Indonesia
NovelToon NovelToon
Bumil Barbar Di Mansion Megah

Bumil Barbar Di Mansion Megah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Aurelia baru saja akan menikmati masa mudanya sebagai gadis single yang bebas, sampai sebuah kecelakaan menyeret jiwanya ke tubuh Nadia Atmaja. Saat terbangun di ranjang rumah sakit, hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit kepala, melainkan beban berat di bagian perutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

***

Di puncak gedung pencakar langit Hadiwinata Group, suasana hening yang sarat akan otoritas menyelimuti ruangan kerja sang CEO. Ruangan itu berdinding kaca tebal, memperlihatkan panorama Jakarta yang sibuk dari ketinggian lantai 60. Raditya Hadiwinata duduk di balik meja kerja mahoni besarnya. Pagi ini, ia terlihat jauh lebih segar, meski semalam ia hanya tidur beberapa jam setelah maraton panjang di bawah shower bersama istrinya.

Ketajaman matanya tidak berkurang sedikit pun saat meninjau laporan keuangan triliunan rupiah di layar monitor. Bagi Raditya, angka-angka itu adalah bidak catur yang harus ia kendalikan tanpa celah.

Tok tok.

"Masuk," suara Raditya terdengar bariton dan rendah, tanpa mengalihkan pandangan dari berkas di tangannya.

Aldi, asisten pribadi sekaligus sekretaris kepercayaannya, melangkah masuk dengan langkah teratur. Ia membungkuk hormat sejenak sebelum berdiri tegak di depan meja Raditya.

"Permisi, Pak. Ada laporan mendesak yang perlu saya sampaikan terkait stabilitas pasar dan... relasi keluarga," ucap Aldi dengan nada serius.

Raditya akhirnya mendongak, menyandarkan punggungnya pada kursi kulit ergonomisnya. "Katakan."

Aldi meletakkan sebuah map hitam di meja. "Perusahaan kakek Ibu Nadia, Bapak Mantan Menteri, sedang digoreng isu korupsi oleh beberapa media oposisi dan lawan politiknya. Isunya mulai menyebar pagi ini dan berdampak pada fluktuasi saham beberapa anak perusahaan mereka. Ini terlihat seperti serangan yang terstruktur, Pak."

Rahang Raditya mengeras. Ia mengambil map tersebut dan membacanya dengan cepat. Matanya berkilat tajam. Isu korupsi pengadaan lahan yang sudah basi tiba-tiba diangkat kembali? Ini jelas sebuah sabotase.

"Apakah kau tahu siapa dalang di balik semua ini, Aldi?" tanya Raditya, suaranya dingin seolah bisa membekukan udara di ruangan itu.

"Kami masih menyelidikinya secara mendalam, Pak. Namun, jejak digital dan aliran dana kampanye hitam ini mengarah pada firma hukum yang sering bekerja sama dengan keluarga besar Nyonya Besar—ibu Anda," jawab Aldi hati-hati.

Raditya terdiam sejenak. Ia sudah menduga ini. Ibunya, Nyonya Sekar, tidak akan berhenti hanya karena dipermalukan di pesta atau kalah debat soal urusan ranjang. Wanita itu kini mencoba menyerang Nadia dari sisi keluarganya.

"Cepat selesaikan masalahnya. Gunakan semua koneksi kita untuk membungkam media-media itu. Dan satu hal yang paling penting..." Raditya menjeda, menatap Aldi dengan sorot mata yang mengancam.

"Jangan sampai istri saya tahu tentang semua ini. Dia sedang hamil, pikirannya tidak boleh terbebani oleh sampah politik seperti ini. Mengerti?"

"Baik, Pak. Saya mengerti. Saya akan segera mengurusnya dengan tim hukum," Aldi membungkuk lagi dan pamit keluar dari ruangan.

Raditya berdiri, berjalan ke arah jendela kaca yang luas. Ia menatap gedung-gedung tinggi dan kemacetan ibu kota di bawah sana. Sebuah senyum licik dan dingin tersungging di bibirnya yang tipis.

"Tua bangka itu berulah lagi," gumamnya rendah. "Sepertinya saya harus memberikan pelajaran bahwa menyentuh milik saya adalah kesalahan paling fatal yang pernah ia buat dalam hidupnya."

