Indonesia
NovelToon NovelToon
Jovita

Jovita

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Un Kurniasih

"Semenjak aku mengenalmu, aku berteman baik dengan luka!"

***

Segenggam luka yang tersimpan lama dan keadilan untuk hati yang sudah mati rasa yang tak akan pernah kembali menjadi rasa

Akankah luka itu berakhir suka atau berakhir duka? Akankah hati itu kembali menjadi rasa?

Kisah ini menceritakan seorang gadis yang mencari keadilan untuk sang kakak yang sudah lama menyimpan luka dan membuat hatinya mati rasa bahkan merenggut akal sehatnya.

Namun dia pun butuh keadilan untuk dirinya sendiri yang terjebak dalam sebuah fitnah yang di lakukan oleh seseorang.

Mampukah dia mendapatkan keadilan untuk dirinya dan juga sang kakak, akankah segenggam luka itu berakhir suka atau berakhir duka?

Lalu bagaimana saat dia bertemu dengan seorang pria yang kehadirannya hanya memberinya luka. Namun dia menikmati setiap luka yang di torehkan.

Mampukah ia mencapai kebahagiaannya?


A Story' by Un Kurniasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Un Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

...Welcome to my story'...

.......

.......

...Happy Reading...

...🥀🥀🥀🥀...

Semakin hari Jovita dan Langga justru semakin dekat, karena Langga terus mendekati Jovita dan menunjukan sikap baik. Mereka sering belajar bareng dan makan di kantin bareng. Awalnya Jovita risi karena Langga terus mendekatinya, tapi lama kelamaan dia malah terbiasa.

Claudia, dia masih saja membenci Jovita. Tapi dia tidak berani membully Jovita lagi karena ada Langga, tapi terkadang diam-diam dia menyuruh orang lain untuk mengerjai Jovita.

Kedekatan Jovita dan Langga, membuat Jordi dan Anggika pun jadi dekat. Mereka sering makan bareng di kantin dan belajar bareng juga.

Sudah hampir dua minggu Langga dan Jovita dekat, dan selama itu pula Jovita tenang karena Claudia tidak mengganggunya.

Tapi semakin hari kebencian Claudia terhadap Jovita semakin besar, dia ingin sekali memisahkan Jovita dengan Langga. Apa pun caranya dia akan lakukan.

Pagi itu Jovita bersiap akan berangkat, tapi dia kaget saat keluar rumah seseorang sudah berdiri didepan rumahnya.

"Langga, ngapain loe di sini?" tanya Jovita.

"Jemput loe lah, emang mau ngapain? Arisan?"

"Tau rumah gue dari mana?"

"Urusan gampang itu," jawab Langga.

"Eh, ibu loe ada? Gue mau izin nih,"

"Izin apa?" tanya Jovita heran.

"Izin buat bawa loe ke sekolah,"

"Udah gak usah, ibu juga lagi sibuk gak bisa di ganggu, udah ayo!" ajak Jovita sambil menarik tangan Langga.

Langga mengangguk dan berjalan mengikuti Jovita.

"Tumben bawa motor? Tapi kok motor loe beda sama yang dulu," tanya Jovita.

"Motor yang di dulu di jual, ini motor yang satunya," Jovita mengangguk. Langga langsung memberikan helmnya.

Jovita dan Langga pun berangkat bersama, entah kenapa Jovita jadi senang dekat-dekat dengan Langga.

"Jov, pulang sekolah kita jalan yuk!" ajak Langga. Jovita yang tidak terlalu mendengar suara Langga, cuma bilang hahh..

"Pulang sekolah kita jalan!" pekik Langga.

"Gue gak denger Lang, loe ngomong apa?"

Langga pun tak bicara lagi, dia melajukan motornya. Saat lampu merah tak sengaja motor Langga bersebelahan dengan mobil Claudia dan itu membuat Claudia semakin kesal pada Jovita.

"Kok bisa sih Langga mau sama cewek miskin kayak dia, gak selevel!" gumam Claudia kesal.

Saat lampu hijau, tiba-tiba Langga ngegas membuat Jovita kaget dan reflek langsung memeluk Langga dan membuat Langga senang. Dia semakin melajukan motornya lebih kencang dan membuat Jovita mengeratkan pelukannya.

"Lang pelan-pelan dong, gue takut nih," ucap Jovita.

"Loe pegangan yang kenceng, biar gak jatoh," balas Langga.

Jovita hanya mendengus sebal dan menikmatinya, dia tersenyum saat memeluk Langga begitu juga Langga.

Tak lama mereka sampai di sekolah.

"Gue gak mau lagi naik motor sama loe, loe mau bunuh gue?" pekik Jovita kesal sambil membuka helmnya.

Langga terkekeh mendengar Jovita ngomel-ngomel.

Tiba-tiba Langga merapikan rambut Jovita yang berantakan, membuat Jovita terkesiap.

"Rambut loe berantakan," ucap Langga.

