Indonesia
NovelToon NovelToon
MENANTANG PARA DEWA

MENANTANG PARA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:702
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​"Jika menyelamatkan dunia harus mengorbankanmu... maka akan kubakar seluruh langit hingga menjadi debu!"

​Lima ratus tahun lalu, Bencana Langit merobek Benua Tianlan. Di tengah reruntuhan yang membara, Mo Xie hanya bisa menyaksikan tangan Chu Yurou—gadis yang dicintainya—hancur memudar menjadi serpihan cahaya. Janji polos masa muda mereka hancur, berganti menjadi dendam yang membakar jiwa.

​Berbekal Pedang Kehampaan yang terlarang dan Inti Es Purba di Dantiannya, Mo Xie bangkit dari abu kehancuran. Bersama Xue Qingyue—Peri Es dari Sekte Es Abadi—ia menelusuri batas dimensi demi mengumpulkan kembali serpihan jiwa yang hilang.

​Bagi para Dewa, ia hanyalah serangga fana yang menantang takdir. Namun bagi Mo Xie, selama jiwanya belum padam, takhta langit adalah sasaran berikutnya.

​"Dunia ini tidak lagi butuh penyelamat. Yang mereka butuhkan... adalah pembalasan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 16: PEMBURU DARI KEHAMPAAN

​WUUUSH! WUUHHHSSS!

​Deru angin badai mendadak terbelah saat Lu Cang melesat maju tanpa membuang waktu satu detik pun. Tubuh tegapnya melesat bagai batu meteor yang dihantamkan dari langit, meninggalkan jejak salju yang beterbangan tinggi di belakangnya. Dengan dengusan yang menggetarkan lembah, ia mengayunkan gada besi raksasanya secara horizontal.

​Ukiran segel di lengan kanannya menyala keemasan dengan sangat terang. Sapuan gadanya memicu gelombang kejut Qi yang begitu dahsyat hingga entitas-entitas Void terdepan yang baru saja merangkak keluar dari celah langsung hancur berkeping-keping sebelum sempat menapakkan kaki di tanah.

​Di saat yang sama, Feng Yue bergerak dengan keanggunan yang mematikan. Tubuhnya melayang perlahan beberapa senti di atas permukaan salju, jubah gaun sutra hitamnya berkibar malas ditiup angin kencang. Kedua tangan lentiknya bergerak cepat di udara, merapal formasi-formasi segel kuno dari energi ungu gelap yang pekat.

​Dari formasi Qi yang terbentuk di belakang punggung Lu Cang, puluhan bilah bayangan hitam pekat melesat keluar dengan kecepatan tinggi. Bilah-bilah itu menyusuri jalur serangan Lu Cang, menusuk dan mengunci entitas-entitas Void yang mencoba mengepung sang praktisi zirah perunggu dari titik buta. Kombinasi sempurna langsung tercipta di antara dua praktisi Awakened puncak itu—sebuah tontonan pembantaian yang efisien dan penuh kepastian.

​Pertempuran besar kembali pecah di ujung perbatasan selatan.

​"Kita juga bergerak, Mo Xie!" seru Xue Qingyue, menyentakkan pedang kristalnya hingga memercikkan bunga-bunga es yang tajam ke udara. "Jangan sampai kita tertinggal oleh kesombongan mereka!"

​Mo Xie tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk mantap, namun gestur sederhana itu sarat akan tekad yang membara.

​Mata kiri Mo Xie yang membawa esensi Inti Es Abadi mendadak berkilat dengan pendar biru gletser yang sangat dingin, memperlambat visual laju badai dan memetakan setiap pergerakan musuh di depannya.

​Di saat yang sama, pendar gelap dari Pedang Kehampaan di tangan kanannya berdenyut kencang bagai detak jantung entitas yang kelaparan. Semburat Qi Kegelapan membungkus bilah pedangnya dengan sempurna, mendesis keras siap mengikis apa pun yang berani menghalangi jalannya.

