Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

****

Dentum musik berirama rendah dan temaram lampu berpendar keemasan menyelimuti atmosfer sebuah bar VIP eksklusif di pusat kota. Di sudut lounge yang tenang, Kenzo duduk menyendiri di sofa kulit berwarna cokelat gelap. Jas kerjanya tergeletak di sampingnya, kemeja hitamnya tergulung hingga siku, memperlihatkan pergelangan tangan berotot yang dipasangi jam tangan mewah. Pria itu menyesap gelas whisky keduanya, membiarkan rasa terbakar alkohol membasahi tenggorokannya yang kering.

Namun, pekatnya alkohol tidak sedikit pun berhasil mengikis rasa frustrasi yang membakar dadanya. Kebiasaan fisiknya yang tertahan akibat menstruasi Alana, tekanan evaluasi jabatan dari Kakek Hendra, serta raut wajah hampa istrinya saat membentak di kamar tadi terus berputar liar di kepalanya.

Tak jauh dari meja Kenzo, gelak tawa renyah sekelompok wanita berpenampilan glamor memecah keheningan lounge. Clara berdiri di tengah-tengah teman-teman sosialitanya, memegang gelas champagne mahal seraya tertawa manja. Gaun maroon miliknya memikat perhatian banyak pria di ruangan itu, memancarkan pesona kemewahan yang selalu ia banggakan.

Saat matanya tak sengaja menangkap sosok Kenzo yang duduk sendirian di sudut remang, binar kemenangan seketika terpancar di wajah Clara. Dengan senyum penuh arti dan langkah anggun yang disengaja, Clara pamit sejenak dari kerumunan teman-temannya lalu mengikis jarak menghampiri meja sang CEO.

"Senangnya melihatmu di sini, Kenzo," ujar Clara halus seraya mendudukkan dirinya di tepi sofa, sangat dekat di samping Kenzo. Aroma parfum floral mewahnya kembali menginvasi udara. "Pintu kamarmu mungkin bisa kau banting di mansion, tapi ternyata hatimu membawamu ke tempat yang sama denganku malam ini."

Kenzo bahkan tidak memalingkan wajahnya. Pria itu menatap lurus gelas whisky di genggamannya, menyunggingkan senyum remeh yang amat dingin.

"Kamu terlalu percaya diri, Clara," jawab Kenzo dengan suara berat, dalam, dan tanpa gairah sedikit pun.

Clara menyisipkan jemarinya di atas lengan baju Kenzo yang tergulung, memberanikan diri menatap mata hitam pria itu. "Kenzo, hentikan sandiwara ini. Aku tahu kamu frustrasi karena pernikahan transaksimu itu, kan? Wanita Adhijaya itu tidak akan pernah bisa mengerti dirimu. Kenapa kamu harus terus membuang waktumu untuk cewek yang cuma memanfaatkan hartamu? Kembalilah padaku... aku siap memberikan apa pun yang kamu butuhkan malam ini."

Kenzo menghentikan gerakannya. Pria itu perlahan menoleh, menatap Clara dengan pandangan mata yang begitu tajam dan menusuk, seolah sedang menatap sesosok asing yang sangat mengganggu. Dengan gerakan perlahan namun kasar, Kenzo menepis tangan Clara dari lengannya.

"Dengar baik-baik, Clara," bisik Kenzo dengan nada suara rendah yang penuh intimidasi mutlak. "Jangan pernah lancang mencampuri urusan kehidupan saya lagi. Jangan pernah berpikir kamu punya celah untuk kembali."

Clara terpaku, raut wajah cantiknya menegang. "Kenzo... dulu kamu menangis waktu aku pergi ke Paris! Kamu menyiksamu sendiri demi—"

"Itu dulu," potong Kenzo sinis, menyunggingkan senyum remeh yang sangat menghancurkan gengsi Clara. "Saya bukan lagi Kenzo yang bodoh, yang menangisi kepergian wanita dangkal seperti kamu. Keberadaanmu sekarang tidak lebih dari sekadar gangguan tak berguna di mata saya."

Kenzo berdiri tegap dari sofa, menyambar jas mewahnya tanpa menatap Clara lagi. "Jika kamu masih punya sedikit harga diri yang tersisa, jauhi kehidupan saya."

Tanpa menunggu sepatah kata pun dari Clara, Kenzo melangkah tegap meninggalkan bar VIP tersebut.

Clara mematung di tempatnya berdiri, jemarinya mengepal rapat hingga kuku-kukunya menusuk telapak tangan. Wajah mewahnya memerah padam oleh kemurkaan dan rasa malu yang luar biasa usai ditolak secara telak untuk kedua kalinya di depan umum.

**

Sementara itu, di Mansion Elard, keheningan malam yang mencekam menyelimuti kamar utama.

