Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14# Siang
Sesaat setelah kegiatan olah raga
Anak-anak masuk ke dalam kelasnya setelah selesai olah raga. Mereka melanjutkan pembelajaran bersama guru kelasnya.
"Selamat siang anak-anak," ucap Bu Sinta guru kelas Andin dan Gilang.
"Selamat siang Bu Sinta, " jawab anak-anak dengan semangat.
"Kalian masih semangat untuk belajar siang hari ini?, " tanya Bu Sinta sambil tersenyum pada anak-anak.
"Kami masih semangat sekali Bu Sinta, " sahut anak-anak.
"Alhamdulillah kalian masih semangat. Hari ini ibu mau mengajarkan tentang pertumbuhan tanaman. Bu Sinta akan menunjukkan bagaimana pertumbuhan biji kacang hijau, " ucap Bu Sinta.
Anak-anak pun mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Bu Sinta. Bu Sinta menunjukkan gambar pertumbuhan biji kacang hijau.
"Anak-anak Bu Sinta sudah menjelaskan bagaimana pertumbuhan biji kacang hijau. Dan sekarang Bu Sinta memberikan tugas untuk kalian yaitu praktik menanam biji kacang hijau di rumah. Lalu kalian kumpulkan 7 hari lagi," ucap Bu Sinta memberikan tugas pada anak-anak kelas enam.
"Iya Bu Sinta, " jawab anak-anak.
"Sekarang kalian catat bahan dan alat yang dibutuhkan untuk praktik, " ucap Bu Sinta.
Bu Sinta menuliskan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktik menanam biji kacang hijau di papan tulis. Anak-anak pun mencatat di buku mereka.
"Setelah mencatat kalian bisa bersiap-siap untuk pulang, " ucap Bu Sinta.
"Iya Bu Sinta, " ucap anak-anak
Anak-anak pun segera menyiapkan peralatan untuk persiapan pulang.
"Anak-anak kita berdoa dulu sebelum pulang, " ucap Bu Sinta.
Anak-anak berdoa pulang dan setelah itu menunggu bel berbunyi. Dan tak lama kemudian, bel tanda pulang pun berbunyi.
Teeeeet..... teeett....
Anak-anak pun keluar kelas. Andin dan Gilang pun segera keluar kelas.
"Ndin, ayo kita segera pulang!, " ajak Gilang.
"Ayo Lang, aku juga sudah siap pulang kok!, " jawab Andin.
Andin dan Gilang pun keluar kelas. Gilang menuju tempat parkir sepeda dan mengambil sepedanya.
"Aku tunggu kamu disini ya Lang, " ucap Andin.
"Iya Ndin, " jawab Gilang Sambil berjalan masuk ke tempat parkir sepeda.
Andin menunggu Gilang di depan gerbang. Tak lama kemudian Gilang pun keluar menghampiri Andin.
"Ayo naik Ndin!, " ucap Gilang.
"Iya Lang, " jawab Andin.
Andin pun segera naik sepeda Gilang. Mereka segera pergi meninggalkan sekolah.
"Ndin, tugas kita membuat peta tinggal sedikit lagi selesai. Nanti setelah sampai rumah, kita lanjutkan ya Ndin dan sekalian kita kerjakan tugas praktik menanam biji kacang hijau," ucap gilang.
"Oh iya benar Lang. Kita kan belum selesaikan tugas membuat petanya. Nanti jam berapa kita kerjakan Lang?, " ucap Andin.
"Nanti setelah aku antar kamu pulang. Aku akan pulang sebentar untuk ganti baju dan makan lalu aku akan langsung ke rumahmu Ndin. " Ucap Gilang.
"Kalau begitu aku nanti siapkan botol bekasnya ya Lang sekalian kacang hijaunya. Kebetulan ibuku masih punya biji kacang hijau di rumah, " ucap Andin.
"Bagus kalau begitu Ndin, nanti aku tinggal bawakan kapasnya ya. Jadi nanti kita bisa sekalian langsung kerjakan tugas praktik menanam biji kacang hijau," ucap Gilang.
"Oke Lang, " sahut Andin.
Gilang pun segera mengayuh sepedanya dengan cepat agar segera sampai di rumah.
"Lang, jangan kencang-kencang naik sepedanya dong. Aku kan takut banget Lang," ucap Andin yang ketakutan karena Gilang mengayuh sepedanya kencang-kencang.
