Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Don Tanpa Hati

Sang Don Tanpa Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Wanita perkasa / Karir / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Vlaucia Campos

Namanya Ares. Bos mafia Amerika yang paling ditakuti—dingin, kejam, dan tak percaya pada cinta. Mereka menjulukinya "Don Tanpa Hati", dan dia bangga akan gelar itu.

Demi memenuhi janji terakhir pada mendiang ayahnya, Ares memutuskan menikah. Bukan karena cinta—dia bahkan tak percaya kata itu—melainkan untuk mendapatkan seorang pewaris. Pilihannya jatuh pada Ingrid: gadis desa berusia sembilan belas tahun, polos, ceria, tumbuh di peternakan di antara hewan-hewan yang ia beri nama satu per satu. Ares merenggutnya dari keluarganya dengan ancaman, membawanya masuk ke dunia berdarah penuh senjata, pengawal, dan wanita-wanita simpanan yang haus akan takhta di sisinya.

Ingrid seharusnya hanya menjadi "istri di atas kertas". Tapi gadis yang tampak lugu ini menyimpan hati sekeras baja dan akal sehalus sutra. Alih-alih hancur, ia memilih bertahan—dan bertarung. Dengan senyum manis, lidah tajam, dan strategi yang membuat para saingannya bertekuk lutut, Ingrid perlahan menembus tembok es yang selama ini melindungi sang Don.

Namun mencintai seorang bos mafia berarti hidup di antara bayang-bayang: pengkhianatan, dendam, dan musuh yang mengincar titik terlemahnya—Ingrid sendiri. Mampukah cinta seorang gadis desa yang tulus benar-benar mencairkan hati pria yang bersumpah tak akan pernah mencintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlaucia Campos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ares, meluruskan beberapa hal

Ingrid

Baru saja aku selesai mengenakan gaun tidur itu, yang harus kuakui memang indah, gagang pintu berputar dan sang Don menyebalkan itu masuk!

Ares

Dia baru keluar dari kamar mandi, mengenakan gaun tidur sesuai perintahku. Hmm, tampak seperti seorang gadis lugu... ya, memang begitulah kenyataannya. Sekarang ini akan menarik, karena dia harus bicara denganku.

Ingrid

Begitu dia masuk ke kamar, aku baru keluar dari kamar mandi. Saat aku lewat, dia menghimpitku ke dinding. Beberapa detik kami saling menatap, kalau dari sisiku, dengan hasrat ingin membunuhnya. Sempat terpikir untuk menghantam buah zakarnya, pasti puas sekali.... lalu aku teringat Mama, dan memilih hanya bernapas saja.

"Sebelum apa pun, 'istri', kita perlu bicara. Ada beberapa pertanyaan yang ingin kuajukan padamu dan beberapa hal yang ingin kusampaikan, agar kamu benar-benar paham bagaimana pernikahan kita nanti," kata Ares.

Aku hanya menatapnya dan tak berkata apa-apa.

"Tidak mau bicara?" tanya Ares.

"Tidak. Aku sedang menunggu kamu bertanya dan bicara, bukankah itu yang barusan kamu katakan," jawabku.

Ares

Dia bicara sambil menatap mataku, tanpa rasa takut! Baiklah, dia masih gadis, akan kupertimbangkan itu....

"Sudah berapa orang yang kamu cium?" tanya Ares.

"Ah, kalau itu susah, banyak! Entah, tak terhitung. Pertanyaan macam a...," kataku.

Ares

Apa? Apa mereka salah menyelidiki? Kubunuh mereka semua....

"Maksudmu apa, banyak?" tanya Ares kesal.

Ingrid

Sebenarnya aku paham pertanyaannya, tapi dia tak tahu itu.....

"Mencium, coba lihat, adik-adikku, ayahku, ibuku, guru-guruku, hewan-hewan di peternakan.... pokoknya aku banyak sekali mencium, sejak aku mulai bisa berjalan," kataku.

Ares

Aku ingin membunuhnya! Entah dia sengaja atau tidak..... oke! Kutarik napas dalam-dalam.

"Aku tidak sedang membicarakan ciuman semacam itu! Aku bicara soal ciuman di bibir, di tubuh... pokoknya ciuman dari pria yang bukan ayahmu!"

"Ah, kalau begitu bertanyalah yang benar! Kalau begitu, cuma satu," jawabku.

Ares

Satu, lebih baik daripada dua. Meski begitu, siapa pun yang menciumnya sudah mati.

"Siapa pria yang menciummu?" tanya Ares.

"Hmm, serius kamu tak tahu?" kataku.

Ares yang tadinya hanya menyandarkan satu tangan ke dinding, memakai tangannya yang lain untuk meninju dinding.

"Jangan main-main denganku, Ingrid," kata Ares.

Ingrid

Pemarah kecil. Kuharap tangannya patah, sayang sekali tidak patah, si menyebalkan ini kuat.... Oke.

"Aku tidak main-main. Cuma, karena itu kamu, kukira kamu tahu," jawabku.

