Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 20

Setelah kepergian Tranaka, Alensky melihat luka yang cukup parah di kaki Murni, dan hal itu yang membuat wanita itu nampak kesulitan untuk bergerak, apalagi berdiri.

"Murni, kenapa lukanya jadi separah ini?" Tanya Alensky.

"Iya, apa yang terjadi Murni?, bukankah saat itu kau masih bisa berjalan bersama ku?" Draja yang juga merasa heran karena terakhir kali di ingat, Alensky sudah menyelamatkan nya sebelum dia benar-benar celaka.

"Tidak ada, mungkin karena aku kurang tepat merawat nya" jawaban murni yang sungguh tidak masuk akal bagi Draja dan Alensky.

"Lalu, siapa yang membawa mu ke sini?" Tanya Alensky, karena yang dia tau Rumah Sakit ini tidak terlalu besar.

"Saya Nona, disini lebih murah"

"Oh" Alensky mengangguk pelan di samping Murni yang kini tersenyum canggung.

"Maaf kan aku ibu, selalu merepotkan mu, aku janji setelah ini Murni tidak akan lagi membuat masalah dengan Meriya"

"Janji ya, jangan melawannya, kerjakan saja apa yang disuruh, asal kau tidak ada masalah dengan kuliah mu, mengerti?" Ucap Ibu Murni dengan mata yang penuh harap.

Murni mengangguk, terlihat wajahnya semakin sedih, dan Draja makin tak bisa berdiam diri saja.

"Sudah-sudah, sebaiknya kau ke kampus bareng dengan kami saja, bukan begitu Alen?"

"Tentu saja" Alensky tersenyum.

Ibu Murni pamit untuk keluar dari kamar, Alensky dan Draja mendekati Murni dan melihat lebih jelas lagi.

"Astaga!, aku yakin ini bukan luka waktu itu kan?" Tanya Draja.

"Murni, apa yang terjadi?, siapa yang melakukan hal ini?" Tanya Alensky.

"Aku tidak apa-apa, luka ini pasti sembuh, tenang saja" jawab murni.

"Tapi apa yang terjadi?, ada yang menyakiti mu lagi?, siapa?, katakan Murni" Alensky kali ini memaksa.

Murni terdiam, seperti sedang menimbang dan juga ketakutan, lalu akhirnya dengan pelan mengatakan.

"Majikan kami"

"APA?!"

Alensky dan Draja terkejut bersamaan.

"Ibuku bekerja menjadi salah satu ART di Rumah mewah, selama ini kami menggantung kan hidup dari sana, tapi mereka kadang memang berbuat sesukanya, apalagi kalau kita melakukan kesalahan"

"Brengsek, siapa majikan mu, katakan padaku" seketika Alensky merasa naik darah.

"Jangan ikut campur, kami tidak apa-apa Alen, sudah biasa"

Biasa?, hal mengerikan seperti ini Murni bilang biasa?, ini penyiksaan, melanggar undang-undang hak asasi manusia, bagaimana itu bisa dianggap biasa?, batin Alensky geram sekali.

Saat Alensky akan bertanya lagi, Draja mencegah nya, disaat itu masuk ibu Murni dengan membawa satu kardus minuman gelas, lalu mengambilnya dan mempersilahkan Alensky dan Draja untuk minum.

Murni tersenyum, senang melihat dua teman barunya yang begitu perhatian padanya.

"Murni maafkan ibu, mungkin nanti akan menggunakan uang tabungan mu dulu untuk membayar biaya perawatan, kamu tidak keberatan bukan?" Tanya Ibu Murni saat Alensky dan Draja menikmati Roti yang di suguhkan diatas meja kecil.

"Gak apa-apa Bu, pakai saja". jawab murni.

Buliran air mata itu meneteskan begitu saja, Wanita yang sudah menua itu lalu memegang tangan anaknya dengan lembut.

Di saat pemandangan itu menyita perhatian Alensky, sebuah pesan masuk terdengar dari ponselnya, rupanya dari Tranaka yang sekarang entah ada di mana.

"Masih lama?" Tanya Tranaka.

"Memangnya kenapa?" Balas Alensky yang mengira jika Tranaka tidak pulang duluan setelah agenda pengusiran.

"Aku sudah satu jam penunggu mu di bawah"

Alensky terkejut, tak percaya jika Tranaka ternyata tidak meninggalkan nya.

Draja berdiri lebih dulu, setelah berpamitan kepada Murni dan juga ibunya, sedangkan Alensky, saat ini masih terdiam dengan melihat luka di kaki Murni.

"Aku baik-baik saja Alen, tidak apa-apa" ucap Murni saat Alensky masih saja menatap kakinya.

Perlahan tangannya memegang, Murni terkejut saat merasakan sesuatu yang hangat kemudian.

