Indonesia
NovelToon NovelToon
Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Karang Hitam 2 ( Senja Temaram )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Hutang budi membuat Pria setengah baya itu lupa pada gadis belia yang dulu menolongnya saat pingsan dalam melaksanakan tugas. Bertahun-tahun ia mencari, hingga akhirnya ia menemukan gadis itu dan menjodohkannya dengan 'putranya', Letnan Julang Wengkar (Elang), perwira muda yang gagah, berani, dan namanya di kenal kemiliteran.

Namun takdir punya jalan yang tak terduga. Di balik kesediaan gadis itu menerima perjodohan, tersimpan rahasia yang selama ini ia pendam dalam diam.. Hatinya bukan untuk Elang. Ia justru mencintai Letnan Dante, sahabat Elang sendiri.. Juga 'putra' dari mendiang sahabat Pak Riegan semasa muda dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Penguasa jalur karang hitam.

Bang Dante menyentuh pintu ruang tindakan. Rasanya begitu dingin saat dibuka. Dokter keluar dengan wajah tertunduk berat, melepas masker dari wajahnya perlahan. Langkah kakinya pelan namun seakan bergetar saat berdiri di hadapan mereka yang menunggu dengan napas tertahan.

"Kami sudah berusaha sekuat tenaga, Le." suara dokter terdengar berat dan penuh penyesalan. "Tapi... pendarahan di perut istrimu terlalu hebat. Dan janin... janin itu tidak tertolong. Kami mohon maaf."

Dunia Bang Dante seakan runtuh seketika. Ia terhuyung mundur selangkah, kakinya lemas tak bertenaga, hingga tubuhnya ambruk menimpa Bang Sabrang hingga sahabatnya itu harus menyangganya. Air mata yang selama ini selalu ia tahan, kali ini tumpah menganak sungai, membasahi pipi dari wajahnya yang pucat.

"Bagaimana dengan..... Istri saya?" Tanya Bang Dante.

"Luka tusukan itu lumayan dalam, saat ini istrimu sudah bergeser di ruang ICU untuk menjalani pemeriksaan khusus."

"Se_a..." bisiknya parau, suaranya pecah dan hancur. "Tidak mungkin... Tolong bantu Sea, tolong anak saya, Bang..!! Apapun akan saya lakukan demi mereka."

"Maaf, Dante. Apapun itu, kami akan selalu memberikan yang terbaik. Kita tunggu saja perkembangannya, ya..!!" Dokter senior itu sedikit menoleh lalu perawat wanita di belakangnya membawa sebuah tabung kecil dan memberikannya pada Bang Dante. "Ini janinmu, calon anakmu yang belum sempat lahir ke dunia."

Tak ada kata lagi terucap dari Bang Dante, mulutnya diam tapi hatinya berteriak kencang. Tatapan matanya kosong, seluruh tubuhnya lunglai.

...

Bang Dante duduk sendirian, ia menjauh hingga tidak ada seorang pun bisa menemukannya. Ada sakit tak terkira dalam hatinya, melebihi rasa sakit akibat luka tembaknya. Ada sesal tak terkira dan juga rasa bersalah tal terlukis kan. Ia merasa gagal melindungi Sea, wanita yang sudah mengandung buah hatinya karena ulahnya.

"Apa bedanya aku dengan Elang, nyatanya aku sama saja b******knya." Ia menghisap batang rokoknya dalam-dalam lalu menguarkannya.

Mata Bang Dante memerah, wajahnya pias. Sesekali tangis itu pecah, tak tega merasakan janin tanpa dosa harus terlepas dari ibunya.

'Maafin Papa ya, nak. Papa yang salah.'

Tangannya mengambil sesuatu dari lipatan pakaiannya lalu menelan dan meneguknya dengan sebotol minuman di sampingnya. "Lama sekali tidak 'minum', enak juga." Gumamnya dengan seringai senyum tipis namun kemudian tangis pun kembali meleleh.