"Maksudmu aku? Kamu sedang mengolok-olokku?" tanya Ares.

"Waktu pernikahan, saat pastor bilang 'ciumlah mempelai wanita'!" kataku.

Ares

Astaga! Dia belum pernah dicium sama sekali??? Yang ini benar-benar tak kuduga.... Kalau dia belum pernah dicium, berarti belum ada juga yang menyentuhnya. Meski begitu, akan tetap kutanyakan.

"Dan apakah seseorang pernah menyentuhmu??? Tunggu! Apakah ada pria yang pernah menyentuhmu, yang bukan ayahmu?" tanya Ares.

Ingrid

Aku ingin tertawa, dia mengulang pertanyaannya, dan ya! Tadinya aku mau sengaja menjawab 'banyak', seperti yang dia tanyakan sebelumnya, tapi karena dia sudah bertanya dengan benar, ya sudahlah.

"Tidak," kataku.

"Bagus! Aku akan sangat terus terang padamu, aku tak punya alasan untuk berbohong. Kamu tahu aku memilihmu karena kamu memenuhi semua syarat yang kuinginkan pada seorang gadis untuk menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku. Aku memberimu margaku dan akan melindungimu sampai akhir hayatku, karena kamu milikku! Kuharap kamu benar-benar mengerti bagian ini. 'MILIKKU', hanya aku yang boleh menyentuhmu dan tak ada orang lain. Kalau aku bilang menyentuh, yang kumaksud adalah para pria, bahkan menyentuh tanganmu sekalipun tak boleh! Akan ada pengawal, di rumah kita banyak, dan aku tak ingin kamu bicara dengan satu pun dari mereka. Kamu boleh mengobrol dengan para perempuan yang bekerja di sini, dengan Edyth, dengan Jolie, dengan Cindy yang suatu hari akan kamu kenal. Dan pria yang boleh kamu ajak bicara hanya teman-temanku, aku, serta dua pengawal pribadimu yang akan kukirim. Kamu paham?" tanya Ares.

"Ya," jawabku acuh.

"Aku punya beberapa teman perempuan, dan dua di antaranya kadang menemaniku, ketahuilah itu! Jangan pernah mempertanyakan aku, jangan pernah melawan atau menantangku, apalagi di depan orang lain, karena kalau itu terjadi, akan kubunuh kamu tanpa pikir panjang. Penting: jangan pernah katakan TIDAK padaku! Kamu mengerti? Setiap kali aku menginginkanmu, kamu harus menunaikan peranmu sebagai istri. Nanti akan kujelaskan beberapa hal lainnya, tapi sekarang aku harus menyempurnakan pernikahan ini. Sebelumnya, jawab dulu, apakah kamu mengonsumsi sesuatu?" tanya Ares, yang maksudnya alat kontrasepsi.

Ingrid

Teman-teman perempuan? Jangan pernah mempertanyakannya? Hmm, biarkan saja dulu.... oke. Aku paham, dan tentu saja aku akan sedikit bermain-main.... tak bisa kutahan.

"Aku mengonsumsi banyak hal, air, jus, teh, kopi....." Ares memotongku dengan kesal.

"Sudah kubilang, Ingrid, jangan main-main denganku! Apakah kamu memakai pil KB atau semacamnya?" tanya Ares.

"Sudah kubilang, bertanyalah yang benar! Oke, tidak! Aku tidak minum pil KB apa pun, tidak juga pakai koyo, suntik, atau KB spiral," jawabku.

"Baik. Hari ini, dengar baik-baik, Ingrid, hanya hari ini! Aku akan memakai kondom denganmu, karena aku belum ingin punya anak sekarang! Aku punya waktu sampai usia tiga puluh lima tahun untuk punya pewaris, dan mungkin dua tahun lagi baru aku menginginkannya. Sekarang belum! Dan besok juga, akan kusuruh Jolie membawamu ke dokter, supaya urusan ini segera beres. Aku tak mau terus-terusan memakai kondom dengan istriku sendiri."

Ares

Dia, meski membuatku jengkel, tidak mempertanyakanku, tidak merajuk, bahkan saat kusebut soal teman-teman perempuan, dia tak bereaksi! Tatapannya tetap sama, tanpa air mata atau drama..... menarik dan sialan! Dia istriku, aku tak boleh menyakitinya. Lebih baik pelan-pelan, seperti yang diminta Edi dan teman-temanku. Oke, gadis ini sepertinya memang sangat polos, bahkan lebih dari yang kuduga.

"Ini tidak akan menyenangkan. Tapi sekarang jangan khawatir, aku tak akan menyakitimu, atau setidaknya akan kuusahakan sebisa mungkin agar itu tak terjadi," kata Ares.

Ingrid

Yang ini tak kuduga.... lebih baik begini. Kalau dia bersedia membantuku, itu lebih baik untukku.... Aku tak bisa lari, tak bisa kabur, tak bisa menolak, apalagi setelah kami menikah dan di hadapan Tuhan! Saat ini yang terbaik memang bekerja sama dengannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!