Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

labubu

"may... kita sudah taken kontrak Untuk pengiriman barang-barang besar keluar negri. kamu urus semua berkas-berkasnya ya"

"baik Pak" tanpa banyak tanya maya melaksanakan perintah bosnya itu

"oh ya, kabarnya kamu mau menikah?"

"iya Pak, sekitar 3 bulan lagi"

"selamat ya, trus setelah menikah kamu mau tetap kerja atau berhenti?"

"tetap lah Pak, nabung untuk hari tua"

"nabung untuk anakmu... biaya sekolah sekarang besar may"

"iya Pak, bapak kapan menikah?" celetuk maya dan membuat kaget aji

"aku sudah punya anak may, anakku 2"

"oh ya... saya kira bapak belum menikah"

"menikah sudah, punya anak juga sudah"

"wah... pupus dunk harapan Sinta"

"sinta?"

"iya Sinta Pak.. hampir setiap hari nanyain bapak, Pak aji sudah punya pacar apa belum ya, gitu pak"

"haha... Sinta akunting?"

"iya pak"

"besok Sinta suruh ke pemakaman"

"lho... ngapain ke pemakaman pak? siapa yang meninggal?"

"suruh ke pemakaman, suruh bawa cangkul, trus suruh ngubur dalam-dalam harapannya" canda aji

Tawa 2 orang itu menggema di ruang kerja aji

hari itu aji bekerja full di kantornya, sampai lupa waktu

waktu menujukan pukul 6 sore, aji bergegas pulang. sesampainya di rumah

"tuan, mau langsung makan atau mandi dulu" ucap bik atik

"kayaknya enak mandi dulu trus makan ya bik" ucap aji masuk kedalam kamarnya. setelah aji membersihkan tubuhnya

"bik, bagaimana pembantu barunya? jadi datang?"

"jadi tuan" ucap bik atik sambil menuangkan air kedalam gelas aji

"mana orangnya bik? kok saya ndak lihat"

"namanya dwi pak, kalau jam segini dia ke mushola block sebelah, sampai isya pak"

"owww.... " ucap aji sambil manggut-manggut

"tadi dia bilang tuan, katanya mau bicara sama tuan aji"

"soal apa?" ucap aji sembari megambil nasi

"nanti saja tuan, saya bicara kalau tuan sudah selesai makan"

"ndak pa-pa sambil temani saya bik. soal apa?

"itu tuan, besok lusa dwi test di kampus, katanya dia mau minta ijin ke tuan, kerja sambil kuliah"

"wahhh bagus itu"

"boleh tuan?"

"sangat boleh bik, aku suka dengan orang yang berkemauan keras seperti dia" ucap aji sambil menikmati makanannya "kuliah dimana dia?"

"ndak tau tuan, bibik ndak tanya"

"oke, boleh. suruh atur sendiri jam kerja dia, jangan sampai kewajibannya melupakan tangung jawabnya"

"baik tuan nanti saya sampaikan"

"bagaimana orangnya bik, cantik?"

"cantik tuan, pendiam, ndak banyak tingkah"

"syukurlah... sudah tau gaji dia?"

"belum tuan"

"dia ndak tanya gaji dia berapa?"

"mungkin sudah di sampaikan oleh agen penyalurnya taun"

"di garasi ada motor nganggur, dari pada rusak suruh dia pakai , bisa buat kuliah dari pada naik ojek terus"

"baik tuan, terimakasih"

"kok bibik yang berterimakasih?"

"nanti pasti dwi juga bilang terimakasih tuan"

"iya ya? untuk uang belanja bulanan sudah aku tranfer ya bik"

"iya tuan, Untuk sekarang biar dwi aja yang belanja keluar ya tuan, dia yang lebih muda"

"atur saja bik, aku mau tau beres. oh ya bik. tolong bik atik aja yang beresin kamarku ya"

"baik tuan"

setelah menghabiskan makanannya, aji pergi dari rumah itu.

mampir ke pusat perbelanjaan terdekat membelikan mainan untuk ajeng, dan tak lupa membeli makanan pesanan ajeng

sesampainya di rumah sakit

"ayah.... " teriak ajeng ketika melihat aji masuk sambil membawa barang bawaannya di tangan

"mama kemana sayang?"