"Apa yang tidak kulakukan, aku sujud meskipun aku tau aku terlahir dari wanita malam, wanita penggoda itu, wanita yang tega merusak rumah tangga wanita lain." Isak tangis Bang Dante mulai terdengar sesak. "Aku memohon setiap malam, tidak lagi menyentuh barang seperti ini, tidak melanggar perintahMu, bahkan aku tidak mendekati wanita. Tapi kenapa Kau buatku jadi seperti ini??? Aku menyakitinya karena amarahku, karena hal yang sama sekali tidak ku tau. Apa kau tau bagaimana perasaanku saat ini????????" Suara itu kemudian meninggi dan berubah menjadi histeris.

//

"Ijin.. Tidak ada dimana pun, Danton." Laporan seorang anggota.

"Kemana dia pergi???" Bang Sabrang berpikir keras.

Bang Jangkar pun mondar-mandir memikirkan dimana tempat yang mungkin di kunjungi sahabatnya. Namun kemudian langkah itu terhenti.

"Beritau saya, apa disini ada tempat yang warga sekitar pun menganggapnya bahaya..!!!"

"Ada, sesuai dengan tempat yang kita pijak saat ini.. KARANG HITAM."

"Sabrang, Jangkar... Ayah ikut..!!!"

Kedua perwira muda menoleh pada sumber suara, mereka pun saling lirik melihat pria yang masih gagal dalam usianya yang tidak lagi muda.

...

Langkah besar menyusuri jalanan perbukitan terjal berbatu menuju puncak gunung tersebut. Gelap, berhawa dingin menusuk dengan aroma laut yang kuat.

Insting mantan Intelijen pada jamannya begitu kuat. Pak Riegan mengambil jalan tidak sesuai kompas. Beliau mengambil jalan tergelap dan tersulit.

"Tapi Yah......" Cegah Bang Jangkar.

"Ayah yakin Dante jalan kesini, Dante stress berat."

Benar saja, tak lama mereka melihat Bang Dante sudah terkapar. Pak Riegan bergerak maju lebih dulu. Dari cahaya ponselnya, beliau melihat Bang Dante menggenggam sesuatu di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggenggam botol.

Secepatnya beliau mengambil sesuatu tersebut dari tangan kiri Bang Dante lalu menyimpannya sendiri.

"Weeehh.. Mabuk kau, bro????" Bang Sabrang sampai kaget melihat sahabatnya yang hampir tak pernah menyentuh barang tersebut.

"Patah hati betul, dia." Gumam Bang Jangkar.

Namun saat sedang mengevakuasi Letnan Dante.. Ponsel Bang Jangkar berbunyi.

"Yaa.. Ada masalah???"

"Siap, ijin Dan.. Ibu Cherry kejang, ada beberapa orang masuk ke dalam ruang ICU kemudian berlari cepat, CCTV mati dan tidak bisa di lacak. Sepertinya percobaan pembunuhan."

"Monitor, tangani dulu..!! Saya meluncur..!!!!"

Para anggota saling mengerti, Bang Jangkar segera meninggalkan tempat lebih dulu.

...

Butuh waktu untuk menyadarkan Bang Dante, puluhan ember berisi air sudah mengguyur badannya tapi pria itu tak kunjung sadar. Jangankan guyuran air, Pak Riegan menghajarnya pun, Bang Dante seakan tak merasakan sakit.

"Tinggalkan saya berdua dengan komandanmu ini..!!" Perintah Pak Riegan.

"Siap, komandan."

Anggota pun keluar, tak lama seorang dokter senior masuk. Pak Riegan menerima sesuatu dari beliau dan menyuapkannya ke mulut Bang Dante lalu memberinya sedikit air minum.

Beberapa menit kemudian, Bang Dante membuka matanya. Ia melihat sosok yang selama ini menjadi panutannya, air matanya menetes menatap pria tersebut.

"Ayaah." Panggilnya lirih, panggilan seorang anak yang tulus.

"Ini obat khusus, tapi setelah ini.. Maaf, Dante, perjuanganmu akan lebih berat dari almarhum ayahmu."

