Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketemu
Senyuman di wajah Angel memudar. Hasilnya zonk, tidak ada apapun di bawah bantal. Dirinya berusaha mencari hingga melepaskan sarung bantalnya. Membongkar seisi tempat tidur itu, hingga tempat tidur itu dibalik pun tidak ada apapun.
“Tidak mungkin tidak ada di sini…” ucap wanita itu dengan nafas tersengal-sengal.
“Tidak mungkin tidak ada di sini? Jadi dari awal kamu menuduhku mencuri. Angel, perhiasan-perhiasan milikku bahkan lebih berharga daripada milik ibu. Untuk apa aku mencuri perhiasan milik ibu? Sedangkan satu perhiasanku bisa bernilai 10 perhiasan milik ibu.” Jawaban jujur, cepat sasaran mengenai batin.
Melda tidak bisa berkata-kata dengan ucapan putrinya. Karena pada kenyataannya itu semua benar. Perhiasan putrinya lebih berharga daripada perhiasannya.
“Kakak! Jangan pernah bicara seperti itu, Ibu adalah menantu keluarga Mahendra. Orang yang sudah melahirkanmu, menantu satu-satunya dari kakek. Ibu adalah ibu terbaik di dunia…” Angel merangkul bahu Melda yang masih menangis karena kehilangan kalung kesayangannya.
“Terserah…Tapi sebaiknya lakukan penggeledahan lebih banyak. Kalian boleh membongkar kamarku untuk mencari. Lagi pula semua perhiasanku sudah aku jual. Tidak mungkin bercampur dengan perhiasan milik ibu.” Arabella tersenyum, senyuman yang begitu manis. Dirinya membenci sosok Angel…Jujur saja.
Benar saja, wanita itu masuk. Menggeledah semua tempat termasuk balkon, kamar mandi, dan tempat lainnya, keberadaan kalung itu tidak ditemukan sama sekali.
“Tidak mungkin…tidak mungkin…” geram Angel dengan suara kecil.
Arabella masih terlihat begitu tenang dan santai. Matanya sedikit melirik ke arah Xavier, apa yang terjadi pada kalung itu? Di mana kalung itu saat ini? Mungkin hanya Xavier yang tahu.
Pada akhirnya arabella menjentikkan jarinya.”Saatnya untuk mencari di kamar berikutnya…”
Semua orang melangkah keluar, termasuk Angel yang melangkah sembari berpikir dan menunduk. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalung itu tidak ada di tempatnya?
Ada beberapa kemungkinan dalam benaknya. Kemungkinan pertama, Xavier bekerja sama dengan arabella. Tapi itu sama sekali tidak mungkin, tidak mungkin arabella mengetahui dirinya menyembunyikan kalung. Lagi pula Xavier dan arabella selalu bermusuhan. Itu karena Xavier mencintainya. Kemungkinan kedua, dirinya salah menaruh. Tapi itu juga tidak mungkin, dirinya belum mengidap demensia, masih dapat mengingat dengan jelas bahwa kalung itu diletakkan di bawah bantal sebelah kiri. Kemungkinan lainnya, arabella membayar pembantu di tempat ini, untuk mengawasinya dan memindahkan kalung itu. Hanya itulah kemungkinan yang pasti.
Hingga pada akhirnya mereka sampai di depan kamar Angel. Kamar ini memiliki dua kunci, satunya ada di tangan Angel, dan satu lagi ada di tangan Cakra. Tentu saja Angel tidak membiarkan ada kunci cadangan. Tidak ingin arabella berbuat licik padanya.
Hingga pada akhirnya, kunci itu dimasukkan ke dalam lubangnya. Diputar perlahan hingga pintu terbuka.
Kamar yang cukup luas, tapi juga cukup berantakan. Mungkin mengingat seharian ini kamar dikunci pelayan tidak diizinkan untuk masuk. Biasanya Angel akan membiarkan pelayan masuk dalam pengawasannya untuk membersihkan kamar. Tidak ingin ada pelayan yang mencuri perhiasannya.
Tapi sekarang karena terlalu sibuk dari sore, dirinya melupakan ini.
Kamar yang berantakan seperti kapal pecah. Tempat tidurnya tidak teratur, beberapa tisu berbau amis berceceran di atas tempat tidur. Ditambah dengan boxer milik Cakra, bahkan ada pakaian tidak pantas milik Angel. Pakaian berenda dan bertali, cambuk serta beberapa mainan untuk bercinta ada di atas tempat tidur.
Arabella memijit pelipisnya sendiri. Pantas saja begitu heboh setiap mereka bercinta. Ternyata pengantin baru bercintanya dapat sebuas ini.
Wanita yang segera menggulung sprei tempat tidurnya, kemudian melemparkan ke dalam keranjang cucian kotor asal. Tanpa menyingkirkan benda-benda yang ada di atasnya.
“Maaf! Aku lupa memanggil pelayan untuk merapikannya.” Ucap Angel begitu cepat. Melirik ke arah Xavier, mungkin Xavier akan cemburu atau marah kepadanya. Tapi pria yang memang irit bicara itu tidak mengatakan apapun.
“Xavier aku bisa menjelaskan—” kalimat Angel di sela.
“Tidak apa-apa, itu semua wajar karena pengantin baru.” Xavier terlihat tersenyum tulus. Tapi tidak tahu apa yang ada di pikirannya.
Mungkin pemuda itu bersyukur dalam hatinya, kewarasannya sebelumnya tidak membuatnya ingin bercinta dengan wanita ini. Kalau tidak keperjakaannya pasti sudah dirusak.
“Xavier…” Angel bagaikan menatap iba.
“Sebaiknya kita selesaikan dulu semua ini. Geledah di tempat ini, agar kita bisa mencarinya di lantai 3.” Xavier berucap begitu lembut bagaikan tiramisu. Membuat wanita manapun, ingin mengucapkan i miss you.
“Kamarku ini selalu dikunci, jadi pasti tidak ada apapun.” Angel berucap penuh senyuman tapi menurut, security, Melda dan Vino berkeliling kamar. Tidak ada kalung berlian yang ditemukan di sini. Sama sekali tidak ada…
Tapi samar, di balkon ada benda yang begitu berkilau. Hanya kilauan samar karena terkena cahaya bulan.
Vino menyipitkan mata mengamatinya. Mulai melangkah mendekat, penasaran dengan benda yang ada di balkon.
Pada akhirnya langkahnya terhenti. Sebuah kalung berlian berliontin kecil berada di sana. Dirinya mengenali sebagai kalung milik istrinya. Kalung milik istrinya, tapi ada di balkon kamar Angel?
“Benar kan tidak ada? Sekarang ayo kita cari di tempat lain.” Angel masih tersenyum belum menyadari apa yang ditemukan oleh Vino di balkon.
Ketika mereka semua ingin meninggalkan kamar. Suara dari Vino terdengar.”Tunggu…tidak ada yang boleh pergi.”
Langkah semua orang terhenti, termasuk arabella yang melangkah paling belakang. Wajah wanita itu diam-diam tersenyum. Ayahnya yang bodoh kini menjadi orang yang sedikit lebih berguna.
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.