Kedekatan mereka tak luput dari siswa-siswi SMA Cakrawala. Mereka tidak menyangka Jovita dan Langga bisa sedekat itu, padahal dulunya musuh banget.

Langga masih terus merapikan rambut Jovita, sampai tiba-tiba mereka di kagetkan dengan klakson motor Jordi yang ternyata dia pun membonceng Anggika.

"Cieee.. ciee.." ledek Anggika.

"Apaan sih nggi," ucap Jovita sebal.

Anggika hanya terkekeh melihat Jovita salah tingkah, akhirnya dia bisa membalas ledekan Jovita dulu, rasanya puas saat melihat Jovita salah tingkah.

"Benerkan kata gue, loe jatuh cinta sama dia. Makanya jangan suka benci akhirnya jadi cinta," bisik Anggika meledek.

Jovita mendengus sebal pada Anggika. Anggika hanya membalas dengan kekehannya.

Akhirnya mereka masuk ke kelas bareng. Selama di kelas Jovita dan Langga terus mengobrol begitu juga dengan Anggika, Claudia yang baru datang hanya menatap sinis ke arah Jovita dan yang lainnya.

Saat sedang mengobrol tiba-tiba seorang siswi memanggil Jovita.

"Jovi, loe di panggil sama pak Adi!"

"Mau ngapain ya?" tanya Jovita heran.

"Gue juga gak tau!"

"Ya udah makasih ya," ucap Jovita, siswi itu mengangguk lalu pergi.

Entah kenapa Jovita jadi khawatir, dia takut jika Claudia melakukan sesuatu karena dia dekat dengan Langga.

"Ada apa ya?"

"Udah loe kesana aja biar gak penasaran!" jawab Anggika.

"Mau gue anter?" tanya Langga.

"Gak usah gue sendiri aja," Jovita pun beranjak dan pergi ke ruangan guru.

Jantungnya berdetak kencang, semoga bukan hal buruk yang akan terjadi. Apa lagi sampai beasiswanya di cabut, Jovita tidak mau itu terjadi.

Sesampainya di ruang guru, Jovita ragu dan gugup.

"Duhhh, kenapa gue jadi gugup gini ya!" Jovita menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

Lalu dia membuka pintu dan menemui pak Adi.

"Permisi pak!"

"Eh, Jovita silahkan duduk!" Jovita mengangguk.

"Bapak panggil saya?"

"Iya Jov, gini sekitar dua mingguan lagi akan ada olimpiade matematika di Bandung. Nah, bapak mau kamu jadi perwakilan dari sekolah ini, karena Deva kan gak ada. Jadi bapak ingin kamu menggantikannya, lumayan hadiahnya bisa dapat beasiswa ke perguruan tinggi Jov," tutur pak Adi.

Jovita bernafas lega, karena bukan hal buruk yang terjadi.

"Gimana Jov, kamu mau kan?" Jovita mengangguk.

"Iya pak saya mau," jawab Jovita. Apa lagi hadiahnya sangat menggiurkan.

"Ya sudah nanti kalo ada apa-apa lagi saya panggil kamu," ucap pak Adi.

"Iya pak, kalo gitu saya pamit ke kelas ya pak," pak Adi mengangguk.

Jovita menyalami pak Adi lalu keluar. Jovita benar-benar lega, padahal dia pikir beasiswanya bakal di cabut.

Jovita kembali ke kelasnya, Anggika dan Langga penasaran kenapa Jovita di panggil pak Adi.

"Kenapa Jov?" tanya Anggika.

"Gue di suruh jadi wakil sekolah kita buat olimpiade matematika di Bandung!"

"Ohh, Syukur deh. Tapi loe mau kan?" Jovita mengangguk.

"Nah gitu dong, setiap di ajak olimpiade loe nolak mulu," sahut Anggika.

"Gue cuma gak PD aja gi," jawab Jovita.

"Tapi sekarang loe harus PD dan loe harus menang dan bikin harum nama sekolah kita," ucap Anggika. Jovita mengangguk.

"Yah, gue di cuekin!" ucap Langga. Jovita dan Anggika terkekeh.

Tak lama bel masuk berbunyi.

...***...

Hari ini hari Minggu Jovita akan ke rumah sakit untuk membawa brownis buat Joy.

Tapi saat dia keluar rumah lagi-lagi dia di kagetkan dengan si Langga.

"Ngapain loe kesini?" tanya Jovita.

"Gue mau ajak loe jalan!"

"Gue gak bisa, gue mau ke rumah sakit,"

"Siapa yang sakit?" Jovita terkesiap.

"Bukan urusan loe!" Jovita langsung pergi dan meninggalkan Langga.

"Gue anter loe!"

"Gak usah!"

Tapi Langga malah menarik Jovita dan membawanya ke dekat motor dia dan memaksa Jovita untuk naik.

"Loe apa-apaan sih Lang?"

"Udah jangan berisik, gue anter loe kemana pun loe mau pergi," Jovita merengut sebal, tapi hatinya sangat senang dengan perlakuan Langga.

