Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:125.8k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Basa Basi Busuk

Mireya menutup mulutnya. “Maaf.”

Arven menyipitkan mata. “Untuk apa?”

“Karena saya sudah mendorong Anda.”

“Kenapa kau mendorongku?"

Mireya menggaruk kepalanya. “Ya aku kaget. Kenapa Tuan tiba-tiba tidur di belakangku?"

Arven menghela napas. Ia sendiri mencoba mengingat kenapa tiba-tiba sudah tidur memeluk Mireya.

“Tuan, tolong patuh dengan kontrak yang Tuan buat. Bukan kah kita sepakat untuk tidak saling mengganggu?”

Telinga Arven sebenarnya telah merah karena malu. Akan tetapi, ia bertahan dengan memasang muka datar seperti biasa.

Pak Can yang kebetulan lewat di depan kamar langsung membuka pintu karena mendengar keributan di kamar sang Nyonya. Saat melihat Tuan Besar-nya salah tingkah, Pak Can menundukkan kepala. Bahu pria itu bergetar.

Arven menoleh tajam. “Pak Can.”

“Ya, Tuan.”

“Jangan tertawa.”

“Saya tidak tertawa, Tuan.”

“Bahu Anda bergerak.”

Pak Can langsung berdiri tegak. “Mungkin karena tiupan angin, Tuan.”

Arven menatapnya beberapa detik. Kemudian menghela napas panjang. “Pergilah.”

“Baik, Tuan.” Pak Can segera menghilang.

Namun baru beberapa langkah, Mireya tiba-tiba teringat sesuatu.

Ia menoleh kepada Arven.

“Tuan.”

“Apa lagi?”

Mireya menunjuk ke arah jendela. “Sudah Subuh.”

Arven terdiam.

Mireya menatapnya beberapa saat. “Bukankah Tuan mau salat?”

“Aku tahu.”

“Kalau tahu, kenapa masih berdiri?”

Arven menghela napas. “Aku salat di kamar saja.”

Mireya mengangkat alis. “Di kamar?”

“Iya.”

“Kenapa?”

“Lebih tenang.”

Mireya menahan senyum. “Wah, sekarang Tuan mulai banyak alasan.”

Arven menatapnya datar. “Aku hanya ingin salat di kamar.”

Mireya mengangguk-angguk. “Baiklah.”

Arven hendak berbalik.

Namun Mireya kembali berkata, “Tapi Tuan…”

“Apa?”

“Kalau sudah menjadi suami, harus rajin salat.”

Langkah Arven berhenti. Ia menoleh perlahan.

Mireya memasang wajah polos. “Saya hanya mengingatkan.”

“Aku tidak perlu diingatkan.”

“Benarkah?”

“Benar.”

Mireya tersenyum kecil. “Bagus kalau begitu.”

Arven menatapnya curiga. “Kenapa?”

Mireya hanya menggeleng dan menyilakan Arven keluar dari kamarnya.

'Entah benar-benar menunaikan salat di sana atau hanya menghindari dirinya.' Mireya menggeleng kecil.

“Suami satu ini…”

.

.

Saat berada di meja makan, Mireya tampak telah bersih dan wangi. Begitu juga Elden. Mata Arven diam-diam terus mengamati wajah itu.

Ia merasa tak yakin, perempuan yang ia nikahi dengan syarat tak boleh saling menanyakan, saling mengganggu, kini ia tatap dengan lekat.

"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu bisa berubah? Kamu sakit?"

Mireya sedikit menelengkan kepala. Lalu menatap kedua tangannya. Warnanya lebih gelap dibanding sebelum datang ke sini. Dan, ia baru menyadari, dulu kedua tangannya terlihat lebih bulat. Sekarang bahkan, urat-uratnya sedikit keluar.

"Aku baik-baik saja, Tuan."

"Berhentilah memanggilku 'Tuan!' Aku ini suamimu, bukan tuan-mu."

Mireya mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia hanya berpikir menjadi istri hanyalah sekedar status saja. Karena di sini, ia hanya lah karyawan berstatus istri, meski sebenarnya tak sah.

"Lalu aku harus memanggil apa, Tu— Pak, Om, Bang?"

