Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geram
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
☘️ Mansion Grissham ☘️
Raina berjalan memasuki mansion dengan langkah gontai, pikirannya kacau dan tidak bisa berfikir jernih lantaran permintaan sang ayah yang benar-benar mendadak dan membuat dirinya syok seketika.
"Gua harus nikah sama siapa coba?" Lirihnya
"Raina!" Panggil seseorang
Raina terus berjalan dan tak menghiraukan ucapan tersebut.
"Raina!" Panggilnya kembali
Raina tetap berjalan dan sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Zachraina Alexandria!" Teriak pria tersebut dengan suara lantang
Seketika saja membuat Raina berhenti, terdiam dan mematung lalu membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.
Mata Raina tertuju pada sosok Dave yang sedang berdiri dengan tatapan tajam menuju kearahnya, lalu mata Raina beralih kearah belakang tubuh Dave yang dimana terdapat dua orang wanita cantik dan berpakaian sexi sedang duduk diatas sofa ruang tamu sembari tersenyum mengejek kearah Raina.
"Berapa kali aku memanggilmu?" Tanya Dave
"Aku tidak tau." Jawabnya enteng
"Berapa kali aku memanggilmu?" Ulang Dave dengan nada meninggi
"Aku tidak tau!" Sahut Raina tak kalah tinggi
"Zachraina Alexandria!" Teriak Dave
"Mengapa kau harus berteriak-teriak?" Maki Raina
"Karena kau tidak mengindahkan panggilanku."
"Aku tidak mendengar panggilan mu tuan Dave Grissham."
Raina memincingkan sebelah mata menatap tajam kearah Dave
"Mengapa dia terlihat begitu marah." Bathin Dave
Tanpa menunggu jawaban dari Dave kembali, Raina segera berjalan menuju kamarnya dan membanting pintu kamar dengan sangat keras sehingga membuat orang-orang yang berada disekitar ruang tamu sangat terkejut dengan kelakuan Raina dan pada saat itu kamar Raina terletak dilantai bawah berdekatan dengan ruang tamu, ruang keluarga dan juga dapur, berbeda dengan kamar pelayan yang lainnya karena kamar pelayan berada disamping taman yang khusus dihuni untuk ruang pelayan.
Raina lalu menghempaskan tubuhnya dengan kasar keatas ranjang dan menggerutu tidak jelas.
"Ada apa dengan dia, kenapa sekarang dia jadi begitu?" Bathin Dave
"Leo, ada apa dengan Raina?"
"Saya kurang tau Dave, setelah pulang dari rumah sakit Raina tampak murung."
"Apa kau tidak mengerti jika Raina sedang cemburu melihat kedua wanita itu." Bathin Leo
"Kalian pulanglah." Perintah Dave kepada kedua wanita tersebut
Kedua wanita tersebut berjalan menghampiri Dave dan menggelayut manja.
"Apa kita tidak jadi pergi bersama Dave." Tanya salah satu wanita tersebut
"Tidak, ada urusan yang harus ku selesaikan."
"Club akan nampak sepi tanpamu Dave." Timpal wanita satunya
"Sudahlah, cepat kalian pergi."
"Baiklah kalau begitu, sampai jumpa kembali."
Kedua wanita tersebut keluar dari Mansion dan Dave berjalan menuju kamar Raina lalu mencoba untuk mengetuk pintu kamarnya.
"Dasar tuan muda sialan, enak saja dia berteriak-teriak didepan orang banyak." Maki Raina dalam kamarnya
"Kenapa dia begitu marah, apa aku begitu keterlaluan?" Dave mengurungkan niatnya
"Ada yang perlu gua sampaikan ke Lo Dave." Ujar Leo memecah lamunan Dave
"Baiklah, mari ke ruang kerja."
Dave dan Leo berjalan beriringan menuju ruang kerja Dave yang terletak dilantai atas dan berdekatan dengan kamar tidur utama.
Sesampainya diruang kerja, Dave dan Leo mendudukkan tubuhnya dengan tenang diatas sofa ruang kerja.
"Apa yang ingin kau sampaikan?"
"Ayah Raina tadi siuman lalu meminta Raina untuk menikah."
"Apa, MENIKAH?" Dave sangatlah terkejut
"Iya benar, gua tidak tau pasti kenapa ayah Raina memintanya segera menikah sebagai bentuk permintaan terakhirnya, kalau menurut analisa gua mungkin saja ayah Raina sakit-sakitan sehingga meminta Nona segera menikah."
"Lalu bagaimana jawaban Raina?"
"Awalnya Raina menolak, namun tetap saja ayah Raina memintanya sehingga mengiyakan permintaan tersebut."
"Apakah itu yang membuat Raina marah?"
"Gua rasa sepertinya tidak Dave, karena semenjak perjalanan pulang Raina tidak berkata apa-apa, sesampainya dimansion nona melihat anda begitu marah."
"Apa maksudmu dia marah ketika melihat kedua wanita tadi?"
"Menurut gua begitu."
"Apa dia cemburu?" Terlihat senyum merekah dibibir Dave
"Entahlah, gua rasa lebih baik Lo tanyakan langsung kepada yang bersangkutan."
"Baiklah, kau menginap lah disini."
"Oke."
Leo berjalan keluar dan menuju kamar tamu seperti biasanya, Leo akan menginap jika diminta Dave atau bahkan ketika tugas kantor menumpuk dia akan selalu menginap dimansion.
"Kau begitu menggemaskan." Gumam Dave
Dave nampak terlihat bahagia sembari menyunggingkan senyumnya.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa