Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Gadis Mungil Kesayangan Ceo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Teen
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: achmad abdur roufur rokhim

Lahir di tengah gemerlap keluarga bangsawan bisnis tak lantas membuat Exel Dirgantara bahagia. Masa lalu kelam menempanya menjadi pria berdarah dingin, berjarak, dan berpandangan tajam seolah mampu membunuh lawan bicaranya dalam hitungan detik. Di balik dinding tebal yang ia bangun, hanya Achmad—sahabat sekaligus asisten pribadinya yang serba bisa dan humoris—yang sanggup memahami luka serta menghadapi kerumitan sikap sang CEO.

​Dunia Exel yang tenang dan penuh kontrol mendadak runtuh saat sebuah rencana perjodohan lama mengikatnya dengan Alexa Pramudya. Alexa adalah perwujudan dari segala hal yang dibenci sekaligus dibutuhkan Exel: seorang gadis SMA mungil berparas bak bidadari, namun memiliki suara cempreng, super cerewet, dan energi yang seolah tak pernah habis.

​Bersama ketiga sahabatnya yang tak kalah ramai—Rin Mashita si blasteran Jepang-Indo yang cerdas, Safi murid pindahan Malaysia dengan logat Melayu khasnya, serta Melati si cantik berdarah Arab-Indo—Alexa membawa warna baru

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon achmad abdur roufur rokhim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Operasi Mak Comblang dan Janji di Tengah Badai

l

​Pesan kaleng bernada teror di ponsel Alexa sempat membuat udara di koridor SMA Garuda terasa membeku. Namun, hembusan angin sore yang membawa aroma hujan perlahan memulihkan kesadaran sang "Botol Yakult".

​Alexa mengepalkan jemari mungilnya kencang. Ia mengusap sudut mata bulatnya yang sempat berair, lalu mendongak menatap Rin, Safi, dan Melati yang berdiri pasang badan mengelilinginya.

​"Aku gak bakal goyah," tegas Alexa dengan suara cemprengnya yang mendadak penuh keberanian. "Si Kanebo Basah itu pikir aku bakal nangis lalu kabur? Enak aja! Mas Exel udah berjuang buat aku, masa aku langsung menyerah cuma gara-gara pesan murahan begini!"

​"Nah, gitu dong! Itu baru Nyonya Dirgantara favorit kita!" seru Rin penuh semangat sambil menepuk bahu Alexa kencang.

​Safi menghembuskan napas lega, membetulkan posisi tas sekolahnya. "Betul tu, Ca! Kau jangan bagi muka kat cewek tu. Kalau dia datang lagi, biar aku siram pakai kuah bakso pedas!"

​Malam harinya, di kediaman utama keluarga Dirgantara...

​Meskipun badai manipulasi saham dan teror dari Clara serta Surya Wijaya sedang bergolak panas di balik layar, Exel menolak membawa aura kelam itu ke dalam rumah. Atas arahan Exel dan dukungan penuh Mama Maria, ketiga sahabat Alexa kembali diajak menginap untuk menjaga suasana hati Alexa agar tetap ceria.

​Di ruang tengah yang luas, kehebohan anak sekolah kembali tercipta. Namun, keriuhan itu makin membara ketika pintu depan terbuka dan muncul sosok Achmad.

​Pria itu melangkah masuk dengan senyuman yang sengaja dibuat semanis mungkin. Di kedua tangannya, terangkat empat kantong kertas besar berisi berbagai macam camilan premium—mulai dari croissant keju, martabak manis keju-cokelat melimpah, hingga es boba rasa taro favorit anak-anak SMA.

​"Permisi... Paket makanan dari Paman Achmad yang tampan dan dermawan sudah sampai!" seru Achmad dengan gaya hebohnya yang khas.

​"Waaaa! Martabak!" jerit Alexa langsung melompat dari sofa, menyambar salah satu kantong.

​Namun, mata jeli Rin dan Melati tidak fokus pada makanan. Mereka memperhatikan bagaimana mata Achmad bergerak lincah, melewati Alexa, melewati tumpukan makanan, dan langsung terkunci pada sosok Safi yang sedang duduk bersila di atas karpet bulu.

​Achmad melangkah mendekati Safi, lalu menyerahkan satu cup es boba khusus dengan senyuman yang dibuat sangat ramah.

​"Ini khusus buat Dek Safi," ujar Achmad dengan nada suara yang mendadak melunak dua tingkat, jauh lebih lembut dibanding saat ia bicara dengan Exel. "Rasa taro dengan less sugar, sesuai... info yang Paman dapat."

​Safi mendongak, menerima es boba itu dengan mata berbinar polos. Pipi manis khas Melayunya seketika merona merah tipis. "Aiyo... Terima kasih banyak, Paman Achmad. Susah-susah je dibelikan."