Arven terdiam. Rahangnya mengeras. “Jangan panggil aku Pak.”

Mireya mengerjapkan mata. “Kenapa?”

“Aku bukan guru sekolahmu.”

“Lalu Om?”

“Lebih buruk.”

“Bang?”

Arven menatapnya tajam.

“Memangnya aku terlihat seperti abang-abang tukang baso?”

Mireya mengamati wajahnya beberapa detik.

“Kalau begitu…”

Arven menunggu.

Mireya tersenyum kecil. “Mas Arven?”

Pria itu tampak menimbang. Entah kenapa, dua kata sederhana itu terdengar jauh lebih enak diterima daripada panggilan apa pun yang sebelumnya diajukan perempuan itu.

“Boleh lah.”

Mireya mengangguk.

“Baik, Mas Arven.” Lalu dia membuang muka dan mencabik.

'Mas Aneh,' batinnya

.

.

“Bagaimana kebunmu?” tanyanya sekadar basa-basi.

Mireya berhenti makan. Ia menatap Arven. “Maaf?”

“Kebun.”

“Oh.” Mireya kembali makan. “Baik.”

Arven menunggu. 'Hanya itu?'

“Baik bagaimana?”

“Tanahnya cukup bagus.”

Arven mengangguk. “Lalu?”

“Beberapa bagian perlu dibersihkan.”

“Setelah dibersihkan?”

“Bisa ditanami.”

Arven menunggu lagi. Mireya tetap makan.

Arven mengernyit karena perempuan itu tak menjelaskan lagi. “Tanaman apa?”

“Sayuran.”

“Ceritakan!”

Sejenak Mireya mengernyit. 'Bukannya dia sendiri bilang nggak boleh nanya-nanya?' batinnya lagi.

Arven tampak masih memperhatikannya, menunggu jawabannya.

“Rencananya mau tanam bayam, kangkung, cabai, tomat, terong.”

Arven mengangguk. “Kenapa?”

Mireya mengangkat wajah. “Kenapa apa?”

“Kenapa kau menanam semua itu?”

“Untuk dimakan.”

Arven terdiam. Pak Can menundukkan wajah. Elden terkikik. Mireya melanjutkan makan dengan tenang.

Arven menarik napas. Ia mulai menyadari ternyata Mireya ini cukup sulit diajak basa-basi.

“Kalau membutuhkan pekerja untuk membantu, katakan padaku.”

“Tidak perlu.”

“Kenapa?”

“Saya bisa sendiri, kok.”

“Lahannya dua hektare," tekan Arven yang tak percaya

Mireya mengangguk. “Saya tahu.”

“Kau mau membersihkan semuanya sendiri?”

“Iya.”

Arven menatap tangannya. Ada beberapa goresan kecil di jari Mireya. “Kenapa tidak mau aku bantu?”

Mireya mengangkat bahu. “Karena saya tidak mau merepotkan orang lain.”

Arven mengerutkan kening. “Semua pekerja di perkebunan ini bekerja untukku.”

“Ya.”

“Jadi, meminta bantuan mereka bukan merepotkan.”

Mireya tampak berpikir sejenak. Kemudian mengangguk. “Kalau begitu, nanti saya akan minta bantuan kalau benar-benar butuh. Sekarang saya masih menikmati mengolahnya sendiri.”

Arven bersandar dan menghela napas

Namun belum sempat mengatakan apa-apa, Elden sudah menyela.

“Ayah.”

“Hm?”

“Besok ikut berkebun?"

Arven langsung menatap putranya. “Ayah?”

“Iya.”

“Ayah tidak langsung turun ke kebun.”

“Sekarang ayo berkebun sama-sama,” pinta Elden lagi.

“Kenapa?”

“Karena Ibu berkebun.”

Arven menatap Mireya.

Mireya hanya mengangkat bahu. “Jangan lihat saya. Saya tidak menyuruhnya.”

Elden mengangguk penuh keyakinan. “Ayah harus ikut.”

“Tidak.”

“Harus.”

“Tidak.”

“Ibu…”

Mireya menoleh.

