Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Alya bekerja sebagai staf hubungan masyarakat di perusahaannya, yang berarti komunikasi adalah keahlian utamanya.

"Ini adalah alasan yang sangat sempurna untuk mengajak Alya keluar besok siang."

Bayu segera membuka aplikasi pesannya dan mengetik pesan singkat untuk wanita pujaannya tersebut.

"Alya, apakah besok siang kamu ada waktu luang di jam istirahat kantor?"

Hanya berselang lima menit, Alya membalas pesan Bayu tersebut dengan cepat.

"Halo Bayu, besok aku cukup senggang kok, ada apa kamu menanyakan jadwalku?"

"Aku butuh bantuan profesionalmu Alya, besok aku ada negosiasi kontrak dengan klien besar di daerah Senayan."

"Aku ingin kamu menemaniku sebagai konsultan lepas selama satu jam saja, aku akan membayarmu dengan makan siang sepuasnya."

Alya mengirimkan emotikon tertawa yang sangat banyak di kolom pesan balasan.

"Kamu ini ada-ada saja Bayu, baiklah aku akan menemanimu besok siang hitung-hitung mencari pengalaman baru."

"Kirimkan saja alamat restorannya, besok aku akan langsung menyusul ke sana dari kantorku."

Bayu mengepalkan tangannya ke udara melakukan selebrasi kecil yang diam-diam diperhatikan oleh Dimas.

"Yes, semuanya berjalan persis seperti yang aku rencanakan."

Keesokan harinya, tepat pukul dua belas siang, Bayu sudah duduk di ruangan privat sebuah restoran elit di Senayan.

Dia mengenakan setelan jas formal berwarna abu-abu yang membuatnya terlihat sangat berwibawa.

Cklek.

Pintu ruangan privat itu terbuka dan menampilkan sosok Alya yang berjalan masuk dengan sangat anggun.

Alya mengenakan pakaian kerja blus putih dipadukan dengan rok pensil hitam yang mempertegas lekuk tubuhnya.

Rambutnya diikat rapi ke belakang meninggalkan beberapa helai poni yang membingkai wajah cantiknya.

"Maaf aku datang sedikit terlambat Bayu, jalanan di depan kantorku macet parah hari ini," sapa Alya dengan napas sedikit terengah.

"Tidak apa-apa Alya, kliennya juga belum datang kok, duduklah dulu di sebelahku."

Bayu menarik kursi untuk Alya dan wanita itu duduk dengan senyuman terima kasih.

Wangi parfum bunga melati yang khas langsung menguar menenangkan pikiran Bayu yang sedikit tegang.

"Jadi klien seperti apa yang akan kita hadapi hari ini Tuan CEO?" goda Alya sambil membuka buku catatannya.

"Manajer Pemasaran dari Beauty Glow, mereka ingin menjadikan Maya sebagai wajah kampanye produk terbaru mereka."

Belum sempat Alya membalas ucapan Bayu, pintu ruangan kembali terbuka dari luar.

Seorang pria paruh baya bertubuh tambun dengan kacamata tebal berjalan masuk ditemani oleh asistennya.

"Selamat siang Pak Bayu, maaf membuat Anda menunggu lama," sapa Pak Haryo dengan ramah.

"Selamat siang Pak Haryo, tidak masalah kami juga baru saja tiba di sini," balas Bayu sambil berdiri menjabat tangan kliennya.

Pak Haryo duduk dan langsung menatap Alya dengan pandangan bertanya-tanya.

"Perkenalkan Pak Haryo, ini adalah Alya, konsultan komunikasi sekaligus perwakilan resmi dari agensi saya."

Alya tersenyum sangat profesional dan menundukkan kepalanya sedikit memberikan salam hormat.

"Selamat siang Pak Haryo, suatu kehormatan bisa bertemu dengan perwakilan dari perusahaan kosmetik sehebat Beauty Glow."

Pak Haryo mengangguk puas melihat penampilan dan tata krama Alya yang sangat elegan tersebut.

Negosiasi kontrak pun langsung dimulai setelah pelayan menghidangkan minuman pembuka di atas meja.

