Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Pembantu Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Lari Saat Hamil / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: nova sari

Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.

Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.

Sejak itu Lorenzo mengurungnya.

"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."

Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Tes Papa Untuk Romeo

Keesokan harinya, Sabtu, mansion De Luca heboh dari jam 6 pagi.

Kenapa heboh? Karena hari ini adalah hari *TES PAPA UNTUK ROMEO!*

Ya, Romeo, bocah ganteng umur 5 tahun rambut coklat mata biru yang kasih surat cinta ke Luna di Bab 19 kemarin, hari ini diundang ke mansion De Luca untuk dites oleh Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam se-New York!

Undangan itu ditulis langsung oleh Leon dengan tulisan belepotan anak TK:

_Kepada Romeo Ganteng,_

_Kamu diundang ke Mansion De Luca jam 10 pagi untuk Tes Papa. Kalau lulus, boleh temenan sama Luna. Kalau tidak lulus, jangan dekati Luna lagi._

_Dari Leon & Papa Siaga_

Surat itu diantar oleh Thomas dengan mobil Rolls Royce ke rumah Romeo yang ternyata juga anak bos Mafia, tapi Mafia Italia yang baik.

Jam 9 pagi, Lorenzo sudah siap di ruang tamu mewah mansion De Luca dengan penampilan paling intimidasi.

Lorenzo pakai jas hitam rapi, dasi hitam, sepatu hitam mengkilap, rambut disisir rapi, dan yang paling penting... tato naga di lehernya dibuat terlihat jelas! Dia juga pakai kacamata hitam di dalam ruangan biar terlihat lebih kejam!

Di sebelah Lorenzo, Leon juga pakai jas kecil hitam, dasi kecil hitam, kacamata hitam kecil (pinjam punya Papa), dan tato naga tempelan di lehernya! Leon duduk dengan menyilangkan tangan seperti bos kecil, meniru gaya Papa-nya persis!

Di sebelah Leon, Luna pakai dress pink princess paling cantik, mahkota pink, dan membawa pistol air pinknya. Luna duduk dengan gelisah karena takut Romeo tidak lulus tes Papa.

Elena dan Bi Inem ada di dapur, menyiapkan kue, jus, dan popcorn untuk nonton drama Tes Papa itu. Elena berbisik ke Bi Inem.

"Bi, lihat Lorenzo sama Leon, kayak mafia beneran mau interogasi! Kasihan Romeo nanti takut!"

Bi Inem tertawa. "Iya Nona, Tuan Muda sama Leon mirip banget, kayak anak kembar!"

Jam 10 pagi tepat, bel mansion berbunyi.

_TING TONG!_

Thomas membuka pintu. Masuk Romeo dengan Papa dan Mamanya.

Papa Romeo adalah Don Antonio, bos Mafia Italia yang baik dan sudah kenal lama sama Lorenzo. Mama Romeo adalah wanita cantik Italia yang ramah.

Romeo hari ini pakai jas kecil biru rapi, rambut coklatnya disisir, membawa buket bunga mawar kecil untuk Luna dan sekotak coklat untuk Leon.

Begitu masuk ruang tamu dan melihat Lorenzo dan Leon duduk dengan kacamata hitam dan wajah dingin, Romeo langsung ciut dan sembunyi di belakang Papa-nya.

Don Antonio tertawa melihat Lorenzo.

"Lorenzo! Apa kabar! Sudah lama tidak bertemu! Kamu sekarang jadi Papa Siaga ya? Pakai kacamata hitam di dalam rumah?"

Lorenzo melepas kacamata hitamnya dan salaman dengan Don Antonio.

"Antonio! Selamat datang! Maaf ya, hari ini saya lagi mode Tes Papa, jadi harus terlihat kejam sedikit biar Romeo takut!"

Semua orang tertawa, kecuali Leon yang tetap dengan wajah dinginnya dan Romeo yang masih sembunyi.

Elena datang dari dapur dan menyambut Mama Romeo dengan ramah.

"Hai, selamat datang di mansion kami! Silakan duduk! Ini Luna, ini Leon!"

Luna langsung berlari dan memegang tangan Romeo.

"Romeo! Kamu datang! Ini rumah Luna! Bagus kan?"

Romeo yang masih takut sama Leon dan Lorenzo, mengangguk pelan. "Bagus, Luna..."

Lorenzo berdehem dengan keras.

_Ehem!_

Semua terdiam.

"Oke, tes dimulai! Romeo, maju ke depan!" kata Lorenzo dengan suara tegas.

Romeo maju ke depan dengan langkah kecil, masih memegang bunga mawar untuk Luna.

Leon juga maju dan berdiri di sebelah Papa-nya, menyilangkan tangan.

"Oke Romeo, Tes Papa level 1! Pertanyaan pertama! Siapa nama lengkap Luna?" tanya Lorenzo.

Romeo menjawab dengan gugup. "Luna... Luna De Luca..."

Lorenzo mengangguk. "Benar! Tes level 1 lulus!"

Leon maju dengan gaya detektif cilik. "Tes level 2 dari Leon! Apa makanan kesukaan Luna?"

Romeo berpikir. "Ehm... es krim durian? Karena kemarin Luna cerita di TK kalau Luna suka es krim durian sama rujak?"

