Indonesia
NovelToon NovelToon
Yang Tak Kasat Mata

Yang Tak Kasat Mata

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Fantasi / Tamat
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rhirie Fitri

Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku?

Segalanya terjadi begitu saja cerita hidupku seperti tak mudah seperti kisah pelik, pilu dan berbagai hal yang membuatku belajar dari setiap kesalahan dan juga kepedihan yang pernah aku alami. Jangan biarkan gelap menakutimu karna sesungguhnya, kegelapan akan mengajarimu arti tentang kehidupan dan juga arti kematian, dan aku pun menyadari setiap ada kelebihan pastinya ada kekurangan.

Aku pun selalu bertanya dibenakku, apa yang akan terjadi selanjutnya rasanya hari ini seperti bening tak terlihat dan memancarkan kebahagiaan meski aku bertanya kembali apa mungkin esok juga bahagia?. Rasanya semuanya tak pasti meski menakutkan aku mencoba mensyukurinya dan melewatinya dengan senyuman. Meski aku sadar aku bagaikan seekor burung yang berada di sangkarnya rasanya aku ingin terbang dan juga lepas terbebas dari setiap permasalahan yang aku alami tapi apakah itu mungkin terjadi? dan mungkinkah aku mampu tersenyum kembali hari esok?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhirie Fitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Tatapan Kosong

Kala itu di kamarku ada sebuah dentuman kencang yang membuat kamarku bergetar dan membuat seluruh perabotan rumah menjadi hancur.

"Duuuharrrr..x

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanyaku

"Diluar ada yang memanfaatkan pusat energi" Jawab Rizki

"Seperti nya kita harus berhati-hati" Ujar Rizki

Tiba-tiba kilat menyambar dan muncullah seorang lelaki tua yang merupakan kakekku.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kaisha

"Sepertinya kau tak sadar bahwa kau telah membangunkan aku" Jawab Kakek Edward

Semua terjadi begitu saja dan mustahil semua dapat terjadi tanpa bantuan kakek Edward.

"Aku pergi karna aku mendengar bahwa Klara kembali" Ujarnya

"Tapi kami sudah memusnahkannya" Jawab Kaisha

"Ya kau memusnahkannya tetapi roh lain bergentayangan" Ujarnya

Kenapa semua kejadian misterius tiba-tiba datang menghampiri ku, aku tak faham dan aku juga tak mengerti aku hanya berusaha menjalaninya meski sesungguhnya aku juga takut. Saat itu di rumahku kala aku sedang mandi tiba-tiba pintu terbuka sendiri dan aku gemetar dan juga kaget. Dan aku mendengar seperti suara anjing mengaum sementara di sekitar kediaman rumahku tak ada yang memelihara anjing.

"Sebenarnya ada apa sih?" Tanyaku dalam benakku

Dan sementara itu di kejauhan aku yang sedang terbaring di kamar tidurku, aku terkejut dan kaget mendengar suara perempuan yang sedang bertengkar dengan seorang laki-laki dan ternyata itu adalah ayah dan juga ibuku.

"Pertemuan terakhir kita yang mengharuskan saya untuk melepas kamu untuk yang kesekian kalinya. Mengorbankan segala-galanya, bahkan jiwa saya yang ada bersamamu, untuk yang kesekian kalinya." Ujar ayahku

"Tapi kenapa harus terjadi seperti ini kenapa sih?" Tanya ibuku

Seperti biasa aku hanya mengintip ayah dan ibuku yang sedang bertengkar.

"Sudah ku duga pasti suaranya dari ayah dan juga ibuku" Ujarku dalam hati

"Hei apa yang kamu lakukan!" Suara terdengar

"Suara siapa itu?" Tanya ku

"Seperti ada suara orang di dekat ruang kerja ayahku" Ucapku dalam hati

Aku pun mendekat, belum sampai lihat tiba-tiba...

"Hei apa yang kamu lakukan!" Ucap Ibuku

"Aku hanya sedang mau mengambil minum aja Bu" ucapku sambil berpura-pura ingin ke dapur

"Oleh ya udah habis itu tidur ya!" Ucapnya

"Iya Bu" ucapku

"Sepertinya banyak hal yang terjadi dan ku alami tapi belum sempat aku sadari" ucapku dalam hati

Kemudian aku ke kamarku kembali dan tidur.

"Banyak hal yang kau tutupi darinya" Ujar Ayahku Rizki

"Iya aku tak tahu harus bagaimana" Ucap Ibu ku Kaisha

Setiap tetesan darah setiap tetesan tinta yang tertulis seperti getaran piano yang alunannya merdu nan indah bagaimana aku bisa menjalaninya dan bagaimana bisa aku bahagia dengan apa yang telah ku perbuat, aku seperti menghancurkan egoku sendiri apa ini wajar atau penantian semata andai saja aku bisa berbisik dalam hati bahwa aku bisa aku mampu aku sanggup tapi aku hanya manusia biasa aku tidak bisa apa-apa. Aku tak mampu menjangkau di teriknya Matahari dan juga tak mampu berjalan di atas Rembulan malam. Aku sendiri aku tak tahu harus bagaimana apa ini cinta mungkin rasa ini apa harus aku pupuk aku tak sebijak ini dalam cinta tapi apa aku adalah orang yang mampu bertanggung jawab dan mampu menjaga perasaan orang lain. Dan mungkin kamu bukan orang satu-satunya yang ingin aku miliki.

"Kamu ngapain sih?" Tanya Rizki ayahku

"Pasti kamu ke Bandung karna ada masalah, gak mungkin kamu ke Bandung dan sementara teman-teman kamu juga.. " Rizki ayahku belum banyak bertanya panjang lebar tapi dengan melihat wajah Ibuku Kaisha.

Aku gak tahu sepertinya Kaisha memang banyak perubahan di tambah dia sudah punya banyak teman di Jakarta, syukurlah aku jadi bisa tenang dan nyaman jika dia sudah bisa menjaga dirinya, dan tinggal aku bagaimana bisa menjaga perasaan semoga gak kelewat baper, karna aku gak mau kalau Kaisha kenapa-kenapa karena dia anak yang manis dan juga baik meski terkadang banyak yang memusuhi. Dulu Ibuku Kaisha dia juga sering di bully karna kemampuan yang bisa melihat roh halus.

Saat itu kau buat sebuah lagu khusus untuk diriku kenangan tentang lagu itu memuncaki dan membuatku bahagia, indah dan merdu suaramu ditambah dengan suara petikan gitar itu membuat aku bahagia, kau buat lagu dengan penuh makna dengan alunan nada dan melodi yang penuh makna, tak ketinggalan dengan senyuman indah di bibirmu memberikan cahaya indah yang terlukis di kedua bola matamu. Kau buat cerita tentang cinta dan kau agungkan perasaan tentang cinta itu, bagaimana aku tak bisa mengerti karna sesungguhnya rautan dan goresan serta petikan gitar itu memberikan energi kebahagiaan bahkan misteri tentang ada apa dibalik isi hati. "Cinta yang dengan dahulu kau rangkai bersama Nasya akankah Bersajak dan bersua untukku pula?" Dengan hampa hati ini merasa terabaikan tapi juga merasa terharu biru entahlah apa ini untukku jua? Aku merasa tersipu malu. Mungkin dengannya?.

Awalnya aku dan Kaisha memang sering bertengkar dan menyebabkan kami ingin berpisah tapi entahlah, semua terjadi begitu saja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!