Indonesia
NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:4.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Micellar water

Damon memasukkan kartu kunci, mendorong daun pintu apartemennya lebar, dan membiarkan Alea masuk duluan.

"Masuk,"

Begitu kaki mungil gadis itu melangkah masuk, suasana langsung terasa berbeda. Berbeda jauh dengan apartemennya yang penuh warna, berantakan, dan terasa hidup, apartemen Damon terasa... dingin, rapi, dan sangat jauh dari kesan hidup. Alea memang sudah pernah masuk sebelumnya, tapi dia tetap takjub.

"Wah..." desis Alea pelan, matanya berkeliling takjub.

Lantai mengkilap, perabotan berwarna hitam, putih, dan abu-abu. Tidak ada satu pun barang yang tergeletak sembarangan. Buku-buku tersusun rapi di rak, bantal sofa posisinya pas, bahkan karpetnya terlihat baru saja disedot debunya. Alea menatap Damon.

"Om bersihin lantainya pakai lidah ya? Mengkilap banget gini ya ampuun ..."

Damon menutup pintu di belakang mereka dengan bunyi pelan.

"Kalau iya, kau mau coba?" balasnya datar tanpa menoleh. Alea langsung meringis.

"Becanda om tadi, becandaa. Itu aja baper, gimana kalo om pacaran terus pacarnya ketahuan selingkuh, dibunuh kali ya. Ih, serem.

"Alea,"

"Iya?" Mata Alea berkedip-kedip ceria menatap Damon.

"Diamlah. Sudah ku bilang aku menyukai ketenangan kan?"

"Tapi aku sukanya nyari ribut,"

Damon maju mendekat, ekspresinya berbahaya. Refleks Alea langsung kabur ke belakang sofa.

"Aku gak ganggu kok, aku cuma berbagi energi positif," tambah Alea cepat, bersembunyi di balik sofa seperti sedang berlindung dari predator. Damon berhenti di depan sofa itu, menatapnya datar.

"Kalau itu energi positif, kenapa rasanya kepalaku mau pecah?" balasnya dingin. Alea mengintip sedikit dari balik sandaran sofa.

"Itu karena om belum terbiasa. Lama-lama juga nagih, aku kan manis. Alea gitu loh." katanya penuh percaya diri. Damon menyipitkan mata.

"Aku tidak berniat membiasakan diri."

Alea langsung berdiri sedikit, masih menjaga jarak. Ia mendengus pelan, lalu berjalan memutari sofa dengan hati-hati, memastikan jaraknya aman dari Damon. Takut lelaki itu akan menariknya keluar dari rumah ini. Dia lebih memilih di sini, dari pada di tempatnya yang ada kecoa itu. Besok dia harus manggil pelayan khusus dari rumah keluarganya yang ada di kota ini. Untuk membasmi semua kecoa dan sahabat-sahabatnya. Biar dia bisa hidup aman.

"Hidup itu harus berwarna om, kalo aku jadi om Damon, tempat ini udah aku taruh banyak stiker."

"Coba saja kalau berani."

"Ih, dasar galak. Baperan, nyebelin. Gak asik deh. Serius amat jadi orang."

Damon tidak menjawab. Ia hanya memperhatikan setiap gerakan Alea yang seperti tidak bisa diam.

Beberapa detik hening. Alea melirik ke arah dapur.

"Om…"

"Hm?"

"Di sini gak ada cemilan ya?"

Damon menatapnya tanpa ekspresi.

"Kau baru saja makan."

"Ya kan itu tadi… ini sekarang beda suasana. Butuh cemilan pendamping rasa aman," jelas Alea serius.

Damon menghela napas pelan, lalu berjalan ke dapur. Ia membuka salah satu laci, mengambil sesuatu, lalu kembali.

Ia melemparkan satu bungkusan kecil ke arah Alea. Refleks, Alea menangkapnya.

"Cokelat?" matanya langsung berbinar.

"Ambil saja, jangan cerewet." ujar Damon singkat.

Alea mendengus lalu langsung membuka bungkusnya tanpa basa-basi.

"Makasih cokelatnya." katanya sambil menggigit cokelat itu.

Damon bersandar di dekat meja, memperhatikan. Alea duduk di sofa, kaki dinaikkan sedikit, makan dengan santai. Suasana jadi lebih tenang sekarang, meski tidak sepenuhnya hening.

Beberapa detik kemudian, suara Alea melemah.

"Om…"

"Apa lagi,"

"Kalau aku ketiduran di sini… jangan dibuang ke luar ya," gumamnya. Damon menatapnya.

"Kau akan ku bangunkan."

Alea menggeleng pelan.

"Jangan-jangan! Nanti aku ngambek. Aku nggak suka kalo lagi tidur terus di bangunin. Gak enak banget rasanya pokoknya."

Damon tidak menjawab.

"Oh ya, jangan lupa bantuin aku bersihin wajahku pake micellar water. Biar aku nggak jerawatan besok pagi. Om dokter, pasti tahu micellar water kan? Pasti ada kan? Kalo gak ada, pergi ambil di apartemenku. Sandinya tanggal ulang tahun daddy aku. Micellar water-nya ada di meja kamarku."

"Aku bukan pembantumu."

Alea tidak peduli. Matanya sudah benar-benar berat. Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa. Gigitannya pada cokelat melambat, lalu berhenti. Tangannya masih memegang bungkus cokelat itu. Matanya terpejam. Damon memperhatikan beberapa detik.

"Alea,"

Tidak ada jawaban. Ia mendekat sedikit. Gadis itu sudah benar-benar tertidur. Damon diam sejenak, menatap wajah itu.

