Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bertemu wulan

"simon... tolong dicarikan lagi rumah di perumahan araya"

"rumah lagi pak?"

"kenapa? keberatan?"

"ndak begitu maksud saya pak, Untuk di beli atau kontrak pak?"

"dibeli, budget menyesuaikan... oh ya. satu lagi! jangan pakai lama. lebih cepat lebih baik" perintah aji kepada salah satu bawahnya, lewat sambungan telepon.

tanpa banyak bicara, Simon segera mencari rumah yang di inginkan bosnya itu.

Setibanya di malang

"Mela, yuk kontrol"

"kamu baru sampai mas, istirahat aja dulu"

"aku ndak capek kok. yuk, keburu antri panjang"

Mela menuruti perintah aji

"mas... pipi mu kenapa?"

Bekas tamparan wulan masih membekas di pipi aji

"kelihatan ya?"

"kelihatan lah, kamu habis bertengkar dengan mbak wulan?"

"jangan sebut nama itu, sakit telingaku"

Mela diam tak melanjutkan pembicaraannya

"pakai masker mas, biar ndak kelihatan" saran Mela dan aji menuruti saran itu

Setelah menunggu beberapa menit, nama Mela di panggil. gilirannya untuk USG, dan aji menemani sampai selesai

"kapan perkiraan lahir mel?" tanya aji sambil menuntun Mela turun dari anak tangga

"mungkin 2 minggu lagi mas. terimakasih ya mas aji, kalau ndak ada kamu bagaimana nasibku"

"sudahlah... kamu rawat anak itu baik-baik"

Mela bergumam dalam hati, beruntung wulan mendapatkan suami seperti aji, baik, perhatian, lembut

*****

setelah mengantarkan Mela kontrol, aji langsung ke kantor. beberapa hari meninggalkan kantor, banyak sekali berkas yang harus dia periksa

"may... sudah dapat countener untuk paket keluar negeri?"

"sudah pak, nanti sore mungkin sudah sampai"

"kamu urus semua perijinannya ya, jangan sampai ada yang terlewat seperti dulu"

"baik Pak" ucap maya

"Simon kemana?"

"tadi keluar pak, katanya ke araya"

"owww.... " ucap aji "telp Simon"

maya langsung menghubungi kepala cabang itu

"Simon, bapak mau bicara" maya menyerahkan ponselnya ke arah aji

"Simon.. saya berubah pikiran, carikan saya rumah di dieng atau tidar"

"ndak jadi di araya pak?"

"ndak jadi"

******

Malam hari di kediaman Mela

"Mel, mungkin beberapa hari lagi aku akan pindah dari sini"

"pindah kemana mas?"

"aku beli rumah lagi, yang agak sedikit jauh dari sini"

"trus rumah ini bagaimana? "

"kamu tinggal di sini, rumah ini untuk kamu dan anakmu. hubungan ku dengan wulan sedang tidak baik-baik saja, aku takut dia akan mencari ku kesini dan pasti akan menjadi masalah jika selama ini kita tinggal bersama. aku ndak mau kamu ada masalah dengan wulan" jelas aji

"apa aku kembali ke rumahku di madiun mas?"

"jangan... tetap saja disini. aku takut kalau kamu kembali kesana, mentalmu pasti rusak lagi. ini rumahmu, aku belikan buat kamu dan anakmu. mulai hidupmu dari nol Mel"

*****

Beberapa hari kemudian, aji mendapatkan rumah yang dia inginkan, jauh dari keramaian dan rumah itu termasuk rumah mewah yang berada di kawasan elit.

Wulan berkali-kali menghubungi aji

"apa maumu mas? sampai kapan kamu seperti ini?"

"aku sibuk" aji mematikan sambungan telepon itu dan membuat wulan semakin marah

wulan ingin sekali menyusul aji ke kota malang, ingin hidup bersama aji di kota dingin itu.

Mela melahirkan anak perempuan dan menamai dia ajeng.

Tanpa sepengetahuan Mela dan wulan, aji mendatangi salah satu rumah sakit terbaik di kota itu, tes DNA. ya itu yang dia lakukan

Tes DNA dirinya dengan firman, rambut yang telah di gunting dari anak bayi yang tak berdosa itu.

****

hari berganti bulan bahkan hampir 3 tahun aji jarang pulang ke Jogja

walaupun aji tak hidup dengan wulan, tapi tangung jawab menafkahi sebagai suami tetap aji berikan.