​"Akan kutunjukkan pada mereka..." gumam Mo Xie rendah, menyeringai tipis di balik jubah hitamnya yang koyak ditiup angin. "...bahwa ranah Mortal ini tidak selemah yang mereka kira."

​Dengan satu sentakan kaki yang kuat di atas salju hitam, Mo Xie melesat maju di samping Xue Qingyue, siap mengukir jalannya sendiri di tengah medan pertempuran yang membara!

​SRAAAKKK!

​Mo Xie melesat maju bagai bayangan hitam yang membelah badai abu.

​Melalui penglihatan Inti Es Abadi, visual di sekitar Mo Xie melambat drastis. Ia bisa melihat arah tebasan cakar tiga entitas Void berbentuk binatang iblis yang menerjang ke arah sayap kiri pertahanan Lu Cang. Titik-titik lemah pada sendi-sendi korosif makhluk itu terpeta jelas di mata kirinya yang bersinar biru gletser redup.

​"Xue Qingyue, bekukan tumpuan mereka!" seru Mo Xie tajam saat ia melompat ke posisi buta entitas terdepan, membiarkan tubuhnya bergerak menyusuri bayangan di atas salju.

​"Mengerti!" sahut Xue Qingyue cepat.

​Praktisi wanita itu tidak membuang waktu. Sambil berlari anggun di samping Mo Xie, ia merendahkan pedang kristalnya ke arah tanah—mengalirkan gelombang Hukum Es murni. Ratusan jarum es mencuat seketika dari dalam permukaan salju dan menghujam kaki-kaki entitas tersebut, mengunci mereka di atas tanah bersalju yang membeku paksa.

​Saat gerakan musuh terhenti selama beberapa detik berkat Hukum Es Xue Qingyue, Mo Xie muncul tepat di atas kepala entitas terbesar. Tangan kanannya yang terbalut kain hitam mengencang, menyalurkan seluruh sisa Qi Kegelapan ke bilah pedangnya.

​"Tebasan Kehampaan!"

​Mo Xie mengayunkan pedang hitamnya dengan dua tangan. Tebasan itu melepaskan gelombang energi berbentuk bulan sabit ungu-keperakan jarak dekat yang mematikan.

​CRASHHH! BOOM!

​Tebasan itu tidak hanya memotong tubuh entitas pertama menjadi dua bagian, tetapi gelombang korosifnya terus melesat menghantam dua entitas di belakangnya. Energi kehampaan tersebut langsung melumat lapisan pelindung mereka, membakar raga hitam mereka hingga mengelupas dan membusuk menjadi abu dalam hitungan waktu sebelum sempat beregenerasi.

​Lu Cang yang sedang menghantam gada besarnya di bagian tengah menoleh sekilas. Seringai kasarnya semakin melebar saat melihat efisiensi serangan kombinasi Mo Xie dan Xue Qingyue.

​"Hoi, Feng Yue! Lihat bocah Mortal itu! Tebasannya memiliki sifat korosif kehampaan... menarik sekali, bukan?"

​Feng Yue yang masih melayang di udara hanya mendengus dingin, meski mata hitam legamnya tidak bisa menyembunyikan rasa sedikit terkejut melihat bagaimana seorang praktisi fana mampu menggunakan energi kehampaan yang begitu pekat tanpa kehilangan kewarasannya.

​"Masih terlalu dini untuk memujinya, Lu Cang. Celah itu belum juga menutup."

​Tepat setelah ucapan Feng Yue, retakan langit ungu-kemerahan di atas mereka mengeluarkan suara raungan yang memekakkan telinga. Tekanan energi hampa udara mendadak melonjak naik, membuat salju di sekitar kawah meleleh seketika menjadi cairan hitam beracun.

​Sesosok entitas baru—jauh lebih ramping, namun memancarkan aura ungu gelap yang sangat padat—mulai melayang keluar dari celah. Makhluk itu memegang sebilah sabit ganda dari kristal hitam, matanya yang merah menyala langsung terkunci pada Mo Xie, mengenali energi Pedang Kehampaan yang sejenis dengannya.

