Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Tertukar Sang Mafia

Pengantin Tertukar Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Silvia

Sejak kematian ibunya, hidup Kayla berubah menjadi neraka. Diambil oleh keluarga paman yang serakah demi warisan yang menjadi haknya, gadis kecil itu tumbuh bukan sebagai keponakan, melainkan sebagai budak, samsak tinju, dan sasaran hinaan selama bertahun-tahun. Dunianya hanyalah ruang bawah tanah yang gelap dan lembap.

Lalu takdir mengetuk lewat cara yang paling kejam. Untuk menyelamatkan diri, keluarga itu menukar Kayla sebagai pengantin—menyerahkannya kepada Arkan Pratama, bos mafia paling ditakuti di kota, sebagai pengganti putri kandung mereka yang sesungguhnya. Malam pertama mereka mengungkap sebuah kebenaran yang mengubah segalanya: gadis rapuh penuh luka ini bukanlah perempuan yang Arkan kira.

Lelaki yang datang untuk membalas dendam justru menemukan sesuatu yang tak pernah ia cari—seseorang yang ingin ia lindungi dengan segenap kegelapannya. Sementara Kayla perlahan belajar mengeja dunia, tertawa, dan mencintai, roda pembalasan mulai berputar. Dan mereka yang pernah memadamkan cahayanya… akan segera menuai ganjaran setimpal.

Bisakah cinta menyembuhkan jiwa yang telah remuk? Dan seberapa jauh seorang mafia rela melangkah demi perempuan yang menangis air mata jiwa untuk sampai kepadanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beginilah Adanya

Keesokan paginya, Arkan terbangun dan mendapati gadis yang sepanjang malam meladeninya itu kini tidur dengan tenang. Ia tersenyum mengingat betapa aktifnya Kayla, menemukan bahwa tubuh istrinya begitu peka. Ia belum ingin bangun dan meninggalkan Kayla sendirian di ranjang.

Sungguh, gadis itu membuatnya takjub. Segala hal yang Kayla temukan tak pernah ia sembunyikan, begitu pula soal sisi seksualnya, luar biasa dan menggairahkan.

Ia tak akan menyangkalnya. Sempat terlintas di benaknya bahwa mungkin Kayla takkan pernah menyambut gejolak fisik seperti sensasi yang ditimbulkan sentuhannya di bagian terdalam gadis itu.

Kayla perempuan yang menakjubkan. Meski masih penuh rasa gamang, kini ia punya kebebasan penuh untuk menjelajah. Ia seperti spons yang menyerap segalanya: jika tak menyukai sesuatu, ia mengatakannya tanpa berpikir dua kali; sebaliknya, jika menyukainya, wajahnya langsung memancarkan kekaguman.

Yang mengganjal hati Arkan justru mengapa Kayla tak pernah sekali pun menyinggung soal masa lalunya.

Sang psikolog mengatakan padanya bahwa lebih baik menghadapi kenangan itu daripada menguncinya rapat-rapat, betapa pun menyakitkannya.

Meski begitu, ia akan membiarkan Kayla yang memutuskan. Ia akan melihat apakah istrinya benar-benar mampu, dan ia akan mendampinginya, sampai kenyataan pahit itu benar-benar lenyap dari pikiran dan tubuh gadis itu.

Ia gelisah membayangkan Kayla tersiksa oleh ingatan kehidupan lamanya.

Lamunannya buyar saat ia melihat perempuan yang kini menjadi istrinya itu terbangun, meski masih setengah sadar. Arkan nyaris tertawa melihat rambut Kayla yang awut-awutan dan wajahnya yang masih mengantuk. Keadaannya begitu menggemaskan dan rapuh hingga membuatnya ingin memeluk erat. Kayla adalah makhluk paling murni yang tak pernah ia bayangkan bakal ia nikahi, polos sekaligus memesona.

Tubuh Kayla sedang pulih dari memar dan luka-luka lainnya. Terapisnya meresepkan rendaman herbal di bak mandi, minyak untuk pijatan, ditambah obat-obatan yang diminta sang dokter spesialis. Tubuhnya kini nyaris pulih sepenuhnya.

"Halo, istriku." Arkan mengecup kening Kayla.

Kayla merasa bahagia, tetapi sekaligus lelah dan sedikit nyeri. Begitu menyadari keadaan rambutnya, ia buru-buru bangkit.

"Suami, lihat rambutku berantakan sekali," serunya sambil meraih sisir untuk merapikannya.

Setelah selesai, ia kembali ke ranjang.

"Kau tetap secantik biasanya," ujar Arkan sambil merengkuhnya ke dalam pelukan.

Bagi Kayla, semua ini seperti mimpi. Arkan menaburkan kecupan-kecupan kecil di pipinya, tapi ketika bibirnya mencapai leher gadis itu, bangkit kembali gairah yang tak bisa Kayla lupakan dari malam beberapa jam yang lalu.