Mereka pun akhirnya pergi bersama. "Kita mau kemana?"

"Rumah Sakit Prawira!" Langga mengernyit heran.

"Ngapain dia ke rumah sakit jiwa?" gumamnya. Tapi dia pun tak bertanya lagi.

Sesampainya di rumah sakit, Langga hanya mengikuti Jovita.

"Loe mau ketemu siapa sih?" tanya Langga.

"Sebaiknya loe tunggu di luar aja!" ujar Jovita.

Jovita pun sampai di ruangan Joy. Tapi Langga malah ikut masuk meski Jovita melarang. Dia penasaran siapa yang ingin di temui Jovita.

Saat dia melihat siapa orangnya, Langga terbelalak kaget.

"Itu kan cewek yang waktu di taman!" gumamnya.

"ANDRAAA.." teriak Joy. Dia langsung berlari ke arah Langga dan memeluknya. Jovita dan Langga kaget.

"Andra, akhirnya kamu dateng, kamu mau jemput aku kan sayang?" tanya Joy.

Langga hanya terbengong dan bingung.

"Jov, tolongin gue!"

"Gue bilang juga apa, loe tunggu di luar!"

"Andra aku kangen banget sama kamu!" ucap Joy sambil mengeratkan pelukannya.

"Kak lepasin ya, dia bukan Andra kak,"

"Diem kamu, dia Andra ayah dari anakku!" pekik Joy.

"Andra ayo bawa aku pergi! Aku gak betah di sini sayang," ucap Joy sambil menatap Langga.

Langga mendelik tajam ke Jovita, memohon pertolongan. Tapi Jovita hanya mengendikan bahu tak perduli.

"Tolongin gue dong Jov, please! Sesak nih gue!" mohon Langga.

"Salah loe sendiri, suruh siapa ikut," balas Jovita senang karena berhasil mengerjai Langga.

"Jov, tolong gue!" Jovita terkekeh melihat Joy tak mau melepaskan Langga.

"Kenapa kak Joy, setiap ketemu Langga selalu manggil Andra ya?" gumam Jovita bingung.

1
zeanii_zhikazu
makin kuat dugaan klo aryan itu andra..
Ry Att (๑ↀᆺↀ๑)
Andra Nama anakku thor😁😁usianya 5 thn🤗
Atika Adriyanti
udah end baca nya..udah meluncur ke sequel nya..sukses sllu
Un': makasih kak sudah mampir, maaf ya ceritanya masih berantakan.. masih belajar soalnya 😂
total 1 replies
Atika Adriyanti
jangan2 Aryan itu andra
Atika Adriyanti
aku mampir Thor😊
Un': terima kasih sudah mampir 😊😊
total 1 replies
ennita
hai Thor... sesuai perkataan ku tempo hari di FB..aku mampir ni bawa boom like untukmu...salam dari''Pesona Tersembunyi Sang Tuan Muda" dan "Malaikat Kecilku''😊
Kim Rahma💜
Novel ternyesek yg pernah aku baca Thor🤧 karyamu bagus banget, harusnya dapat promosi dari NT, serius bagus banget😍 meskipun sad ending, dan rasanya gak rela kalo Langga sama cewe lain🤭
Kim Rahma💜: Insyaallah,nanti ya,
total 2 replies
Evi Tamala
akhirnya selesai juga baca novelnya. huh aku sampai nangis pas adegan meninggal. kasihan aku ma Langga, kira-kira bagaimana kelanjutannya hehe
Un': makasih kak sudah mampir. Maaf ya kak kalo ceritanya masih kurang menarik. Maklum masih belajar 😄
total 1 replies
Evi Tamala
bagus
Ice Queen
cheer up!
Ice Queen
Semangat upnya kakakku🤗🤗
Mayya_zha
seru..
Ice Queen
lanjut kakak!!! please jangan gantung😊😊 semangat upnya
Mayya_zha
aku hadir di sini ka. aku udah fav. baca nya sambil berjalan ya ka.

bantu aku ya kak! buat dukung karyaku.
salam hangat dari
* satu cinta dua keyakinan
* Your husband My husband
Un': makasih kak 😊
total 1 replies
Selviana Suyanto
yeeeaaayyyy otw k sana kak Thor 🧍🚶🏃
semangat semangattt semangattttt 💪💪💪💪💪
Siti
owh ini ta novel temen kecil ku
Un': ahhh jadi malu 😄😄😄
total 1 replies
Sekti Ibue'BilFa
meluncur
Un': di tunggu 😄😄
total 1 replies
Selviana Suyanto
horrreeeeee 👏👏👏
Selviana Suyanto: siap kak 👍👍👍
total 2 replies
pat_pat
udah tamat ternyata, lanjut lagi dong thor
Un': iya kak, Insya Allah di lanjut kak 😊
total 1 replies
Noer (hello_maymune)
masih berharap lanjut loh aku nya😭
Un': Insya Allah kak 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!