Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:20.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 20

Malam kian larut saat taksi yang ditumpangi Zivana berhenti di pelataran rumah orang tua Aidil. Di kursi belakang, Khaisar dan Amora sudah tertidur lelap akibat kelelahan menangis. Zivana menatap kedua wajah polos itu sejenak, mengusap lembut pipi mereka, sebelum akhirnya melangkah turun dan mengetuk pintu rumah mertuanya.

Pintu terbuka lebar. Mama Aidil berdiri di sana dengan raut wajah penuh kecemasan yang mendalam, sementara Papa Aidil mengekor di belakangnya.

"Ziva? Ya Tuhan, Ziva!" Mama Aidil langsung memeluk menantunya erat-erat, air matanya menetes.

"Mama dari tadi tidak tenang, Nak. Bagaimana keadaan di rumah? Kemana anak-anak?" Tanya Mama Hana khawatir.

"Anak-anak tidur di taksi, Ma. Ziva minta tolong Papa bantu papah Khaisar dan Amora biar Zivana yang gendong saja...," jawab Zivana dengan suara lembut namun teramat tipis.

Setelah Papa Bagas memindahkan kedua bocah yang terlelap itu ke kamar tamu, mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga. Suasana mendadak hening, terasa begitu sarat akan beban dan duka. Zivana duduk bersimpuh di atas karpet, tepat di hadapan kedua mertuanya.

"Ziva, berdiri, Sayang. Jangan seperti ini..." tegur Papa Bagas seraya hendak membimbing Zivana bangun.

Namun, Zivana menggeleng pelan. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan air mata yang sejak tadi ia tahan menetes satu per satu membasahi jemarinya.

"Mama... Papa... Ziva memohon ampun dan maaf yang sebesar-besarnya," tutur Zivana dengan suara bergetar parau.

"Ziva gagal menjaga rumah tangga ini. Ziva tidak bisa lagi meneruskan pernikahan Ziva dengan Mas Aidil."

Mama Hana terkesiap, dadanya naik turun menahan guncangan emosi.

"Maksudmu... bagaimana, Ziva? Apa yang terjadi di rumah tadi?"

Zivana mendongak, menatap kedua pasang mata di hadapannya dengan tatapan jujur dan penuh luka.

"Mas Aidil membawa Mbak Stela ke rumah malam ini, Ma," bisik Zivana, kalimat itu bagai belati yang menghujam dada orang tua Aidil.

"Mas Aidil juga tak berdiskusi dulu dengan Zivana, dan bukan hanya itu, Zivana sudah tahu jika satu bulan terakhir Mbak Stela sudah pulang dan sering bertemu dengan Mas Aidil di belakang Zivana. Mas Aidil juga mengakui di depan Ziva kalau dia masih sangat mencintai Stela."

Plak!

Papa Bagas memukul meja kaca di sampingnya, wajahnya merah padam oleh amarah yang meluap.

"Anak kurang ajar! Pria tidak tahu diri! Bagaimana bisa dia memperlakukan istri sepertimu seperti itu demi wanita penjahat itu?!"

"Pa, tenang dulu, Pa..." isak Mama Hana pecah, memeluk bahu suaminya sebelum berpaling menatap Zivana dengan tatapan hancur.

"Ziva... apa tidak ada kesempatan lagi? Kasihan Khaisar dan Amora, Nak... Mereka sangat menyayangi kamu!"

Zivana menggeleng mantap. Tatapannya kini berubah menjadi begitu tegar, melukiskan keputusan bulat yang tak lagi dapat diganggu gugat.

"Ziva menyayangi Khaisar dan Amora melebihi diri Ziva sendiri, Ma. Tapi Ziva tidak bisa membiarkan mereka tumbuh di dalam rumah yang penuh dengan kebohongan, penghinaan, dan maksiat. Ziva ke sini... ingin meminta izin dan restu dari Mama dan Papa."

Zivana menggenggam kedua tangan Mama Aidil yang gemetaran.

