Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 19: Goresan Kanvas dan Ruang Bahagia

...MENGULANG LUKA...

...Bab 19: Goresan Kanvas dan Ruang Bahagia...

Aroma cat minyak, turpentine, dan kanvas basah langsung menyambut saat melangkah masuk ke dalam studio lukis milik Valencia. Tempat ini berukuran sedang dengan langit-langit tinggi dan jendela kaca raksasa di sisi timur—sebuah ruang pribadi sederhana namun dipenuhi energi kreatif, jauh berbeda dari kemewahan dingin mansion keluarga Edgar yang terasa seperti penjara.

Di tengah ruangan, Valencia berdiri tegak di depan kanvas besar yang ditopang easel kayu. Mengenakan celemek linen berbercak cat warna-warni di atas kaus santainya, jemari Valencia bergerak lihai mengayunkan kuas. Raut wajahnya begitu tenang dan fokus, memancarkan binar hidup yang tidak pernah Julian lihat selama dua tahun pernikahan mereka. Di tempat inilah Valencia menemukan kembali jati dirinya yang sempat padam.

Dua meter di hadapan kanvas tersebut, Lucas Frederick duduk santai di atas kursi kayu bergaya klasik. Pria itu mengenakan kemeja kasual yang digulung hingga siku, tersenyum tipis memperhatikan keseriusan wanita di depannya.

"Kau benar-benar tidak keberatan melukis potret wajahku secara mendadak, Nyonya Edgar?" tanya Lucas, memecah keheningan yang dibalut denting lembut musik klasik di sudut ruangan. Suaranya terdengar ramah dan menghargai.

Valencia terkekeh pelan tanpa menghentikan sapuan kuasnya. "Sama sekali tidak, Tuan Lucas. Ini justru latihan pemanasan yang sangat bagus sebelum saya mulai mengeksekusi mural besar di gedung Anda minggu depan. Lagi pula, struktur rahang dan proporsi wajah Anda cukup menarik untuk dijadikan objek studi lukis."

"Sebuah kehormatan besar jika seorang seniman berbakat sepertimu menilai wajahku layak masuk ke dalam kanvasmu," balas Lucas hangat. Pria itu sengaja mempertahankan posisinya agar Valencia dapat menangkap pencahayaan lampu studio dengan sempurna.

Bagi Valencia, melukis Lucas bukan sekadar pemanasan proyek. Ini adalah bentuk artikulasi kebebasannya. Di kehidupan pertamanya dulu, seluruh waktu dan energinya habis hanya untuk memikirkan Julian, menunggu pria itu pulang, dan meratapi nasibnya di sudut kamar. Kini, memegang kuas dan menghasilkan karya di bawah apresiasi orang lain memberikan kepuasan emosional yang tak ternilai harganya.

Di tengah konsentrasi tinggi itu, layar ponsel pintar Valencia yang tergeletak di atas meja cat bergetar halus. Lampu layarnya menyala terang, menampilkan satu notifikasi pesan masuk.

Nama pengirimnya tertera jelas di layar: Suamiku ♡.

[Jam berapa kau selesai di studio? Aku jemput sekarang.]

Sebuah nama kontak manis buatan Valencia dulu, peninggalan masa-masa di mana dia masih berharap ketulusannya dibalas oleh Julian.

Valencia sempat menghentikan gerakan kuasnya selama beberapa detik. Sepasang mata jernihnya menatap nama kontak dan pesan singkat dari suaminya itu. Ada nada pemaksaan dan kepemilikan yang tersirat jelas dari barisan kata tersebut—sebuah sikap impulsif Julian yang baru muncul setelah Valencia berhenti mengejarnya.

Sebuah senyum tipis yang sarat akan sarkasme terulas di bibir Valencia. Dulu, satu pesan singkat seperti ini dari Julian akan membuat jantungnya berdebar kencang dan membuatnya berlari pulang secepat mungkin. Namun sekarang? Pesan itu terasa begitu hampa dan tak berarti.

Valencia cukup menekan tombol power hingga layar ponselnya kembali gelap. Dia membiarkan pesan itu terbaca tanpa berniat membalasnya sepatah kata pun, bahkan tak tergerak untuk sekadar mengubah nama kontak manis itu karena baginya Julian kini hanyalah asing. Valencia tidak ingin membiarkan ketenangan dan ruang bahagianya malam ini dirusak oleh keberadaan Julian Edgar.

"Ada masalah?" tanya Lucas halus saat menyadari jeda singkat dari gerakan Valencia.

Valencia mendongak, kembali menatap Lucas dengan senyuman jernih tanpa beban. Dia mengangkat kuasnya kembali, siap melanjutkan goresan warna di atas kanvas.

"Sama sekali tidak ada, Tuan Lucas," jawab Valencia tenang. "Hanya pesan yang tidak penting. Mari kita lanjutkan."

1
Shuttttttttttt
up up up up up, kepo bgttt
Shuttttttttttt
haa, knp sih gak jujur aja. biasanya pintar ini malah bodoh, gak curiga k klo seila2 itu sdh atur dgn sngja ksh tau vale kya gitu ihh
Shuttttttttttt
mending lo jujur dri pada vale tau dri lucas, bisa hbis rumah tangga loh
Park ha
🤣
Shuttttttttttt
up up up up up up up up up up
Park ha: tinggalkan like klo suka dan mau lanjut ka 🤭🤭..klo gk suka .gk like juga gpp sih hehe
total 1 replies
Shuttttttttttt
up up up up up
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
yaaah, blm up lagi yaa thorrr🤭
Shuttttttttttt: cemangat thorrr, pembaca setiamu menunggu wkwkw😍🫂🤭🤣
total 2 replies
Shuttttttttttt
OMG😍😍😍😍
Shuttttttttttt
semangat thorrr😍❤️
Park ha: ku selalu semangat klo kalian suka cerita yang aku buat ♡♡♡🤭🤭🤭
total 3 replies
Shuttttttttttt
aku suka deehyy
Shuttttttttttt
makin seruh deeh, aku suka bgttt🤭🤣👍❤️
Shuttttttttttt
up up up up
Shuttttttttttt
wkwkw sok² sih, bgus² udh di anggap baik sma vale, ehh malah pnya niat buruh ke rmh tangga org, akhirnya kena kan. terlalu terfokus sma masa depan mknya ceroboh, pdhal klo kita udah tau masa depan gmn dan seandainya kita melakukan tindakan yg gak sesuai sma apa yg terjadi brrti ada kemungkinan masa depan berubah. contoh kecilnya: julian sadar akan kesalahannya terhadap vale, vale yg sdh melihat masa depannya bersama julian, akhirnya memilih tetap bersama, naah brrti ada pergerakan yg berbeda sma masa lalu
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
senang deeh valee akhirnya sadar klo kepolosan dan kebaikan-nya di manfaatkan spya rumah tangga nya hancur
Shuttttttttttt
knp blm up kak
Park ha: 🙏UDAH UPDATE ..MAAF TELAT.. CIBUK
total 1 replies
Shuttttttttttt
nohh gk dngr²an sihh.... pdhal dia udah tau klo pertarungan antara lucas dan julian gak sesederhana itu tapi tetap ngeyel dan anggap julian laki-laki posesif yg kekanak kanakan.
Shuttttttttttt
naah, julian benar nih, gak perlu angkat telpn atau dngr penjelasan-nya vale, biarkan bukti audit yg menjelaskan klo lucas kali ini hnya berusaha pertahankan bisnis dan istrinya
Siti Kamisah Hasnul
Valencia yang tidak peka akhirnya kena jebak
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!