𝙛𝙡𝙖𝙨𝙝𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞

aji masuk halaman rumah wulan, dari luar terdengar canda anak kecil, firman... firman tengah bermain dengan akungnya

"assalamu'alaikum yah"

suara aji menghentikan canda cucu dan kakek itu

"ayah.... " teriak firman.

Firman berhambur ke arah aji

"Walaikumsalam.. masuk ji" sapa pak anton

"ayah... aku rindu sekali... " ucap Firman sambil memeluk aji dengan erat.

"ayah juga rindu sama jagoan ayah... bunda kemana?"

"wulan pergi dari pagi tadi. masuk ji"

aji duduk di teras rumah itu.

Obralan ringan antara aji dan pak anton, sesekali aji menemani firman bermain, anak yang tak berdosa.

Tak lama kemudian wulan datang di antar ojek online

"bunda... " ucap firman, mengetahui wulan turun dari ojeknya

wulan melihat mobil aji terpakir di jalan depan rumahnya

"firman... main di belakang sama akung yuk" aja pak anton, sambil mengendong firman meninggalkan aji dan wulan

"apa kabarmu lan"

"seperti yang kamu lihat, sehat kan" ucap wulan ketus

aji diam

"ingat jalan pulang ya? aku kira lupa sama kita"

"aku datang bukan ingin berdebat, kalau kamu mau berdebat aku pulang"

"lakukan sesukamu, bukan hanya materi yang aku butuhkan, firman juga butuh kamu sebagai ayahnya"

"aku??? ayah firman?... cihhhh" aji membuang muka

"sampai kapan kamu seperti ini, ndak mau mengakui anakmu sendiri... ohhhh... jangan-jangan di malang kamu menikah lagi?" ucap wulan sinis

"jaga ucapanmu.. sampai sekarang aku menunggu kamu mengakui sendiri jika firman itu bukan anakku" bisik aji di telinga wulan, nadanya terkesan mengejek

"kamu.... " wulan sudah mengangkat tangannya hendak menampar aji, aji meninggalkan wulan begitu saja

"firman, ikut ayah yuk... kita beli mainan" ucap aji memanggil firman. dengan girang firman berlari ke arah aji

"hore... ayuk bunda" ajak firman ke pada wulan

wulan diam mematung di terasnya

"kita aja berdua... bunda pusing" ucap aji

"jangan bawa firman.." larang aji

"kenapa? kamu takut kalau aku bawa firman ke rumah sakit dan aku ajak tes DNA?"

"jaga kata-katamu mas"

"ayah... ajak bunda" rengek aji

Aji pun mengajak wulan untuk pergi bersamanya, setelah membeli mainan yang firman mau, aji mengajak wulan dan anaknya mampir ke rumah orang tua aji

*****

keesokan harinya aji mendatangi kantor pusat milik ayahnya

"bagaimana keadaan kantor malang surabaya" tanya pak izam

"baik pa, bulan depan kita sudh punya kantor cadang di setiap daerah, baik kota maupun kabupaten"

"Untuk Jawa Timur menjadi tangung jawabmu, Jawa Tengah dan Jawa Barat, jakarta tangung jawab papa dan teguh. papa hanya ingin mendengar kabar baik saja, tolong kamu jaga baik-baik apa yang sudah kita rintis dari nol"

"Untuk luar Jawa bagaimana pa?"

"luar Jawa juga akan menjadi tangung jawabmu, kemungkinan Sumatra akan di pegang teguh, kalimantan dan bali kamu yang pegang"

"baik pa"

Hari itu aji memberikan semua laporan keuangan kepada pak izam

"kamu sudah bisa meng-handle semuanya, kamu sudah mampu untuk berdiri sendiri"

pak izam merasa puas dengan keseriusan aji dalam pekerjaannya

"oh ya.... papa dengar kamu menikah lagi? apa benar kabar itu?"

aji menceritakan semua kerjadian yang menimpa Mela

"wauuwww.. sudah lama ya, berarti anaknya seumuran dengan firman?"

"iya pa, selisih 1 bulan"

"semoga niat baikmu tidak menjadi bumerang untuk dirimu sendiri, jika wulan mengetahui hal ini, papa jamin dia akan marah"

"biar pa, aku menunggu dia mengatakan sendiri jika firman itu bukan anakku"

"sampai kapan kalian akan seperti ini?"

"sampai wulan mengakuinya"

"hari ini kamu jadi rapat dengan orang peti kemas?"

"jadi pa, jadwalnya nanti jam 12, waktu makan siang di hotel Natur garuda"

"semoga bisa bekerja sama dengan baik"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!