​"Gak susah kok! Buat Dek Safi apa sih yang susah," sahut Achmad cepat seraya terkekeh pelan, menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

​Di sudut sofa, Alexa, Rin, dan Melati saling melempar pandangan. Ketiganya menyipitkan mata bersamaan. Sebuah cengiran jahat dan penuh intrik seketika terbit di wajah ketiga gadis SMA tersebut. Mereka menyadari tatapan mata Achmad yang sangat berbeda—tatapan penuh kekaguman dan usaha PDKT tingkat tinggi!

​Alexa menarik Rin dan Melati mundur ke arah dapur bersih, lalu berbisik heboh.

​"Kalian lihat gak tadi?!" bisik Alexa dengan suara cempreng ditahan. "Paman Achmad ngasih boba ke Safi mukanya merah kaya udang rebus!"

​"Jelas banget, Ca!" timpal Rin terkekeh geli. "Si Paman Asisten yang biasanya sok keren itu mendadak jadi kaku kaya pemula pas ngomong sama Safi!"

​"Safi-nya juga polos banget lagi," tambah Melati lembut. "Tapi mereka berdua kelihatan cocok ya? Yang satu rame dan humoris, yang satu manis dan pemalu."

​Alexa menepuk tangannya pelan, matanya berbinar-binar. "Fix! Mulai malam ini, kita resmi luncurkan Operasi Mak Comblang: Paman Achmad & Safi!"

​Eksekusi rencana mak comblang dimulai lima belas menit kemudian.

​Saat Safi sedang berdiri sendirian di dapur bersih untuk mengambil air minum, Alexa memberi kode kerlingan mata pada Achmad yang sedang berpura-pura sibuk membaca dokumen di dekat pilar.

​"Paman Achmad!" panggil Alexa heboh dari arah ruang TV. "Aku, Rin, sama Melati mau ke kamar mandi lantai atas dulu ya! Tolong bantuin Safi bawain teko air ke ruang tengah!"

​Sebelum Achmad atau Safi sempat menjawab, Alexa sudah menyeret Rin dan Melati lari menaiki tangga, meninggalkan Achmad dan Safi berdua saja di area dapur yang mendadak hening.

​Achmad membeku di tempatnya. Jantung pria dewasa yang biasanya tahan banting di dunia bisnis itu mendadak berdegup kencang secara tidak wajar. Achmad berdeham kaku, merapikan kerah bajunya, lalu melangkah pelan mendekati meja dapur.

​"E-ekhm... Dek Safi, ada yang perlu Paman bantu?" tanya Achmad dengan suara yang diusahakan setenang mungkin.

​Safi menoleh, tersenyum manis hingga lesung pipit tipisnya terlihat. "Eh, tak pe, Paman. Cuma nak bawa teko ni je. Tapi... Paman Achmad tak penat ke? Asyik kerja je dari siang."

​Mendengar perhatian kecil dari mulut Safi, rasa melayang seketika melingkupi dada Achmad. Pria itu menyunggingkan senyum hangatnya yang paling tulus.

​"Capeknya langsung hilang kok begitu lihat Dek Safi tersenyum," goda Achmad refleks, menguji keberaniannya.

​Deg!

​Wajah manis Safi seketika membara merah padam! Gadis itu tertunduk malu, meremas ujung bajunya kaku. "Aiyo... Paman ni... Pandai sangat nak menyakat orang Melayu ya..."

​Achmad terkekeh halus, rasa gemas meluap di dadanya melihat kepolosan Safi. "Paman gak bercanda kok. Beneran manis."

​Di balik dinding koridor lantai dua, Alexa, Rin, dan Melati yang mengintip dari celah pilar saling memukul bahu pelan seraya menahan jeritan histeris melihat adegan romantis di bawah.

​"Gokil! Paman Achmad ternyata smooth banget masang umpan!" bisik Rin terkekeh.

​"Safi mukanya udah merah banget itu!" tambah Melati kegirangan.

​Sementara di dalam ruang kerja utama di lantai dua, atmosfer terasa jauh lebih hangat dan pekat.

​Exel baru saja menyelesaikan panggilan konferensi bersama tim pengacara dan peretas perusahaannya untuk melacak balik pergerakan kotor Surya Wijaya dan Clara. Begitu menutup laptopnya, pintu ruangan terbuka pelan.

​Alexa melangkah masuk membawa cangkir teh chamomile hangat. Gadis mungil itu menutup pintu rapat-rapt, lalu melangkah mendekati meja kerja suaminya.

​Exel menyandarkan punggung tegapnya di kursi eksekutif. Tatapan matanya yang lelah seketika melunak begitu sosok sang istri mendekat. Exel meraih tangan mungil Alexa, menariknya pelan hingga Alexa terduduk nyaman di pangkuannya.