**

Sementara itu, di sebuah kamar tidur yang luasnya hampir sepertiga lapangan bola, cahaya matahari yang menembus gorden sutra terasa begitu menyiksa bagi Nadia. Perlahan, ia membuka matanya.

Srettt...

Sensasi pertama yang menyapanya adalah rasa lemas yang luar biasa, seolah seluruh tulangnya telah dilepas dan dipasang kembali dengan tidak benar. Setiap kali ia mencoba menggerakkan pinggangnya, rasa linu dan panas dari penyatuan semalam kembali terasa, mengingatkannya pada betapa buasnya suaminya jika sudah kehilangan kendali.

"Ugh..." Nadia meringis. Namun, sebelum ia sempat meratapi rasa linu di area intinya, sebuah gelombang mual yang hebat menghantam perutnya.

"Huekk!"

Nadia menutup mulutnya, dengan langkah gontai dan kaki yang masih gemetar seperti jeli, ia berlari kecil menuju kamar mandi. Ia berlutut di depan kloset, memuntahkan cairan bening karena perutnya memang masih kosong.

"Huekk! Uhukk... shhh..." Nadia mencengkeram pinggiran kloset dengan tangan yang memutih. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya.

Setelah beberapa saat, ia menyandarkan punggungnya pada dinding marmer kamar mandi yang dingin. Ia mengatur napasnya yang tersengal. Wajahnya yang cantik kini pucat pasi, matanya sayu karena kelelahan fisik dan hormon kehamilan yang sedang berperang.

"Shhh, kenapa jadi bumil sesulit ini sih?" gerutu Nadia dalam hati, jiwanya yang bernama Aurelia benar-benar meronta. "Udah badan remuk gara-gara punya suami spek kuda liar, sekarang ditambah mual yang nggak masuk akal begini. Bener-bener ya si Radit itu, bikinnya semangat, yang nanggung penderitaannya gue sendirian!"

Setelah berjuang membersihkan diri dan berendam air hangat untuk mengurangi rasa linu, Nadia merasa sedikit lebih segar, meskipun rasa lemasnya belum hilang. Ia berjalan pelan masih dengan gaya sedikit pinguin menuju sofa di balkon kamar.

Perutnya mulai berbunyi, menuntut asupan nutrisi setelah semua tenaganya terkuras habis semalam dan tadi pagi.

Ia menekan tombol interkom. "Bi Sum, tolong bawakan sarapan ke kamar. Saya lemas sekali."

Sepuluh menit kemudian, Bi Sum masuk membawa nampan berisi bubur ayam aromatik dengan taburan emping dan kacang, lengkap dengan susu ibu hamil.

"Ini sarapannya, Bu. Tadi Bapak pesan sebelum berangkat agar Ibu dipastikan makan sampai habis," ucap Bi Sum dengan senyum ramah.

Namun, begitu uap panas dari bubur ayam itu tercium oleh indra penciuman Nadia, perutnya kembali bergejolak. Aroma nasi yang biasanya menggoda kini tercium seperti bau yang sangat menusuk dan menjijikkan baginya.

"Huekk! Bi... bawa pergi!" Nadia menutup hidungnya dengan bantal, wajahnya menunjukkan ekspresi jijik yang luar biasa. "Bawa pergi nasinya, Bi! Saya mau muntah lagi!"

Bi Sum panik, segera menjauhkan nampan tersebut. "Lho, kenapa Bu? Ini bubur organik kesukaan Ibu biasanya."

"Nggak tahu, Bi! Tiba-tiba saya benci banget nyium aroma nasi itu. Bau banget! Tolong ganti yang lain, tapi jangan ada nasinya sama sekali!" perintah Nadia dengan suara parau.

"Baik, Bu. Saya ganti ya, Bu. Tunggu sebentar," Bi Sum bergegas keluar membawa kembali bubur tersebut.

Nadia menyandarkan kepalanya, merasa sangat frustrasi. "Masa gue harus mogok makan nasi? Anak ini seleranya elit banget atau gimana sih?"

Akhirnya, Bi Sum kembali dengan menu yang berbeda. Seiring dengan selera elit sang bayi, kali ini Bi Sum membawakan Steak Wagyu A5 yang dimasak medium-well dengan pendamping mashed potato yang lembut dan saus jamur yang gurih.

