Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 18: Restoran Tianxiang

Aroma wangi bebek panggang madu dan teh krisan masih mengepul di atas meja kayu jati berukir di lantai dua Restoran Tianxiang.

Suara keramaian kota di luar jendela bercampur dengan alunan musik petik guzheng yang dimainkan di sudut ruangan, menciptakan kontras yang menarik dengan percikan intrik politik yang baru saja tertangkap oleh indra pendengaran Shen Yue.

Qingzhu menelan ludahnya dengan susah payah. Wajah pelayan muda itu memucat pasi, jemarinya mencengkeram ujung jubahnya sendiri akibat rasa cemas yang meluap-luap.

"T-Tuan Muda..." bisik Qingzhu gemetar, menggunakan sapaan penyamaran Shen Yue. "Apa yang harus kita lakukan? Bisikan orang-orang di meja sebelah itu... mereka membicarakan Yang Mulia Putra Mahkota dan rencana pembatalan pertunangan. Jika berita ini sampai menyebar luas, reputasi Anda dan Ksatria Jenderal akan sangat terpukul di hadapan para bangsawan!"

Shen Yue sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepanikan. Ia meraih sumpit bambu, dan memotong sepotong daging bebek panggang dengan presisi, lalu mencelupkannya ke dalam saus manis kemudian menyantapnya dengan tenang.

Kulit bebek yang renyah dan dagingnya yang empuk melebur sempurna di lidahnya.

"Reputasi?" Shen Yue mengulang kata itu dengan senyuman tipis penuh ejekan. Ia meletakkan sumpitnya perlahan lalu menatap Qingzhu lekat-lekat. "Qingzhu, lihat aku. Apakah menurutmu gadis yang duduk di hadapanmu saat ini terlihat peduli dengan pendapat orang-orang yang bahkan tidak mengenal siapa dirinya?"

"Tapi... tapi Nona—maksud hamba, Tuan Muda, Yang Mulia Putra Mahkota Zhao Xiao memiliki kekuasaan mutlak di istana timur," cicit Qingzhu, yang mencoba memperingatkan majikannya. "Bahkan Nyonya Besar Jiang Xiuwei dan paman-paman Anda selalu berhati-hati jika menyangkut nama Putra Mahkota."

"Biar kuberitau satu hal," ujar Shen Yue dengan suara pelan namun sarat akan ketegasan baja. "Di dunia ini, kehormatan tidak diberikan oleh orang lain melalui kasihan atau ikatan pertunangan di atas kertas. Kehormatan direbut dengan kekuatan ujung pedang dan ketahanan mental. Jika Putra Mahkota itu berpikir ia bisa mempermalukanku di depan umum demi kepentingannya sendiri, maka dia salah besar. Aku justru sedang menunggu saat di mana topeng kebesarannya itu robek di hadapan Kaisar."

Sebelum Qingzhu sempat membalas perkataan tersebut, suara langkah kaki berat terdengar menaiki tangga kayu menuju lantai dua Restoran Tianxiang.

Suasana di lantai atas pun seketika berubah hening. Para pelayan restoran dan pengunjung lain langsung menundukkan kepala begitu melihat sosok-sosok yang baru datang.

Seorang pemuda berbusana jubah brokat emas dengan bordir naga berkaki lima melangkah masuk dengan angkuh. Wajahnya tampan, berahang tegas, namun sorot matanya dingin dan memancarkan arogansi seorang bangsawan tingkat tinggi.

Di belakangnya berjalan beberapa pengawal istana berpedang serta dua orang pejabat muda dari kementerian urusan istana.

Dia adalah Zhao Xiao, Putra Mahkota kekaisaran, pria yang telah dijodohkan dengan Shen Yue.

Di sisinya, berjalan seorang gadis bergaun sutra ungu muda dengan senyuman lembut di wajahnya. Shen Yue langsung mengenali sosok itu dari ingatan pemilik tubuh asli.

Dia adalah Lin Wanru, putri dari Perdana Menteri, gadis yang selama ini diam-diam dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan Putra Mahkota dan menjadi dalang di balik kebencian Zhao Xiao terhadap Shen Yue.

"Yang Mulia Putra Mahkota hari ini berkenan mengunjungi Restoran Tianxiang, sungguh suatu kehormatan bagi kedai kami!" sambut pemilik restoran dengan membungkuk sedalam-dalamnya.

