Indonesia
NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:339.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Setelah jam besuk selesai dan suasana kamar rawat inap sedikit lebih tenang, Sakti tidak bisa lagi menahan rasa penasaran yang bergejolak di dadanya. Pria itu melangkah mendekati Pak Wirahadi dengan tatapan yang menuntut jawaban serius.

"Pah, Sakti minta penjelasan. Soal perjodohan tadi, Papah serius atau cuma bercanda di depan Pak Salim?" tanya Sakti dengan suara rendah namun penuh penekanan.

Pak Wirahadi menatap putranya dengan helaan napas mantap. "Papah serius, Sakti. Papah tidak pernah main-main kalau menyangkut masa depanmu dan juga niat baik untuk menolong keluarga Salim."

Sakti mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya. Logika militernya menolak keras ide ini. Ia ingin protes, ingin menolak mentah-mentah perjodohan sepihak ini detik itu juga. Namun, saat tatapannya beralih pada Pak Salim yang terbaring lemah dengan selang oksigen, lidah Sakti mendadak kelu. Kalimat penolakan yang sudah di ujung lidah mendadak di telan kembali. Ia tahu, egois sekarang bisa berakibat fatal bagi kesehatan sahabat ayahnya. Akhirnya, Sakti memilih diam, diam yang bukan berarti ia setuju, melainkan diam karena menghormati situasi.

Di sudut lain, Rahma yang sejak tadi meremas jemarinya panik, perlahan mendekat ke arah sang ibu. Ia berbisik lirih, menyuarakan isi hatinya yang berkecamuk.

"Ibu... keputusan ini mendadak sekali," bisik Rahma dengan mata berkaca-kaca. "Rahma belum ada keinginan untuk menikah, Bu. Rahma masih ingin fokus kuliah."

Mendengar bisikan sang anak, Pak Wirahadi yang rupanya memiliki pendengaran tajam langsung menyahut dengan lembut. "Rahma, banyak kok perempuan yang sudah menikah tapi tetap bisa melanjutkan kuliah. Pernikahan ini justru dirancang agar kamu bisa tetap menggapai mimpimu tanpa perlu mencemaskan biaya lagi. Mau ya, Neng, menikah dengan anaknya Om?" ucap Pak Wirahadi dengan nada yang hampir menyerupai permohonan seorang ayah.

Rahma semakin tersudut. Ditopang rasa bakti pada orang tua dan impian besarnya yang hampir kandas, ia tidak tahu harus menjawab apa.

Melihat situasi yang semakin canggung dan menekan bagi mereka berdua, Sakti akhirnya mengambil tindakan. Ia melangkah tegap ke arah Rahma. "Pah, Om, Tante... Sakti minta izin membawa Rahma keluar sebentar. Ada hal yang perlu kami bahas berdua."

Belum sempat para orang tua menjawab, Salma yang duduk di sofa langsung menyahut dengan senyum menyebalkan. "Cie... cie, Kak Sakti ngapain sih bawa Rahma keluar? Ngomong di sini memangnya tidak bisa?" goda Salma, sengaja memanaskan suasana.

Sakti menoleh lambat, memberikan tatapan tajam khas seorang komandan yang sedang memberi peringatan. "Sssttt... Diam kau, Salma!" balas Sakti geram.

Tanpa menunggu balasan adiknya, Sakti langsung berbalik dan menggenggam erat pergelangan tangan Rahma. Sentuhan yang tegas namun tidak menyakiti itu membuat Rahma sentak terkejut dan terpaksa mengikuti langkah lebar Sakti yang membawanya keluar dari kamar pasien.

Melihat punggung kedua muda-mudi itu menghilang di balik pintu, Pak Wirahadi langsung menoleh ke arah ranjang pasien dengan senyum lebar yang penuh kemenangan.

"Tuh, lihat Salim. Putraku sepertinya setuju dengan perjodohan ini!" seloroh Pak Wirahadi bangga.

Pak Salim terkekeh lemah, gurat pucat di wajahnya mendadak sirna digantikan rona bahagia. "Sepertinya begitu, Wira. Kenapa tidak dari dulu saja mereka berdua kita jodohkan, ya?" balasnya ikut lega.

*

*

Sakti membawa Rahma terus melangkah hingga mereka tiba di taman belakang rumah sakit yang suasananya jauh lebih sepi. Pria itu akhirnya menghentikan langkahnya yang tegap, menyisakan napas yang sedikit terengah akibat emosi yang berkecamuk di dadanya. Begitu juga dengan Rahma, gadis itu terengah-engah, merasa kelelahan karena harus setengah berlari demi mengikuti langkah kaki Sakti yang begitu cepat dan lebar.