Ajaibnya, aroma daging panggang yang mahal itu tidak membuat Nadia mual. Sebaliknya, air liurnya justru menetes. Ia segera memotong daging yang sangat empuk itu dan memasukkannya ke mulut.

"Nah, ini baru benar. Ternyata anak gue nggak mau makan nasi rakyat jelata pagi ini, dia maunya daging impor," gumam Nadia sambil mengunyah dengan lahap.

Meskipun hatinya sedikit tenang karena perutnya terisi, Nadia tetap merasa kesal. Ia menatap layar ponselnya, ingin memaki Raditya lewat pesan singkat, namun ia mengurungkan niatnya. Ia tidak tahu bahwa di luar sana, suaminya sedang berperang melawan dunia untuk melindungi nama baik keluarganya, sementara ia di sini sedang berperang melawan rasa mual dan efek stamina "kuda liar" suaminya yang tak kunjung hilang.

***

Bersambung

1
Noey Aprilia
Yg 1 dngin,tp ttp prhtian plus posesif..
yg 1 lg,pnas bgt n ga bs jauh dr pawangnya....kay mh kombinasi emak bpknya....🤭🤭🤭
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭
total 1 replies
Noey Aprilia
Kl sm arsen mh aku prcya 100%,scra dia sm kulkasnya ky bpknya....tp tipe setia plus bucin parah...
kl kay,ga tau gmn k dpannya....dia kn playboy cap kadal....🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Lega kl kay mau tobat....biar dia ga ngusik clon kk iparnya lg...tgas papa radit sm mama nadia buat mnyeleksi clon mnntu mreka,jgn smp cma mau nguras hrta kluarga yg ga bkln abis 7 trunan 7 tnjakan....
Jessica Xie
syukur lah
si kay dh ngk kepikiran sama cewek boazer cream
takut banget ada perpecahan persaudaraan
neng ade
syukurlah akhirnya Kay udah menemukan kebahagiaan nya bersama Maya
Nur Janah
walaupun mnkn s Maya diseriusin ma c Kay...ttep za jijik ma klkuan mereka...knp wtak Kay jauh bgt ma papa Radit ya...murahan bgt,,🙏🙏
Nur Janah
jangan ampe Clara jatoh ma c Kay yg murahan....mending ma Arsen...kasian Arsen jngn ampe dpet hambatan dri adenya yg murahan...
Helen@Ellen@Len'z: 💆💆💆💆💆💆💆💆💆mending clara sm arsen aja drpd kay
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
aku banget nih gk pernah ngomong sayang ke suami,kaya kaku,canggung,malu mau manggil sayang
Noey Aprilia
fix....clara msti plih arsen drpd kay....
trunan drmna smp kay jd playboy ky gt???pdhl bpknya tipe setia plus bucin akut sm 1 istri doang.....
Rommy Wasini Khumaidi
mungkin raganya Aurelia yang prawan ting² yang dikubur bukan jiwanya thor,kan jiwanya ada di tubuh Nadia
Noey Aprilia
Prcyalh clara....
km sngt bruntung kl pnya suami ky abang arsen,trs mrtua ky mama nadia...bucinnya bkln ky papa radit,yg rela brtruh nywa dmi wnita yg dia cntai....tp msti stok sbar yg bntak jg y,soalnya dia kaku plus kl ngmong ky lg nego bisnis.....🤣🤣🤣
Sun Rise
lnjuuuuut
Dewi Ansyari
Aduh ngeri banget pake manual ya Allah😔
Dewi Ansyari
Kerja bagus Nadia hancurkan yg ingin mencelakai suami dan bayimu 😡😡😡
Dewi Ansyari
Ayo Nadia hancurkan kesombongan orang2 jahat itu karena sudah melukai suamimu Radit😡😡😡😡
Dewi Ansyari
Chica kayaknyamau kayak Vanya yg hilang di telan bumi deh😡😡😡
Dewi Ansyari
🤣🤣🤣🤣🤣Nadia ada2 saja harus di panggil sayang selama 24 jam🤣🤣🤣🤣
Dewi Ansyari
Nadia kamu hebat melawan kakekmu sendiri yg haus akan kekuasaan👍🏻👍🏻👍🏻
Dewi Ansyari
Kasihan Nadia yg lagi hamil susah melwan penjahat itu
Dewi Ansyari
Ternyata Radit adalah mafia keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!