Sequel — Married With Yo
Ini tentang Nadira, wanita berusia 20 tahun yang harus tinggal dengan sepupunya karena di tinggal orang tuanya ke luar negri. Awalnya semua baik-baik saja, namun seiring berjalannya waktu Nadira mulai jatuh cinta dengan sosok Artha Dirgantara, sepupunya.
Sampai dimana keduanya tak bisa menahan nafsu satu sama lain. Nadira yang terhanyut saat Artha berkata akan bertanggung jawab, meskipun awalnya ragu. Namun Artha kembali memberikan kata-kata yang tak bisa Nadira tolak. Dan malam itu pun mereka melakukan hubungan yang tak seharusnya di lakukan.
Hingga Nadira mulai mengetahui rahasia Artha. Termasuk laki-laki itu yang ternyata sudah menikah. Lalu, siapakah istri seorang Artha Dirgantara sebenarnya yang selama ini di sembunyikan?
KALO PENASARAN LANGSUNG BACA AJA YA GUYS!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fdtlkhryh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lima belas
Nadira terisak dibawah guyuran shower yang sejak tadi menyala. Sudah hampir setengah jam, dan yang dia lakukan hanya terus menangis di bawah guyuran air dingin di pagi hari. Dia tadi terbangun, dengan kondisi sangat mengenaskan. Tubuh polos tanpa sehelai benangpun, tanpa Artha di sampingnya. Selangkangannya sangat nyeri, dan tubuhnya remuk karena semalam Artha terus menggempurnya tanpa ampun.
Semalam setelah hampir membuat Nadira mati, Artha yang mengeluarkan cairannya untuk kesekian kalinya langsung melepaskan penyatuan mereka. Lalu pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. Hal itu membuat Nadira sangat terpukul, karena merasa dirinya benar-benar seperti seorang ******.
“Kenapa sesakit ini rasanya? Mas Artha gak pernah ngasih jawaban setiap aku minta kepastian soal hubungan kita. Tapi disisi lain dia juga terus menyetubuhi aku,”isak Nadira.
“Ibu, Ayah, maaf Dira udah ngecewain kalian. Dira gak bisa jaga satu-satunya hal yang paling berharga yang Dira punya,”gumamnya.
Rasa bersalah dan menyesal kini menghantuinya. Mengapa sebelum melepaskan keperawanannya dia tak memikirkan perasaan orang tuanya? Yang pasti akan sangat kecewa saat tau dirinya sudah melepas virginnya. Nadira terlalu di butai oleh nafsu yang menyesatkan, hingga lupa daratan.
Setelah cukup lama mendinginkan pikirannya, dia langsung keluar kamar mandi dengan bahtrob yang membungkus tubuh polosnya. Namun baru satu kakinya menginjak lantai kamar, tubuhnya dibuat mematung saat melihat seseorang yang sedang duduk di ranjangnya.
“Ibu,”gumam Nadira dengan bibir bergetar.
Zelia, wanita paruh baya itu langsung berdiri dan segera memeluk tubuh anak gadisnya yang sangat dia rindukan.”Ibu kangen banget sama kamu,”ungkapnya.
Nadira membalas pelukan ibunya dengan erat. Bersamaan dengan setetes air mata yang jatuh, Nadira terisak.”Dira juga kangen sama Ibu,”balasnya.
“Kenapa? Kok nangis, si?”tanya Zelia sembari tersenyum. Dia melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah anaknya.
“Seneng aja Ibu udah pulang, kenapa gak bilang kalo Ibu pulang?”alibi Nadira.
“Surprise buat kamu. Kamu gak kuliah hari ini?”
Nadira menggeleng lemah sembari berjalan menuntun ibunya agar duduk disofa.”Dira izin, Bu. Lagi kurang enak badan.”
Helaan nafas berat nampak keluar dari bibir Zelia. Dia mengusap surai hitam milik anak gadisnya.”Ibu boleh kan ikut nginep disini?”
Kening Nadira berkerut. Dan dia baru menyadari jika ada tas kecil di atas ranjangnya.”Nginep? Maksdunya? Terus Ayah mana?”
“Ayah kamu masih di London,”jawab Zelia sembari terus mengamati eskpresi wajah anaknya.
“Ayah gak ikut pulang?”
Zelia menggeleng pelan, lalu mengusap lengan anaknya dengan lembut.”Ibu cuma tiga hari dirumah, dan akan kembali ke London lagi. Pekerjaan Ayah disana masih belum selesai, Sayang. Maaf, ya. Bukannya kita terlalu sibuk sama pekerjaan sampai lupain kamu, tapi kita juga butuh uang untuk bisa hidup. Ibu sama Ayah janji bakal sering ngunjungin kamu disini,”jelas Zelia dengan lembut.
Kini tatapan Nadira tertuju kepada sang ibu.”Kalian gak berniat mau menetap disana, kan?”tanya Nadira hati-hati, takut apa yang ada di benaknya benar terjadi.
