Indonesia
NovelToon NovelToon
Nona Lisa

Nona Lisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:196.8k
Nilai: 5
Nama Author: ccuu ziiee

Aku memang janji untuk menunggu, tapi bukan untuk menerima cinta. Karena cinta sudah membuatku mati rasa, saat egoku besar untuk menjadi wanita berkarir.
By, Lisa.

Akankah Lisa tetap kukuh dengan cinta yang mati, atau dirinya akan terjebak dengan cinta pria dingin yang membuatnya selalu berada di sekitarnya. yang selalu menolongnya dan membantunya dalam masalah.

Dan masa lalu akan datang kembali untuk meminta janji Lisa saat ia akan meminta jawaban.

Cinta segitiga, akankah dirinya berlabuh pada pria dingi atau berlabuh pada pria masa lalunya. Hanya hati Lisalah yang tau jawabannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ccuu ziiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dingin

...Lebih suka kamu yang cerewet dan marah, karna diam mu membuatku gelisah dan takut....

.

.

.

.

Untuk pertama kali, meja makan semakin penuh dengan tambahnya kehadiran Bima yang ikut makan malam bersama dengan Ibu, Lisa dan para Art.

Sempat para Art merasa tidak enak hati, makan bersama dengan tamu Lisa. Memilih makan di meja dapur, tapi di larang oleh ibu Lisa, dan menyuruh mereka untuk bergabung makan malam bersama. Karna mereka juga sudah di anggap sebagai keluarga oleh ibu Lisa dan Lisa.

Ibu Lisa yang paling bahagia melihat Bima makan malam bersamanya, menyuruh Lisa untuk melayani Bima. Rasanya enggan melayani Bima, Masih ada rasa ramah kala mengingat dirinya di bentak oleh Bima. tapi tak ingin membuat ibunya tau, ia pun terpaksa melayani Bima, tanpa menatapnya.

" Cukup." Kata Bima, saat Lisa sudah menuangkan nasi ke dalam piringnya.

" Mau lauk apa." Datar Lisa, berada di samping Bima yang menatapnya tanpa Lisa mempedulikanya.

" Ayam saja." Jawab Bima, Hanya mengangguk, mengambil ayam dan juga sayur untuk Bima.

" Makasih."

" Iya." Jawabnya dengan dingin dan kembali duduk di samping ibunya yang sedari tadi memperhatikan dirinya melayani Bima dengan bibir yang tersenyum.

Bukan ibunya saja, tapi juga para Art diam-diam mencuri pandang melihat Lisa melayani seorang Pria yang tampan untuk pertama kalinya rumah majikannya terasa ramai. Membuat mereka sedang dan saling memberi kode senyum malu.

Kembali melayani ibunya, menyiapkan makanan di piring ibu dan menyuapi ibunya seperti biasa sebelum dirinya makan. Sudah terbiasa dirinya makan setelah menyuapi ibunya.

" Ma kanlah ber sama Li sa?" Pinta ibunya.

" Nanti saja buk?" Jawabnya lembut dan tersenyum, membuat ibunya tersenyum.

" Ma kan nak Bi ma?" Ajak ibunya.

" Iya." Jawabnya dengan senyum, untuk pertama kalinya. Dan Lisa tak memperdulikan senyuman itu.

Makan malam sederhana, kehangatan dalam meja makan terasa menyenangkan. Tapi tidak bagi Lisa, saat Lisa masih saja mengingat bentakan dari Bima dan juga amarah yang di perlihatkan jelas olehnya.

Mungkin memang dirinya salah, tapi bisakah tak seperti itu dia membentaknya. Dirinya melakukan itu juga ingin membalas kejailan Bima, tapi tak seharusnya begitu Bima memarahinya.

Lebih memilih diam dan tersenyum paksa saat ibunya sangat senang sekali dengan Bima yang mau makan malam di rumahnya.

Selesai ke makan malam, ibu mengajak Bima di ruang keluarga bukan ruang tamu. Mungkin memang sang ibu sudah begitu suka dengan tamu pria Lisa.

Lisa duduk di samping ibu, dan Bima duduk di sofa tunggal dengan masih memperhatikan Lisa yang acuh padanya.

" Su dah, ke nal, Li sa, bera pa, La ma, Nak Bim? Tanya Ibu Lisa.

" Baru dua minggu ibu?" Jawab Bima.

" Li sa, anak yang ceroboh, ce rewet, suka ma rah-marah.Ta pi, se benarnya Li sa anak yang ba ik.?" Ucap Ibunya.

" Ibu?" Tegur Lisa, menatap tak suka pada ibunya yang memberitahu semua sifat tentang dirinya.

" Ja ngan terkejut ya Nak, dengan kela kuan Put ri ibu?" Ujarnya lagi.

" Iya?" Jawab Bima.

" Sudah malam buk, ibuk harus istirahat. Mas Bima juga harus pulang, besok ada pekerjaan penting." Kata Lisa, membuat Bima terkesiap dengan panggilan ' Mas' dari bibir Lisa.

" I ya." Kata Ibu. " Ma ka sih nak Bi ma, su dah mau makan ma lam ber sama ibu?" Imbuhnya, menatap Bima dengan senyum.

" Saya juga terima kasih sudah di undang makan malam."

" Ja ngan sungkan un tuk da tang lagi." Ucap ibunya, seakan berharap Bima selalu datang ke rumahnya. Hanya mengangguk dan tersenyum.

Menyuruh suster Santi mengantarkan ibunya ke kamar, dan kembali berdua dengan Bima yang menatap kepergian ibunya menuju kamarnya.

