Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:612.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Menjemput Keisha

Ibu Dania melotot kecil pada Keisha. "Keisha, kalau bicara sendoknya diturunkan."

"Eh, iya, maaf, Bu," Keisha menurunkan sendoknya tapi tetap melanjutkan bicaranya dengan semangat berapi-api. "Maksud aku, Kak Satria itu udah kayak Kanebo kering kelamaan dijemur, kaku banget. Kak Vania pasti sedih di atas sana kalau lihat Kak Satria menyendiri terus kayak pertapa di gua. Lagian, setidaknya Kakak mulailah buka hati buat wanita lain. Di luar sana pasti banyak kok Ibu-ibu Persit atau cewek-cewek yang antre mau sama Mayor ganteng tapi kaku kayak Kakak."

Selesai mengucapkan kalimat panjang lebar itu, Keisha kembali menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan santai, merasa bahwa opininya barusan adalah sebuah kontribusi besar bagi masa depan keluarga mereka.

Namun, suasana di meja makan mendadak mendingin dalam sekejap.

Satria tidak langsung menjawab. Pria itu mengalihkan pandangannya dari Ibu Dania, kini matanya yang hitam pekat dan tajam tertuju lurus pada Keisha. Tatapannya begitu dingin, menghunjam langsung ke arah adik iparnya yang baru saja bicara tanpa beban. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, namun intensitas tatapan itu sanggup membuat bulu kuduk Keisha meremang seketika.

Keisha yang sedang mengunyah mendadak merasa nasi di dalam mulutnya jadi susah ditelan. "Aduh, kenapa matanya seram banget begitu sih?" batin Keisha, mendadak salah tingkah sendiri di bawah intimidasi tatapan sang Mayor. Dia buru-buru meraih gelas es teh manisnya dan meminumnya hingga tandas untuk menghilangkan rasa canggung.

Sementara ketegangan tak kasatmata terjadi di antara kedua orang dewasa itu, Rafka sama sekali tidak terpengaruh. Bocah itu tetap sibuk menikmati ayam gorengnya, menggerogoti daging paha ayam hingga bumbunya belepotan di sekitar mulut, benar-benar kontras dengan atmosfer sunyi yang mendadak melingkupi meja makan.

Ayah Farrel berdeham kecil, mencoba mencairkan keheningan yang sempat membeku. "Satria, apa yang dikatakan Ibu dan Keisha itu tidak ada maksud mendesak. Kami hanya memikirkan kebaikanmu dan Rafka untuk jangka panjang. Tapi semua keputusan tentu ada di tanganmu."

Satria menarik napas pendek melalui hidung, lalu kembali menatap Ayah Farrel dan Ibu Dania. Ekspresi dinginnya perlahan melunak kembali menjadi rapi dan formal seperti biasa.

"Saya mengerti, Ayah, Ibu," jawab Satria dengan suara beratnya yang tenang. "Terima kasih atas perhatian dan keikhlasan yang diberikan. Untuk saat ini, fokus saya masih pada tugas negara dan memastikan Rafka tumbuh dengan baik."

"Iya, Satria, Ibu paham. Tapi jangan ditutup rapat-rapat perasaannya. Kalau ada wanita yang sekiranya cocok dan bisa menyayangi Rafka seperti anaknya sendiri, kabari Ibu dan ayah, ya," pungkas Ibu Dania dengan senyum lembut, tidak ingin menekan menantunya lebih jauh lagi pada momen makan siang ini.

Satria hanya memberikan anggukan samar sebagai jawaban. Matanya sempat bergulir sekali lagi ke arah Keisha yang kini pura-pura sibuk menambah kuah gulai ayam ke piringnya, sengaja menghindari kontak mata langsung dengan sang kakak ipar.

Di balik sikap kaku dan tenangnya, tidak ada satu orang pun di meja makan itu yang tahu apa yang sebenarnya sedang berkecamuk di dalam kepala Mayor Satria Pramudya.

***

Jarum jam dinding di ruang tengah tepat menunjukkan pukul dua siang ketika Keisha berlari turun tangga setengah terburu-buru. Setelah menyelesaikan makan siang yang penuh dengan atmosfer canggung—terutama karena tatapan sedingin es dari kakak iparnya—Keisha langsung mengurung diri di kamar lantai atas. Bukan hanya untuk bersiap-siap, melainkan juga untuk menata kembali fungsi otaknya yang sempat loading lama akibat obrolan pernikahan tadi.

Hari ini Keisha sudah punya janji penting. Tugas kelompok mata kuliah Metode Penelitian sudah menumpuk dan tenggat waktunya tinggal menghitung hari. Sebagai mahasiswa tingkat tiga yang tidak ingin menambah semester, Keisha tentu harus bergerak cepat.

