksi terakhir kini dibiarkan terbuka di dua kancing teratas. Melalui pantulan cermin, matanya yang tajam tidak pernah lepas mengawasi gerak-gerik Mia yang mendekat.

“Biar saya bantu lepas kancing jas dan jam tangannya, Tuan Ethan,” tawar Mia datar. Ia memosisikan suaranya seformal mungkin, berusaha mengabaikan tatapan menusuk Ethan.

Mia melangkah maju, menunduk sedikit untuk menjangkau pergelangan tangan kiri Ethan. Jemarinya yang dingin menyentuh kulit hangat pria itu saat membuka pengait jam tangan platinum bernilai jutaan dolar tersebut. Napas Ethan yang teratur terasa menerpa pucuk kepalanya, mengirimkan desir halus yang langsung berusaha ia tekan dalam-dalam.

“Kamu bertingkah seolah aku ini monster yang siap menerkammu kapan saja, Mia,” gumam Ethan. Suaranya berat dan pelan, teredam oleh bisingnya kru yang mulai membereskan peralatan di luar ruangan.

Mia berhasil melepaskan jam tangan itu dan langsung menyimpannya ke dalam bantalan khusus di kotak beludru.

“Saya hanya bekerja sesuai prosedur standar keselamatan aset, Tuan,” balas Mia tanpa mengangkat wajahnya.

Tangannya kini beralih ke kancing jas khusus yang tergeletak di meja rias, mengambilnya dengan pinset presisi.

“Lagipula, seperti kata Tuan Marcus tadi... Anda sudah punya tunangan yang harus dijaga perasaannya. Tidak pantas jika staf biasa seperti saya menyita waktu Anda terlalu lama.”

Gerakan Ethan terhenti. Pria itu menegakkan tubuhnya, berputar di atas kursi putar hingga kini berhadapan langsung dengan Mia, memangkas habis jarak mereka.

“Jadi kamu mendengarkan percakapanku dengan Marcus?” tanya Ethan dengan nada menantang. Senyum tipis yang dingin kembali terukir di bibirnya.

“Apakah menyebut nama Jane membuatmu terganggu, Mia? Atau itu membuat luka lama yang kamu sembunyikan di balik profesionalismemu kembali berdarah?”

Mia mengetatkan rahangnya, menatap lurus ke dalam bola mata Ethan.

“Sama sekali tidak,” jawab Mia jujur, meski dadanya terasa sedikit berdenyut nyeri.

“Masa lalu sudah selesai saat dokumen perceraian itu ditandatangani. Sekarang, fokus saya hanya memastikan semua barang milik perusahaan kembali tanpa cacat,” imbuhnya.

Ia menutup kotak beludru itu dengan bunyi klik yang tegas, menandakan tugasnya telah usai. Kemudian mundur satu langkah, menciptakan jarak aman yang sangat ia butuhkan.

Ethan menatap kotak hitam di tangan Mia, lalu beralih ke wajah wanita itu. Tatapannya kini tak lagi dipenuhi senyum kemenangan, melainkan kilatan misterius yang sulit diartikan.

“Masa lalu mungkin sudah selesai untukmu, Mia,” bisik Ethan pelan, hampir tak terdengar. “Tapi tidak bagiku.”

Sebelum Mia sempat mencerna arti kata-kata itu, pintu ruang rias tiba-tiba terbuka lebar.

“Ethan, sayang!” suara manja seorang wanita  seketika memecah ketegangan di ruangan itu.

Jane melangkah masuk dengan gaun elegan dan senyum lebar, langsung menghampiri Ethan dan merangkul leher pria itu dari belakang tanpa memedulikan keberadaan Mia.

Mia menundukkan kepalanya sekilas. “Semua aset sudah lengkap. Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Ethan, Nona Jane.”

Tanpa menunggu balasan, Mia berbalik lalu melangkah keluar dari ruangan itu.  Begitu pintu tertutup rapat di belakangnya, ia menyandarkan punggungnya ke dinding lorong yang dingin, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan.

