Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16: Rapat koordinasi tiga pendengar rahasia

Malam itu, di dalam ruang kerja rahasia Paviliun Awan Biru yang dijaga ketat oleh pasukan khusus, sebuah pertemuan yang paling tidak masuk akal dalam sejarah dinasti sedang berlangsung.

Tidak ada lilin yang menyala terang, hanya ada sebuah lampion kecil di tengah meja. Di ruangan itu duduk tiga orang dengan ekspresi super serius: Pangeran Mo Cheng, Komandan Muda Xie Jian, dan pelayan pribadi Xiao Mei. Jika ada orang luar yang melihat, mereka pasti mengira ketiga orang ini sedang merencanakan kudeta militer rahasia.

Padahal, agenda rapat malam ini jauh lebih krusial: menyelamatkan kepala Xie Yufei agar tetap menempel di lehernya.

"Jadi..." Pangeran Mo Cheng membuka suara, memecah keheningan dengan nada berat. "Kalian berdua juga bisa mendengar jeritan batin Nona Xie sejak hari dia tenggelam di kolam?"

Brak!

Xie Jian langsung bersujud dengan dahi menempel di lantai kayu. "Mohon ampun yang sebesar-besarnya, Yang Mulia! Hamba bersumpah demi leluhur keluarga Xie, adik hamba tidak menggunakan sihir hitam! Jiwanya... jiwanya hanya agak geser dan bising sejak bangun tidur! Hamba siap dihukum jika kata-kata absurdnya menyinggung Anda!"

Di sebelahnya, Xiao Mei ikut bersujud sambil gemetaran, air matanya hampir tumpah. "M-mohon ampun, Yang Mulia Pangeran! Nona Muda benar-benar orang baik! Meskipun hamba tidak tahu apa itu '17 Agustusan', 'anak IPA', atau 'seblak', tapi hamba bersumpah Nona tidak punya niat jahat pada siapa pun!"

Pangeran Mo Cheng menghela napas panjang, lalu mengangkat tangannya memberi isyarat agar mereka bangun. "Berdirilah. Jika aku ingin menghukumnya, aku sudah melakukannya sejak dia mengatai tenggorokanku 'amandelan'."

Mendengar itu, Xie Jian dan Xiao Mei langsung saling pandang dengan wajah merah padam, menahan malu sekaligus lega yang luar biasa.

"Isi kepala gadis itu adalah rahasia tingkat tinggi," lanjut Pangeran Mo Cheng dengan tatapan mata yang menajam serius. "Kalian tahu sendiri betapa rigidnya aturan istana. Jika dia sampai tidak sengaja membatin hal-hal aneh seperti menyebut Kaisar 'bapak-bapak korporat' atau membocorkan rahasia masa depan di depan ayah handa Kaisar, dia bisa langsung dieksekusi atas tuduhan makar atau kesurupan roh jahat."

Xie Jian menegakkan tubuhnya, wajahnya berubah menjadi mode komandan militer yang protektif. "Tepat, Yang Mulia. Kita harus membentuk aliansi pelindung. Mulai hari ini, kita bertiga harus pura-pura tidak tahu apa-apa di depannya. Jangan sampai dia sadar kalau siaran langsung pikirannya bocor ke kita."

"Benar, Tuan Muda," sela Xiao Mei yang mulai berani angkat bicara. "Hamba akan bertugas menjaga gerak-gerik Nona di kediaman. Jika Nona mulai berniat melakukan eksperimen aneh seperti meracik 'kecap jeruk nipis' atau 'sianida', hamba akan langsung mengirim kode rahasia kepada Anda berdua."

Pangeran Mo Cheng mengangguk setuju. "Dan aku akan memastikan dia tetap berada di bawah pengawasanku sebagai Penasihat Rahasia. Jika musuh politik mencoba memancing otaknya, kita akan bertindak sebelum dia sempat bertindak di luar."

Maka malam itu, Aliansi Tiga Pendengar Rahasia resmi terbentuk secara terselubung.

Setelah Xie Jian dan Xiao Mei pamit undur diri, Pangeran Mo Cheng tetap tinggal di ruang kerjanya. Dia berjalan menuju jendela, menatap bulan purnama yang bersinar terang di langit malam.

Tiba-tiba, sang pangeran menyentuh dadanya sendiri. Di sana, jantungnya berdegup dengan ritme yang tidak biasa. Pangeran Mo Cheng tersenyum tipis sebuah senyuman tulus yang sangat langka dan penuh kehangatan.

Di dunia istana yang penuh dengan topeng kepalsuan, di mana setiap menteri berbicara dengan metafora yang penuh duri, dan setiap selir tersenyum manis namun menyembunyikan belati, hanya isi kepala Xie Yufei-lah yang paling jujur. Gadis itu tidak pernah berpura-pura di dalam hatinya. Dia memujinya tampan dengan jujur, mengeluh capek kerja dengan jujur, bahkan mengumpat musuh dengan sangat blak-blakan. Kejujuran absurd itulah yang perlahan-lahan mulai menumbuhkan benih-benih cinta di lubuk hati sang pangeran dingin.

"Xie Yufei... kau benar-benar jiwa yang aneh, tapi entah mengapa, aku tidak ingin kehilangan kebisikan di kepalamu itu," batin Pangeran Mo Cheng lembut.

Keesokan paginya, Operasi "Ghosting SP3" dari bab sebelumnya ternyata sukses besar! Perdana Menteri Lin benar-benar mengerahkan seluruh pasukan rahasianya ke sektor utara karena mengira itu adalah strategi militer rahasia dewa.

Yufei yang baru bangun tidur langsung dipanggil ke Paviliun Awan Biru untuk menerima laporan. Begitu melangkah masuk, dia melihat Pangeran Mo Cheng sedang duduk menunggunya dengan meja yang penuh dengan camilan manis premium.

Di luar, Yufei membungkuk anggun dengan wajah polos tanpa dosa. "Yufei memberi hormat kepada Yang Mulia Pangeran. Apakah ada perkembangan mengenai surat taktik kemarin?"

Namun di dalam hatinya, Yufei langsung melompat-lompat kegirangan melihat kue-kue di meja:

(ASIKKK! Pagi-pagi udah disuguhi takjil gratis! Mas Jenderal emang pengertian banget sama gizi bawahannya. Tapi bentar, kok hari ini tatapan Mas Jenderal ke gue agak beda ya? Biasanya kan matanya dingin kayak kulkas dua pintu, kenapa sekarang natapnya rada adem dan... lembut begini? Waduh, jangan-jangan efek kecantikan gue sebagai penasihat rahasia mulai bekerja? Jantung gue jangan overthinking dulu deh ahh!)

Pangeran Mo Cheng yang mendengar kata "kulkas dua pintu" dan "overthinking" langsung berdehem pelan untuk menutupi rasa salah tingkahnya yang mendadak kambuh. Dia buru-buru menggeser piring kue ke arah Yufei dengan gerakan tangan yang sangat lembut.

"Makanlah dulu, Nona Xie. Rencanamu kemarin... berhasil total," ucap Pangeran Mo Cheng dengan nada suara yang sengaja dibuat sehangat mungkin, membuat Yufei di luar langsung mengerjapkan matanya heran.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!