Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.
Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lanjut bab 16
Maya menatap Leo dalam-dalam, berusaha mencerna setiap kata yang diucapkan suaminya. Keputusan ini terdengar berisiko, namun logika bisnis dan naluri bertahan hidupnya mengakui kebenaran taktis di balik rencana tersebut. Bergerak dalam konvoi resmi dengan pengawalan sirine justru akan menjadikan mereka target empuk yang terpampang jelas di sepanjang jalan tol menuju Cikarang.
Baik," sahut Maya tegas, mengambil alih kembali kendali atas emosinya. "Berikan aku waktu sepuluh menit untuk menyelesaikan penandatanganan dokumen RUPS dan menginstruksikan sekretaris agar mengunci ruang arsip utama."
Leo memberikan satu anggukan hormat yang presisi. "Saya tunggu di area parkir khusus executive basement 1. Gunakan jalur lift pribadi, jangan lewat lobi utama tempat para wartawan berkumpul."
Pria itu kemudian berbalik, melangkah keluar ruangan tanpa menimbulkan suara. Maya menatap pintu kayu jati yang tertutup kembali, merasakan sisa-sisa kehangatan dari sentuhan Leo di pipinya yang masih membekas pelan. Ia menarik napas dalam-dalam, merapikan blazernya, lalu segera memanggil sekretaris pribadinya untuk menuntaskan administrasi darurat.
Sepuluh menit kemudian, Maya sudah berada di dalam lift khusus yang meluncur cepat menuju Basement 1. Begitu pintu lift terbuka, ia melangkah keluar dan menemukan sebuah SUV hitam tanpa logo Maheswari Group sudah menyala di slot parkir paling ujung. Kaca mobilnya yang gelap gulita memantulkan lampu temaram basement.
Leo membukakan pintu depan penumpang saat melihat Maya mendekat. Kali ini, ia telah melepas jas hitamnya, menyisakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga sebatas siku memperlihatkan otot pergelangan tangannya yang kokoh serta bekas luka tipis yang terselip di balik kulitnya.
Kita menggunakan kendaraan taktis tanpa pelacak GPS standar korporasi," kata Leo saat Maya masuk dan duduk di kursi samping pengemudi. Ia menutup pintu dengan ketukan mantap, lalu memutari bagian depan mobil dan mengambil posisi di belakang kemudi.
Bagaimana dengan tim keamanan internal di Cikarang? Apakah mereka sudah dihubungi?" tanya Maya seraya mengenakan sabuk pengamannya.
SUV itu meluncur halus keluar dari area parkir, menyusup ke tengah padatnya lalu lintas Jakarta siang itu tanpa menarik perhatian sedikit pun.
Saya belum menghubungi kepala keamanan di sana," jawab Leo tenang, matanya sesekali melirik kaca spion untuk memastikan tidak ada kendaraan yang mengorintasi pergerakan mereka. "Ada indikasi bahwa aliran dana Konsorsium Helios tidak hanya masuk ke kantong Paman Anda, tapi juga menyusup ke jajaran manajemen operasional fasilitas Cikarang. Menghubungi mereka sekarang sama saja seperti memberi tahu Helios bahwa kita sedang datang."
Dada Maya berdesir. Skala pengkhianatan di dalam perusahaannya ternyata jauh lebih dalam dan berakar dari yang ia bayangkan selama ini.
Jadi kita datang tanpa pemberitahuan?" Maya menoleh, menatap profil samping wajah Leo yang tampak begitu tegas di bawah terpaan sinar matahari siang yang menembus kaca depan.
Tepat. Kita melakukan inspeksi mendadak," sahut Leo seraya memindahkan transmisi dan menambah kecepatan saat mobil memasuki jalan tol Jakarta-Cikampek. "Saya sudah menempatkan dua orang kepercayaanku di luar pagar fasilitas sejak satu jam lalu. Mereka mengonfirmasi ada aktivitas bongkar muat barang ilegal di area laboratorium server belakang."
Maya menyandarkan punggungnya di jok kulit SUV tersebut. Rasa lelah secara fisik akibat pertarungan RUPS tadi pagi mendadak menguap, berganti dengan adrenalisasi tajam. Namun di balik ancaman besar yang mengintai fasilitas riset AI milik keluarganya, keberadaan Leo di sampingnya memberikan rasa aman yang tak tergoyahkan.