Indonesia
NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16

Tuk!

Bunyi benturan porselen dan tumpahan air yang mendadak itu seketika membuat Zhang Li tersentak tipis. Refleks tubuhnya yang terlatih membuat tangannya tanpa sadar sedikit menegang di dekat pinggang, matanya menyipit tajam menatap ke arah meja. Ia waspada.

Namun, ketegangan itu mengendur seketika saat pandangannya hanya menangkap genangan teh hangat yang merembes ke tepi kayu.

"A-ah... Maafkan hamba, Yang Mulia," cicit Xiao Yu segera dengan nada gemetar yang dibuat teramat halus. Senyum canggung dan raut cemas langsung menghiasi wajahnya seraya ia menunduk dalam-dalam.

Bao'er yang terkejut melihat majikannya yang terkenal cekatan mendadak berpura-pura ceroboh, tahu betul ia tak boleh bersuara. Tanpa berani mengangkat kepala, Bao'er dengan sigap merangkak mendekat, merogoh kain lap dari balik lengannya untuk menyapu genangan teh di atas meja sehalus mungkin.

Zhang Li melirik genangan teh tersebut, lalu menatap Xiao Yu. Wajah Pangeran kembali datar. Menutupi refleks terkejut yang hanya muncul sesaat.

Sebagai seorang pangeran dan pemimpin, naluri kewajibannya membuat ia menatap selir muda itu sekilas. Memastikan tidak ada cedera atau kepanikan yang bisa memicu kegaduhan di kediamannya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Zhang Li singkat. Nadanya datar dan tega. Bukan berasal dari rasa peduli pribadi, melainkan murni wujud kontrol seorang penguasa yang memastikan wilayahnya tetap tertib.

"H-hamba tidak apa-apa, Yang Mulia," jawab Xiao Yu pelan masih menundukkan kepala. "Hamba hanya terlalu gugup hingga merepotkan Yang Mulia."

Di ambang pintu, Feng Chuan memperhatikan sikap tubuh Xiao Yu dengan saksama. Tidak ada indikasi bahaya, refleks bertarung, atau gelagat seorang penyusup perbatasan. Feng Chuan memberikan isyarat gelengan tipis pada Pangeran. Bersih dari jejak penyusup.

Mereka tidak tahu bahwa kemurnian rasa terkejut dan kegugupan Xiao Yu sama sekali bukan karena kehadiran Pangeran yang tiba-tiba. Melainkan karena ia menyadari sesuatu. Sepertinya ia makin yakin pria semalam itu adalah Pangeran Zhang Li sendiri.

"Tidak perlu cemas," sahut Zhang Li dingin seraya berpaling. "Pastikan saja tempat ini tetap tenang."

"Baik, Yang Mulia. Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia," balas Xiao Yu seraya membungkuk lebih dalam.

Zhang Li membalikkan badan dan melangkah keluar ruangan disusul oleh Feng Chuan.

Saat mereka baru berjalan beberapa langkah di koridor luar yang sepi, Zhang Li melirik sekilas ke arah pengawalnya.

"Bagaimana?" tanya Zhang Li pelan.

"Gadis itu tidak berbahaya, Yang Mulia," bisik Feng Chuan santai. "Refleksnya lambat, gerakannya kaku, dan dia benar-benar ketakutan saat cangkir itu tumpah. Bukan ciri-ciri pesilat atau penyusup yang kita cari semalam."

Zhang Li menghela napas tipis, merapikan jubahnya. "Benar. Dia hanya gadis penakut yang sedikit... aneh dengan lukisan anak-anak."

Feng Chuan terkekeh pelan. "Setidaknya pilihan Anda untuk memiliki selir yang 'bodoh' dan tidak ikut campur intrik politik berjalan sangat tepat, Yang Mulia."

Zhang Li hanya mengangguk. Lalu melangkah makin jauh menyusuri koridor. Suara langkah kaki rombongan pangeran perlahan memudar hingga menghilang sepenuhnya.

Sementara itu, begitu pintu kayu Paviliun Anggrek tertutup rapat dan keheningan kembali menguasai ruangan, Xiao Yu perlahan tegak.

Senyum canggung, binar penakut, dan raut wajah lugu yang tadi terpasang rapi menguap tanpa sisa. Wajahnya kembali dingin, tenang, dan dipenuhi oleh perhitungan matang seorang calon prajurit.

Bao'er menyelesaikan usapannya pada meja, lalu berdiri pelan sambil menatap majikannya dengan cemas. "Yu'er ... Kamu baik-baik saja?"

"Ya," sahut Xiao Yu. Ia berjalan pelan menuju pintu kayu yang baru saja tertutup rapat, lalu berdiri mematung di sana.

Pikirannya terus berputar cepat. Ia membandingkan kembali setiap detail fisik pria berkerudung yang menyerangnya di arena perbatasan semalam dengan sosok Pangeran Zhang Li yang baru saja berdiri beberapa jengkal di depannya.

