Indonesia
NovelToon NovelToon
Rayuan Sang Mafia

Rayuan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: alendra rivero

Dari utara Italia, Fiorella diculik dan dijual ke sebuah klub gelap di Rusia—dunia tempat para mafia, polisi korup, dan pengusaha berkuasa membeli tubuh perempuan seperti membeli barang. Gadis tujuh belas tahun yang dulu punya sejuta mimpi kini hanya punya satu: bertahan hidup.

Lalu ia dibeli oleh Burian, bos mafia Rusia yang dingin, kejam, dan tergila-gila padanya sejak pandangan pertama. Di tangan Burian, Fiorella menemukan neraka sekaligus gairah yang tak pernah ia mengerti—cinta dan kebencian yang saling membakar, membelenggu keduanya lebih erat daripada rantai mana pun.

Tapi pengkhianatan, darah, dan luka mengubah segalanya. Ketika Fiorella akhirnya lolos dari cengkeraman sang mafia, ia tak kembali sebagai korban. Ia kembali sebagai Sang Ratu Putih—dan kali ini, dialah yang datang untuk menagih setiap utang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alendra rivero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

JUDUL: SYARAT-SYARAT.

Mijail

Hari ini aku datang ke klub Serigala Malam. Aku pergi ditemani anak buahku, sebab tunanganku yang cantik dan seksi sedang kurang sehat.

Aku tiba dan duduk di meja langgananku. Seorang gadis berpakaian setengah telanjang dengan lekuk tubuh menggoda menyajikan pesanan biasaku: kokain kelas atas, minuman keras, dan pengaman. Yang biasa kupakai. Sekarang tinggal memilih perempuan yang bisa memuaskan hasratku.

Tapi mengejutkanku, gadis Italia itu muncul, yang gagal kudapatkan pada malam debutnya. Kali ini ia datang mengenakan pakaian dalam merah yang seksi, nyaris memamerkan seluruh tubuhnya.

Aku langsung terpikat padanya. Sikapnya berbeda dari sebelumnya. Malam ini ia datang sudah berubah menjadi serigala betina yang berahi. Sebelum aku sadar, ia sudah menaklukkanku dua kali, di depan umum pula.

Ia melayani seluruh hasratku dengan cara yang luar biasa. Semua orang di ruangan itu menonton kami, dan aku yakin lebih dari satu di antara mereka iri padaku.

Setelah selesai, kututupi tubuh telanjangnya dengan jasku. Kupuji ia karena telah bekerja layaknya dewi seks sejati. Malam ini akan tersimpan di benakku sepanjang sisa hidupku. Meski aku berniat mengulanginya lagi dan lagi.

"Minta apa pun yang kaumau. Kau pantas mendapatkannya," kataku.

"Aku ingin keluar dari sini."

Kata-katanya membuatku geli. Ia butuh lebih dari sekadar beberapa jam meniduriku untuk mendapat hadiah sebesar itu. Umurku dua puluh lima tahun, dan aku datang ke tempat ini sejak umur lima belas, tapi selama itu aku cuma pernah membawa pulang dua perempuan.

Itu pun bukan atas kemauanku, melainkan karena kehendak tunanganku. Gadis ini entah sangat bodoh, entah merasa dirinya lebih pintar dari yang sebenarnya.

Fiorella

Dengan penuh percaya diri kuminta Mijail mengeluarkanku dari tempat terkutuk ini, tapi ia hanya tersenyum sinis dan meremehkan. Aku merasa benar-benar tolol. Tapi aku tak akan memohon, tak akan mempermalukan diriku. Kalau bukan dia, akan ada lelaki lain. Yang jelas, aku akan pergi dari sini.

Kulepas jas yang menutupi tubuhku dan kubiarkan jatuh ke lantai. Kuamati sekelilingku dengan saksama. Ketika kulihat seorang lelaki dikelilingi banyak gadis VIP, aku mulai melangkah ke arahnya. Tapi sebuah cengkeraman kuat menahanku, lalu kurasakan tubuhku kembali diselimuti.

"Mau ke mana kau?" tanya Mijail.

"Mencari pelanggan... lepaskan aku!"

"Mijail, kulihat sang putri sudah menyelesaikan gilirannya denganmu," sela Vladimir. "Biaya layanannya akan kubebankan ke tagihanmu."

"Tagih semalam penuh. Aku belum selesai dengannya."

"Sudah tak bisa. Burian baru saja membayar sebulan penuh untuknya."

"Burian membayar untukku?" Pertanyaanku keluar dengan nada agresif. Aku tak mengerti lelaki itu. Apa maunya sebenarnya denganku?

"Jangan terima bayarannya. Aku akan bekerja dengan lelaki lain." Suaraku terdengar keras dan mantap.

"Batalkan pembayaran Burian. Aku yang akan membayar sebulan penuh untuknya," kata Mijail.

"Tak bisa kulakukan itu, dan kau tahu betul soal itu." Kata-kata Vladimir keluar dengan nada ketakutan.

Kupandang keduanya bergantian dan kumanfaatkan situasi ini. Kudekati Mijail dan kubisikkan di telinganya.

"Jangan buang uang dan waktumu. Burian yang akan mengeluarkanku dari sini, dan dia memang punya kuasa untuk melakukannya. Sayang sekali kau tak bisa melakukan hal yang sama seperti dia."

Mijail meremas lenganku, menarikku ke tubuhnya, lalu berkata dengan geram.

"Aku akan membelinya. Dia kubawa pergi."

"Itu tak mungkin," kata Vladimir.

"Kau mau mati? Aku tak sedang bertanya apakah kau bisa. Aku sedang bilang bahwa aku akan membelinya untukku."

Aku tersenyum puas. Lelaki memang mudah dikendalikan, cukup dengan satu kata yang melukai ego jantan mereka.

"Biar kulihat apa yang bisa kulakukan," ujar Vladimir.

"Tidak. Kubawa dia sekarang juga."

Begitu Mijail mengucapkan itu, salah satu anak buahnya mendekat membawa koper berisi uang. Ia membukanya di depan Vladimir, dan mata bajingan itu membelalak dan berbinar seketika.

Bagi Vladimir, kami ini bukan apa-apa. Ia menjual kami seolah kami cuma segelas wiski. Toh selalu ada gadis-gadis baru yang didatangkan. Kehilangan satu tak berarti apa pun baginya.

Vladimir mengambil uang itu, dan aku pun keluar dari klub bersama Mijail.

"Ada beberapa syarat yang harus kaupatuhi sampai ke huruf terakhir," kata Mijail.

"Pertama, kau tak boleh mendekati rumahku. Aku tak membawa pelacur ke sana.

"Kedua, kau akan tinggal di sebuah apartemen milikku. Di sana kau akan hidup bersama dua pelacur lain yang kupunya.

"Ketiga, kau harus selalu mematuhi perintah dan aturanku.

"Keempat, kau harus memuaskan hasratku setiap kali kuperintahkan.

"Dan kelima, yang terakhir, kau tak boleh jatuh cinta padaku."

"Dan siapa yang bilang aku bakal jatuh cinta padamu? Aku cuma pelacur, dan kami tak pernah jatuh cinta. Tapi aku juga punya satu syarat.

"Aku ingin kau membeli Sonya. Aku ingin dia ikut denganku."

"Kau tak dalam posisi untuk menuntut apa pun."

"Tapi..."

"Sudah, cukup. Baru saja kusampaikan syarat-syaratku, dan kau sudah membangkang."

Aku tak membantah sepatah kata pun. Aku yakin sebentar lagi ia akan bertekuk lutut di tanganku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!