Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14.

Malam harinya, Alfa duduk di ruang tamu rumahnya, mempelajari dokumen yang Pak Danu berikan padanya. Beberapa halaman sudah dibaca dengan teliti, terutama bagian nilai proyek, luas lahan, serta rencana pembangunan yang tertera di dalamnya.

Pak Ikhsan yang baru keluar dari kamar melihat map di atas meja, lalu menghampiri.

“Masih kerja, Al?” tanyanya.

Alfa mengangkat wajah. “Iya, Yah. Aku sedang mempelajari proyek baru dari Pak Danu.”

“Proyek baru?”

Alfa mengangguk. “Aku dipercaya lagi untuk menangani proyek yang nilainya jauh lebih besar dari sebelumnya.”

Pak Ikhsan melirik dokumen tersebut. “Wah, bagus dong! Memang proyeknya sebesar apa?”

“Cukup besar, Yah. Rencananya pembangunan perumahan elit.”

“Berarti Pak Danu benar-benar percaya sama kamu.”

“Alhamdulillah, Yah. Aku sendiri masih agak kaget waktu beliau menyerahkan proyek ini.”

Pak Ikhsan tersenyum. “Kalau begitu, ini bukan sekedar soal proyek.”

Alfa mengernyit. “Maksud Ayah?”

“Kamu sudah punya pengalaman, sudah dipercaya menangani proyek besar, dan sekarang mulai diberi tanggung jawab yang lebih tinggi.”

Pak Ikhsan menatap anaknya. “Kenapa kamu tidak mulai membangun namamu sendiri?”

“Selama ini kamu bekerja di bawah orang lain. Memang tidak ada yang salah dengan itu. Tapi kalau kemampuanmu terus berkembang, sampai kapan kamu hanya akan menjadi orang yang dipercaya menangani proyek milik orang lain?” lanjut Pak Ikhsan.

Alfa terdiam, berusaha mencerna ucapan sang ayah.

“Kalau suatu hari kamu punya usaha sendiri, pengalaman yang kamu kumpulkan sekarang bisa menjadi modal. Kamu tidak harus langsung besar. Mulai dari proyek yang mampu kamu tangani, bangun kepercayaan, lalu perlahan bentuk tim dan jaringanmu sendiri.”

Alfa akhirnya mengangguk. Ucapan ayahnya membuat pikirannya bergerak lebih jauh.

“Jadi, menurut Ayah aku harus mulai sekarang?”

“Tidak harus terburu-buru. Tapi setidaknya mulai pikirkan arahnya. Jangan selamanya bekerja hanya untuk membesarkan nama orang lain,” jawab Pak Ikhsan.

Alfa kembali membaca dokumen di tangannya. Kali ini dia tidak hanya melihat nilai proyek dan rencana pembangunannya. Ada kemungkinan baru yang mulai terbuka di hadapannya.

***

Beberapa hari kemudian, Alfa mulai meninjau lokasi proyek. Lahan luas di pinggir kota itu akan dikembangkan menjadi kompleks perumahan eksklusif.

Seorang perwakilan dari pihak pengembang mendampingi Alfa berkeliling untuk melihat pembagian area dan rencana pembangunan. Alfa memperhatikan setiap bagian sambil mencatat beberapa hal yang menurutnya perlu diperhatikan sebelum pekerjaan dimulai.

“Kalau ada perubahan dari rencana awal, langsung informasikan kepada saya ya, Pak,” ujar Alfa.

“Baik, Mas. Nanti akan saya sampaikan pada pihak yang bersangkutan,” jawab pria tersebut.

Setelah peninjauan selesai dilakukan, beberapa hari kemudian sesuai jadwal yang telah ditentukan, aktivitas di lokasi mulai ramai. Para pekerja berdatangan, disusul kendaraan pengangkut material yang keluar-masuk area proyek.

Alfa datang lebih pagi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Mino bertugas mengatur para pekerja, sementara Bowo membantu mengawasi kebutuhan material di lapangan.

“Mas Alfa, material yang dibutuhkan untuk hari ini sudah lengkap,” lapor Bowo.

“Bagus. Pastikan semuanya langsung didistribusikan sesuai kebutuhan,” jawab Alfa.

“Siap.”

Alfa kemudian berkeliling memeriksa pekerjaan. Dia tidak banyak memberikan arahan selama semuanya berjalan sesuai rencana, tetapi akan segera turun tangan jika menemukan bagian yang perlu diperbaiki.

Hari demi hari berlalu. Pekerjaan berkembang cukup cepat. Bagian yang sebelumnya masih berupa lahan kosong mulai dipenuhi bangunan. Beberapa rumah sudah memasuki tahap penyelesaian, sementara blok lainnya terus dikerjakan.

Alfa semakin terbiasa dengan tanggung jawabnya. Dia rutin memeriksa perkembangan pekerjaan, berkoordinasi dengan Mino, serta memastikan kebutuhan material tidak terlambat.

