Kisah Antara Dilla Ardilana dan Alex Abham, memulai cinta dari keterpaksaan hingga nikah siri, namun semua kunci berada di tangan Ibu Dilla yaitu Mayang, Ibu nya menyinpan kisah kelam hingga tak memberi tahu siapa jati diri Ayah nya, hingga saat lamaran itu terjadi, kedua keluarga besar bertemu, dan mengetahui jika Ayah dari Alex adalah Ayah Biologis Dilla.
Cinta sedarah, itulah yang mereka tahu. Sudah sangat jelas mereka tak bisa bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zimoza Vivie YL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
B_S_T. Part 16
Kedua tangan sudah di rentang kan ke atas, Gadis cantik itu sesekali menguap karna masih merasakan kantuk, namun mendengar suara kicauan burung yang berada di luar jendela, sangat memaksa dirinya untuk segera bangun.
"Jadi peristiwa semalam itu hanya lah mimpiku.." Bermonolog sendiri saat mendapati dirinya ternyata ada di dalam kamar, yang telah ia tinggali selama 1 bulan terakhir.
Padahal kejadian semalam begitu jelas terekam di dalam memori kepalanya, dan di saat mata melihat ke arah bawah. "Ini tidak mungkin.." Dilla menggeleng saat melihat baju yang ia kenakan, ternyata adalah sebuah kemeja hitam.
"Apa yang terjadi semalam.." Dadaa kembali berdegup sangat cepat, kali ini rasa yang ia rasakan adalah takut.
Bagaimana bisa ia terbangun di dalam kamar sendiri padahal ingatan terakhirnya adalah meminum teh jahe yang di buat Alex.
dan yang sangat ia pikirkan. "Apa Aku masih perawaan..!?" Segera berlari ke arah kamar mandi.
Berdiri tepat di depan cermin.
Dari tempat nya ia bisa melihat pantulan dirinya, dengan perlahan Gadis itu membuka kancing satu persatu, belum terbuka semuanya pun, tanda merah sudah terlihat.
Hanya bisa mendengus dengan kesal saat kemeja sudah ia tanggalkan. "Seksi... " Masih sempat - sempat ia mengagumi kemolekan tubuh sendiri, padahal tubuh bagian leher hingga area yang menonjol, di penuhi tanda merah.
" Alex Brengseek...," barulah Gadis itu mengumpat dengan kesal, ia pun kembali mengecek bagian tubuh lainnya, tepat nya di bagian inti, apakah masih terasa sempit atau sudah sedikit longgar, namun ia tak merasa ada nya sakit di bagian sana.
Namun tetap saja ia tak bisa tenang jika belum di periksa sendiri, sebuah jari tengah di buat masuk untuk sekedar mengecek. "Untung lah, Dia tak sampai melakukan itu...". Akhirnya bisa bernafas dengan lega, Masih terasa sempit itulah yang Dilla rasakan.
Karna sudah terlanjur polos Gadis itu langsung saja mandi, dan membersihkan diri hingga beberapa kali, Dia masih merasa jijik dengan sentuhan Alex semalam, meskipun tanpa sadar ia pun menikmati nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Turun dari tangga dan mendapati Sang Ibu tengah membantu pelayan menyiapkan makanan di atas meja, dan Mayang pun bisa melihat Putrinya menghampiri.
"Apa kamu sakit Nak..". Tanya Mayang dengan cemas, Ia menelisik pakaian Dilla yang tertutup sampai menutupi leher, seolah tengah merasakan dingin.
"Sedikit Bu, seperti nya Dilla masuk angin.." Jawab Dilla sekenanya, padahal Reader tahu sendiri lah apa yang terjadi..!, pakaian yang di kenakan tentu saja untuk menutupi jejak merah yang di tinggal kan Alex.
"Mau Ibu kerok.."
Mendengar kata kerok Dilla langsung menggeleng cepat. "Dilla tak apa Bu,,,Apa ada kerjaan yang bisa Dilla bantu." Gadis itu malah menawarkan sebuah jasa, dengan begitu ibu nya akan berpikir jika dirinya baik-baik saja.
"Ya sudah jika kamu tak apa...". begitu bersyukur jika sakit Putri nya tidak lah parah, mungkin hanya masuk angin biasa.
"Jika kamu mau bantu, Bisa Antar makanan ini ke kamar Alex.." Ucapan yang berupa perintah itu terdengar jelas di telinga, Mata nya membulat dengan tubuh tak bergeming.
"Alex memiliki kaki dan tangan kenapa harus mengantar ke kamar nya Bu.." Dilla protes tak setuju, dan sangat enggan untuk kembali masuk ke kamar itu.