Luna langsung bertepuk tangan. "Benar! Romeo pintar! Luna suka es krim durian!"

Leon masih dengan wajah dingin. "Hmm, benar juga... oke, lulus level 2!"

Lorenzo melanjutkan Tes level 3, tes paling penting.

"Oke Romeo, tes level 3, tes paling susah! Kalau Luna dijambak rambutnya sama Bruno gendut lagi, apa yang akan kamu lakukan?"

Romeo menjawab dengan lantang untuk anak 5 tahun. "Saya akan pukul Bruno! Saya akan jaga Luna seperti Leon jaga Luna!"

Mendengar jawaban itu, Leon langsung tersenyum untuk pertama kalinya hari itu. Leon mengangkat tangan dan tos dengan Romeo.

_PLAK!_

"Bagus! Jawaban bagus! Kamu boleh jadi teman Luna!" kata Leon.

Luna senang sekali dan langsung memeluk Romeo dan Leon bersamaan.

"Hore! Romeo lulus tes Papa!"

Lorenzo yang melihat anak-anak akur, melepas jas hitamnya dan tertawa bahagia. Dia mengangkat Romeo dan Luna dan Leon sekaligus, satu di tangan kiri, satu di tangan kanan, satu di punggung.

"Wah, Papa bangga sama kalian bertiga! Kalian akur! Sekarang, karena Romeo sudah lulus Tes Papa, Papa kasih hadiah!"

Lorenzo memberikan hadiah untuk Romeo: mobil-mobilan listrik mini Rolls Royce warna biru, sama seperti punya Leon!

Romeo senang sekali. "Terima kasih, Tuan De Luca! Eh, Papa Siaga!"

Semua orang di ruang tamu tertawa.

Setelah Tes Papa selesai, mereka semua main di taman belakang mansion yang ada ayunan, perosotan, dan kolam bola.

Leon, Luna, dan Romeo main perosotan bertiga, kejar-kejaran, dan main pistol air. Luna dengan pistol air pinknya menembak Leon dan Romeo, Leon dan Romeo balas menembak dengan pistol air biru.

Lorenzo, Elena, Don Antonio, dan Mama Romeo duduk di taman sambil minum teh dan makan kue buatan Bi Inem, melihat anak-anak main.

Don Antonio berkata ke Lorenzo.

"Lorenzo, anak-anak kita akur ya... bagaimana kalau kita jodohkan Luna sama Romeo nanti kalau sudah besar? Seperti kita dulu dijodohkan sama orang tua kita?"

Lorenzo yang lagi minum teh hampir tersedak.

"Jodohkan? Luna umur 5 tahun! Tidak! Tidak boleh! Luna masih kecil! Luna pacarnya hanya Papa sampai umur 30 tahun!"

Elena memukul lengan Lorenzo dengan manja.

"Lorenzo! Genit! Anak umur 5 tahun dijodohkan! Kamu posesif banget sih!"

Semua orang tertawa lagi.

Sore harinya, jam 4 sore, keluarga Romeo pamit pulang.

Romeo memberikan bunga mawar kecilnya ke Luna dan coklatnya ke Leon.

"Luna, Leon, besok di TK kita main lagi ya bertiga!"

Luna mengangguk. "Iya, Romeo! Besok main lagi!"

Leon juga mengangguk dengan gaya bos kecil. "Oke, Romeo, besok Papa antar kami lagi, kita main perosotan lagi, tapi jangan jambak rambut Luna!"

Romeo pulang dengan mobil mewahnya, melambaikan tangan dari jendela.

Setelah mobil Romeo pergi, Leon mendekati Luna yang masih memegang bunga mawar.

"Luna, bunganya bagus?"

Luna mengangguk. "Bagus, Leon! Romeo baik ya!"

Leon dengan wajah posesif tapi sayang adik, berkata.

"Iya, Romeo baik, tidak seperti Bruno gendut... oke, Leon kasih izin Luna temenan sama Romeo, tapi kalau Romeo nakal sama Luna, Leon pukul lagi!"

Luna memeluk Leon.

"Terima kasih, Kakak Leon! Luna sayang Leon!"

Di teras mansion, Lorenzo memeluk Elena dari belakang sambil melihat Leon dan Luna yang sedang pelukan.

"Elena, lihat anak-anak kita... sudah besar... sudah punya teman... sudah ada drama cinta segitiga TK... waktu cepat sekali ya..."

Elena mengangguk dan bersandar di dada Lorenzo.

"Iya, Lorenzo... 5 tahun lalu mereka masih di perut saya, sekarang sudah rebutan pacar di TK... kamu jadi Papa Siaga yang hebat, Lorenzo..."

Lorenzo mencium rambut pirang Elena.

"Dan kamu jadi Mama paling cantik dan paling sabar..."

Matahari sore New York terbenam, keluarga De Luca masuk ke mansion dengan tawa bahagia.

Tapi di luar gerbang mansion, terlihat mobil hitam mencurigakan yang mengawasi mansion De Luca dari jauh. Di dalam mobil itu, ada seseorang yang memegang foto Luna dan Leon.

"Jadi ini anak kembar De Luca... target baru bos..."

Bahaya baru mengintai Leon dan Luna di TK!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!