Beberapa minggu kemudian, Pak Danu datang meninjau proyek. Dia terlebih dahulu memperhatikan kawasan yang kini mulai dipenuhi bangunan, sebelum menghampiri Alfa.

“Sepertinya perkembangannya cukup bagus,” ujar Pak Danu.

“Alhamdulillah, Pak. Sejauh ini masih sesuai target,” jawab Alfa.

Pak Danu mengangguk. “Pertahankan. Saya ingin proyek ini selesai sesuai jadwal.”

“Insya Allah, Pak.”

Setelah berbicara singkat, Pak Danu kembali melihat beberapa bagian proyek. Alfa pun melanjutkan pengawasannya.

Waktu terus berjalan. Pembangunan beberapa blok rumah memasuki tahap akhir, disusul fasilitas pendukung yang mulai dikerjakan. Setelah seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan, proyek tersebut akhirnya rampung sesuai target.

Selama dua tahun terakhir, Alfa telah melewati berbagai proyek dan semakin dipercaya untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar. Pengalaman demi pengalaman membuatnya semakin memahami dunia konstruksi dan menumbuhkan keyakinan bahwa dirinya mampu melangkah lebih jauh.

Kini, setelah proyek tersebut selesai, Alfa mulai memikirkan langkah berikutnya. Perkataan sang ayah tentang membangun namanya sendiri di dunia konstruksi kembali terlintas di benaknya.

Mungkin sudah waktunya dia tidak lagi hanya bekerja di bawah perintah orang lain, melainkan mulai berani mengambil langkah untuk berdiri di atas kakinya sendiri.

*

*

*

Di tempat berbeda.

Mari kita tengok kehidupan Ammar-Davina

Memasuki tahun kedua sejak Davina dan Ammar mengelola usaha yang mereka dapatkan dengan cara merampas milik Alfa, bisnis tersebut masih berkembang pesat. Pesanan bahan baku karet mentah dari pabrik maupun pelaku UMKM terus berdatangan. Keuntungan yang diperoleh membuat keduanya semakin yakin bahwa usaha itu akan semakin besar.

Namun, banyaknya pesanan membuat mereka mulai mengejar kuantitas tanpa lagi terlalu memperhatikan kualitas. Ammar bahkan mencari bahan dari pemasok lain agar semua permintaan pelanggan bisa terpenuhi.

“Yang penting jumlahnya cukup untuk memenuhi pesanan,” ujar Ammar ketika Davina mengingatkan soal kualitas.

“Kalau pelanggan komplain bagaimana?” tanya Davina.

“Kita lihat saja nanti. Selama ini juga tidak ada masalah, kan?”

Mereka terus menjalankan cara licik. Beberapa pengiriman memang masih diterima tanpa keluhan sehingga Davina dan Ammar merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Sampai suatu pagi, telepon kantor berdering.

“Maaf, Bu. Ada pelanggan yang ingin bicara dengan Ibu,” kata seorang karyawan setelah mengangkat telepon.

“Suruh bicara dengan Ammar saja,” jawab Davina tanpa menoleh ke arah karyawan tersebut. Ia tetap sibuk memeriksa catatan pesanan.

“Katanya masalahnya cukup serius,” kata karyawan itu lagi.

Ammar akhirnya mengambil alih telepon tersebut. Wajahnya berubah setelah mendengar penjelasan pelanggan.

“Bahan yang kami kirim tidak bisa digunakan untuk produksi?” ulangnya memastikan.

Beberapa saat kemudian, dia meletakkan telepon.

“Ada apa?” Davina menatapnya.

“Mereka minta seluruh kiriman diganti. Kualitas karetnya tidak sesuai spesifikasi.”

“Cuma satu pelanggan?”

Ammar menggeleng. “Bukan. Ada tiga pelanggan lain yang menyampaikan keluhan serupa.”

Davina langsung berdiri. “Periksa semua stok di gudang. Jangan sampai bahan yang bermasalah masih dikirim ke pelanggan lain.”

Ammar mengangguk lalu segera pergi. Namun, hasil pemeriksaan membuat wajahnya semakin tegang. Beberapa tumpukan bahan memang tidak memenuhi standar yang dipesan pelanggan. Lebih buruk lagi, sebagian bahan tersebut sudah terlanjur dikirim.

Masalah pun mulai merembet. Sejumlah pelanggan menahan pembayaran dan meminta barang mereka diganti.

“Kalau begini terus, kita bisa kehilangan pelanggan,” ujar Ammar dengan cemas.

Davina terdiam. Mereka terlalu sibuk mengejar banyak pesanan sampai lupa bahwa keuntungan tidak akan berarti jika kepercayaan pelanggan mulai hilang.

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
The froge: Mampir juga KA ke novel aku yg berjudul The Silent Detective: Misteri di Balik Kabut London
total 4 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!