"Ziva memohon izin untuk bercerai dari Mas Aidil. Ziva sudah tidak sanggup lagi menjadi istrinya. Ziva ingin menyembuhkan luka Ziva sendiri, demi anak-anak. Yang di lakukan Mas Aidil dan Mbak Stela sudah melewati batas. Apalagi mereka sering di Apartemen Mbak Stela, Zivana memiliki semua buktinya. Bukti yang di kirimkan sendiri oleh Mbak Stela. Mohon maaf bukan Zivana tak mau memberikan kesempata Mama, tapi Ziva juga memiliki perasaan sebagi perempuan dan istri!"

Mama Hana menutupi wajahnya, menangis histeris. Ia tahu persis betapa mulianya hati Zivana selama tiga tahun ini, wanita yang rela merawat cucu-cucunya dengan penuh ketulusan saat Stela pergi menelantarkan mereka. Bahkan selama menikah juga Stela tak pernah bersikap baik. Ana-anak tak terurus karena dia lebih sibuk dengan dunianya. Dan anak-anak hanya di urus oleh pembantu mereka.

"Ziva..." suara Papa Bagas terdengar amat serak, matanya berkaca-kaca menatap menantu kesayangannya.

"Kamu wanita yang amat sangat baik. Kami yang gagal mendidik Aidil hingga dia menjadi pria pengecut yang tidak tahu cara bersyukur."

Papa Bagas memegang puncak kepala Zivana, memberikan restu yang teramat berat namun penuh hormat.

"Jika ini keputusanmu untuk menyelamatkan harga dirimu dan jiwa anak-anak... Papa ikhlas, Ziva. Papa dan Mama merestuimu. Kami tidak akan membela Aidil sedikit pun. Kamu tetap putri kami,"

"Terima kasih, Pa... Terima kasih, Ma..." bisik Zivana dalam isaknya, mencium tangan kedua mertuanya secara bergantian.

"Anak-anak biar tidur di sini malam ini," ujar Mama Hana seraya mengusap air mata di pipi Zivana.

"Lalu kamu mau ke mana sekarang, Sayang? Ini sudah malam."

Zivana mengusap air matanya, berdiri dengan anggun meski tubuhnya amat letih.

"Ziva harus kembali sebentar ke rumah itu, Ma. Ada berkas dokumen penting yang tertinggal di kamar. Ziva harus mengambilnya malam ini juga, sebelum Ziva benar-benar pergi dan tidak akan pernah menjejakkan kaki di rumah itu lagi."

Mama Hana dan Papa Bagas menatap Zivana dengan rasa cemas dan prihatin yang mendalam, tanpa tahu bahwa kepulangan Zivana ke rumah itu beberapa saat kemudian akan menjadi saksi kehancuran moral Aidil yang paling menjijikkan.

"Biar kami antar kamu ke rumah, Mama tak akan membiarkan kamu pergi sendirian dalam keadaan seperti ini, Nak!" ujar Mama Hana.

"Benar, kami akan mengantar kamu ke rumah, dan untuk beberapa hari kamu bisa tinggal dulu di rumah kami sebelum peroses perceraian kamu. Karena papa yakin Aidil dan Stela akan datang utuk menjadikan anak-anak sebagai alasan mereka..." ujar Papa Bagas.

Mereka akhirnya pergi dari sana menuju ruamh yang di tempati oleh Aidil dan Zivana selama ini. Namun rupanya di garasi masih ada mobil Aidil. Dia tidak pergi, kedua ornag tua Aidil juga akhirnya ikut turun, khawatir terjadi sesuatu kepada Zivana.

"Pah, Ma... Ziba ke kamar dulu, sepertinya Mas Aidil juga masih ada di rumah..." Pamit Zivana namun langkahnya terhenti saat melihat pemandangan di dalam kamar utama.

Kamar yang selama ini menjadi saksi pernikahan dinginnya dengan Aidil, kamar dimana tempat dia memanjatkan doa untuk suami dan anak-anaknya. Di dalam sana dia melihat sesuatu yang benar-benar membuat hati dan hidupnya hancur. Pergulatan panas antara Aidil dan Stela benar-benar dia lihat.

Ternyata tangisan Aidil sebelum dia pergi dengan anak-anak hanyalah akting belaka, ternyata justru mereka menunggu moment Zivana pergi agar keduanya bisa bebas menikmati waktu berdua yang penuh gairah setelah sekian lama. Air mata Zivana keluar tanpa permisi, sedangkan tangannya yang memegang ponsel gemetar hebat.

