Indonesia
NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dewa Pedang

Reinkarnasi Dewa Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Di puncak kejayaannya, Ye Xuan — dijuluki Dewa Pedang Sembilan Langit — nyaris mencapai keabadian sejati setelah tiga abad menempa jalan pedang tanpa tanding. Namun pada malam pendakiannya, saudara seperguruan yang paling ia percaya menikamnya dari belakang, bersekongkol dengan kekuatan tersembunyi yang selama ini bergerak dalam bayangan. Jiwanya tercerai-berai, terlempar melintasi ruang dan waktu selama tiga ratus tahun.
Kini, jiwa itu terbangun di dalam tubuh Lin Mu, putra bungsu Klan Lin yang dianggap sampah — pemuda tujuh belas tahun dengan meridian yang rusak parah, sasaran hinaan seluruh kota kecil di Perbatasan Utara, dan baru saja dipukuli setengah mati oleh tunangannya sendiri dari Klan Zhao di depan umum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 — Murid Dalam yang Dipertanyakan

Kabar tentang penerimaan langsung Lin Mu sebagai murid dalam menyebar cepat ke seluruh penjuru Sekte Awan Putih, memicu gelombang bisik-bisik dan tatapan penasaran setiap kali ia melintasi halaman utama menuju asrama murid dalam.

"Baru datang hari ini, langsung jadi murid dalam?" seorang murid berbisik pada temannya, cukup keras hingga terdengar oleh Lin Mu yang lewat di dekatnya. "Aku sudah tiga tahun berjuang naik dari murid luar, dan dia langsung melompati semuanya begitu saja."

Lin Mu memilih untuk tidak menanggapi, melangkah tenang menuju kamarnya yang baru. Ia sudah menduga reaksi semacam ini akan muncul cepat atau lambat—keistimewaan selalu mengundang kecemburuan, terutama di lingkungan yang mengagungkan kerja keras dan hierarki ketat seperti sebuah sekte besar.

Sore harinya, ia menyempatkan diri mencari Jiang Ling di halaman pendaftaran murid luar, menemukan sahabat barunya itu tengah melompat kegirangan sambil memeluk selembar kertas pengumuman.

"Lin Mu! Aku diterima!" serunya begitu melihat kedatangan Lin Mu, wajahnya berseri-seri. "Sebagai murid luar, memang bukan pencapaian sehebat dirimu, tapi tetap saja—aku diterima!"

"Selamat, Jiang Ling," Lin Mu tersenyum tulus, benar-benar senang mendengar kabar itu. "Kerja kerasmu terbayar."

Mereka berjalan bersama menyusuri halaman sekte sambil bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing selama proses seleksi, hingga langkah mereka terhenti oleh sekelompok murid dalam yang berdiri menghalangi jalan menuju asrama.

Di tengah kelompok itu, seorang pemuda tegap dengan pedang tersampir di punggungnya melangkah maju, wajahnya dipenuhi keangkuhan yang tak disembunyikan. Han Zhengyu, salah satu murid dalam paling menonjol dari angkatan senior, murid kesayangan Tetua Pedang sekte, dikenal luas karena bakatnya yang luar biasa dan kesombongannya yang setara.

"Jadi kau yang disebut-sebut seluruh sekte hari ini," Han Zhengyu berkata, memandang Lin Mu dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Murid dalam tanpa melalui ujian yang semestinya. Aku penasaran, kekuatan macam apa yang membuat para tetua begitu terburu-buru menerimamu."

"Aku tidak meminta perlakuan khusus," Lin Mu menjawab tenang. "Para tetua yang membuat keputusan itu sendiri."

"Alasan yang mudah diucapkan," Han Zhengyu mendengus. "Di sekte ini, setiap murid dalam harus membuktikan diri lewat pertarungan resmi di Panggung Uji, bukan sekadar formasi altar yang bisa saja dimanipulasi dengan trik tertentu. Aku menantangmu, Lin Mu—buktikan di depan seluruh sekte bahwa kau memang layak berdiri sejajar dengan kami, bukan sekadar diterima karena belas kasihan tetua yang terpesona cerita menarik."