Hal yang sama terjadi pada Arkan; hasratnya telah siap untuk babak berikutnya. Tanpa banyak kata, ia mulai menggoda istrinya, yang tak ragu menyerahkan diri lagi dan lagi.

Meski nyaris tak percaya, Arkan menyadari hari sudah agak siang dan Kayla harus makan. Selagi istrinya mandi, ia memerintahkan agar disiapkan sarapan yang bergizi.

DI KABIN HUTAN

Jeritan kesakitan dari para korbannya perlahan mereda; tak sanggup menahan nyeri, mereka satu per satu jatuh pingsan.

Lelaki itu telah meminta izin untuk menemui Arkan, dan sang bos mafia menyetujuinya, tetapi tak menyebutkan kapan.

Bagi Arkan, tak penting apa pun yang hendak mereka katakan. Ia sudah membalaskan dendam adiknya, tetapi yang terutama, dendam untuk istrinya.

Bertahun-tahun dalam kedudukannya sebagai bos mafia, tak pernah muncul masalah, sampai lelaki itu nekat mengusik adiknya dan menipunya agar menikahi seorang putri yang ternyata bukan putri sungguhan.

Ketika ia sadar dirinya tak sanggup menghukum gadis yang jelas-jelas tak bersalah, ditambah setelah melihat kerusakan yang ditimbulkan si keparat itu pada Kayla, ia sepakat dengan Niko untuk melegalkan pernikahan mereka. Ia tahu, begitu lelaki itu menyadari tipuannya telah terbongkar, ia pasti berusaha merebut Kayla kembali. Tentu saja Arkan takkan mengizinkannya, maka ia mengamankan gadis itu dengan ikatan pernikahan yang sah.

Ia telah menamatkan banyak musuh bertahun-tahun silam, tetapi belum pernah ia menghadapi sekumpulan pesakitan sesadis keluarga reptil itu.

Ia bahkan tak peduli apa yang bakal terjadi pada mereka. Ia sudah menegaskan kepada para algojo untuk memperlakukan mereka sesuai keahlian mereka, dan para pembunuh itu takkan menaruh belas kasihan sedikit pun. Mereka tahu betul kerusakan yang ditimpakan pada istri sang bos, termasuk pada adiknya, dan pada Arkan, mereka sepenuhnya setia.

"Apa yang ingin mereka katakan?" tanyanya kepada salah satu algojo.

"Kami sudah berhenti mencambuk gadis itu, hanya pukulan dan…"

Arkan tak perlu menebak apa yang dilakukan anak buahnya; ia hafal metode mereka terhadap para penyerang, para musuh.

"Tidak masalah," jawabnya tanpa secuil pun penyesalan.

Ia melangkah tegap memasuki tempat menjijikkan itu, menatap mereka seolah-olah mereka makhluk paling tak berarti.

"Mereka takkan tahan lebih lama lagi," katanya. "Kurangi kadar pukulan, biarkan mereka beristirahat beberapa hari."

Itu hanya kelakar getir. Kayla menanggung siksa bertahun-tahun, sementara mereka baru sebulan. Ia takkan mengalah; mereka harus jauh lebih menderita. Ia memandangi mereka penuh kebencian, dan lelaki itu mengenalinya.

"Kumohon, kasihanilah kami," ucap lelaki itu dengan suara nyaris habis, dari mulut yang hampir remuk.

"Apa kau pernah sekali saja mengasihaninya?" Arkan menatapnya lurus tanpa reaksi. "Alih-alih meminta ampun padaku, mintalah padanya, tapi cukup di dalam hatimu, karena dia takkan pernah lagi menginjakkan kaki di tempat seperti ini."

"Kumohon," lelaki itu memelas, "aku menyesal, aku akan meminta maaf padanya." Lalu ia menoleh ke arah putri dan istrinya, dan mengucapkan sesuatu yang tak pernah terbayangkan siapa pun.

"Kuserahkan putri dan istriku padamu." Kalimat itu meluncur begitu saja. "Lakukan apa pun yang kaumau pada mereka. Kau bisa melelang mereka; ada pasar yang berani membayar mahal." Ia berkata penuh harap. "Vera masih sehat, organ-organnya pasti dibeli dengan harga tinggi."

Sang bos mafia terperangah mendengarnya.

"Siapa yang bilang padamu, monster keparat, bahwa aku ini sepertimu?" Kebenciannya membuncah lebih besar dari sebelumnya. "Kebejatan semacam itu hanya dilakukan orang sakit sepertimu."

"Kau akan dapat miliaran," lelaki itu tetap memaksa. "Lepaskan aku dari semua ini, dan aku berjanji akan lenyap. Kau takkan pernah mendengar kabarku lagi, kau takkan pernah punya masa—"

Sebuah tinju keras menghantam wajahnya, melemparkannya ke lantai. Ia tak bangkit lagi, jatuh pingsan.

Arkan tak sanggup mengukur betapa besarnya kebejatan dari ucapan lelaki itu. Sungguh menjijikkan.

Vera mendengar semuanya. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa muak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!