Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Istri, Dua Pewaris

Satu Istri, Dua Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:759
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Aira Dhea Ananta hanya gadis montir yatim piatu yang hidup sendirian. Namun, satu pertemuan tak terduga dengan keluarga Wirasena mengubah hidupnya selamanya.

Sang kakek memaksa Evan Aryasatya Wirasena, CEO dingin yang menganggap cinta sebagai urusan tak berguna, untuk menikahi Aira. Jika menolak, jabatan dan warisannya akan dicabut.

Masalahnya, Aira justru lebih mudah akrab dengan Sean Danendra Wirasena, adik Evan pembalap tengil, dan sangat sefrekuensi dengannya.

Satu gadis. Dua pewaris. Dan sebuah pernikahan yang seharusnya hanya menjadi kewajiban keluarga.

Mampukah Evan menjaga istrinya, sementara Sean harus memendam cinta pada kakak iparnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Debaran Karena Sirkuit

"Aira..." suara Kakek terdengar bergetar halus. "Kenapa kamu memendam semuanya sendiri? Kakek tidak mau menoleransi perlakuan semena-mena seperti ini di dalam keluarga kita."

Aira mendongak. Dia sempat melirik Evan sekilas, sebuah tatapan santai yang sarat akan sindiran, lalu menatap Kakek Baskara.

"Aira sengaja diam, Kek, biar Tuan Robot puas sama eksperimennya," sahut Aira dengan nada suara yang sengaja dibuat seringan mungkin.

Dia menjeda kalimatnya, menikmati riak kepanikan yang samar di wajah suaminya sebelum kembali melempar umpan.

"Daripada kita saling menyiksa ego begini, mendingan hubungan ini kita sudahi saja sekarang secara baik-baik. Toh, dari awal kan emang nggak ada yang diuntungkan."

Hening.

Surya menghela napas berat, sedangkan Kakek Baskara terdiam dengan sorot mata yang semakin menajam ke arah cucunya.

"Saya ikhlas melepas status ini, Kek," lanjut Aira tegas. "Anggap saja pernikahan ini cuma salah paham."

Ucapan Aira membuat Evan mendadak menegakkan tubuhnya.

"Jelaskan pada Kakek, Evan! suara Surya kini menuntut, mengambil alih pembicaraan dengan nada yang dingin. Pria paruh baya itu bangkit dari sofanya, berjalan mendekati Evan hingga langkah kakinya terasa menekan lantai marmer.

"Kamu menganggap tindakan mengisolasi istrimu sendiri adalah hal yang wajar dilakukan oleh seorang penerus Wirasena? Di mana letak moral bisnismu yang selalu kamu banggakan itu?"

Evan mengangkat dagunya, berusaha keras memulihkan kewibawaannya yang baru saja digilas. Dia berbicara dengan intonasi kaku khas laporan korporat.

"Ini bukan masalah moral, Pi. Ini adalah bentuk pengujian terhadap integritas. Aira menolak berkompromi dengan standar hidup di sini, jadi aku hanya memberikan lingkungan yang sesuai dengan keinginannya untuk berdiri sendiri. Kalau dia memang memiliki kapasitas untuk bertahan, harusnya hal sekecil ini tidak menjadi batu sandungan."

Mendengar pembelaan yang begitu angkuh, Surya langsung memotongnya dengan satu lambaian tangan yang kasar.

"Cukup dengan semua istilah teoritis bodohmu itu, Evan!" bentak Surya, sorot matanya berkilat murka.

"Kamu sedang berhadapan dengan istrimu, bukan sedang melakukan audit eksternal terhadap vendor yang bermasalah! Sifat kaku dan ketidakpedulianmu ini bukan cerminan seorang pemimpin, tapi bukti kalau kamu tidak punya kedewasaan untuk menjaga komitmen pernikahan ini!"

Kakek Baskara menghentakkan tongkatnya ke lantai. Tak! Suara itu memutus semua celah bagi Evan untuk mendebat.

Tiga minggu mendekam di Swiss untuk urusan medis sama sekali tidak mengurangi intuisi kakek. Beliau sudah mendengar semua laporan mengenai bagaimana Evan memperlakukan Aira selama ini. Tindakan yang menurut Kakek sudah jauh melampaui batas kewajaran.

"Kakek tidak ingin mendengar pembelaan atau retorika bisnis dari mulutmu, Evan. Mulai hari ini, seluruh fasilitas kendaraan mewahmu ditarik. Semua akses kartu kredit dan rekening pribadimu Kakek bekukan sampai kamu bisa menghargai istrimu sendiri," ujar Kakek suaranya tenang namun sarat akan otoritas yang tidak bisa dibantah.

