Indonesia
NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20.

Alfa masih berdiri di tepi sungai, mengawasi para pekerja yang sibuk menambang dan mengangkut pasir, tiba-tiba sebuah gagasan terbesit di pikirannya. Jika sumber daya ini tersedia melimpah dan bisa dikelola secara berkelanjutan, mengapa hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan proyek sendiri? Selama ini CV Pradana Karya selalu bergantung pada pemasok luar. Padahal, di depan matanya ada peluang yang jauh lebih besar — bukan sekadar solusi sementara, melainkan awal dari satu sumber pendapatan baru yang menjanjikan.

Malam harinya, selesai makan malam, Alfa langsung menyampaikan gagasannya tersebut kepada kedua orangtuanya. Karena dia berpikir, dukungan keluarga sangat berarti baginya.

“Ayah, Ibu, aku ingin memberitahu sesuatu,” ujarnya serius.

Pak Ikhsan yang sedang meminum kopi segera menatap anaknya tak kalah serius. “Soal apa lagi, Nak?”

“Melihat pasir yang berlimpah tadi, tiba-tiba aku ingin membuka toko material bangunan. Selama ini, CV Pradana Karya masih bergantung pada pemasok untuk kebutuhan proyek. Kalau punya toko sendiri, kita bisa menyediakan material untuk proyek sendiri sekaligus melayani pembeli dari luar.”

“Bukankah mengurus perusahaan saja sudah cukup merepotkan? Sekarang kamu mau membuka usaha baru lagi?” komentar Bu Mala.

“Memang akan menambah pekerjaan, Bu. Dan bukan maksudku ingin serakah, tapi menurutku, ini bisa menjadi langkah yang bagus untuk mengembangkan usaha."

Pak Ikhsan mengangguk seolah memahami bahwa putranya tidak sedang mengejar keuntungan sesaat, melainkan mencoba membangun usaha yang saling berhubungan.

“Kalau memang sudah kamu pertimbangkan, Ayah mendukung. Tapi jangan sampai usaha baru ini justru mengganggu apa yang sudah berjalan,” pesannya.

Alfa tersenyum. “Itu juga yang sedang kupikirkan, Yah. Aku akan menyiapkan pengelola khusus supaya urusan toko tidak membuatku mengabaikan proyek.”

“Kalau begitu, hitung modalnya baik-baik. Jangan sampai semua uang yang kamu punya habis untuk membuka toko,” tambah Bu Mala, masih menyimpan kekhawatiran seorang ibu.

“Tenang, Bu. Aku tidak akan terburu-buru. Aku ingin memulainya dengan perhitungan yang matang.”

Alfa kemudian mulai menyusun rencana. Dia mencari lokasi strategis yang mudah dijangkau kendaraan pengangkut, menghitung kebutuhan modal, serta menjalin kerja sama dengan pemasok untuk melengkapi barang yang belum bisa diproduksi sendiri.

*

*

*

Di rumah sakit

Davina dan Ammar duduk bersebelahan di ruang tunggu dekat ruang pemeriksaan. Wajah keduanya terlihat tegang sejak Naima dibawa untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Berbagai kemungkinan buruk terus berputar di benak wanita itu. Ia berharap putrinya segera keluar dalam keadaan baik-baik saja.

“Mas, menurutmu Nai akan baik-baik saja, kan?” tanyanya lirih. Ia meremas jemarinya sendiri.

Ammar berusaha menenangkan istrinya. “Kita tunggu penjelasan dokter dulu. Semoga tidak ada masalah serius.”

Tak lama kemudian, seorang perawat memanggil mereka untuk menemui dokter yang menangani Naima. Keduanya segera masuk ke ruang konsultasi, lalu duduk di hadapan dokter yang membawa hasil pemeriksaan.

Dokter itu memandang mereka dengan ekspresi serius sebelum mulai menjelaskan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh, termasuk CT scan kepala, kami menemukan adanya gumpalan darah di dalam kepala akibat benturan.”

Davina langsung menegakkan tubuh. “Gumpalan darah, Dok? Apa itu berbahaya?”

“Dalam kondisi Naima, tentu saja iya, Bu. Karena bisa menekan jaringan otak. Itulah sebabnya kami sangat mengkhawatirkan kondisinya," kata dokter.

"Apa sebelumnya anak Naima pernah terjatuh?"

Davina mengangguk. "Sebelumnya dia pernah jatuh dari tangga, dan mengalami retak tulang. Lalu tadi pagi dia terjatuh dari perosotan."

"Baiklah... mungkin saat itu pemeriksaan tidak menyeluruh, sehingga kurang mendapatkan perhatian," jawab dokter tersebut.

Ammar menggenggam kedua tangannya di atas lutut. “Lalu, apa yang harus kami lakukan, Dok? Apakah kondisi itu bisa diobati dengan obat-obatan?”

Dokter menggeleng. “Kami perlu melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan gumpalan darah tersebut guna mengurangi tekanan pada otak. Penanganannya tidak bisa ditunda terlalu lama karena dapat meningkatkan risiko yang lebih serius.”

Wajah Davina seketika pucat. “Operasi, Dok?” suaranya bergetar. “Tapi anak saya masih kecil. Apa dia bisa melewatinya?”

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk keselamatan Naima. Namun, saya perlu menjelaskan bahwa setiap operasi memiliki risiko, dan kondisi seperti ini membutuhkan penanganan segera.”

Davina menutup mulutnya, berusaha menahan tangis. Bayangan putrinya yang terbaring lemah membuat dadanya terasa sesak.

