Indonesia
NovelToon NovelToon
Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Sang Mafia, Anak-anaknya, dan Sang Guru

Status: tamat
Genre:Mafia / Duda / Penikahan Kontrak / Pengasuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Claudia Reveca Díaz

Carter Bruce pernah kehilangan segalanya dalam satu malam—istri yang ia cintai pergi demi pria kaya, meninggalkannya sendirian bersama tiga anak kecil dan hati yang hancur. Kini ia bangkit sebagai pengacara paling ditakuti di dunia hitam, tangan kanan seorang bos mafia, seorang pria berdarah dingin yang dijuluki "Sang Algojo". Kekayaan, kuasa, dan ketakutan tunduk di kakinya. Hanya satu hal yang tak bisa ia beli: sebuah keluarga yang utuh.

Meghan Pirs hanyalah seorang guru TK muda, yatim, dan berhati lembut—sampai takdir mempertemukannya dengan si sulung Carter yang manis, lalu dengan sang ayah yang dingin dan berbahaya. Ketika hidup Meghan runtuh dan ia terdesak tanpa pilihan, Carter menawarkan sebuah kesepakatan yang mustahil ditolak: menikah dengannya, berpura-pura menjadi pasangan penuh cinta selama satu tahun. Tak lebih.

Tapi tak ada yang memberi tahu mereka betapa berbahayanya berpura-pura mencintai seseorang—karena kadang, kepura-puraan itu berubah menjadi sungguhan.

Di antara pelukan hangat anak-anak yang memanggilnya "Mami", ancaman dari musuh-musuh yang mengintai dari kegelapan, dan rahasia masa lalu yang tak sanggup mereka lupakan, Meghan dan Carter mulai menemukan sesuatu yang tak pernah mereka duga. Namun dunia mafia tak pernah tidur, dan setiap orang yang berani menyentuh keluarga Sang Algojo akan belajar satu hal dengan cara yang paling mengerikan: tak ada yang boleh menyentuh apa yang menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Claudia Reveca Díaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taman Hiburan

Carter tiba di rumah larut malam dalam keadaan sangat lelah. Ketika ia hendak menaiki tangga, Meghan memanggilnya.

"Carter, ke sini, kuhangatkan makan malammu," kata Meghan.

Carter menatapnya, lalu mengikuti Meghan ke dapur. Meghan menata meja dan menghangatkan makan malam untuknya.

Carter makan sambil memandangi Meghan.

"Kenapa kamu melakukan semua ini untukku?" tanya Carter.

"Aku istrimu. Ini hal-hal yang memang harus dilakukan seorang istri," jawab Meghan.

"Tidak semua istri melakukan ini untuk pasangannya. Dan hubungan kita..." Carter tak melanjutkan.

"Tenang saja, aku tidak mengharapkan imbalan apa pun," ujar Meghan.

Setelah Carter selesai makan, Meghan membersihkan semuanya, lalu mereka pergi tidur.

Carter memperhatikan Meghan keluar dari kamar mandi. Ia suka melihatnya dengan piama bergambar kucing dan sandal berkuping kucingnya itu.

Carter masuk ke kamar mandi, mandi, lalu muncul mengenakan celana piama tanpa apa pun di tubuh bagian atasnya. Meghan merona dan memutar badan agar tak memandanginya. Carter justru menikmati situasi itu.

"Meghan, besok kita pergi bersama anak-anak ke taman hiburan, ya?" ajak Carter.

"Wah, itu bakal menyenangkan. Selamat malam," jawab Meghan.

Carter tersenyum. "Selamat malam."

Seperti sudah menjadi kebiasaan, begitu Meghan tertidur, Carter menariknya ke dalam pelukan dan terlelap sambil mendekapnya.

Hari Sabtu pagi, anak-anak masuk berlari dan melompat naik ke atas ranjang.

"Papa, Mama, ayo bangun!" seru Alejo sambil melompat-lompat.

"Bangun!" Yulisa menimpali.

"Sarapan!" seru Donovan.

Meghan terbangun dan menyadari dirinya berada dalam pelukan Carter.

"Anak-anak, sudah, hentikan. Pergi berganti baju, hari ini kita ke taman hiburan," kata Carter.

"Iya!" seru Alejo, Donovan, dan Yulisa serempak.

Anak-anak berlari ke kamar mereka. Carter berbalik hingga kini ia berada di atas dengan Meghan dalam pelukannya.

Carter menatap mata Meghan dan tak mampu menahan diri. Ia mencium bibir Meghan dengan lembut. Meghan pun larut, membuka mulutnya, dan Carter menyelipkan lidahnya. Ciuman itu semakin dalam. Sampai sebuah ketukan di pintu menyela mereka.

"Ayo sarapan!" seru Alejo.

Carter berkata dengan napas tersengal, "Sebentar lagi kami turun."

Napas Meghan pun ikut memburu.

"Carter?" ucapnya.

"Meghan, maaf," kata Carter.

Ia bangkit, membiarkan Meghan turun dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi, sementara Carter tersenyum memikirkan apa yang nyaris ia lakukan bersama Meghan.

Meghan keluar dari kamar ganti mengenakan jin hitam, kaus lengan tiga perempat berwarna putih, dan sepasang sepatu kets.

Ia keluar kamar menuju ruang makan. Carter yang masih di kamar memutuskan untuk menghabiskan akhir pekan penuh bersama Meghan dan anak-anaknya. Ia mengenakan jin, kaus hitam, dan sepatu kets, lalu turun untuk sarapan.

"Anak-anak, akhir pekan ini kita akan pergi. Hari ini kita ke taman hiburan, dan besok kita akan pergi ke pondok selama seminggu, hanya kita berempat," kata Carter.

"Iya!" seru Alejo.

"Pondok? Lalu ibumu, Carter?" tanya Meghan.

"Aku sudah ada janji pergi dengan Jelena. Pergilah, nikmati liburan kalian," sahut Carmen.

Selepas sarapan, mereka berangkat menuju taman hiburan. Mereka melewatkan hari yang luar biasa, makan siang bersama, lalu bermain berbagai wahana dengan anak-anak.

Mereka menikmati hari yang sungguh menyenangkan, lalu pulang ke rumah besar. Carmen sudah menyiapkan koper anak-anak, katanya untuk menghemat waktu.

Keesokan harinya pagi-pagi sekali, Carter menaikkan koper-koper itu ke mobil gardan ganda.

Anak-anak naik dalam keadaan setengah mengantuk. Carter menyetir menuju pondok yang terletak di dekat danau.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!