“Untuk saat ini kita gak bisa janjiin apapun ke kamu. Nenek sama Kakek kan disana, sekarang Ibu juga yang harus ngurusin mereka. Mereka udah gak muda lagi, Sayang. Dan hanya tinggal Ibu anaknya, Om Jordan udah gak ada,”ujar Zelia dengan tatapan yang berubah sendu saat membicarakan sosok abangnya yang sudah lama meninggal.
Nadira menghela nafas berat, lalu mengusap air mata yang sudah membasahi wajah ibunya. Dia menangkup wajah ibunya.”Ibu jangan sedih, Om Jordan pasti udah bahagia disana.”
Zelia mengangguk mantap.”Ibu cuma masih sering keinget. Dan mungkin gak akan pernah bisa lupa. Tapi Ibu udah ikhlas,”ujarnya.
“Kalo misalnya Ibu sama Ayah menetap disana, kan Dira bisa ikut?”
Zelia memalingkan wajahnya, ucapan Nadira sangat sulit untuk di jawab. Karena sebenarnya pun dia memiliki alasan yang kuat mengapa memilih untuk meninggalkan Nadira disini.
“Bu,”panggil Nadira saat tak mendapati jawaban dari sang ibu.”Bisa kan Dira ikut kalian?”
“Kita liat besok ya, Ibu bicarain dulu sama Ayah,”jawab Zelia pada akhirnya.
🌼🌼🌼
“Kamu gak kelayapan terus kan selama Ibu pergi?”tanya Zelia yang sedang mengaduk-aduk masakannya.
Nadira yang sedang menatap piring di meja makan langsung menghentikkan kegiatannya.”Kadang paling pergi sama temen-temen.”
“Jangan suka pergi sampe pulang malem, gak baik. Kamu anak perempuan,”ucap Zelia menasehati.
“Iya, Bu.”Nadira duduk di kursi makan menatap punggung ibunya dalam diam. Ada satu pertanyaan yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya. Pasalnya semenjak ibunya tiba disini, Artha sama sekali belum pulang sampai sekarang sudah pukul delapan malam lebih. Dan pertanyaannya adalah, kenapa ibunya sama sekali tak mempertanyakan Artha?
“Tante Dara lama banget di Medan, gak pulang-pulang,”gumam Nadira mencoba ingin memancing sang ibu.
Zelia berjalam mendekati meja makan dengan dua piring lauk berbeda di tangannya.”Iya, beberapa hari lalu sempat telfonan sama Ibu. Jadi kamu dirumah cuma berdua ya.”
“Iya, cuma sama Mas Artha.”
“Hm.”
“Kenapa Tante Dara gak nikah lagi ya, Bu? Maksudnya kan dia masih muda,”tanya Nadira penasaran.
Helaan nafas pelan keluar dari bibir Zelia. Dia duduk di samping Nadira.”Tante Dara itu sejak menikah sama Om Jordan, dia gak pernah tertarik lagi sama laki-laki manapun, bahasa gaulnya kaya udah cinta mati. Sampai kamu tau kan saat Om Jordan meninggal seterpuruk apa dia, bahkan dia terlihat lebih hancur dari kita yang notabenya keluarga Om Jordan.”
Zelia kembali melanjutkan ucapannya.”Tante Dara itu dulu punya keluarga yang bisa di bilang toxic, dan punya masalalu yang sedikit buruk di keluarganya. Sampai pada akhirnya dia bertemu dan menikah sama Om kamu. Dia ngerasa seperti di selamatkan dari sebuah penderitaan.”
“Makanya sampai sekarang dia masih gak nikah lagi, bahkan gak pernah memikirkan persoalan laki-laki lagi. Yang dia lakukan setelah kepergian Om Jordan hanya bekerja, bekerja dan bekerja. Itu semua dia lakuin untuk bisa melupakan sosok suaminya, atau mengalihkan pikirannya dari hal yang justru akan membuat dia kembali terpuruk.”
“Menurut Ibu, dia gak akan pernah mau nikah lagi. Apalagi saat ini kan Artha udah cukup dewasa, udah waktunya untuk memikirkan persoalan Artha yang mungkin sebentar lagi akan menikah,”jelas Zelia.
Mendengar nama Artha membuat Nadira kembali sedih, apalagi saat ibunya mengatakan persoalan Artha yang mungkin sebentar lagi akan menikah. Itu membuat dia terluka, bagaimana nasibnya jika Artha menikah dan bukan dengan dirinya?
“Mas Artha udah mau nikah?”
“Mungkin, dia udah 25 tahun. Udah cukup mapan untuk menjalankan sebuah pernikahan.”
Nadira tertawa pelan.”Iya, bener. Mungkin dia emang akan menikah,”gumamnya.
Zelia dan Jordan kan sedarah tokh kecuali artha anak Dara dari cowo lain tp nikahnya sama Jordan karna alasan tertentu.
Aku baru tau kalau sepupu sekandung itu boleh nikah
sorry klu di aku kaga boleh kecuali sepupu jauh bukan kandung.
Jadi bingung deh soalnya anaknya dara jordan kan dirga.