Ammar berusaha mempertahankan ketenangannya meskipun pikirannya mulai kacau. “Kalau begitu, tolong lakukan apa pun yang diperlukan, Dok. Kami hanya ingin Naima selamat.”

Dokter mengangguk, lalu menjelaskan bahwa tim medis akan segera mempersiapkan tindakan.

Davina menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Mas, bagaimana ini? Apa uang kita masih cukup?"

Ammar terdiam. Mereka masih memiliki aset dan pemasukan, meski tidak sebesar dulu. Dia lantas meraih tangan istrinya mencoba menenangkannya. "Kamu jangan khawatir berlebihan, lebih baik berdoa supaya Naima baik-baik saja.”

Setelah urusan administrasi beres, operasi pun dilakukan. Ammar dan Davina menunggu dengan harap-harap cemas. Hingga tiga jam kemudian dokter yang menangani Naima akhirnya keluar.

"Bagaimana operasinya, Dok? Apakah berjalan lancar?" kata Davina, tak sabar.

"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar. Namun, untuk sementara anak Naima akan ditempatkan di ruang ICU, terlebih dahulu guna memantau perkembangannya pasca operasi."

Penyataan dokter itu membuat Davina sedikit limbung andai saja Ammar tidak segera menahan tubuhnya.

"Kenapa anak kita harus mengalami cobaan seperti ini, Mas? Kasihan dia," rintih Davina pilu dalam pelukan Ammar.

Sementara pria itu sendiri hanya bisa diam, tak tahu harus menjawab apa.

*

*

*

Kembali ke Alfa

Sebulan kemudian, setelah menemukan tempat yang strategis dan segala persiapan selesai, toko material bangunan bernama "Depo Pradana Jaya" resmi dibuka. Bangunannya cukup luas dengan halaman yang mampu menampung truk pengangkut. Berbagai jenis material tersusun rapi, mulai dari semen, besi, batu bata, cat, keramik, granit, hingga pasir dan batu split. Bahkan genteng pun ada.

Alfa berdiri di depan toko dengan perasaan bangga. Baginya, tempat itu bukan sekadar usaha tambahan, melainkan langkah baru untuk memperkuat fondasi bisnis yang telah susah payah dibangunnya.

Sejumlah relasi dan orang-orang terdekat hadir dalam acara peresmian. Pak Danu juga datang bersama Ayudia, yang tampil anggun dengan busana formal sederhana.

“Selamat, Alfa. Saya senang melihat perkembangan usahamu,” ujar Pak Danu seraya menjabat tangan Alfa.

“Terima kasih, Pak. Dukungan dan kepercayaan Bapak selama ini sangat berarti bagi saya,” balas Alfa tulus.

Setelah acara peresmian berlangsung, mereka berkumpul di area yang telah disediakan untuk para tamu. Pak Ikhsan dan Bu Mala turut menemani Pak Danu dan Ayudia yang duduk tidak jauh dari mereka.

Di tengah percakapan tentang perkembangan usaha Alfa, Pak Danu tiba-tiba menatap kedua orangtua tersebut dengan pandangan serius.

“Pak Ikhsan, Bu Mala, ada satu hal yang ingin saya sampaikan. Semoga kalian tidak keberatan kalau saya bicara terus terang.”

“Silakan, Pak Danu. Ada apa?” kata Pak Ikhsan.

Pak Danu melirik Ayudia sekilas lalu kembali menatap pasangan di hadapannya.

“Saya berniat menjodohkan Alfa dengan Ayudia, putri saya.”

Ucapan itu membuat suasana seketika berubah. Bu Mala tampak terkejut, sedangkan Pak Ikhsan mengernyit bingung, berusaha memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar.

Bagaimana reaksi Alfa...?"

1
Nar Sih
alfa...niat yg baik harus di segera kan nih ,biar sgra halal☺️
〈⎳ FT. Zira
🤭🤭
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh/
total 10 replies
vania larasati
lanjut
Patrick Khan
bener pelan tp pasti aja..👏👏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Patrick Khan
ahhh ayudia sat set ya..takut alfa di gondol wadon liyo👏👏👏🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sekarang jaman emansipasi wanita 🤭
total 1 replies
Nar Sih
tuh alfa udah dilamar duluan sama ayudia ,terima aja yaa mungkin dgn menikah kmu akan sgra tau tentang kesehatan mu
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
vania larasati
lanjut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
wadidaw
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Nar Sih
hukuman dan balasan yg pas untuk suami mu davina ,dan bntr lgi kmu yg dpt hukum karma nya🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😥🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
Patrick Khan
wihhh serem jg hukumannya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dihhh... gimana sih, 🤭😥🤭😥🤭
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hah!!!
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dilema 😥
total 3 replies
Nar Sih
amar sdh mulai kena karma nya ,jgn,,dia punya musuh nih selain dgn alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Esther
Siapa yg memanggil Ammar ?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entah lah🤭
total 1 replies
vania larasati
lanjut
Nar Sih
momz kasih juga hukuman buat si davina yg sombong 🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gantian mam
total 1 replies
Patrick Khan
bu jgn anaknya terus yg sakit..gantian emak ato buapaknya..kasian klo anaknya terus😭😭😭gk tega q..klo emak buapaknya tega q🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gantian
total 1 replies
Esther
Belum tahu aja Davina kalau Alfa skrg sudah kembali berjaya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mommmmm masih kurang karmanya inih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: hahaha.... 🤭
total 3 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
cusss periksa alfa
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak🫰
total 1 replies
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!