Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Ketiga

Istri Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anindia Andin

perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

curhat

"Mel... malam ini biar aku yang jaga ajeng disini. berapa hari kamu ndak pulang"

"aku mau ganti baju aja mas, sekalian bawa baju-baju kotornya ajeng"

"malam ini biar aku yang jaga disini, kamu tidurlah di rumah"

"ndak mas, ndak pulas juga tidur sendiri, sedang kamu dan ajeng di sini"

"pulang lah"

mela meninggalkan aji bersama ajeng

"Mel... " panggil aji sebelum mela menghilang di balik pintu "pakai mobilku"

Mela meraih kunci mobil milik aji

Malam itu ajeng sudah tidur pulas, kini aji sendiri, mulai membuka sosial media, mencari keberadaan suci, dia berharap suci memiliki salah satu sosial media

"jaman sekarang ndak punya satu sosmed kayaknya ndak mungkin" ucap aji sambil mengetik nama suci. banyak yang memiliki nama suci, tidak ada yang bergambar foto suci yang dia kenal

"mau tanya kesiapa ya... " gumam aji sendiri "mungkin dia sekarang sudah menikah" arggg gusar aji

Berjam -jam aji mengsekrol-sekrol sosmed, melihat hal yang sedang tranding di berandanya. tiba-tiba muncul postingan wulan. dengan sedikit kepo, aji membuka laman milik wulan, disitu hanya ada gambar-gambar wulan bersama firman. aji melihat satu demi satu gambar-gambar itu

"Adrian... " gumam aji "Adrian melike semua postingan wulan?" dugaan aji semakin kuat jika wulan dan Adrian memilik hubungan

"ini tangan siapa?" ucap aji begitu melihat salah satu foto, dimana wajah firman di pegang oleh satu tangan, dan jelas bukan tangan perempuan

"meta... oh ya meta" aji mengetik nama meta. mucul nama yang dia cari. aji langsung mengirim pesan kepada meta

"hay met"

Tak lama kemudian meta membalas pesan aji

"hay ji... apa kabar"

"baik... kamu masih di jogja?"

"masih dunk, tumben ngeDM aku. ada apa"

"mau tanya sesuatu. boleh?"

"boleh. tanya apa?"

"Adrian"

"Adrian? kenapa dengan Adrian?"

"apa dia sudah menikah?"

"setauku sih belum, lama sih aku ndak berhubungan dengan dia, terakhir kali aku ketemu Adrian waktu di mall"

"sudah lama?"

"sebentar - sebentar... kenapa kamu tanya seperti ini ji? ini bukan aji yang aku kenal lho"

"tanya aja met, apa salah?"

"ndak sih. terakhir aku ketemu dia di mall itu. Adrian lagi cari baju bayi. karena pas aku juga cari baju-baju bayi untuk persiapan lahiran anakku"

"baju cewek apa cowok"

"wah ndak paham aku ji, cewek apa cowok. aku sekedar say hello aja trus selesai"

"owwww.... dia ndak datang sama siapa gitu waktu cari baju bayi?"

"kamu nanya kok seperti ini sih ji"

"ndak pa-pa met, siapa tau pas aku ke Jogja, trus main ke rumah Adrian kan bisa aku belikan Oleh-oleh buat anaknya"

"iya sih... sayangnya aku ndak tau, anak cewek atau cowok. belum tentu juga itu buat anaknya, siapa tau buat anak orang lain, saudaranya mungkin"

"iya juga ya. oke met terimakasih ya"

"Sama-sama. entar deh kalau ada kabar tentang Adrian aku DM kamu"

"oke met. terimakasih ya"

Percakapan mereka selesai. tanpa aji sadari Mela sudah duduk didepannya

"serius sekali kayaknya mas?"

"kapan kamu datang mel?" ucap aji meletakkan ponselnya

"baru aja. saking seriusnya, aku masuk sampai ndak lihat"

"iya maaf... lagi balas chat teman sekolah. kamu sudah makan?"

"belum, mau ajak kamu makan, kamu belum makan juga kan?"

Aji dan Mela meninggalkan ajeng yang tengah tertidur pulas. tak lupa menitipkan ajeng kepada salah satu perawat disana

Sesampainya di cafetaria rumah sakit

"mas, aku tanya sesuatu boleh?"

"boleh"

"tapi kalau ndak mau jawab juga ndak pa-pa"

"tanya apa?"