Dampak dari suntikan hormon kesuburan sintetis dosis tinggi yang dipaksakan Dr. Maya dan Nyonya Helena tadi pagi mencapai puncaknya saat tengah malam. Alana terbangun dari tidurnya dengan napas yang tersengal-sengal. Perut bagian bawahnya melilit hebat, bagaikan diremas dan ditusuk ribuan jarum tajam secara bersamaan.

"Nghh... akh...!"

Alana mengerang tertahan, peluh dingin membasahi seluruh dahi dan lehernya. Tubuhnya bergoyang hebat di atas ranjang king-size. Rasa mual yang teramat sangat menyengat dadanya, menyuruhnya untuk segera bergegas ke kamar mandi.

Dengan jemari yang gemetar dan kaki yang tak bersendi, Alana berusaha menyibak selimut tebal. Namun, begitu kakinya menyentuh lantai marmer yang dingin, aliran darah hangat mendadak mengalir deras membasahi gaun tidur putihnya. Pendarahan parah yang dipicu oleh paksaan obat kesuburan melanda rahimnya.

"S-sakit... Tuhan... sshh..." bisik Alana parau.

Sambil memegangi dinding marmer dan meremas perutnya yang terbakar, Alana menyeret langkah kakinya masuk ke dalam kamar mandi utama. Pandangannya mulai mengabur, lingkaran hitam menggelap di sudut matanya saat rasa pening yang hebat menghantam kesadarannya.

Tepat di tengah lantai kamar mandi, kekuatan tubuh Alana benar-benar habis. Rasa nyeri tiada tara yang merobek bagian bawah tubuhnya bercampur dengan lemasnya kehilangan banyak darah melumpuhkan seluruh sarafnya.

Brak!

Tubuh kecil Alana ambruk menghantam lantai marmer yang dingin. Gaun tidur putihnya perlahan ternoda oleh warna merah pekat. Matanya terpejam rapat, dan kesadarannya padam sepenuhnya dalam kegelapan yang membeku.

Pukul dua dini hari, deru mesin mobil Kenzo terdengar memasuki pelataran mansion. Pria itu melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah kaku, membawa sisa-sisa emosi yang belum sepenuhnya mereda.

Kenzo membuka pintu kamar utama, melempar jas kerjanya ke sofa. Suasana kamar terasa amat sunyi dan dingin. Matanya refleks tertuju ke arah ranjang berukuran king-size, namun ranjang itu kosong—selimut tebalnya berantakan dan ternoda sedikit bercak merah.

Kenzo mengernyitkan dahi. "Alana?" panggilnya dengan suara berat datar.

Tidak ada jawaban.

Pandangan Kenzo beralih ke arah pintu kamar mandi utama yang sedikit terbuka, membiarkan cahaya lampu putih keemasan menerobos keluar. Kenzo melangkah mendekat, niat hati hendak memanggil istrinya lagi untuk menuntaskan kekesalannya.

Namun, begitu jemarinya mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka lebar, langkah kaki Kenzo mendadak terhenti seketika.

Seluruh udara di dalam dada Kenzo serasa dihembus keluar secara paksa. Iris mata hitamnya membelalak lebar oleh kejutan dan pemandangan horor yang terhampar di depan matanya.

Alana tergeletak kaku tak sadarkan diri di atas lantai marmer yang dingin. Wajahnya seputih kertas, bibirnya kebiruan tanpa hembusan napas yang jelas, dan bagian bawah gaun tidur putihnya telah bersimbah darah pekat yang menggenang di sekitarnya.

Deg!

Jantung Kenzo serasa berhenti berdetak saat itu juga. Sebuah gelombang kepanikan luar biasa yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya mendadak menyapu bersih seluruh kesombongan, keangkuhan, dan rasa gengsinya.

"Alana?!" teriak Kenzo dengan suara pecah yang gemetar hebat.

Pria itu berlutut tanpa peduli celana bahagian mewahnya ternoda oleh darah. Dengan tangan yang gemetar tak terkontrol, Kenzo merengkuh tubuh dingin Alana ke dalam dekapan dadanya, menepuk-nepuk pipi pucat istrinya yang tak merespons sama sekali.

"Alana! Buka matamu! Alana!" bentak Kenzo histeris, napasnya memburu cepat seraya memeluk erat tubuh kaku istrinya. "Bibi Rika! Panggil ambulans! Panggil Dr. Maya sekarang juga!"

Erangan dan teriakan panik sang CEO dingin menggema keras memecah keheningan malam Mansion Elard, memproklamasikan runtuhnya benteng keangkuhan Kenzo di hadapan tubuh istrinya yang hampir tak bernyawa.

Bersambung..

1
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!