" Sudah malam sebaiknya Tuan pulang, dan makasih sudah atas kehadiran Tuan." Kata Lisa, dengan tatapan dingin.

"Tuan?" Ulang Bima dalam hati, mendapat panggilan itu kembali dari bibir Lisa.

Rasanya seperti aneh, seperti tidak terima dirinya di panggil Tuan pada wanita di hadapannya.

" Maaf?" Ucap Bima, membuat Lisa mengerutkan kening dan menyunggingkan senyum sekilas.

" Saya juga minta maaf sudah membuat Anda marah." Kata Lisa. " Mari saya antar ke depan rumah." Ujarnya lagi, malas sekali membahasnya kala hati masih sedikit sakit.

Mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa menghembuskan nafas berat dan berjalan di belakang Lisa menuju ke depan rumah.

" Makasih makan malamnya." Ucap Bima.

" Iya." Jawab Lisa, kembali datar dan acuh.

" Saya pulang."

" Iya." Hanya mengangguk dan sedikit senyum, sungguh Lisa benar-benar masih marah dengan.

" Biar besok pagi, mobilnya di antar sama sopir. " Untuk pertama kalinya Bima mengucap panjang dengannya, Lagi-lagi Lisa hanya mengangguk dan sedikit tersenyum.

" Kau ma-,"

" Sudah malam, selamat malam." Potong Lisa, membuat Bima menghembuskan nafas berat.

" Selamat malam." Ucap Bima, dan berjalan menuju mobilnya. Menatap kepergian Bima dengan perasaan yang masih marah dan tak ingin lagi bertemu dengannya.

Entahlah kenapa dirinya bisa seperti ini! Meskipun dirinya pernah di bentak dan bertengkar pada pria atau wanita, dirinya tidak pernah menangis dan sesakit hati seperti ini. Justru dirinya melawan, dan membalas bentakan balik. Dan kenapa dirinya bisa diam dan sakit di bentak oleh Pria dingin yang sering kali menolongnya.

Berjalan menuju kamar, seperti biasa. dirinya suka menatap langit di depan jendela yang tebuka. Menatap langit malam, bersinar lebih terang akan bintang yang bertaburan.

dari sebrang jalan, mobil berhenti tepat mengarah pada rumah Lisa, seorang pria di dalamnya bisa melihat wanita yang sedang memandangi langit malam. Dengan dia yang merasa bersalah karna sudah membentaknya dan mengingat mata dia sendu itu menggenang, menahan tangisannya.

Terlihat jelas mata sendu itu sakit hati akan bentakannya, dan dirinya tak tau kenapa bisa marah hanya karna ponselnya di bawa oleh Lisa.

Mungkin, karna foto dari masa lalunya masih ada di ponselnya. Mungkin, karna dirinya takut jika ada yang melihat dan menghapus foto-toto yang ada di ponselnya.

Sulit melupakan masa lalu, sulit orang bilang untuk mencari yang baru. Sedangkan dirinya masih terbayang dengan cinta wanita yang sudah menghiasi hatinya di masa lalu.

Dan kini dirinya tidak tau, apa dirinya masih mencintainya atau tidak. Tapi hati ini sedikit masih ada rasa yang sulit sekali untuk menutupnya dan membuka lembaran baru.

Melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota malam yang sangat sepi menuju rumahnya. Dengan pikiran kacau akan malam ini.

" Bapak? Lisa kangen pak." Ucap Lisa, menutup mata dengan setetes air mata yang membasahi pipinya.

Rindu dengan Ayah dan juga sakit dengan bentakan Bima.

.

.

.

.🍃🍃🍃🍃

1
Para Mitha
sangat bgus...
zeus
Luar biasa
Luzi
syukaaaa ceritanya thor,,,,
mama naura
bagusnya Lisa am Bima aj tu dijodohin
mama naura
langsung mampir setelah baca mawar trus k Lisa semoga keren jg ceritanya
aal lia
fahmi kira" sm syp ya? kasian sbnrnya. gara" ortuny anaknya jd ga bs ngejar cintanya.
aal lia
wah pd sm" mau krmh bima nih sepertinya. kayak mau ada nikah dadakan
aal lia
ko curiga nih bima ama nico sodara tiri
aal lia
hidupnya zeline kayak ga bahagia. kasiannya kamu zel. krn punya ortu serakah dan tamak jd anak korbannya
aal lia
nah gmn nih. . mksdnya bima dibuang ibunya pas masih bayi? trus ditemuin sm bpknya dan ibunya yg udh meninggal. nah trus ibu kandung bima skrg punya anak 2 dr suaminya yg kaya itu? syp ya kira" saudara tirinya bima? apa fahmi? tp fahmi kalo ga salah anak tunggal ya
aal lia
jgn" apartemen depan bima punya zelline disewakan
aal lia
eh lgsg deres ini air mata
aal lia
ya ampun fahmi. ko aq yg nyesek ya. kasian kamu dan lisa. krn keegoisan ortumu jd kamu dan lisa yg jd korbannya.
aal lia
fahmi gmn kabarmu? gmn nasibmu setelah lulus dan berhasil meraih cita"? kasian kamu punya ortu yg arogan
aal lia
oh tidak kayaknya kamu ngeganggu mulu don. wkwkwk
aal lia
hahaa risky risky. kalo gt mah blm nembak jg ceweknya udh kabur ky krn ditinggal ga balik lg. wkwkwk
aal lia
hahaha sungguh begal yg membagongkan.
Yurniati
semangat thorr
Erna Sulastri
cus otw ka cuzi semoga bang hendra mbak gita up smpe tamat ya ka cuzi😍😍😍tetap semangay dan sehatbselalu
Erna Sulastri
yah udh end aja gak kerasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!