Lalu menghela napas panjang.

"Luar biasa," gumamnya pelan.

"Kau sangat berbakat membuatku gila." ia terkekeh kemudian.

Damon berdiri dan menggendong gadis itu. Ia mengangkat tubuh Alea dengan hati-hati, satu tangan menyangga punggungnya, satu lagi di bawah lututnya. Tubuhnya ringan. Terlalu ringan untuk seseorang yang sejak tadi menguras energinya tanpa henti.

Ia berjalan menuju kamar, langkahnya pelan agar tidak membangunkan gadis itu. Pintu kamar terbuka, suasana di dalam sama seperti ruang utama, rapi dan sangat bersih. Damon menurunkan Alea perlahan ke atas ranjangnya. Tubuh gadis itu langsung tenggelam di kasur empuk miliknya. Ia sedikit bergerak, menggumam pelan, tapi tidak terbangun. Rambutnya menyebar di bantal, napasnya teratur. Damon berdiri di samping ranjang, menatapnya lama. Sangat lama.

Tanpa sadar, rahangnya yang biasanya tegang mulai mengendur. Tatapannya yang dingin berubah sedikit lebih lembut.

Cantik.

Kata itu muncul begitu saja di dalam pikirannya. Bukan cantik yang berusaha ditampilkan, bukan cantik yang dibuat-buat. Tapi cantik yang… hidup. Berisik, menyebalkan, tidak bisa diam… tapi entah kenapa membuat Damon tertarik. Pria itu menghembuskan napas pelan.

"Bagaimana bisa hidupku jadi sekacau ini hanya dalam beberapa hari…" gumamnya lirih.

Sudut bibirnya terangkat tipis. Ia mengingat semua kejadian, teriakan, kejar-kejaran, ocehan tanpa henti, sampai drama kecoa yang hampir membuatnya menghancurkan seluruh pintu gedung kalau perlu.

"Alea…" panggilnya pelan, meski tahu gadis itu tidak akan menjawab.

Tangannya sempat terangkat, seolah ingin merapikan rambut yang menutupi wajah Alea, tapi ia berhenti. Mengurungkan niatnya.

Ia menarik tangannya kembali.

"Tidur yang tenang," gumamnya pelan.

Beberapa detik lagi ia menatap, lalu akhirnya berbalik. Langkahnya keluar dari kamar.

Pintu ditutup perlahan. Sunyi kembali memenuhi apartemen itu, tapi entah kenapa, tidak terasa sepi seperti biasanya.

Damon berhenti sejenak di ruang tengah, menatap ke arah pintu keluar, seakan dapat melihat apartemen Alea di seberang.

Ia mengingat ucapan gadis itu tadi.

Micellar water.

Ia menghela napas panjang.

"Menyusahkan."

Namun tetap saja, kakinya melangkah keluar. Pintu apartemennya dikunci, lalu ia berjalan ke unit di depan sambil mengeluarkan ponselnya untuk menelpon seseorang.

1
wahyu widayati
ihiiirrrr....elvan so sweet....ayo segera nikahi sabine van....supaya kamu bisa terikat dg sabine sebelum sabine ketemu dg keluarganya....😊
🍒WINA🍒
Rasa cemburu yg membara didada elvan akhirnya sirna, ternyata tim kakak sepupu sabine terpisah bertahun-tahun karena keadaan...elvan merasa bersalah telah sama sabine sempet salahpaham...

elvan akan menyelidiki keluarga sabine, tim merasa lega telah menemukan adik sepupunya hilang bertahun-tahun...

tenang elvan sabine tipe setia tidak akan macam-macam, sabine hanya cinta sama kamu elvan....
mery harwati
Waahh Damian & Talia akan hajatan mantu lagi ini 🤣
Ari Nuryanti
iyo salahmu bang elvan...jd pinguin kan sabine😁😁
Ari Nuryanti
😁😁😁 sekarang kamu milik q.....iyo iyo bang elvan sabine milikmu tokk wes
Dewi Ansyari
Syukurlah ternyata Sabine dan Tim sepupuan baguslah,sekarang ada Tim juga yg bisa jagain Sabine
Dewi Ansyari
Astaga Sabine anaknya siapa? pasti waktu kecil di culik atau hilang makanya terpisah dengan orang tuanya dan Tim,tapi sayang Tim kamu ngak bisa memiliki Sabine karena Dy sudah milik Elvan
Dewi Ansyari
Astaga Abel kamu ganggu Sabine dan juga maddy ,benar2 cari gara2 kalo Elvan dan bara tau abis juga kamu Abel
faridah ida
ciieee Elvan ...👍👍😁😁
faridah ida
yaaa kamu telat info nya Lea ....😁😁
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘮𝘦 𝘥𝘦𝘩 𝘨𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 𝘣𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘭𝘷𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘪𝘵 𝘴𝘶𝘪𝘵🤭😂😂
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 😘
Hanima
🤭🤭
......bunga
🫠🤭
Riska Baelah
gara2 kk elvan lah😄🤣🤣🤣🤣🤣
Lilik Juhariah
kak Mae banyakin dong kak Elvan
Lilik Juhariah
astagaaaa kayaknya di suit suit para bodyguard Alea wkkw dan Ale yg heboh kok aku masuk di suasana itu yaa, jadi senyum senyum sendirirr
vj'z tri
aku tak mengerti apa yang kurasa rindu yang tak pernah begitu hebatnya aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu meski kau takkan pernah tahu ooooo aseloleeeee 💃💃💃
Zafir Nadin
Lan to the jut mak e bikin baper banget si elvan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!