"Kasihan Nak, seperti Nak Alex sakit, Ibu lihat Dia muntah-muntah terus tadi, lagian cuman mengantar tak akan lama..". Nah ini Ibunya malah membela udah tahu anak nya takut.
"Tapi Bu..."
"Kenapa ...!?. kamu ngga mau, apa kalian ada masalah.." Tanya Mayang penuh selidik, apa lagi Putrinya tampak enggan untuk memenuhi permintaan yang menurutnya tidaklah sulit.
"Tidak Bu, kami tak memiliki masalah..." Menggeleng pelan tak lupa memberikan senyum manis. 'Padahal nyatanya memang masalah hidup dan mati ku Bu'. Membatin seperti nya lebih baik.
"Yang Ibu lihat, seperti nya Nak Alex itu menyukaimu loh..". Sering mencuri pandang dan terkadang terus senyum ke arah Putrinya, itu lah yang sering Mayang lihat dari Alex.
"Jangan ngawur deh Ibu, mana mungkin Mas Alex menyukai Aku., Lagian apa baik nya Pria itu .." Sedikit berdecak sebal saat menanggapi.
"Dia anak yang baik, sopan sama Ibu dan satu lagi, Dia ganteng nak..." Mendengar sang Ibu memuji Alex rasanya Dilla ingin muntah saja.
'Iya ganteng memang ganteng, namun untuk sopan kayak nya tidak, Apa ibu tahu Putri Ibu ini hampir di perkosa semalam' .
Tak paham Dilla dengan pemikiran Ibunya, dasar lelaki begitu pandai menutupi diri, sampai Mayang pun berprasangka baik pada Pria mesum itu.
"Jangan terlalu galak Dilla, apalagi Nak Alex sudah membantu kesulitan kita.." Lagi-lagi Dilla di ceramahi, Tapi tak mungkin juga Gadis itu membeberkan kelakuan Pria yang baik di mata Ibunya itu.
"Lebih baik kamu antar ini untuk Nya keburu dingin."
Aaarghh sudah Dilla mengalah saja, tak akan ujungnya jika ia terus membantah ucapan Mayang yang sejak tadi membela Pria mesum itu. jika terjadi sesuatu di dalam mungkin nanti akan ada adu gulat di kamar.
"Iya Bu.." Menjawab 'iya' dengan terpaksa sebuah nampan yang berisi makanan sudah di tangan.
Hingga kaki terayun dan berhenti di depan sebuah pintu, Belum mengetuk pun, yang ada di dalam Dadaa sudah bergemuruh bahkan nampan yang ia bawa nampak bergetar. 'Jika Dia macam-macam sudah ku putuskan untuk menghajarnya'.
Padahal pandai membela diri, namun di depan Pria itu malah tak berkutik dan menciut, apa lagi detak jantung sudah tidak aman lagi.
Sebanyak 3 kali Gadis itu mengetuk, Tampa mengeluarkan suara, rasanya rugi sekali saat berucap lembut untuk Pria itu, namun siaal, tak ada respon.
Terpaksa mengeluarkan suara meskipun hanya dua kata. "Mas Alex.....,". Ucap Nya di iringi beberapa ketukan, Namun tetap Tak ada respon. "Jangan- jangan ia pingsan..". mendengar Ibunya memberi tahu jika Alex tengah sakit, Gadis itu langsung tak tenang.
Segera membuka pintu meskipun tangan nampak kesusahan karna memegang nampan. "Mas Alex... ". Saat di dalam Dilla langsung mencari keberadaan Pria mesum itu, namun tak terlihat. "Apa Dia ada di kamar mandi.."
Nampan berisi makanan ia simpan di atas nakas, masih mundar mandir di depan pintu kamar mandi. "Ketuk jangan ya.."
Masih bermonolog sendiri antara mengetuk atau jangan namun tangan yang sudah terkepal malah di buat menggantung di udara.
Hingga mengayun dan tercipta juga bunyi ketukan. "Mas... Mas Alex ..." Ucap nya beberapa detik kemudian Pintu itu terbuka dan malah dirinya masuk karna adanya tarikan.
...Deg...
Bukan nya jika Pria mesum itu macam-macam akan ada adu gulat tapi nyatanya ia malah terdiam, sesaat masuk ke dalam tubuh nya langsung di himpit oleh Alex, jangan lupakan pandangan mesum nya pada Dilla.
Sumpah ... detak jantung memang sudah tak normal, hingga beberapa kali menelan ludah dan rasanya begitu tercekat.
',Ibu..,.. tolong...'
aku suka ceritanya❤️❤️
ank Tante Anita atau alex