Garis rahang yang tegas di bawah cahaya lilin, lebar bahu yang kokoh, tumpuan tumit saat berbalik, hingga aroma samar angin perbatasan yang tertinggal di jubah kemewahan sang Pangeran... Semakin ia mengingatnya, semakin banyak kemiripan yang tak bisa lagi dianggap sekadar kebetulan.

Xiao Yu melirik ke arah pintu kayu yang tertutup rapat, menyipitkan matanya seraya berkata tegas, "Sepertinya aku salah mengira kalau orang yang menyergapku semalam adalah pengawal Pangeran, Bao'er..."

Bao'er mengerutkan kening, terkejut mendengar arah pembicaraan itu. "A-apa yang Nona katakan?"

"Orang yang menghadangku tadi malam bukan Feng, pengawal. Tapi Pangeran sendiri," sahut Xiao Yu. Ada kilat terkejut yang melintas sejenak di matanya saat menyuarakan kenyataan itu, namun dengan cepat berganti menjadi sorot mata dingin yang penuh taktik.

Mata Bao'er seketika membelalak lebar. Ia dengan refleks menutup mulutnya sendiri rapat-rapat agar cicitan syoknya tidak meloloskan suara sedikit pun ke luar ruangan.

"Tapi aku belum bisa yakin. Harus memastikan lagi," kata Xiao Yu.

"Apalagi yang ingin kamu lakukan Yu'er?" Bao'er cemas.

"Tenang saja." Xiao Yu tersenyum dan menenangkan. Ia belum bisa memastikannya seratus persen hari ini. Dia harus segera mencari tahu kebenarannya sendiri tanpa memberi tahu Bao'er.

*

*

*

Lilin-lilin di ruang baca Pangeran Zhang Li berpendar remang. Suasana hening. Hanya terdengar gesekan pena bulu dan derap napas halus dua pria di dalam ruangan.

Zhang Li duduk di balik meja kayu hitamnya yang megah. Jemarinya yang panjang mengusap dagu seraya sepasang mata elangnya menatap lurus ke depan. Di dekat jendela, Feng Chuan berdiri tegak bersedekap, menunggu perintah dengan raut wajah serius.

"Bagaimana penilaianmu, Feng Chuan?" suara berat Zhang Li memecah keheningan.

Feng Chuan melangkah dua tindak mendekati meja. "Hamba telah mengamati gerak-gerik dan respons refleks para selir. Hingga aroma di setiap paviliun, Yang Mulia. Banyak aroma yang mirip, tapi banyak kecurigaan yang besar."

Zhang Li menyandarkan punggungnya, memberi isyarat agar pengawal setianya itu melanjutkan.

"Selir Kui di Paviliun Mawar dan Selir Huo Yan di Paviliun Merak... fokus utama mereka hanyalah dominasi dan intrik politik antar-selir," ujar Feng Chuan tenang. "Mereka berdua terlalu tinggi hati untuk bermain kotor di lumpur seperti penyusup semalam."

"Dan Selir Lan?" tanya Zhang Li lagi.

"Wanita di Paviliun Melati itu terlalu penakut. Tapi justru seperti menyembunyikan sesuatu," sahut Feng Chuan tanpa ragu. "Ketegangannya memang murni karena rasa takut yang berlebihan pada Yang Mulia. Tubuhnya gemetar bukan karena menyimpan keahlian bertarung, melainkan karena jiwanya yang memang lemah. Ia sama sekali tidak berbahaya."

"Tapi perlu di waspadai," imbuh Zhang Li.

"Benar, Yang Mulia. Ketakutan berlebihan itu agak aneh." Feng Chuan setuju.

1
Kustri
siapa yg mengirim pembunuh bayaran?
selama ini tk ada yg mencurigakan🤔
Kustri
siapkan lehermu kui⚔️
Kustri
eh, emg sdh ada istulah hipotermia🤔
Kustri
oalah... knp pelayan gk lgsg lapor sih, udh malam!
Kustri
dmn pelayan lan & yu?
apa mrk gk lapor klu majikan'a tdk disamping'a? 🙄
°RhaiKen™
aaaaaaaa.... ketahuan /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Anggye syahab
sukaaa sekali sm ceritanya
Kustri
oalah... lan disukai shen mo & rupa'a cinta bersambut, qu kira lan suka sm pangeran
Kustri
selir lan memaruh hati pd pangeran
Kustri
huo yan 'jarang disentuh' berarti pernah dong😄
Kustri
inisih senjata makan tuan😄
Nia mie
❤️❤️❤️
Nurul Boed
ditunggu up nya kak 😍😍
Anggye syahab
Alur ceritanya sangat bangussss
Anggye syahab
wach kak..ceritanya kerennn..bisakah..update lagi kak..aku tunggu yaa🤗
Mineaa
waaahh....akhirnya...💪
Nia mie
deg deg_an... lanjut thorrr.semangaddd💪
Nurul Boed
Ngak sabar nunggu up nya lagi kak 😍😍
Nurul Boed
wah wah semakin seruuuuu 😍😍😍😍😍
Nia mie
makin penasaran . semangat thoorr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!