"Ayah bunuh aku saja, aku tidak sanggup lagi, aku tidak becus jadi laki-laki..!!" Ucapnya lirih.

"Ayah tidak akan biarkan kamu mati, tenang ya.. Ayah ada disini..!!" Pak Riegan memeluk tubuh putranya yang basah, beliau mengusap punggung Bang Dante untuk menenangkannya. "Bilang sama ayah, bagaimana perasaanmu saat ini?"

Sejenak Bang Dante terdiam namun beberapa detik kemudian terdengar suara yang melemah. "Aku sakit, ayaah.."

"Ayah tau.. Ayah tau, kita cari solusinya..!!" Bujuk Pak Riegan.

Sesaat kemudian Bang Dante terkapar tidak sadarkan diri. Pak Riegan pun menahan tangisnya. "Nyamankan putraku malam ini, jangan sampai ada Hernando kedua disini..!!"

"Siap Abang.." Jawab dokter senior. "Saya ingatkan, obat ini adalah pereda, tapi juga beresiko. Apa Abang yakin Dante kuat."

Pak Riegan memejamkan mata sejenak, beliau mengambil nafas panjang lalu membuangnya perlahan. "Kita tidak punya pilihan, ini jalan terakhir. Tanaman obat penawar itu hanya ada disini. Maka dari itu, sampai kita temukan obat yang lebih baik. Letnan Wiradante dilarang keras keluar dari Karang Hitam, saya sendiri yang akan awasi dan tangani..!!"

.

.

.

.

1
Tanti
sabar dan tenangkan hatimu Bian... smua pasti akan berlalu... yakinlah klo Bang Dante mampu mengatasinya....

lanjut mba Nara
Tanti
siippp Bang Dante, lindungi marwah istrimu👍👍
Tokoh ceritanya mba Nara...pria² yg bertanggungjawab👍
Maysuri
siiippp lah mbak nara,....👍🏻👍🏻👍🏻
Tanti
Aman mba Nara....ditunggu cerita lanjutnya mba👍👍🥰
Tanti
baca sambil ngebayangin adegannyaaa..bikin merinding ngeriii...

lanjut mba nara👍
Tanti: asssiyaappp mba Nara🤭
total 4 replies
Maysuri
kau bangunkan macan yg lg tidur y vivian...awas kau....🤣🤣🤣🤣
Bojone_Batman: tinggal tunggu saja hasil dari karyanya.
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
cari masalah aja vivian
Bojone_Batman: Tapi watak manusia emang ada yang gitu sih.
total 1 replies
Tanti
sedih bacanya🥺😭😭
mba Nara, ngasih bawangnya banyak bgt🥹🥹

huaaa...ga rela klo pada pisah😭
Tanti
tabir masa lalu akhirnya terbuka, smuanya sdh jelas...tinggal masing² menata hati dan pikiran
lanjut mba Nara🥰
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian 😭
dyah EkaPratiwi
bener2 ya vivian
Maysuri
ohhhh gitu toh kejadiannya....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
aduh... ini tau- tau datang lg ibu² bikin rusuh rmh org...bikin gedegg ae....
itu lg si vivian...melu² ngobong blarak....adeeehhh koq yo ora kapok... njaluk dijak gelud ae iki

lanjut mba nara
Ayu FazRina Satiasari
pasti ulah vivian ini sang provokator
dyah EkaPratiwi
ada aja cobaannya
dyah EkaPratiwi
😄 Alhamdulillah sudah bisa mengungkapkan
Maysuri
patmu ini ibu kandungnya bang sante kah....
Tanti
Bang...mbok yoo diajak kluar dr toilet dl...mosok ngomong kyk gitu didlm toilet🤭
Tanti: Bang Dante emang lain drpd yg lain😂
total 2 replies
dyah EkaPratiwi
semangat bian
Bojone_Batman: Semangaaat
total 1 replies
Maysuri
y sallam.....ya enggak kuatlah kalau dekatam istri y bang,pasti lah curi " kesempatan😁😁semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!