Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Kehamilan Violetta

Rahasia Kehamilan Violetta

Status: tamat
Genre:Single Mom / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:372.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Chika Ssi

Garis dua pada alat tes kehamilan, mampu membuat kehidupan Violetta jungkir balik. Dia gagal menikah dengan sang kekasih, diusir dari rumah, dan terpaksa hidup di jalanan. Terbiasa dengan kehidupan mewah membuat Vio terpaksa menjalani kerasnya kehidupan untuk pertama kali.

"Aku tidak tahu dari mana bayi ini berasal! Aku sangat membencimu! Bagaimana bisa kamu tumbuh di rahimku, padahal aku masih gadis dan tidak pernah berhubungan badan dengan Mathew atau lelaki mana pun!"

Dapatkan Vio menerima kenyataan kehamilan misterius ini? Bagaimana dia tiba-tiba mengandung? Lalu, apakah semua misteri ini bisa terungkap?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Duka

Kaki Michelle seakan terpatri di atas aspal. Mobil Mercy yang seakan kehilangan kendali itu terus melaju keras, dan menghantam tubuh perempuan itu. Tubuh Michelle terpelanting ke udara dan terhempas keras ke atas aspal.

Jason yang menyaksikan kejadian itu pun terbelalak. Semuanya terjadi begitu cepat. Rasanya baru saja dia menjemput Michelle untuk berbicara empat mata. Sekarang perempuan itu tengah sekarat di atas jalanan beraspal.

Jason bergegas turun dari mobil. Suasana jalanan sangat sepi tidak seperti biasanya. Lelaki itu bergidik ngeri ketika melihat darah mulai merembes keluar dari kepala Michelle.

"Ya Tuhan! Michelle!" teriak Jason setelah turun dari mobil dan menghampiri tubuh Michelle yang terlihat kejang sesaat.

Jason langsung merogoh saku untuk menghubungi nomor telepon darurat. Akan tetapi, ketika baru saja hendak menekan tombol darurat, sebuah panggilan masuk.

"Halo, Jason. Jangan pernah berpikir untuk membawa kabur Vio. Atau kamu akan berakhir seperti Michelle," ancam lelaki di ujung sambungan telepon.

Jason terbelalak. Dia tahu betul siapa yang sedang meneleponnya sekarang. Lelaki tersebut mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan si penelepon. Mengetahui Jason yang sedang celingukan mencari keberadaannya, Matheo terkekeh.

"Bayi itu milikku! Jika kamu menghalangi rencanaku, aku akan melakukan apa yang sudah aku katakan dulu!" Suara Matheo terdengar dingin dan menusuk, penuh ancaman serta intimidasi.

"Dan ada satu hal lagi yang harus kamu tahu, Jason. Aku dapat melihat apa yang kamu lihat, dan aku dapat mendengar apa yang kamu dengar. Jadi, berhati-hatilah dalam bertindak!" ancam Matheo, kemudian panggilan pun berakhir.

"Sialan! Aaargh!" teriak Jason.

***

Duka tengah menyelimuti pemakaman Michelle. Hamparan rumput hijau dengan ratusan batu nisan yang berjajar, menjadi pemandangan menyesakkan sore itu. Vio melangkah pelan menuju liang lahat yang digali untuk Michelle.

Terlihat ibu Michelle sedang menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya. Peti jenazah mulai diturunkan, dan ditimpa dengan tanah merah. Setelah pemakaman selesai, satu per satu kerabat Michelle meninggalkan makam seraya meletakkan bunga krisan ke atas gundukan tanah tersebut.

Ketika Vio hendak melakukan hal yang sama, tiba-tiba Margareth menatapnya tajam. Rahang ibu dari Michelle itu tampak mengeras. Dia menghapus air mata kemudian mendekati Vio.

"Pembawa sial!" umpat Margareth.

Sedetik kemudian sebuah tamparan keras mendarat mulus di atas pipi Vio. Wajahnya sampai berpaling karena pukulan yang diberikan oleh Margareth. Rasa panas pada permukaan pipi Vio tak seberapa sakitnya daripada apa yang diucapkan perempuan yang sedang memakai kacamata hitam itu.