Setelah detak jantungnya sedikit normal, Rahma menunduk, menatap pergelangan tangannya yang sedari tadi masih digenggam kuat oleh perwira di hadapannya itu.

"Kak... bisa lepaskan tanganku?" pinta Rahma dengan nada memohon yang halus.

Sakti tersentak. Ia baru sadar jika sejak keluar dari kamar rawat inap, jemarinya terus mengunci pergelangan tangan Rahma. Dengan cepat, ia menarik tangannya kembali.

"Oh... sorry, Rahma. Tadi aku sedikit panik," ucap Sakti, mengusap tengkuknya dengan canggung. Rasa tegasnya mendadak luntur sesaat.

"Iya, Kak, tidak apa-apa," sahut Rahma sambil mengusap bekas genggaman di pergelangan tangannya. "Lantas... kenapa Kak Sakti membawaku ke sini?"

Sakti tidak langsung menjawab. Ia menghembuskan napas panjang, lalu melangkah ke arah bangku taman dan duduk di sana untuk menenangkan diri. Wajahnya tampak frustrasi.

"Rahma, jujur saja padaku. Apakah kau sudah tahu soal rencana perjodohan ini sebelumnya?" tanya Sakti, menatap Rahma lurus-lurus.

Rahma menggelengkan kepalanya dengan cepat, meyakinkan pria itu. "Aku sama sekali tidak tahu, Kak. Sumpah, aku juga baru tahunya pas di dalam kamar barusan."

Lagi-lagi Sakti menghela napas kasar, kali ini ada nada kesal yang kentara dari caranya membuang napas. "Kenapa mereka seenaknya menjodohkan kita tanpa memberikan kesempatan kepada kita untuk menerima atau menolaknya?" gumamnya tak habis pikir.

Melihat gundah di wajah sang tentara, Rahma perlahan melangkah mendekat lalu ikut duduk di sampingnya Sakti. Jarak mereka kini mengikis.

"Kak, kalau memang Kak Sakti tidak setuju, sebaiknya hari ini juga kita tolak perjodohan ini bersama-sama. Bagaimana, Kak?" ucap Rahma mencoba memberikan solusi yang menurutnya paling adil.

Sakti menggeleng lemah, menyandarkan punggungnya ke kursi. "Tidak bisa, Rahma. Ayahku itu orangnya begitu keras kepala. Keputusannya susah sekali dibantah kalau sudah menyangkut prinsip."

"Lantas bagaimana ini, Kak?" tanya Rahma mulai bingung.

Sakti terdiam sejenak, menimbang-nimbang sesuatu di dalam kepalanya sebelum akhirnya menoleh ke arah Rahma dengan tatapan penuh harap. "Bagaimana kalau kau yang menolaknya, Rahma? Aku yakin, jika kamu sebagai pihak perempuan yang menolak perjodohan ini, pasti Papah akan memikirkan ulang dan membatalkannya."

Mendengar permintaan itu, Rahma sedikit tersentak. Ada guratan kekecewaan yang mendadak melintas di wajahnya, meski ia sendiri tidak tahu mengapa hatinya harus merasa kecewa. Ego gadisnya sedikit terusik mendengar penolakan yang begitu nyata dari Sakti. Namun, mengingat kondisi ekonomi keluarganya dan masa depan kuliahnya yang rumit, Rahma mencoba menahan perasaannya.

"Nanti... Rahma coba ya, Kak," jawab Rahma lirih, memaksakan sebuah senyuman tipis. "Semoga Ayah dan Om Wira mau membatalkan perjodohan kita."

Mendengar kesediaan Rahma, seulas senyum lega terbit di wajah kaku Sakti. Tanpa sadar, pria itu memutar badannya dan menggenggam kedua bahu Rahma dengan erat, menyalurkan rasa terima kasihnya.

"Terima kasih, Rahma. Aku... aku memang belum siap untuk menikah. Hatiku... hatiku masih milik seseorang, dan sampai sekarang aku belum bisa melupakannya," ucap Sakti dengan jujur, tatapannya menerawang jauh menembus masa lalu.

Deg!

Seketika Rahma diam terpaku. Genggaman hangat di bahunya mendadak terasa begitu dingin. Kalimat Sakti barusan berputar-putar di kepalanya seperti sebuah kaset yang rusak, menghujam langsung ke ulu hatinya.

'Itukah... itukah alasan utama Kak Sakti menolak perjodohan ini? Karena masih ada wanita lain di hatinya?' batin Rahma kelu.

Ada rasa sesak yang tiba-tiba merayap di dada mahasiswi kedokteran itu, menyisakan keheningan yang mendalam di antara mereka di bawah rindangnya pohon taman rumah sakit.