Zhao Xiao melambaikan tangan kasarnya sekilas, dan tidak memperdulikan sang pemilik restoran. Pandangannya menyapu seisi ruangan lantai dua, ia mencari meja yang paling tenang dan strategis di dekat jendela.

Tanpa sengaja, arah matanya berpapasan langsung dengan meja sudut tempat Shen Yue dan Qingzhu duduk.

Karena posisi duduk Shen Yue menghadap langsung ke arah tangga dan tirai bambu di sisi mereka tersingkap oleh hembusan angin, Zhao Xiao seketika mengenali wajah orang yang duduk di balik penyamaran tersebut.

Alis tebal Zhao Xiao mengerut tajam. Ia menghentikan langkahnya, lalu melangkah menghampiri meja Shen Yue dengan tatapan penuh rasa jijik dan tidak suka.

"Shen Yue?" panggil Zhao Xiao dengan nada suara yang sengaja dikeraskan agar seluruh pengunjung restoran mendengarnya. "Kau... berani-beraninya berkeliaran di luar kediaman dengan pakaian pria murahan seperti ini? Di mana tata kramamu sebagai putri seorang Jenderal?"

Suasana di lantai dua Restoran Tianxiang seketika membeku. Para pengunjung saling berbisik-bisik sambil melirik ke arah meja Shen Yue dengan pandangan menghina dan penasaran.

Sementara Qingzhu sangat ketakutan hingga ia bangkit berdiri dan membungkuk dengan gemetar. "Hamba... hamba menghadap Yang Mulia Putra Mahkota..."

Akan tetapi, Shen Yue tidak beranjak dari tempat duduknya. Ia bahkan tidak berdiri untuk memberi hormat kepada Putra Mahkota.

Dengan gerakan santai, ia mengambil cangkir teh krisannya, meniup uap panasnya perlahan, lalu meneguknya seteguk. Setelah itu baru ia mengangkat pandangannya menatap langsung ke mata Zhao Xiao.

Ketenangan yang ditunjukkan Shen Yue membuat Zhao Xiao merasa diremehkan di hadapan publik.

Selama ini, setiap kali bertemu dengannya, Shen Yue selalu menunduk gemetar, menangis, atau memohon perhatian. Tapi hari ini, tatapan mata gadis itu terasa bagaikan belati tajam yang menembus langsung ke jantung pertahanannya.

"Yang Mulia," ucap Shen Yue dengan nada datar dan tenang. "Restoran ini adalah tempat umum bagi siapa saja yang membayar makanannya. Apakah peraturan kekaisaran melarang seorang rakyat atau bahkan seorang putri bangsawan untuk menikmati secangkir teh di luar rumah?"

Lin Wanru yang berdiri di samping Zhao Xiao, menutup mulutnya dengan kipas sutra ungu miliknya, lalu tersenyum manis namun menyiratkan racun.

"Kakak Shen Yue," kata Lin Wanru dengan suara lembut yang dibuat-buat agar terdengar bijak. "Yang Mulia berkata demikian karena mengkhawatirkan nama baik Klan Jenderal Shen. Anda adalah calon istri Putra Mahkota, tetapi berkeliaran di restoran luar tanpa pengawalan layak dan mengenakan pakaian pria... tentu saja hal itu akan memancing rumor buruk bagi istana."

Shen Yue menatap Lin Wanru dari atas ke bawah. Senyuman sinis pun terukir tipis di sudut bibirnya.

"Nona Lin," panggil Shen Yue dingin. "Kapan aku memintamu untuk mengomentari hidupku? Hubungan antara aku dan calon suamiku adalah urusan pribadi kami berdua. Seorang wanita dari klan luar yang berdiri di samping Putra Mahkota sambil mencampuri urusan keluarga orang lain... di manakah letak tata kramamu?"

Wajah Lin Wanru seketika memerah padam. Ia tidak menyangka Shen Yue akan menyerangnya secara langsung dan terbuka di hadapan Putra Mahkota tanpa rasa takut sedikit pun.

"Kau...!" seru Lin Wanru tertahan, air mata palsunya pun langsung menggenang di sudut mata. Ia lalu menoleh pada Zhao Xiao dengan manja. "Yang Mulia... lihatlah... Shen Yue benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya. Dia bahkan tidak menghormati Anda..."

"Shen Yue, cukup!"

Bersambung...

1
Dewi Habibah
😍😍😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!