"Alen?"

"Aku bisa sedikit terapi, mungkin berguna untuk mu nanti" jawab Alensky masih menempelkan tangannya di kaki Murni.

Tak lama Melakukannya, dan Alensky akhirnya pamit, menyusul keberadaan Draja yang sudah lebih dulu berada di luar ruang perawatan.

"Sorry, lama menunggu ku" ucap Alensky.

"Tidak masalah, aku tidak tega melihat Murni dan ibunya" Draja melanjutkan langkah di samping Alensky.

"Sama"

Keduanya terdiam sambil terus berjalan, memasuki sebuah lift dan menekan tombol menuju lantai satu.

Tak butuh waktu lama, keduanya sudah membuka pintu lift itu kembali, disana, di sebuah kursi ruang tunggu nampak Tranaka sudah menatap mereka.

Alensky berjalan mendekati, ingin mengatakan sesuatu tentang transportasi kepulangan.

"Aku dan Draja akan_"

"Ikut aku" tiba-tiba saja Tranaka berdiri sebelum Alensky menyelesaikan kalimatnya.

Bukan hanya itu, Tranaka menyambar tangan Alensky dan pergi meninggalkan Draja yang masih diam mematung di tempatnya.

"Kau pulanglah, Aku dan Alensky masih banyak urusan!" Teriak Tranaka tanpa menoleh ke belakang lagi.

Draja hanya menghela nafasnya, lalu kemudian pergi meninggalkan tempat, keluar dari Rumah Sakit dengan menaiki sepeda motonya.

Sementara itu, Tranaka masih tak melepaskan tangannya, walau berkali-kali Alensky sempat protes dan mencoba melepaskan diri.

"Kenapa kita kembali ke lantai ini?" Tanya Alensky setelah pasrah dengan apa yang di lakukan Tranaka.

"Ada yang perlu aku lakukan"

"Kembali ke kamar Murni?" Tanya Alensky penasaran.

"Tidak"

"Lalu apa?"

Tranaka tak menjawab, hanya mempererat genggaman tangannya saja, bahkan beberapa orang yang berpapasan hanya senyam senyum saat melihatnya.

Sampai di depan ruang administrasi, Alensky mengerutkan keningnya, nampak berpikir apa yang akan di lakukan laki-laki yang tak juga melepaskan genggamannya.

"Atas nama pasien siapa Mas?" Tanya petugas di sana dengan ramah.

"Murni" Tranaka menjawabnya.

Alensky terkejut seketika, lalu kemudian menatap wajah Tranaka.

"Apa aku terlalu tampan?" Bisik Tranaka.

"Kau terlalu gila"

"Sepertinya kita sama" balas Tranaka dengan senyuman tipis di bibirnya.

Alensky mendorong Tranaka untuk mengatur jaraknya yang sesaat tadi begitu menempel padanya.

Tak lama petugas wanita itu nampak mencari data di dalam komputer yang ada di depannya, setelah itu memberikan selembar kwitansi.

Tranaka memberikan sebuah kartu hitam, lalu pembayaran dilakukan dengan cepat.

"Baik, biaya Rumah Sakit atas nama pasien Murni sudah lunas sampai pasien di pulangkan nanti, terimakasih" ucapnya.

Tranaka mengangguk dan hanya memberikan senyum tipisnya, lalu kemudian berbalik sambil membawa Alensky bersamanya.

Alensky masih terdiam, ada rasa suka dengan apa yang di lakukan oleh Tranaka.

Sampai akhirnya mereka berdua berada di dalam mobil.

"Kita lansung pulang?" Tanya Tranaka.

"Tentu saja, hari sudah mulai gelap"

"Hem, okey" Tranaka lalu membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.

Keadaan masih terasa canggung, Alensky tak bicara begitu juga dengan Tranaka, hingga pada akhirnya ada yang menyerah.

"Draja, kenapa kau mau pulang dengannya?" Tanya Tranaka Akhirnya.

"Karena dia mau mengantar ku"

"Aku sudah bilang sampai kau mengembalikan uang ganti rugi itu, kau milikku"

"Aku milikku sendiri" sahut Alensky.

"Jangan mengingkari janji, kau sendiri yang menyetujui kesepakatan itu Alensky"

Alensky merasa lelah sekali jika berurusan dengan perjanjian gila yang terpaksa dia lakukan karena sang Oma tak mau memberikan uang satu milyar dengan cuma-cuma.

"Okey, aku ingat, dan jawab pertanyaan ku dengan jujur Tranaka"

"Apa?"

"Kau kenal dengan ibunya Murni?" Nampak sekali rasa penasaran di wajah Alensky.

Ayo yang penasaran komen ya gaes, biar makin rame ini Novel, dan hari Senin jangan lupa waktunya VOTE, VOTE, VOTE.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!