Indonesia
NovelToon NovelToon
MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

MERTUA CEREWET, TETANGGA JULID, SUAMI PELIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Anyara menikahi Juned, pria dari keluarga berkecukupan, tapi hidupnya jauh dari nyaman — suami pelit karena terlalu penurut pada ibunya, mertua cerewet tak henti mencela, tetangga sibuk menggosip. Di balik itu, Juned diam-diam membiayai wanita lain.
Takdir mempertemukan Anyara dengan Hans, pria kaya yang ia selamatkan dari preman dengan cara kocak yang justru membuat Hans jatuh hati diam-diam. Ketika Hans kelak balas menyelamatkan Anyara dari bahaya, kedekatan mereka tumbuh perlahan — hingga kebohongan Juned akhirnya terbongkar, dan Anyara harus memilih jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Malam itu, setelah pesan misterius yang sempat terlihat sekilas di ponsel Juned, Anyara tidak bisa tidur. Ia berbaring menghadap dinding, punggung Juned tepat di belakangnya, tapi pikirannya melayang jauh, memutar ulang kalimat singkat yang tadi ia lihat—"Mas, kok tiba-tiba ilang kabar?"

Ia tidak ingin gegabah. Pelajaran dari kejadian sebelumnya mengajarkannya untuk tidak langsung meledak sebelum benar-benar yakin. Tapi rasa curiga itu terlalu kuat untuk diabaikan begitu saja.

Keesokan paginya, ketika Juned sedang sarapan sambil membaca berita di ponsel, Anyara duduk di seberangnya, mencoba memancing dengan santai.

"Mas, kemarin malem ada yang chat ya? Aku sempet liat sekilas notifnya."

Juned tersedak sesaat, buru-buru minum air. "Oh, itu... temen kerja aja, nanya soal laporan proyek."

"Nomor baru? Kok nggak kesimpen namanya?"

"Nomor kantor yang baru, Ra. Belum sempet aku simpen aja."

Anyara mengangguk pelan, pura-pura menerima jawaban itu, meski dalam hati kecurigaannya semakin kuat. Ada sesuatu dalam nada suara Juned—terlalu cepat menjawab, terlalu detail penjelasannya untuk sesuatu yang katanya "belum sempat" ia urus.

Siang harinya, Anyara memutuskan untuk mengunjungi Bude Tuti, mencari informasi lebih lanjut soal lingkungan kerja Juned tanpa terlihat mencurigakan.

"Bude, kemarin Bude sempet cerita liat Mas Juned di mall. Itu ceweknya yang mana ya, yang biasa diomongin orang-orang kantor?" tanya Anyara, berusaha terdengar santai.

Bude Tuti mengerutkan kening, mencoba mengingat. "Yang waktu itu sih kayaknya bukan yang namanya Dinda, itu beda lagi kayaknya. Soalnya orangnya lebih muda, rambutnya pendek."

Anyara terdiam sesaat, informasi itu membuat dadanya semakin sesak. Bukan cuma Dinda—ada kemungkinan Juned juga dekat dengan wanita lain, sesuatu yang belum pernah ia duga sebelumnya.

"Bude yakin itu bukan Dinda?"

"Yakin, Nyara. Soalnya Bude pernah liat Dinda juga sekali di acara kantor, orangnya lebih tinggi, rambut panjang. Yang di mall itu beda banget."

Anyara mengucapkan terima kasih, pamit pulang dengan pikiran yang semakin berkecamuk. Kemungkinan bahwa Juned tidak hanya berselingkuh dengan satu orang, melainkan memiliki pola yang lebih luas, membuat semua "perubahan sikap" yang belakangan ia tunjukkan terasa semakin seperti sandiwara belaka.

Sore harinya, ia menceritakan semua temuan itu kepada Hans, yang kali ini responsnya terasa lebih serius dari biasanya.

"Mbak, ini bukan lagi soal satu kesalahan yang bisa dimaafin. Kalau bener ada pola kayak gini, itu udah nunjukin karakter, bukan cuma kekhilafan sesaat."

"Saya juga mulai mikir gitu, Pak. Tapi saya masih butuh bukti lebih jelas sebelum konfrontasi lagi."

"Setuju, Mbak. Kalau boleh saran, coba deh Mbak minta akses buat liat riwayat transferan rekening bareng, kalau emang ada. Biasanya kalau ada pola kayak gini, jejaknya juga keliatan dari situ."

Anyara mempertimbangkan saran itu. Ia dan Juned memang memiliki satu rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga, meski gaji utama Juned masuk ke rekening pribadinya sendiri.

"Saya coba cek, Pak. Makasih sarannya."

"Sama-sama, Mbak. Saya cuma khawatir aja, jangan sampe Mbak dibohongin lagi lebih lama dari yang seharusnya."

Malam itu, saat Juned sedang mandi, Anyara mengecek aplikasi mobile banking rekening bersama mereka di ponselnya sendiri. Ia menelusuri riwayat transaksi beberapa bulan terakhir, mencari pola transfer yang mencurigakan.

Matanya terhenti pada beberapa transaksi keluar dengan nominal cukup besar, berlabel "transfer pribadi", ke rekening yang sama sekali tidak ia kenal, terjadi hampir setiap dua minggu sekali.

Ia mencatat semua nomor rekening dan tanggal transaksi itu di aplikasi notes-nya, menambahkannya ke kumpulan bukti yang sudah ia siapkan sejak beberapa minggu lalu.

Ketika Juned keluar dari kamar mandi, Anyara sudah kembali berbaring seolah tidak terjadi apa-apa, meski pikirannya masih dipenuhi pertanyaan-pertanyaan baru yang belum terjawab.

"Ra, kok belum tidur?" tanya Juned, merebahkan diri di sampingnya.

"Masih mikirin beberapa hal, Mas," jawab Anyara jujur, meski tidak menjelaskan lebih detail hal apa yang sebenarnya sedang ia pikirkan.

Juned mengangguk, tidak mendesak lebih jauh, lalu memejamkan mata, tidak menyadari bahwa istrinya kini sudah mengumpulkan lebih banyak kepingan puzzle yang perlahan membentuk gambaran yang jauh lebih besar dan lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

Bersambung

1
Heny
Apa anyana gk punya tlp orang kantor bisa di tanya kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!