​"Mo Xie! Mundur! Itu adalah pemburu dari dimensi terdalam!" teriak Xue Qingyue, bersiap mengerahkan Hukum Es pertahanan terkuatnya untuk melindunginya.

​Namun, entitas Void itu bergerak sangat cepat, melesat lurus ke arah Mo Xie bagai kilat hitam.

​WUSH!

​Kecepatan makhluk itu benar-benar berada di luar nalar. Bahkan melalui penglihatan Inti Es Abadi di mata kiri Mo Xie, siluet pemburu dimensi itu hanya tampak seperti kilatan garis ungu-hitam yang membelah ruang. Kecepatan yang melampaui batas reaksi dari ranah Mortal.

​Sial, tidak sempat—!

​TRANGGG!!!

​Secara insting, Mo Xie hanya sempat mengangkat Pedang Kehampaan secara melintang di depan dada. Benturan logam yang memekakkan telinga terjadi seketika saat sabit ganda kristal hitam milik sang pemburu menghantam bilah pedangnya. Percikan energi ungu pekat dan hitam meledak di antara kedua senjata tersebut.

​Tekanan fisik dan Qi yang dihasilkan begitu masif. Mo Xie merasakan getaran hebat menjalar dari telapak tangannya, merobek kain hitam di pergelangan tangannya hingga darah segar mulai merembes keluar. Tubuhnya terdorong hebat, kedua kaki sepatu kainnya terseret jauh di atas salju hitam, menyisakan dua jalur parit yang dalam sebelum akhirnya ia berhasil berhenti dengan dada yang terasa sesak dan panas.

​"Kh...!" Mo Xie terbatuk, darah hangat mulai terasa di tenggorokannya.

​Pemburu dimensi itu melayang beberapa senti di depannya. Kepala makhluk yang berbentuk zirah retak tanpa wajah itu mendekat, memperlihatkan pendar merah redup dari balik celah matanya. Bukannya melanjutkan serangan, makhluk itu justru menyeringai—sebuah seringai yang anehnya terdengar langsung di dalam kepala Mo Xie melalui resonansi Qi Kegelapan yang mereka bagi.

​"Bocah fana... kau membawa kepingan kami. Kau adalah bagian dari kami..." bisik suara parau itu, bergaung langsung di dalam kesadaran Mo Xie.

​Mendengar ucapan tersebut, Mo Xie tertegun di tempat. Matanya melebar. Bagian dari mereka? Apa maksud dari ucapan makhluk ini?

​Kebingungan seketika merayapi pikirannya, membuat fokus pertahanannya goyah sejenak. Pedang hitamnya yang bergetar seolah memberikan reaksi setuju, berdenyut selaras dengan aura sang pemburu.

​"Jangan dengarkan dia, Mo Xie!" teriak Xue Qingyue dari kejauhan.

​Praktisi wanita itu melesat maju dengan kecepatan penuh, pedang kristalnya memancarkan hawa beku yang membakar udara demi memutus kontak antara Mo Xie dan sang pemburu. "Mereka adalah entitas penyesat! Mereka hanya ingin melumat jiwamu!"

​Feng Yue yang mengawasi dari belakang menyipitkan matanya dengan tajam. "Menarik... pedang bocah itu merespons hawa kehampaan dari celah tersebut secara langsung. Apakah dia benar-benar hanya seorang praktisi Mortal biasa?" gumamnya curiga.

​Sang pemburu dimensi kembali mengangkat sabit gandanya, mengabaikan kehadiran Xue Qingyue yang mendekat dan memusatkan seluruh niat membunuhnya pada Mo Xie yang masih dalam kondisi bimbang di tengah gejolak rahasia kekuatannya sendiri.

1
Septiana Athorid
Bagus dan menarik
Day Chuk
Novel yang Rekomen
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Pena Quality
keren
Kausafiksi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi
best
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!