Pendar redup lampu lorong studio itu menyamarkan genangan air mata yang mulai mengumpul di sudut matanya. Tangannya menggenggam kotak beludru hitam itu makin erat hingga buku-buku jarinya memutih. Bau kayu cendana yang menempel samar di pakaian Ethan seakan enggan pergi, menyusup ke indra penciumannya dan memicu nostalgia pahit yang berusaha mati-matian ia kubur.

“Kenapa harus terasa sesakit ini? Kuatkan aku Tuhan!” batin Mia, merutuki dirinya sendiri.

Bukankah ia sendiri yang menegaskan bahwa masa lalu telah selesai? Bukankah ia sendiri yang memandangi dokumen perceraian itu saat dibubuhi tanda tangan?

Namun melihat bagaimana Jane dengan begitu leluasa merangkul leher Ethan, rasa sakit seperti dulu menghantam pertahanannya tanpa ampun.

Pemandangan itu memvalidasi kenyataan pahit yang kini membentang di antara mereka. Ethan bukan lagi miliknya.

Usahanya untuk bersikap profesional dan dingin runtuh seketika saat ia mencapai sudut lorong yang gelap. Kakinya melangkah lunglai. Setetes air mata akhirnya lolos, meluncur melewati pipinya yang dingin.

Ia cepat-cepat menyekanya dengan punggung tangan, menghela napas panjang untuk menenangkan detak jantungnya yang berantakan.

Ia menolak untuk terlihat lemah di tempat ini.

Ia kemudian menegakkan kembali bahunya, memeluk kotak beludru itu erat-erat di dadanya, lalu melangkah keluar menuju malam yang dingin, membawa pergi sisa wangi cendana dan luka lama yang ternyata belum sepenuhnya pulih.

****

“Ethan, kamu mau ke mana, sayang?”

Ethan menghempaskan tangan Jane dari bahunya. Tanpa memedulikan seruan manja wanita itu ia melangkah lebar-lebar menyeberangi ruang rias. Keheningan dan kepura-puraan yang Mia tunjukkan baru saja menampar egonya keras-keras.

Kilatan air mata yang sempat ia tangkap di sudut mata Mia sebelum wanita itu berbalik, adalah bukti bahwa benteng yang dibangun wanita itu mulai retak, dan ia tidak bisa membiarkannya pergi begitu saja malam ini.

Ia menarik gagang pintu dan melangkah tergesa-gesa keluar menuju lorong studio yang mulai sepi. Langkah kakinya menggema di sepanjang koridor, matanya menyapu setiap sudut remang mencari sosok yang membawa potongan masa lalu mereka.

“Ethan, berhenti!”

Namun sebuah tangan kekar menahan bahunya dengan cengkeraman kuat dari samping.

Ethan membeku, menoleh dengan napas yang memburu.

Marcus berdiri di sana. Tatapan manajernya itu tidak lagi berisi gurauan atau formalitas pekerjaan, melainkan peringatan tajam.

“Mau ke mana kamu?” tanya Marcus dingin.

“Lepaskan, Marcus. Aku harus bicara dengan Mia,” geram Ethan, mencoba menghentakkan tangannya agar terbebas.

“Untuk apa? Untuk melukainya lagi?” potong Marcus tanpa ragu. Suaranya ditekan pelan, namun setiap katanya menancap tepat di dada Ethan.

“Kamu lupa siapa yang membuat Mia berdiri di posisi itu sekarang?”

Ethan mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun. “Ini tidak ada hubungannya denganmu, Marcus.”

“Ini ada hubungannya denganku saat artis utamaku bertindak impulsif dan menghancurkan hidup orang lain untuk kedua kalinya!” sergah Marcus, memajukan tubuhnya.

“Ingat baik-baik, Ethan. Tiga tahun lalu, Mia mengemis perhatianmu. Dia yang menunggumu di rumah sampai larut malam, membawa makanan hangat yang selalu kamu biarkan dingin di meja. Dan apa yang kamu katakan padanya saat dia menyatakan perasaannya sebelum perceraian itu?”

Marcus menatap langsung ke dalam mata Ethan yang mulai bergetar.

“Kamu bilang perasaannya adalah beban. Kamu bilang pernikahan itu cuma balas budi yang dipaksakan, dan kamu tidak akan pernah membalas perasaannya. Kamu sendiri yang mendorongnya keluar dari hidupmu dan membuat dokumen perceraian itu ditandatangani.”