Di ruang tengah yang sejuk oleh embusan angin dari jendela samping, Satria tampak duduk tegap di sofa kulit. Di hadapannya, sebuah laptop berlogo brand premium menyala, menampilkan grafik angka-angka yang cukup rumit. Selain menjadi seorang Mayor aktif di TNI AD, Satria memang mengelola beberapa bisnis sampingan di bidang logistik dan keamanan yang diwariskan dari keluarga besarnya. Jemari tangannya yang kokoh bergerak lincah di atas papan tik, sesekali matanya membaca dokumen digital dengan dahi yang sedikit berkerut.

Brummm ....

Suara deru mesin sepeda motor matic berkapasitas 150cc terdengar berhenti tepat di depan pagar rumah. Suara mesin yang cukup halus, namun sangat jelas terdengar di keheningan siang itu.

Satria langsung menghentikan ketukannya di atas keyboard. Matanya melirik ke arah pintu depan yang tertutup. Tanpa ekspresi, pria itu menutup layar laptopnya perlahan, lalu bangkit berdiri. Postur tubuhnya yang tinggi besar melangkah dengan tegap menuju pintu utama.

Begitu pintu kayu jati itu dibuka, seorang pemuda dengan jaket denim dan celana jin hitam sedang melepaskan helmnya. Namanya Rendra. Teman satu jurusan Keisha, sekaligus cowok yang akhir-akhir ini sedang gencar mendekati Keisha—atau dalam bahasa gaul Keisha, si 'gebetan'.

Rendra yang berniat langsung memanggil Keisha mendadak membeku di tempat. Senyum yang sempat mengembang di wajahnya langsung surut begitu melihat siapa yang membukakan pintu. Alih-alih pembantu atau orang tua Keisha, yang berdiri di hadapannya adalah seorang pria berbadan tegap dengan potongan rambut cepak militer, berkaos polo ketat yang menonjolkan otot lengannya, dan menatapnya dengan pandangan sedatar papan tulis.

Rendra reflek menelan ludah. Ia sudah beberapa kali melihat Satria jika kebetulan berkunjung ke rumah Keisha, dan aura sang Mayor selalu sukses membuatnya menciut.

"Siang, Kak Satria," sapa Rendra buru-buru, mencoba bersikap sesopan mungkin sambil menganggukkan kepala agak dalam.

Satria tidak tersenyum. Dia hanya mengangguk sekali, sangat formal. "Siang. Ada keperluan apa?"

"Eh, ini, Kak ... saya mau menjemput Keisha. Kami ada janji mau kerja kelompok tugas kuliah di kafe dekat kampus," jawab Rendra sedikit terbata-bata. Tangannya meremas tali helm dengan gugup.

Bersambung...

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
akhirnya jd pasangan mas & dek beneran wkwk gemeey 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
besok kalo hamil pengen kayak kei lah wkwk ga ada mual cuma laper terus sm telat haid aja tau2 TM 1 udah lewat 🙏🏻😇
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lagian si ingrid udah di bantu cari kos, dibantu cari kerjaan bukan langsung dateng buat bilang makasih malah nunggu beberapa bulan udah gt dateng2 ga bawa kue malah bawa provokasi 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gimana bude, calon menantu kesayangan bude si ingrid ingrid itu udah ngasih kado apa ke bude 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kapok ga di ulti anak sendiri 🤣
Ani
😆😆😆😆 ampung deh anak pak Mayor mulutnya pedes amat..
Ani
😢😢😢😢 bener bener terharu dengan kata kata Rafkha itu adalah jawaban jujur dari anak kecil... 💪💪💪 Kei...
Ani
😆😆😆😆😆😆
...
ngapain sih ulet keket ikutan sampe kesini juga
Tamirah
Visualnya pas banget Satria & Keisha .... keren....!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini bukan cowok bingung walopun itu sama keluarga sendiri, selama bukan dalam konteks melawan & durhaka menurutku gapapa sih wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo aku sih gapapa ingrid tinggal di rumah satria, biar satria nya aja yg tinggal di rumah ayah nya keisha lagian rafka juga disana kan wkwk perjanjiannya kan ingird tinggal di rumah satria bukan tinggal bareng satria jd biarin aja ingrid berdua sm bi nini di rumah satria wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kadang laki kalo udah nikah bisa beda selera lagi bude, aku sm suami aja selera makannya beda tapi ya jd akulturasi juga wkwk pokoknya sesuaiin selera masing2 yg bisa ketemu di tengah dan makan berdua 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menjaga anak kecil butuh tekad dan kemauan yg keras kak wkwk 😆 slnya beneran secapek itu kalo beneran ngurusin 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih bude, masa kalo anaknya nikah dia nyuruh perempuan lain ngerusak rumah tangga anak sendiri 🤔 kalo niat nya di bales sm Yang Maha Kuasa di buat ke rumah tangga bude sendiri gimana coba 😒
Humaira izzatunisa
luar biasa
Halimatus Syadiah
sering" buat karya baru disini Thor, aku selalu mengikuti dgn setia
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo kei manggilnya mas lebih manis gasih jd pasangan mas & dek wkwk
@Al**
/Good/
Ade Ova
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!