"Iya... iya Ndin. Aku pelanin sepedanya, " sahut Gilang sambil mengurangi kecepatan mengayuh sepedanya.
"Ya gitu dong Lang, " ucap Andin sambil tersenyum.
Tak lama kemudian sampailah mereka di depan rumah Andin.
"Ndin, alhamdulillah sudah sampai rumahmu nih," ucap Gilang sambil membehentikan sepedanya.
"Terima kasih ya Lang, " jawab Andin.
"Kalau begitu aku pulang dulu ya. Setelah selesai makan aku langsung ke rumahmu, " ucap Gilang.
"Oke Lang. Aku tunggu ya, " sahut Andin.
Gilang pun segera pulang ke rumahnya. Sesaat setelah Gilang meninggalkan rumahnya, Andin segera masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum, Andin pulang bu." Ucap salam Andin.
"Walaikumsalam nak. Lho nak Gilang gak mampir Ndin?, " ucap ibunya Andin.
"Tidak bu. Karena habis ini Gilang kesini lagi untuk kerjakan tugas. " Jawab Andin.
"Oh begitu ya Ndin. Kamu ada tugas rumah lagi ya nak?, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Oh iya, ibu masih punya biji kacang hijau kah bu?, " tanya Andin.
"Ada Ndin. Buat apa nak?, " tanya ibunya Andin.
"Buat praktik tugas menanam biji kacang hijau dari sekolah bu, " jawab Andin.
"Kalau begitu ibu carikan dulu di dapur ya, " ucap ibunya Andin.
"Ya bu. Kalau begitu Andin mau ganti baju dulu ya, " sahut Andin.
"Ya Ndin, sekalian setelah selesai kamu bisa makan dulu. " ucap ibunya Andin.
"Iya bu, " jawab Andin.
Ibu pun pergi ke dapur untuk mencarikan biji kacang hijau untuk Andin. Lalu Andin pun ke kamarnya untuk ganti baju.
Tak lama kemudian, ibu memanggil Andin.
"Ndin, ayo makan dulu nak!, " ucap ibu memanggil Andin.
"Iya bu. Andin keluar, " jawab Andin.
Andin pun keluar dari kamarnya lalu makan bersama ibunya.
"Ndin, makan yang banyak karena habis ini kan kamu belajar lagi. Oh iya ini kacang hijaunya sama sekalian ibu bawakan botol kosongnya, " ucap ibu sambil memberikan biji kacang hijau dan botol kosong ke Andin.
"Terima kasih ibu sudah bantuin Andin, " jawab Andin.
"Sama-sama. Sekarang kamu makan dulu nanti keburu Nak Gilang datang, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Tapi ibu juga makan sekalian sama Andin ya bu, " ucap Andin.
"Iya Ndin. Ibu juga makan sama Andin," jawab ibunya Andin.
Mereka pun makan bersama-sama.
"Bu, tumben ayah tidak pulang untuk makan siang dulu. " Tanya Andin.
"Tadi ibu sudah bawakan bekal untuk makan siang Ndin. Jadi ayah tidak pulang lagi, " jawab ibunya Andin.
"Oh pantesan bu, " sahut Andin.
Sepuluh menit kemudian, Andin dan ibunya selesai makan siang. Andin membantu ibu merapikan piringnya. Dan Tak lama kemudian, Gilang pun datang ke rumah Andin.
"Assalamualaikum... Andin... Andin... " ucap salam Gilang.
"Walaikumsalam.., " jawab Andin dan ibunya.
"Ndin, coba lihat ke depan. Kayaknya Nak Gilang datang, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Andin keluar dulu," jawab Andin.
Andin pun keluar menemui Gilang di depan. Andin membukakan pintunya.
"Masuk Lang, " ucap Andin mempersilakan Gilang masuk.
"Terima kasih Ndin, " jawab Gilang.
"Duduk dulu Lang. Aku ambil kacang hijau dan botolnya dulu," ucap Andin.
"Iya Ndin. Aku tunggu disini. Aku juga sudah bawa kapasnya," ucap Gilang.
Andin pun masuk ke dalam untuk mengambil biji kacang hijau dan botol. Dan tak lama kemudian, Andin membawa bahan untuk praktik dan kertas karton bahan membuat peta ke depan.
👑👑👑👑👑
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