Bisik-bisik antusias menyebar di antara murid-murid yang mulai berkumpul mendengar tantangan itu. Pertarungan antara murid dalam baru dan salah satu bintang angkatan senior jelas menjadi hiburan yang jarang bisa mereka saksikan.

Jiang Ling menarik lengan Lin Mu cemas, berbisik pelan. "Han Zhengyu sudah mencapai Fondasi Emas tahap awal, Lin Mu. Ia salah satu murid terkuat di angkatannya. Kau baru saja tiba, belum sempat beristirahat dari perjalanan panjang—"

"Aku terima tantanganmu," Lin Mu memotong, menatap lurus ke mata Han Zhengyu tanpa gentar sedikit pun.

Senyum puas terukir di wajah Han Zhengyu, jelas tak menyangka tawarannya akan diterima secepat itu. "Berani juga. Baiklah—besok pagi, di Panggung Uji, seluruh sekte akan menyaksikan apakah kau benar-benar layak menyandang gelar murid dalam, atau hanya keberuntungan sesaat yang akan segera terbongkar."

Ia berbalik pergi bersama rombongannya, meninggalkan gelak tawa dan bisikan penuh antisipasi dari para murid yang menyaksikan pertukaran itu.

Jiang Ling menatap Lin Mu dengan campuran kekhawatiran dan keheranan. "Kenapa kau menerimanya begitu saja? Fondasi Emas tahap awal jauh di atas Pengumpulan Qi tahap pertama, Lin Mu. Bahkan aku yang tidak begitu paham soal pertarungan tahu ini bukan pertandingan yang seimbang."

"Selisih realm memang nyata," Lin Mu menjawab, mulai berjalan kembali menuju asramanya dengan langkah tenang, "tapi realm bukan satu-satunya ukuran kekuatan sejati, Jiang Ling. Aku sudah membuktikan itu sekali di turnamen kotaku dulu, dan aku akan membuktikannya lagi besok."

Malam itu, di kamarnya yang sederhana di asrama murid dalam, Lin Mu duduk bersila mengatur napas, mempersiapkan diri bukan hanya secara fisik, tapi juga mengingat kembali fragmen-fragmen teknik lama yang mungkin dibutuhkan untuk menghadapi lawan setingkat Fondasi Emas dengan kondisi tubuhnya yang masih jauh dari kekuatan penuh.

Han Zhengyu bukan Mo Yin, pikirnya, mengingat kembali pertarungan sengit melawan pembunuh Aula Bayangan beberapa minggu lalu. Tapi kesombongannya bisa menjadi kelemahan terbesarnya, jika aku bermain dengan cukup sabar.

Di luar jendela kamarnya, bulan bersinar terang di atas Pegunungan Awan Putih, menerangi jalan menuju pertarungan yang akan menentukan bagaimana seluruh sekte memandangnya sejak hari pertama ia menginjakkan kaki di sana.

1
Ilham Yono
mulai ada titik terang
semngat thor/Determined/
Ilham Yono
hem ...cukup menegangkan/Determined/
Ilham Yono
👍👍👍👍👍 good
Ilham Yono
langkah cerdik🤯
Ilham Yono
alur cerita bagus ..laut cerita yang runtut, tidaknyerlalu cepat dan tidak lambat juga..nice story
Ilham Yono
nice ude, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh
Aisyah Suyuti
seru
Ilham Yono
di tunggu Thor lanjutannya
Ilham Yono
ada ancaman tersembunyi
Ilham Yono
fightings
Ilham Yono
good battle
Ilham Yono
finely
Ilham Yono
musuh yang bergerak dibalik bayangan/Grimace//Joyful/
Ilham Yono
hem...aula bayangan... Shadow recruit
Ilham Yono
aula bayangan muncull assassin's mo yin
Ilham Yono
feeling good
Ilham Yono
bahaya mengintai
Ilham Yono
good feeling
Ilham Yono
hem/Facepalm//Determined/
Ilham Yono
hem.....musuh bergerak dalam bayangn/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!