Elden menunjuk Arven. “Suruh Ayah ikut.”

Halloo kakakku semua, terima kasih sudah ikuti cerita baru CovieVy yaa ... Seperti biasa, mau ngemis VOTE dulu nih tiap Senin. Kalau suka dengan cerita mereka, boleh dong ya, bagi GIFT dan RATE/ULASAN BINTANG 5 nya. TERIMA KASIH... LOVE LOVE LOVE

*bersambung*

1
Yulvita Darnel
waw... masa dari 50% turun bebas menjadi 35% ada-ada saja mireya.
Dewi Habibah
bagus ceritanya
SoVay: terima kasih kk 🍅🍅🙏
total 1 replies
Yulvita Darnel
gara-gara kelaparan akhirnya lolos jadi kandidat ibu tiri, bagus juga tuh taktik.
Yulvita Darnel
ada-ada aja Thor masa iya ada pekerjaan jadi ibu tiri, boleh daftar nggak 🤣🤣🤣🤣
SoVay: tapi lowongan sudah teriso 🤣
total 1 replies
Wati Anja
semoga mireya dan keluarga barunya bahagia
Yulya Muzwar
cerita yang menarik.
SoVay: makasih kak 🍅🍅
total 1 replies
Esther
Terima kasih untuk ceritanya thor👍👍.
Ditunggu cerita selanjutnya
SoVay: yuk kakakku, mampir cerita baru aku
total 1 replies
@Tie
kq arven diem aja gk belain mireya
Sri Widiyarti
terbaik buat author bagus ceritanya 🥰
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
akhirnya selesai juga banyak pelajaran yang kita petik dari novel ini makasih banyak author semangat trus berkarya...
Yumna Attaya
bagus, ringan , mudah di ikuti
SoVay: terima kasih kakakku 🍅🍅🍅
total 1 replies
mimief
wahhhh...
ini cerita tee realistis yg pernah aku baca di sepanjang baca pernovelan si.
kenapa?
karena untuk bahagia itu sebenarnya sederhana.
kita ga perlu merubah orang lain atau memaksa keadaan yg penuh problematika biar lepas dr masa lalu.
cukup jadi diri sendiri dan merubah mindset kita sendiri si.
terimakasih atas cerita indah nya Thor.
mungkin Se savage aku mesti belajar jadi orang woles yaa🤣🤣
SoVay: udah mayan banyak nih kak episodenya 🤣
total 7 replies
mimief
wah...mang kita harus belajar Ama mireya ya ngadepin segala sesuatu nya pake kepala dingin
kalau aku udah bertanduk itu...
tapi ga bikin puas ya
kalau begini mereka yg malu sendiri
SoVay: biar kincep sendiri 🤣🤣
total 1 replies
Esther
Yang mandul Syahzan, yang dituduh Mireya.
Sekarang kalau mereka tahu Mireya hamil....bakalan heboh.
SoVay: terima kasih kakakku udah menemani sampai ke cerita ini. 🍅🍅🍅🍅
total 1 replies
Sri Widiyarti
lanjut thor semangat up-nya...
Aidil Kenzie Zie
ibunya bakalan syok kalo tau Mireya hamil dan ternyata yang mandul adalah anaknya sendiri 🤭🤭🤭
SoVay: ayuk kakakku, mampir cerita terbaru aku yuuukk
total 2 replies
Ummee
brarti syahzan tau dirinya mandul...
kira² gmn reaksi keluarga mantan jika tau mireya hamil?
SoVay: terimakasih Ummmiii...🍅🍅🍅
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bukannya mereka membagikan tomat dekat rumah tor 🤔🤔🤔trus naik mobil mau pulang kemana 🤔🤔🤔
SoVay: di jalan raya kak, jadi kan ada jalan masuk juga. emang gak terlalu jauh, tapi memilih naik mobil. itu haluku 🤣
total 1 replies
Ummee
ternyata syahzan mandul, pantas 5 thn menikah dgn mireya, mireya gk hamil²
mimief
ya ampun
bahagia itu sederhana ya ven
gaya hidup lu yg dulu,yg bebas bisa ga ngasih kebahagiaan kyk gini?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!