"ndak tau yah"

aji melihat tas dan ponsel Mela tergeletak di meja

"ni ayah bawain ayam... tapi ndak di geprek. kalau mau geprek sini ayah tinju biar jadi ayam geprek"

"jadi ayam jotos donk" tawa ajeng

"makan dulu baru ayah kasih mainan"

"siap yah... " ujar ajeng sambil makan ayam pesanannya

Ponsel aji berdering, pangilan masuk dari wulan. aji keluar dari ruangan itu

"mas... firman sakit"

"ya kamu bawa ke rumah sakit atau ke dokter lan"

"enteng ya kamu bilang seperti itu"

"terus aku harus ke Jogja gitu? baru pulang trus kembali lagi gitu?"

"kenapa ndak kamu bawa aku ke malang aja?"

"buat apa? sudah betul kamu disitu, seandainya disini juga kamu akan sering aku tinggal-tinggal"

"ya ndak pa-pa mas, setidaknya bisa sering ketemu sama kamu"

"ingat ya, 6 bulan lagi"

Ucap aji sembari menutup percakapannya

tak jauh dari aji berdiri, Mela mendengar percakapan aji dan wulan.

"mas"

"Mel... dari mana?"

"nebus obat. tadi itu mbk wulan?" sambil menujukan kantong berisi obat-obatan

"iya... kamu dengar?"

"sedikit"

aji dan Mela masuk kedalam ruang rawat inap anaknya

"mas, kenapa ndak mas bawa aja mbak wulan kesini"

"buat apa Mel, aku ingin menyudahi pernikahan ku dengannya"

mela mendengar itu seperti mendapatkan angin segar, kemungkinan besar dia dan aji bisa benar-benar menjadi suami istri yang sebenarnya

ajeng menghabiskan makanannya

"yah... sudah habis" ucapnya sambil melihatkan box makanannya

"pinter... karena sudah habis, ini ayah kasih hadiah" ucap aji sambil menyodorkan papper beg

"wahhh.. boneka kuromi... " ujar ajeng senang

"suka?"

"suka sekali"

"selain boneka kuromi, ajeng suka boneka apa?"

"labubu yah"

"labubu? namanya kok aneh ya?"

mela membuka ponselnya, mencari di goggle boneka labubu

"ini lho mas. labubu"

"boneka seperti ini? kamu suka?" ujar aji sambil memicingkan matanya

"iya yah.. bagus"

"bagus dari mana? serem... giginya besar-besar"

"ah ayah.... bagus yah" rengek ajeng

"iya... iya... besok ayah bawakan boneka gigi ya"

"labubu... bukan gigi"

"lha ini gambarnya gigi semua, gede-gede lagi"

"ayahhh..." rengek ajeng

"serem... kamu ndak takut kalau malam - malam boneka labubu hidup trus ngigit ajeng. Hiii... seremmmm"

"ma... ayah nakal"

mela berharap jika aji benar-benar berpisah dengan wulan, dia bisa menggantikan posisi wulan, dengan melihat kedekatan aji dan ajeng, sudah seperti anak sendiri

******

𝙙𝙞 𝙧𝙪𝙢𝙖𝙝 𝙖𝙟𝙞

"wik... kamu tadi di cariin tuan

"sekarang tuan mana bik?"

"sudah pergi lagi. kamu sih kelamaan"

"sekalian nunggu isya bik, dari pada bolak balik"

ucap dwi manyun "jadi orang kaya itu sibuk ya bik"

"iya, pulang sebentar trus pergi lagi. di rumah cuma mandi aja"

"aku tunggu sampai tuan pulang bik"

"buat apa? belum tentu pulang kapan, pulang jam berapa"

"trus apa aku bicara besok pagi aja?"

"yang mau ijin kerja sambil kuliah?"

"iya bik"

"boleh... "

"apanya yang boleh bik?"

"boleh... kata tuan kamu boleh kerja sambil kuliah"

"beneran? bik atik sudah bilang ke tuan?" ucap dwi senang

"iya... boleh. pesan tuan, selain kamu kuliah tapi harus tetap bertanggung jawab dengan pekerjaanmu"

"ahhhh... terimakasih bik atik.." ucap ajeng memeluk perempuan paruh baya itu

"trus kata tuan, di garasi ada motor, bisa kamu pakai"

"serius bik? ya ampun bik... aku senang"

"jaga baik-baik kepercayaan tuan wik, jangan kecewakan dia"

"siap... terimakasih ya bik" dwi sangat girang

"terimakasih ya Allah,,,, di beri kemudahan"

"oh ya... untuk kamar tuan, hanya aku yang boleh masuk wik"

"siap bik... aku mau ngabari bapak ibuk" ucap dwi sambil merogoh ponsel di sakunya

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!