​"Kenapa belum tidur, hm?" panggil Exel rendah, menyandarkan dagunya di bahu mungil Alexa, menghirup aroma stroberi yang selalu menenangkan pikirannya.

​Alexa melingkarkan lengannya di leher tegap Exel, mengelus pelan rambut hitam suaminya. "Mas Exel kelihatan capek banget... Masih mikirin masalah kantor ya?"

​Exel terdiam sejenak. Pria itu memeluk erat pinggang istrinya, merasakan kehangatan yang menjadi alasan utamanya untuk bertarung. "Masalah kantor bisa Mas selesaikan, Sayang. Mas cuma tidak mau masalah ini mengganggu atau menakutimu."

​Alexa menatap lurus ke dalam mata cokelat gelap suaminya. Jemari mungilnya merengkuh kedua pipi tegas Exel.

​"Mas Exel..." ujar Alexa lembut, tanpa ada nada cempreng yang biasa. "Aku udah tahu soal pesan teror dan masalah perusahaan. Tapi Mas harus tahu satu hal... Aku gak bakal takut. Aku percaya seratus persen sama Mas Exel. Apapun yang dicoba sama cewek kanebo basah itu atau musuh Mas, aku bakal tetap berdiri di samping Mas."

​Exel terhenyak. Kata-kata yang keluar dari bibir istri mungilnya itu bagaikan suntikan kekuatan yang teramat luar biasa di dadanya. Rasa bangga, haru, dan cinta mati membakar seluruh jiwa sang CEO berdarah dingin.

​Exel menunduk, menekan bibirnya di atas bibir lembut Alexa dalam sebuah ciuman yang dalam, penuh rasa syukur dan janji setia yang mengikat.

​"Terima kasih, Istriku," bisik Exel serak di depan bibir Alexa. "Mas janji... Mas akan hancurkan siapa pun yang mencoba mengusik kebahagiaan kita."

​Di bawah atap kediaman utama malam itu, di tengah intrik percomblangan kocak antara Achmad dan Safi yang mulai menunjukkan benih-benih manis, ikatan cinta antara Exel dan Alexa terbukti makin tak tergoyahkan oleh badai apa pun yang mencoba menerjang.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lolos lagi ga nih 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Besok kan
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmm kenapa mereka malah jemput temen2 Alexa 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Langsung pergi gitu aja itu dari gudang 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Ish bukan penjahat naa tapi si Exel , ga nyari dulu gitu 🤔
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aga2 tegang
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Di bab ini harusna nerusin cerita di bab sebelum na pas Exel otw naik holiped. Ini ngulang na kejauhan om mik /Slight/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Biar ga ngebleng up na 2 atau 1 bab aja tiap hari, sisa na buat taabungan bab, /Determined//Determined/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lumpuhkan dulu ekonomi mereka, biar ga bisa berkutik /Shame/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kalo ujung2na dijemput si Ahmad juga 🤔 napa ga ikut sekalian sama Sfie /Panic/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Dih nyebelein /Proud/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Wah ahirna berhasil juga buaya betina culik Alexa /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Alemong /Facepalm/
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
ayo Exel sikat habis Bramantyo dan Clara.. biar tau rasa mereka berdua😏
𝐀⃝🥀Weny: sikat kuda dong yang besar😂😂😂
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga Alexa cpt ketemu
PengGeng EN SifHa
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kapok ga tuh si Clara 🤔
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Cocok lah sama buaya darat 🤭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ituu bukan guriihhh tapi assiiinn paiitt Alexaa /Curse/ 🤣🤣 yg bikin gurih itu micin /Cry//Facepalm/
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: wkwkwkwk
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Haduuhh ngakak abis euy 🤣 ngebayangin tingkah somplak mereka /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ: Katana VAVE Om mik /Proud/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Iihh serem kali lah hormon bumil ini /Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
semoga Alexa dan kandungannya baik² saja.. semoga kalian tidak terlambat menolongnya😊
𝐀⃝🥀Weny
si Clara masih blm kapok juga, padahal sudah berkali kali gagal tetep aja ngeyel... sudahlah iklasin aja si Exelnya, kan dia sudah nikah.. dari pada hidupmu di hancurin sama Dia 😊
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: begitulah sifat manusia
total 1 replies
Shin
mampir kak
ɛʟƑ⃝🧚‍Miko miaw🧚: makasih
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
ihiiiir... ada yang berbunga² nih hati, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan😂
𝐀⃝🥀Weny: Yo engko tak tambahane asem😂😂
total 6 replies
𝐀⃝🥀Weny
si Exel cari aman, gk mau kalau istri imutnya ngambek 😁
𝐀⃝🥀Weny: trs seng ngambek kamu😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!