Indonesia
NovelToon NovelToon
Simfoni Yang Salah Nada

Simfoni Yang Salah Nada

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Pengganti / Persahabatan
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: aleeenaa

Bagi Alee gadis cerdas yang meledak-ledak dan ceplas-ceplos, Rama adalah cowok paling membosankan sekaligus jual mahal di 10 MIPA 1. Namun, hanya butuh satu lagu di panggung sekolah untuk meruntuhkan seluruh gengsi Alee dan mengubah benci menjadi cinta.

Masalahnya, Alee punya satu kelemahan: mulutnya sama sekali tak punya filter. Demi menjaga rahasia hatinya, Alee memilih kabur ke sudut belakang kelas dan mengunci mulut rapat-rapat.

Namun, masa SMA tak pernah berjalan sesuai rencana. Ketika kesalahpahaman, provokasi teman, dan kehadiran Karim mulai menguji arah takdir mereka apakah simfoni cinta Alee akan berakhir indah, atau justru Rama hanya menjadi nada yang salah dalam hidupnya?

Namun, segalanya berubah saat sekolah mengadakan Acara Panggung Unjuk Bakat. Di atas panggung, Rama yang biasanya tenang dan tidak suka menonjolkan diri, tampil membawa gitar dan menyanyikan lagu favorit Alee. Suara Rama yang begitu merdu dan hangat malam itu berhasil menyentuh perasaan Alee yang paling

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aleeenaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Tanda di Antara Lorong Meja

Matahari pagi menembus celah jendela ruang 04, memantulkan garis-garis cahaya tebal yang dipenuhi debu melayang. Keheningan di ruangan itu terasa begitu mencekam. Hanya ada suara dengung pendingin udara yang berembus pelan dan gesekan halus ubin yang tertimpa langkah kaki pengawas ujian yang sesekali berputar mengelilingi ruangan.

Bulan-bulan terakhir di masa SMA berlalu seperti kereta ekspres yang tidak memberi kesempatan bagi siapa pun untuk menengok ke belakang. Pembahasan soal tryout yang menumpuk, bimbingan belajar hingga sore hari, dan tumpukan lembar pendaftaran perguruan tinggi telah menyita seluruh fokus anak-anak kelas 12. Di tengah pusaran kesibukan itu, takdir tampaknya punya cara tersendiri untuk bermain-main.

Saat pengumuman pendaftaran jalur seleksi perguruan tinggi dibuka beberapa minggu lalu, Alee dan Rama tanpa pernah saling berkomunikasi atau berdiskusi satu sama lain ternyata mendaftarkan diri pada dua universitas yang sama persis. Pilihan pertama dan pilihan kedua mereka bagaikan cermin yang saling memantulkan bayangan.

Ketika Alee tak sengaja melihat lembar formulir pendaftaran milik Rama yang tertumpuk di meja guru sore itu, dadanya sempat berdesir hebat. Nama dua perguruan tinggi ternama di Jawa Tengah itu tercetak jelas di sana. Sama dengan milik Alee.

Di balik seluruh sikap petantang-petentengnya yang bising, dan di balik topeng ketegaran yang sudah ia kenakan selama berbulan-bulan, Alee menyimpan sebuah doa yang teramat sunyi di dalam ceruk hatinya. Sebuah doa yang hanya ia bisikkan pada malam-malam menjelang ujian akhir.

“Tuhan,” batin Alee saat itu, memandang langit-langit kamarnya yang gelap. “Kalau memang Rama adalah orangnya... kalau Engkau memang menakdirkan kami untuk disatukan kembali, berikan aku petunjuk. Aku akan mencoba memberanikan diri membuka hati dan kembali padanya. Tapi kalau tidak... biarkan ini jadi garis akhir. Aku benar-benar akan menghapus seluruh rasa ini sampai tak tersisa.”

Hari pertama Ujian Akhir Sekolah berbasis digital akhirnya tiba. Susunan tempat duduk ruangan ujian diatur ketat berdasarkan abjad nama resmi murid. Tak pelak, nama Aleena dan Ramaditya berada tepat berdampingan dalam lembar presensi.

Kondisi itu secara otomatis menempatkan posisi duduk mereka tidak berjauhan. Alee berada di meja barisan nomor tiga dari depan pada deretan kiri, sementara Rama duduk tepat di seberang jalurnya hanya terpisah oleh lorong sempit selebar satu meter yang biasa dilalui pengawas.

Semua murid menunduk khusyuk. Jemari mereka bergerak lincah menatap layar ponsel masing-masing yang sedang membuka aplikasi soal ujian online.

Di tengah keheningan yang amat sangat itu, Alee sedang bergelut dengan soal nomor 15 yang penuh dengan grafik Biologi. Tangannya yang sedikit berkeringat karena tegang membuat genggamannya pada tepi ponsel agak melicik. Saat hendak memiringkan posisi ponselnya...