Ethan bungkam. Tenggorokannya mendadak terasa kering disiram kenyataan yang terlontar dari mulut Marcus. Memory malam itu mendadak berputar ulang.  wajah Mia yang pucat, matanya yang sembap, serta suaranya yang gemetar saat menerima penolakan mentah-mentah darinya.

“Sekarang dia sudah tertatih-tatih menata hidupnya kembali,” lanjut Marcus, melunakkan sedikit nadanya namun tetap tegas.

“Dia bekerja profesional di sini, menahan diri di depanmu setiap hari. Jadi jangan egois. Jangan kejar dia hanya karena kamu merasa kehilangan saat dia mulai berhenti peduli.”

Ethan terdiam di tengah lorong yang dingin. Langkah kakinya terkunci rapat di lantai beton. Di ujung koridor sana, pintu keluar studio tertutup perlahan, menyisakan kegelapan malam dan keheningan yang menghantamnya tanpa ampun.

–tbc–

1
sunaryati jarum
Thank Thoor happy endingnya
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): sama²😊😊 thank you udah membersamai perjalanan cinta Liam dan Mia👌🏻😊
total 1 replies
sunaryati jarum
Nikmati kesombongan kamu Jane
sunaryati jarum
Tandingan di publik
sunaryati jarum
Benarkan Jane salah memilih lawan
Tiara Bella
otw thor hehehhe....
Tiara Bella
wow Liam aku padamu banget ini.....
Tiara Bella
penyesalan mu tak ada artinya lg Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): udah telat ya😊
total 1 replies
Tiara Bella
apakah mw mendekati tamat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): seperti itu😊
total 1 replies
Tiara Bella
aneh si Jane ini kenapa ngerang Mia pdhal ada Liam ada dibelakang Mia....
Tiara Bella
bagus aku suka ceritanya....
Tiara Bella: sama² thor😍/Kiss/
total 2 replies
Tiara Bella
nh gitu cewek klu lg ngambek disun jg Bakalan lumer dia.......Pepet trs liam
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 🤭🤭🤭 langsung melting
total 1 replies
Tiara Bella
wow Mia aku padamu...😍/Kiss/
Tiara Bella
aku Herman sm Jane Ethan yg salah kenapa yg diserang malah Mia ya.....
sunaryati jarum
Kamu yang akan hancur,Jane.Kau menyerang Mia, berarti menantang Liam.Kau terlalu sombong dan merasa lebih kuat Jane.Mia sekarang lebih kuat,dia juga banyak bukti apalagi dibantu Liam kamu sendiri yang gali lubang untuk kuburmu,ingat Mia itu korban ,selama empat tahun.Dii selama empat tahun mengalah, menerima,dan pasrah tanpa dendam,tapi kamu malah memojokkan Jane, saat ini kemenangan harus milik Mia
sunaryati jarum
Lawan pemberitaan yang dibuat Jane,itu hanya akan menghancurkanh karier Ethan Voss
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetep keluarkan pernyataan sesuk realita dengan kemampuan intelektual kamu ,Mia.Beliau hanya menguji nyalimu
sunaryati jarum
Penampilan tenang dan jawaban jujur.Sepertinya penilaian pertemuan pertama oleh Tuan dan Ny Vance positif
sunaryati jarum
Akhirnya keraguan Mia lenyap dan menerima lamaran ,Liam.Semoga acara pernikahan berjalan lancar
sunaryati jarum
Nah ,begitu Mia.Kena provokasi Jame bikin dia makin merasa di atas.Besok berjalan berdua dengan Liam,di depan Jane, untuk membungkam mulutnya yang julid.Mia, korban dari Ethan, yang perlu kau peringatkan itu , Ethan agar jangan mengganggu kehidupan Mia
sunaryati jarum
Jika kamu pergi Jane akan betepuk tangan kemenangan, dengarkan dulu penjelasan Liam,jangan merasa insecure karena provokasi Jane.Bicara dari hati ke hati Mia, orang tua Liam sudah member restu beliau tidak memandang status sosial kamu.Dinginkan kepalamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!