Vio menatap sedih ke arah Margareth. Dia mengusap lembut pipi yang tampak memerah untuk meredakan rasa sakit. Vio mengabaikan Margareth yang terus menatapnya tak suka, kemudian menunduk untuk meletakkan bunga krisan ke atas makam Michelle.

"Kamu memang gadis pembawa sial! Ibumu meninggal untuk menyelamatkanmu! Ayahmu berubah menjadi mayat hidup tak lama setelah kamu membuat masalah! Dan sekarang ...." Ucapan Margareth menggantung di udara karena isak tangis kembali lolos dari bibirnya.

perempuan itu tampak menarik napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. Jemarinya mengepal kuat karena berusaha menahan tangis. Bahu Margareth tampak gemetar dan titik air mata mulai lolos serta meluncur membasahi pipi.

"Michelle mengalami kecelakaan karena hendak membantumu!" seru Margareth dengan gigi yang tampak rapat.

"Maaf, Bibi. Ayahku ...."

"Ya! Ayahmu mengalami koma karena terkena serangan jantung beberapa saat setelah kamu diusir!" teriak Margareth.

Mendengar kabar dari Margareth, tentu saja membuat jiwa Vio terguncang. Dia tidak pernah tahu kalau sang ayah sedang sakit. Padahal ayah Vio merupakan pengusaha terkenal yang wajahnya sering tampak di layar televisi.

Vio merasa ada yang janggal dengan semuanya. Kenapa sang ibu tiri menyembunyikan kondisi sang ayah dari muka publik. Setelah ini, Vio berniat untuk menemui sang ayah untuk memastikan kondisinya secara langsung.

"Pergi sana!" teriak Margareth seraya mendorong tubuh Vio.

Beruntungnya Jason sigap. Sesaat setelah Margareth mendorong tubuh Vio, dia berlari ke arah perempuan itu. Vio kembali berdiri tegak dengan bantuan Vio.

"Bu, ini semua murni kecelakaan. Tidak ada hubungannya dengan Vio. Jason terpaksa berbohong agar masalah ini selesai tidak berlarut-larut karena pasti dirinya akan ikut terseret.

"Bukankah kamu lelaki yang bersama putriku sesaat sebelum dia mengalami kecelakaan?" Margareth menyipitkan mata karena kepalanya sedang dipenuhi oleh pikiran buruk.

Di dalam kepada Margareth kematian Michelle sangat tidak wajar. Seperti ada yang janggal dan direncanakan. Dia meyakini bahwa kejadian itu bukan sekedar tabrak lari biasa, melainkan ada unsur kesengajaan.

"Kamu juga merupakan saksi tunggal dalam kejadian ini! Jangan-jangan kalian berdua memang ada hubungannya dengan kematian Michelle! Kalian sengaja membunuh putriku! Mengaku saja!" teriak Margareth seperti orang kesetanan.

Perempuan itu terus memukul dada bidang Jason. Sang suami yang begitu sabar berusaha menenangkannya. Dia juga merasa sangat kehilangan, tetapi kepalanya masih bisa berpikir dingin.

"Saya memang menjadi saksi tunggal dari kecelakaan itu. Tapi, aku tidak pernah memiliki niatan untuk menghilangkan nyawa Michelle." Jason menatap serius ke arah Margareth yang masih menangis sesenggukan di dalam dekapan sang suami.

"Kalian pulanglah. Terima kasih sudah bersedia menghadiri pemakaman Michelle. Doakan yang terbaik untuknya."

Vio dan Jason pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pemakaman. Vio berjalan gontai ke arah mobil. Pikirannya tak lepas dari kabar yang diberikan oleh Margareth mengenai kondisi sang ayah.

Vio ingin memastikannya langsung. Dia akhirnya menghubungi dokter keluarga Smith dan menanyakan kondisi sang ayah. Menurut penuturan dokter tersebut, sang ayah dirawat intensif di rumahnya sendiri dengan menyewa alat medis untuk membantu organ vitalnya bekerja.