"Dan satu hal lagi. Serahkan posisimu sebagai CEO Wirasena Group hari ini juga. Kamu dibebastugaskan."

Wajah Evan mendadak pias. Ketenangan robotiknya runtuh seketika. "Kakek, ini keputusan yang tidak objektif. Jika saya tidak berada di kantor besok pagi, bagaimana dengan kelanjutan operasional dan proyek strategis perusahaan?"

"Masih ada Papimu," potong Kakek Baskara telak. Tatapannya sedingin es. "Wirasena Group dibangun dengan fondasi yang kokoh, tidak akan goyah hanya karena pemimpinnya harus belajar cara menjadi manusia yang bijaksana terlebih dahulu. Selesaikan dulu urusan domestikmu, baru bicara soal bisnis."

Di sofa, Aira hanya tersenyum miring Melihat titik balik yang begitu dramatis ini. Egonya Evan yang setinggi langit akhirnya runtuh total oleh hukumannya sendiri.

***

Beberapa hari kemudian, suasana kemewahan rumah yang kaku dan penuh tekanan itu mendadak menguap tanpa sisa, berganti dengan aroma bensin yang tajam, kepulan debu sirkuit, dan raungan mesin balap yang memekakkan telinga.

Event balapan internasional resmi digelar hari ini.

Aira berada di area pit lane privat untuk menonton jalannya kompetisi. Di hadapannya, Sean sudah tampil lengkap dan gagah mengenakan wearpack balap profesionalnya yang tebal. Helm balapnya terselip santai di bawah ketiak kanan, sementara jemarinya bergerak lincah mengencangkan sarung tangan taktis.

"Gimana, Kak?" goda Sean sambil menyeringai lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi. "Lo udah siap nonton aksi gue mendominasi lintasan dan naik ke podium utama lagi hari ini?"

Aira tertawa renyah mendengar kesombongan yang khas dari adik iparnya itu. Rentetan ketawa lepas yang keluar dari bibir Aira akibat kelakuan tengil Sean itu seketika mengubah suasana di sekitar mereka menjadi jauh lebih santai.

Namun, suara tawa Aira yang terdengar begitu merdu dan lepas di tengah bisingnya sirkuit mendadak memberikan akibat yang tidak terduga bagi Sean.

Gerakan tangan Sean yang sedang merapikan sarung tangan mendadak terkunci di udara. Seringai tengil di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh tatapan mata yang mendadak terfokus sepenuhnya pada wajah cewek di hadapannya.

Di bawah sinar cahaya matahari yang terik ini, wajah Aira terlihat sangat bersinar di matanya. Kulitnya yang bersih tanpa riasan tebal memancarkan aura kecantikan alami yang sangat nyata, jauh lebih hidup jika dibandingkan dengan perempuan-perempuan kalangan jetset yang selama ini mengerubungi dunianya.

Sean merasakan dadanya berdebar dengan ritme yang jauh lebih kencang dari biasanya.

"Heh!" Aira menyenggol pelan lengan Sean dengan sikunya.

"Kenapa lo malah bengong gitu natap gue? Belum balapan udah kena mental duluan lo, ya?" tanya Aira heran sambil mengangkat sebelah alisnya.

Sean langsung tersentak kaget akibat senggolan itu, kesadarannya kembali ditarik paksa ke realitas. Wajahnya mendadak merona merah pipis.

Cowok itu mendadak menjadi gagap, kehilangan seluruh gaya tengilnya dalam sekejap mata.

"Eh? Ngg-nggak kok! Siapa juga yang bengong!" tolak Sean dengan suara yang sedikit mengecil karena gugup.

Dia segera memalingkan wajahnya ke arah lain, pura-pura sibuk memeriksa helm balapnya untuk menutupi rasa salah tingkah. "Gue cuma... cuma lagi fokus menghafal urutan tikungan di lap pertama nanti! Iya, bener, fokus tikungan pertama!"

Aira memutar bola matanya pelan mendengar alasan yang sama sekali tidak masuk akal itu, namun sebuah senyuman geli tetap menghiasi sudut bibirnya.

"Dasar aneh. Ya udah, buruan masuk ke dalam mobil lintasan sana. Buktikan omongan lo tadi kalau lo emang mau menang hari ini," dukung Aira santai.

Sean tertawa dengan nada yang sangat kaku, lalu dengan cepat memakai helm balapnya untuk menyembunyikan ekspresi wajahnya yang saat ini masih terasa memanas hebat.

Di dalam kokpit mobil yang sempit, jantung Sean masih saja berdetak dengan sangat kencang. Dan kali ini, akibat dari debaran itu membuatnya sadar bahwa alasannya sama sekali bukan karena ketakutan menghadapi sirkuit balap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!