Bersambung...

1
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat aja, bgmn dg Mayor sm Prof. Asha? kita tdk turut menyaksikan kelahirannya thor, gmn ini? kurang lengkap keknya.... terimakasih thor utk krya2mu, tg senantiasa menghibur dn sebagian sbgai pelajaran hidup dan semoga authornya selalu dlm lindungan Allah Swt, aamiin🤲😇
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih banyak kak, atas semua doa dan dukungannya 😊
semoga Kaka tidak pernah bosan dengan karya-karyaku yang lainnya 🤗
total 1 replies
Farida Dalle
Usaha tdk mengkhianati hasil, hehe😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Nah... baru sj pak Wirahadi membahas cucu, e dibalas kontan sm si authornya, iya kan... hasil kerja keras siang malam sdh membuahkan hasil, hihi🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, semangat 45 itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Bikin baper pasangan2 ini,jadi ingat masa muda, apa daya sdh terlanjr tua, wkwk🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama kak 🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Dinda tak kasih tahu yah, klu kamu tdk suka Sakti dan Rahma bahagia sebaiknya kamu tutup mata aja, kan beres... habis perkara, iya kan??? 🤭
Farida Dalle
Wah....bahaya,ulat bulu sdh mulai masuk ke area Bandung,hati2 dan waspada,kita jg akan pasang badan utk membela km Rahma demi keutuhan rumah tangga kalian,pokoknya jngn mau kalah yah Rahma sebagai istri sah
🤭
Farida Dalle
Bagus sekali dokter Adnan, kamu pintar membaca situasi, sahabat sejati yah seharusnya sprti dr.Adnan dan utk Sakti km hrs tegas, Dinda penuh dg akal bulus😡
Farida Dalle
Jangan sampai km ada niatan balik ke Dinda yah Sak, pokoknya klu km ketemu lg sm Dinda, aq langsung chat ke Dinda, biar kamu gak dikasi jatah🤣
-Zinnia-
awal yg seru
Farida Dalle
Duh... Sakti koq cemburuan banged, namanya jg mahasiswa psti punya teman, lahian jg kan Rahma tdk ngapa2in, cuma klan doang itupun bereempat, hadeuh kyk abg aja, cinta sih cinta tp logika hrs ttp jalan dong... sini tak sentil, hehe gumus thor dg kelakuan Sakti🤭🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku juga gemez kak, pengen cubit 🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Haha .. rasain Sak, nda bisa lanjut ke babak berikutnya, sabar buasanya seminggu atau 10 hari, tp bisa icip2 koq🤣🤣🤣
Farida Dalle
Tp sorry nih Sakti, mau tanya dong, beneran dulu wktu pacaran sm Dinda, kalian prnh ciuman? atau bahkan lebih? 🤔🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pernah icip-icip dikit kak, tapi GK lebih dari itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Itu balasam utkmu Sakti, makanya jd orng jngan asal ngomong, krn Allah itu Maha membolak balikkan hati manusia, iya kan??? 🤣 kemarin2 bilngnya gak cinta, nah sekarng lain lg, pokoknya siksa tetus Rahma pak kapten, kasi pelajaran kcl2an, tarik ulur, hehe.... emangnya layangan🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Farida Dalle
Aduhhhh... gmn ini kapten? yg katanya hatinya msh ditempati sang mantan? koq cemburunya kelewatan .... hihi, malu tuh sm omongan🤭😂klu di Mkssr tu malu bisa bikin bunuh diri, buran gantung diri di bawah pohon toge😂🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Katanya gak cinta tp cemburumu selangit... 😕makanya jd lelaki egonya jngn terlalu tinggi, malu kan jadinya utk mengaku cinta? 🤭😂
Farida Dalle
Katanya Sakti sdh mulai suka dan tertarik ke Rahma, makanya jngan terlalu cpt mengatakan tdk ada tempat buat Rahma di hatimu, kan jadinya seperti "menjilat ludah sendiri" 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 3 replies
Farida Dalle
Sakti, km itu aneh... msh memikirkan orng yg sdh menghianatimu, bahkan msh ingin menjaga hati, hellow... sadar pak kapten😡
Farida Dalle
Duh... mmng kamu tdk boleh lg mengharapkan masa lalu, untuk apa coba??? yg lalu biarkan berlalu, sambut masa depan bersama jodoh yg telah ditakdirkan utkmu....
Farida Dalle
Buat apa msh menyimpan cewek penghianat di hatimu Sakti, yg perlu dikenang itu klu ceweknya baik, udah sih cewek sprti itu mesti dibuang ke laut biar jd kerang, iya kan
Cheng Nyo
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Good//Good//Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!