"kenapa mas aji mau mengakhiri pernikahannya dengan mbak wulan?"

Aji mengaduk nasi soto panas yang dia pesan "Mel... jika pernikahan tidak sejalan apa patut untuk di pertahankan?"

Mela diam mendengarkan

"aku dan wulan menikah bukan atas dasar cinta?"

"di jodohkan?"

"bukan. menikah karena terpaksa"

"kok bisa? kalau terpaksa kan berarti di jodohkan"

"ndak Mel... aku terpaksa menikah dengan wulan karena dia hamil"

"hamil?"

aji menceritakan masalahnya dengan wulan, sekian lama aji bersama Mela, baru kali ini aji terbuka tentang kehidupan pribadinya

"kalau kamu berpendapat aku ini laki-laki gak bermoral. aku bukan pria seperti itu. aku merasa aku tidak pernah melakukan hal itu kepada wulan. jangankan melakukan, meluk atau nyium aja ndak. ya seperti kita sekarang ini. apa pernah aku menyentuhmu?"

"iya sih"

"nah seperti itu pun aku memperlakukan wulan, karena aku tak ada cinta untuk dia. murni aku di jebak. sudah bagus aku mau menutupi aibnya dia kan, anaknya bisa lahir dengan seorang bapak. bisa saja aku lepas tanggung jawab, langsung aku tes DNA anaknya waktu dia sedang hamil. tapi aku berfikir lagi nyawa seseorang"

Mela paham maksud dan tujuan aji, Mela juga berfikir jadi selama ini aji juga tidak tertarik dengannya. karena selama ini aji tidak menunjukkan perasaan sukanya pada Mela. aji murni membantu Mela

"oh ya, bagaimana usaha kuemu?"

"alhamdulillah jalan mas, walaupun masih belum terlalu ramai"

"kamu perlu cari tempat yang strategis Mel, mungkin tempat sekarang sudah bagus, mungkin ada yang lebih strategis lagi, di dekat kampus mungkin"

"iya ya mas... coba kapan-kapan akau survei tempat lain. terimakasih ya"

"Untuk apa?"

"untuk semuanya, ndak tau aku harus membalas dengan cara apa ke kamu"

"balas dengan cara rawat ajeng baik-baik, hidup kamu harus bisa sukses, bisa mapan. cukup itu saja. aku sudah senang"

"kenapa sih kamu baik sekali mas?"

"semua orang pada dasarnya baik Mel, hanya keadaan yang membuat orang menjadi tidak baik"

Mela diam

"kamu ndak mencari kabar tentang mantanmu? ayahnya ajeng?"

"ndak mas, sudah cukup. Untuk apa aku mencari laki-laki itu. biarkan dia hidup dengan bahagia"

"baguslah. semangatmu sudah bagus lagi, kalau ada laki-laki yang suka sama kamu, kamu bilang aja"

"sejauh ini belum ada"

"mungkin kamu suka dengan orang lain?"

"ada sih... tapi ndak mungkin kayaknya"

"kok ndak mungkin? kenapa?"

"terlalu tinggi untuk aku gapai, dan dia juga bilang kalau ndak tertarik sama aku"

"wauuwww... dia bilang gitu?"

"iya. makanya aku ndak berani berharap"

"orang mana?"

"orang sini aja mas"

"aku kenal?"

"kayaknya sih ndak"

yang dia maksud adalah aji, tapi Mela tak berani mengutarakan perasaannya.

"semoga kamu mendapatkan pria yang lebih baik Mel, kamu baik. pasti mendapatkan pasangan hidup yang baik juga"

"aamiin" ucap Mela

"do'akan aku segera menemukan jodoh ya"

"iya mas, mungkin kriteria mas aji terlalu tinggi jadi ndak nemu-nemu jodoh"

"aku suka dengan seorang perempuan, suka sejak sekolah dulu. tapi aku terlalu takut untuk mengutarakan perasaanku"

"trus? sekarang perempuan itu sudah menikah?"

"mungkin belum. mungkin juga sudah. kalau jodoh pasti bertemu kan"

"kalau ndak ada usahanya apa mungkin bisa bertemu mas?"

"iya juga sih... ini aku sedang berusaha. berusaha mencari tau lewat sosmed"

"ketemu?"

"belum sih. do'akan ya"

1
Ujang Muhamad
iiiiiiiiii
Ujang Muhamad
asik
Anindia Andin: terimakasih sudah mampir di novelku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!