"Antarkan aku ke rumah."

Jason pun menuruti permintaan Vio. Sepanjang perjalanan Vio terus menahan air mata. Dugaan mengenai alasan sang ibu menyembunyikan kondisi ini dari muka umum pun berputar di kepalanya. Berbagai pikiran buruk tentang sang ibu tiri kini timbul tenggelam menghantui dirinya.

"Jason, apa menurutmu ibu tiri itu ada yang baik, atau hanya berpura-pura baik?"

Mendengar pertanyaan Vio, sontak membuat Jason menautkan kedua alisnya. Dia melirik Vio dari ujung mata. Jason berdeham beberapa kali sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Vio dengan bijak.

"Aku tidak pernah memiliki ibu. Aku hanya mendapatkan kasih sayang dari bibiku. Jadi ... aku tidak tahu bagaimana rasanya disayangi oleh ibu kandung atau ibu tiri itu sama atau berbeda." Jason tersenyum kecut mengingat nasib buruk yang sudah dia terima sejak kecil.

Jason langsung ditinggal pergi oleh sang ibu ketika lahir. Menurut cerita dari sang bibi, ibunya lebih memilih untuk mengejar karier dan menitipkan dia kepada bibi Jason. Vio membuang napas kasar setelah mendengar kisah pilu Jason.

Perempuan itu merasa sedikit lebih beruntung bisa merasakan kasih sayang yang diberikan oleh dua orang ibu. Seketika pikiran buruk tentang ibu tirinya pun lenyap seketika.

"Aku harap, mama adalah ibu tiri yang baik. Bukan cuma mencintai harta ayahku seperti yang banyak diceritakan di dongeng-dongeng."

1
Sri Supeni
cerita yg bagus
Alanna Th
itu herpes tenggorokn pasti brasal dari pelecehan sam!!
Alanna Th
pasti mathew akan mnyesal n mncari vio. sptny mathew dg matheo brsdr/kmbr
Alanna Th
tuh khan betul. teganya mrk!!
Alanna Th
sptny vio ' djadikn' tumbal oleh ayahnya utk mnegakkn prssnny yg sdg goyah. mnggunakn jason pula
Alanna Th
aq yakin smua org ada mksd tdk baik kpd vio
Alanna Th
aq prnh brniat bnh diri, tapi kberanianq hilang d saat trakhir. kini usiaq sdh 68, ada suami n spsng anak yg sdh dewasa. bnyk lika liku khdpn mndera, tapi . . , aq mrasakn bgmn Tuhan tdk pernah mlepasknq, bnyk hal mustahil telah kulalui bersamaNya
Bisa Pesan Cover di Saya: waahh semangat Omaaaa.
Oma kuatttt /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Sri Puryani
Luar biasa
Luzi
ceritanya bagus ,tapi kasihan vio dan Jason blm dpt momongan
sweetpurple
Luar biasa
Aidah Djafar
Uda tamat aja 🤔
Jason belum puny anak kandung sendiri 🤔

mkasih Thor 🙏
Aidah Djafar
Evan vs Monica cari gegara 🤦 masuk bui deh kalian 🤔
Aidah Djafar
hadeeeh Javier dirimu jadi rebutan 🤦☺️
Aidah Djafar
bagus cerita novelmu Thor 👍🙏
Aidah Djafar
ya terima nasib matheo🤔🤦
Aidah Djafar
Mathew atau matheo 🤔
Aidah Djafar
matheo yg BB Eri jajajnan untuk anknya 🤔
moga Hamidun Vio stlh sembuh dri radang otaknya 🤔
Aidah Djafar
heeem penyesalan Mathew 🤔
kira2 Jason kena hukum jg gk ya🤔
Aidah Djafar
dasar Ana Uda mendekam kena hukum masih aja ngk nyadar 🤔🤦😠
Aidah Djafar
biangkerok di sini c Ana ratu drama hadeeeh ,🤦😠🤣 masuk kandang bui dirimu Ana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!