TAK!

Ponsel Alee terlepas dari genggaman. Layar kaca itu menghantam ubin semen kelas dengan suara yang cukup nyaring sebelum akhirnya memantul pelan di dekat kaki meja.

Suara benturan itu bagaikan lecutan di tengah ruangan yang sunyi. Beberapa anak di barisan depan sempat menoleh. Alee terperanjat, buru-buru membungkuk dan menyambar ponselnya sambil melempar tatapan bersalah yang serba canggung kepada guru pengawas di depan kelas.

Alee meringis pelan saat mengamati kondisi ponselnya. Beruntung, sistem operasi ponselnya masih berjalan normal dan layarnya tetap menyala. Namun, tempered glass atau pelindung layar kaca di bagian sudut kanan bawahnya telah pecah seribu. Serpihan kaca tipisnya mencuat tajam dan terasa menyengat saat tersentuh kulit.

Karena merasa terganggu saat harus menggeser scroll bar aplikasi soal, Alee mencoba mencongkel pecahan anti gores itu menggunakan kuku jempolnya. Suara gesekan tipis kaca yang dipaksa lepas terdengar agak berisik di area mejanya. Dengan telaten, Alee berusaha membuang serpihan yang retak tersebut.

Ting.

Getaran halus disertai nada notifikasi pesan masuk yang diset paling pelan berbunyi di genggaman Alee. Sebuah baris pesan melayang di bagian atas layarnya. Pesan dari sebuah kontak yang sudah sangat lama tidak pernah mengiriminya pesan pribadi di luar urusan tugas kelas.

Rama: Jangan gitu buka anti goresnya, nanti tangan kamu luka.

Rama: Pake ujung lanyard kartu ujian kamu buat buka nya.

Alee mendadak membeku. Jempolnya terhenti tepat di atas serpihan kaca tajam.

Secara refleks, Alee mengalihkan pandangannya pelan ke arah seberang lorong. Rama duduk tegap di kursinya. Punggung cowok itu lurus, matanya menatap fokus ke layar ponselnya sendiri di balik kacamata bening, seolah-olah ia sama sekali tidak baru saja memperhatikan gerak-gerik Alee dari sudut matanya.

Namun, perhatian kecil itu... perhatian sederhana yang sudah berbulan-bulan hilang dari hidup Alee, terasa mendarat dengan begitu lembut dan hangat.

Alee menunduk kembali, menatap kartu tanda peserta ujian yang tergantung di lehernya. Ia meraih ujung tali lanyard yang terbuat dari bahan plastik tebal berujung agak keras, lalu perlahan menyisipkannya ke celah retakan anti gores. Benar saja, dengan satu dorongan ringan, pelindung kaca yang retak itu terangkat dengan mudah tanpa membuat jari jarinya tergores sedikit pun.

Sebuah senyum tipis senyum tulus yang begitu halus dan jujur perlahan terbit di sudut bibir Alee.

Sudah sekian lama Alee tidak merasakan desir hangat seperti ini. Kejelian Rama yang selalu menyadari hal-hal kecil, perhatian terselubung yang tak pernah membebani, dan kehangatan yang rupanya tidak pernah benar-benar menguap. Ada letupan kebahagiaan kecil yang membuncah di dalam dada Alee, mengairi sudut hatinya yang sempat tandus selama dua bulan terakhir.

Namun, Alee menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan. Kebahagiaan kecil yang mengetuk dadanya pagi ini tidak serta-merta meruntuhkan benteng pertahanan yang sudah ia bangun dengan susah payah. Niat hatinya masih tertahan di persimpangan jalan; rasa ragu, kewaspadaan, dan pertimbangan masa depan belum sepenuhnya siap untuk dilompati begitu saja. Alee belum bisa menyerahkan hatinya secepat itu.

Sambil menahan senyum tipis yang masih tersisa di bibirnya, Alee membuka kolom balasan obrolan tersebut.

Alee: Thanks ya solusinya.

Pesan terkirim. Alee merapikan letak ponselnya di meja, menyapu serpihan kaca ke pinggir, dan kembali memfokuskan matanya pada soal nomor 15.

Di seberang lorong meja, Rama melirik ponselnya yang bergetar singkat. Membaca balasan dari Alee, sebuah senyum lega terukir di wajah sang Ketua Kelas. Ia kembali menatap soal ujiannya dengan dada yang terasa jauh lebih ringan. Di tengah ruangan ujian yang hening itu, sebuah isyarat kecil telah melintas membiarkan waktu dan takdir yang menentukan ke mana arah rel mereka selanjutnya.

1
aleee
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!