Pak Haryo menawarkan kontrak kerja sama senilai dua ratus juta rupiah untuk sepuluh kali siaran promosi eksklusif.

Bayu merasa angka itu sudah cukup besar, namun sebelum dia sempat menyetujuinya, Alya menyela dengan sangat halus.

"Maaf Pak Haryo, angka dua ratus juta memang sangat menarik untuk agensi baru seperti kami."

"Namun berdasarkan data statistik penonton kami kemarin, tingkat interaksi audiens Maya jauh di atas rata-rata industri saat ini."

Alya mengeluarkan selembar kertas berisi grafik yang tadi pagi dicetak oleh Dimas.

Dia menjelaskan potensi konversi penjualan dengan kata-kata yang sangat tertata dan meyakinkan.

"Kami yakin produk Bapak akan langsung ludes terjual dalam tiga kali siaran saja."

"Oleh karena itu, kami mengajukan nilai kontrak sebesar tiga ratus lima puluh juta rupiah untuk eksklusivitas tersebut."

Bayu menahan nafasnya mendengar angka yang dinaikkan hampir dua kali lipat oleh Alya secara berani itu.

Pak Haryo terdiam sejenak sambil mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja merenungkan tawaran Alya.

"Analisis yang sangat brilian Mbak Alya, Anda benar-benar tahu nilai jual dari agensi Anda sendiri."

"Baiklah, kami setuju dengan angka tiga ratus lima puluh juta asalkan Maya mau melakukan satu sesi pemotretan luar ruangan untuk spanduk kami."

Bayu langsung menyetujui syarat tambahan tersebut tanpa banyak berpikir panjang lagi.

"Sepakat Pak Haryo, kami akan menyiapkan studio dan fotografer terbaik kami untuk sesi pemotretan tersebut."

Mereka akhirnya menandatangani draf kontrak tersebut dengan senyuman puas yang menghiasi wajah masing-masing.

Setelah Pak Haryo pamit pergi, Bayu langsung menatap Alya dengan tatapan kagum yang luar biasa.

"Alya, kamu benar-benar luar biasa tadi, cara bicaramu seperti seorang pengacara hebat yang sedang berdebat di pengadilan."

"Kamu berhasil menaikkan nilai kontrak kami seratus lima puluh juta hanya dalam waktu lima menit."

Alya tertawa renyah dan membereskan buku catatannya dengan santai.

"Itu sudah menjadi keahlianku Bayu, aku sudah sering menghadapi klien pelit di perusahaanku setiap hari."

"Aku serius Alya, bagaimana kalau kamu keluar dari kantormu dan menjadi direktur di agensiku saja?" tawar Bayu serius.

Alya terdiam sejenak mendengar tawaran mendadak yang terdengar sangat menggiurkan tersebut.

"Kamu jangan bercanda terus Bayu, aku belum berani mengambil risiko besar untuk pindah kerja sekarang."

"Tapi kalau kamu butuh bantuanku untuk negosiasi kontrak lagi, kamu bisa meneleponku kapan saja."

Bayu tersenyum maklum dan tidak ingin memaksa Alya terlalu keras saat ini.

Setidaknya, jembatan hubungan profesional di antara mereka kini sudah terbangun dengan sangat kuat.

Di tempat lain pada waktu yang sama, Vanya sedang berdiri di depan gedung perkantoran mewah di kawasan Sudirman.

Dia memakai kacamata hitam besar dan sebuah topi untuk menyamarkan penampilannya.

"Kata satpam di kantor lamanya, pria bernama Bayu itu keluar masuk memakai Lamborghini hitam."

"Dan aku baru saja melihat mobil yang persis sama terparkir di depan gedung Pratama Creative ini."

Vanya mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan raut wajah yang dipenuhi rasa iri dan ambisi licik.

"Ternyata dia benar-benar sudah menjadi bos besar sekarang, aku tidak boleh melepaskan tambang emas ini begitu saja."

"Aku harus mencari cara untuk masuk ke dalam kehidupannya lagi dan menyingkirkan siapa pun yang menghalangiku."

Mata Vanya berkilat tajam menatap ke arah lobi gedung tersebut menyusun rencana busuk di dalam kepalanya.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!