1
nely_48
pst curiga lah semua org jg,, OG tiba-tiba jd staf khusus pemasaran,, coba dr awal ngelamar bkn d posisi OG mh ga akan rameh
Ma Em
Zivana kamu hrs berani melawan orang2 yg iri pada Zivana jgn takut karena kalau Zivana diam dan takut mereka akan semakin berani untuk merendahkan Zivana .
nely_48
astagfirullah Thor,, jgn libatkan anak² dong kak, please 🙏🙏🙏
ga tega ak sm khaisar terutama Amora 😭😭😭😭
kpn s strla kena azab jatuh tisoledat nya, biar dia keguguran n lumpuh, bayi itu lahir jg kan bkn anak aidil ini,, dr pd stela hidup hanya menyiksa khaisar n Amora lbh baik buat lumpuh az sih
Elina thea
pembelaan Melvin terhadap ziva masih kurang...harusnya jelaskan juga riwayat pendidikannya dan awal gimana ziva naik pangkat.
sunaryati jarum
Dimanapun orang iri dengki tidak mau menerimanya.kekalahan,dan tidak suka akan keberhasilan orang lain itu banyak.Zivana kamu sudah mengalami banyak hal,pasti bisa melampaui
Elina thea
si Aidil ini gak guna jadi laki ...kurang tegas dan plin plan,pdhl dia bisa kok laporin istri sirinya ke polisi atas penelantaran dan penyekapan anak,tapi dia malah nangis gak guna...kamu tuh dah gagal jadi suami, setidaknya jangan sampai gagal jadi ayah.
Oma Gavin
kirim anakmu ke ortu mu aidil sebelum mereka berdua mati ditangan stela laporkan perbuatan stela ke polisi biar dia mendekatkan dipenjara, sekarang kamu baru nyesel setelah kere dan ditinggal siva, mantan istri tercinta mu ternyata iblis
Lee Mba Young
akhir nya miskin juga aidil.
mama
biadap emang ini org,setan macam itu dibawa pulang..
sunaryati jarum
Itu ibu atau iblis kok bunting lagi,itu benar anak Aidil atau hasil dari pria lain lalu njebak Aidil yang imannya dan kesetiaannya setipis tisu
Inarrr Ulfah
aidil nunggu sampe kaisar sama amora mampus dulu di tangan ibu kandung nya baru sadar
Talnis Marsy
masak pembantu nya gak punya hp apa ya,kan bisa tlpn Aidil
nely_48
semoga allah kasih azab buat stela jatuh tisoledat trs keguguran n lumpuh,,, mitamit jabang kebo ih pd stela
sutiasih kasih
aidil... km mndinh pke rok deh...
jdi laki kok banci amat😅😅😅
nely_48
bersinarlah zivana,,, awali hidup dgn status br mu,jgn lupa bahagia lah trs
Lee Mba Young
Berarti ortu aidil gk punya kuasa, buktinya gk bisa memiskin kn aidil kan. stela yg berkuasa.
kl ortu berkuasa bisa memiskin kn aidil pasti bisa melindungi khaisar Dan amora.
buktinya mereka gk bisa melindungi khaisar Dan amora.
apa hati mereka gk merasakan pnderitaan cucunya ya.
Lee Mba Young
khaisar sdh besar kn, hrse kabur lah bawa adikmu ke rumah nenek.
Oma Gavin
memang rumah orang kaya ngga ada cctv nya ? tinggal cek cctv aja keburu mati mereka berdua, stela itu sakit jiwa psikopat gendeng
Oma Gavin: ketutup selangkangannya stela 🙈
total 2 replies
Elina thea
ada yah ibu kayak Stela,gak punya hati...
sunaryati jarum
Bicaramu kasar amat ,sama pegawai yang lebih tua,Tuan Melvin.Isi perkataan anda tidak salah ,cuma penyampaian yang kurang menghormati orang yang lebih tua walaupun bawahan.Tapi ternyata pak Roni juga gitu meremehkan orang dari status pekerjaan.Semoga analisis yang dipaparkan nanti benar-benar benar membuat perubahan terhadap peningkatan konsumen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!