Indonesia
NovelToon NovelToon
Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Si Kembar Genius Putra Om Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:82.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Kirana Aruni menjadi korban atas rencana busuk ibu tirinya setelah terjebak dalam
sebuah malam kelam bersama Edgar Ganendra, pewaris tunggal Ganendra Group,
yang kehilangan kendali akibat dibius musuhnya.

Dianggap membawa aib, Aruni diusir oleh ayahnya atas hasutan ibu tirinya.

Tujuh tahun kemudian, Aruni membesarkan
putra kembarnya seorang diri. Mengetahui perjuangan sang ibu, kedua bocah jenius
itu diam-diam meretas data untuk mencari ayah kandung mereka. Hasilnya mengarah pada satu nama besar, yakni Edgar Ganendra, Presiden Direktur Ganendra Group.

Di sisi lain, Edgar tak pernah berhenti mencari wanita dari malam itu. Ia ingin menebus kesalahannya sekaligus mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi, bahwa ia bukanlah pria impoten.

Saat si kembar mulai menyusun rencana untuk mempertemukan kedua orang tua mereka, masa lalu yang penuh fitnah dan luka
kembali terbuka.

Mampukah mereka menyatukan kembali keluarga yang telah lama terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Keesokan paginya, sinar matahari yang samar-samar telah menembus tirai mewah kamar suite. Aruni perlahan terbangun, namun sensasi pertama yang menghantam kesadarannya adalah rasa pusing yang luar biasa hebat.

"Aarrkkhhh kepalaku...!" ringisnya sambil memegang pelipisnya yang berdenyut, seolah-olah ditusuk oleh ratusan jarum.

Ia memejamkan matanya sejenak, mencoba meredakan pusing. Namun saat penglihatannya mulai jernih dan fokus, matanya membelalak sempurna. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Langit-langit penuh ukiran, lampu kristal, dan dinding berlapis kayu mahal ini jelas bukan kamar tidurnya yang sempit.

Rasa panik mulai menjalar. Pandangannya bergerak ke samping, dan jantungnya serasa berhenti berdetak seketika.

Di sebelahnya, seorang pria asing yang tak ia kenal sedang tertidur pulas. Pria itu bertelanj*ng dada, dan tubuhnya berada di bawah selimut tebal yang sama dengan yang menutupi tubuh Aruni.

"Arrrggghhh.." Aruni hampir menjerit histeris, namun dengan refleks cepat ia langsung membungkam mulutnya sendiri rapat-rapat dengan kedua tangannya. Matanya berair karena ketakutan yang mencekam.

"Apa... apa yang sebenarnya telah terjadi?" bisiknya gemetar.

Dengan tangan bergetar hebat, Aruni menurunkan pandangan dan pelan-pelan menyibak selimut yang menutupi dadanya. Tangisnya pecah tanpa suara saat mendapati dirinya tak mengenakan sehelai benang pun. Bintik-bintik merah di kulitnya dan rasa nyeri yang asing menjadi bukti nyata atas apa yang telah berlalu.

Ia panik luar biasa. Aruni memegang kepalanya erat-erat, memeras ingatan tentang apa yang terjadi semalam. Namun, semakin ia mencoba mengingat, kepalanya justru semakin terasa ingin pecah. Memori terakhirnya hanyalah rasa kantuk luar biasa setelah meminum air pemberian dari Desi.

Tak ingin membuang waktu dalam ketakutan, Aruni bergegas bangkit dari tempat tidur. Saat kakinya menyentuh lantai, rasa sakit menyengat di area intimnya membuat tubuhnya terhuyung. Sambil berjalan tertatih-tatih, ia membungkuk memunguti seragam merah maroon dan pakaiannya yang berserakan menyedihkan di atas karpet.

Dengan menutupi tubuhnya menggunakan pakaian kotor itu, Aruni berlari kecil menuju kamar mandi. Di dalam, ia mengenakan seragamnya dengan jemari yang terus gemetar hebat. Derasnya air mata telah membasahi pipinya tanpa henti.

Setelah pakaiannya terpasang, Aruni keluar dari kamar mandi tanpa berani melirik sedikit pun ke arah tempat tidur, tempat pria yang telah mengambil kesuciannya masih terlelap.

Dengan pandangan yang kabur terhalang air mata dan langkah kaki yang goyah, Aruni berlari panik menuju pintu keluar. Saking terburu-burunya, tubuhnya bahkan hampir saja menabrak pintu kayu besar itu sebelum akhirnya berhasil membukanya dan melarikan diri ke dalam lorong hotel yang dingin

Aruni berlari keluar dari kamar 808 dengan derai air mata yang belum mereda. Langkah kakinya gontai, berusaha menjauh sejauh mungkin dari tempat kelam tersebut.

Tepat di ujung lorong, Harry asisten pribadi Edgar baru saja keluar dari lift. Sepanjang malam ia frustrasi mencari keberadaan tuannya yang mendadak hilang bak ditelan bumi. Upayanya memeriksa ruang kontrol pun sia-sia karena jaringan CCTV hotel mengalami kerusakan fatal, tampaknya sengaja dirusak oleh seseorang yang ingin menjebak Edgar.

Saat melangkah di lorong lantai delapan, mata Harry menangkap sosok wanita berseragam pelayan yang berlari tergesa-gesa menyusuri koridor. Namun, Harry hanya sempat melihat bagian punggung wanita itu sebelum akhirnya sosok tersebut menghilang di balik pintu darurat.

Langkah Harry terhenti saat melihat salah satu pintu kamar suite terbuka sedikit. Tanpa membuang waktu, ia menerobos masuk. Betapa terkejutnya Harry saat mendapati sang atasan terbaring di atas ranjang, hanya berbalut selimut tebal dengan kondisi kamar yang berantakan.

"Tuan... Tuan Edgar...!" panggil Harry panik sambil menepuk pelan bahu pria itu.

Edgar mengerang halus. Perlahan ia membuka mata setelah semalaman suntuk terkuras tenaganya bersama wanita asing tersebut.

"Hari... Akh... Kenapa kepalaku sakit sekali!" keluh Edgar meringis, memijat pelipisnya yang terasa berdenyut hebat.

"Tuan, apakah Anda semalaman berada di kamar ini? Barusan saya melihat seorang wanita keluar dari kamar ini sambil berlari tergesa-gesa," ujar Harry cemas.

Mendengar kata-kata itu, ingatan Edgar seketika berputar. Memori tentang gair4h hebat dan sentuhan hangat wanita semalam menghantam kesadarannya. Namun, akibat pengaruh zat kimia keras yang membuai akal sehatnya, bayangan wajah wanita itu sangat samar di ingatannya.

"Kenapa tidak kau cegah wanita itu, Harry?! Kau bodoh sekali!" omel Edgar geram, matanya membelalak penuh amarah dan penyesalan.

"Maaf, Tuan! Wanita itu cepat sekali perginya dan saya jauh lebih khawatir dengan kondisi Tuan saat melihat pintu kamar terbuka," bisik Harry menunduk takut.

Edgar mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas kasur.

"Aku... Aku telah menodai wanita itu," gumam Edgar dengan nada suaranya yang bergetar menahan gejolak emosi. "Gara-gara minuman sialan itu! Ya, aku yakin ada yang menaruh obat ke dalam minumanku semalam. Apakah ini perbuatan Papah... atau musuhku?"

Aura dingin seketika memancar dari tubuh Edgar. Sebagai Presiden Direktur Ganendra Group, belakangan ini ia memang sedang menghadapi ancaman besar dari musuh bisnis yang bergerak di dalam bayangan, yang siap melakukan cara kotor apa pun untuk menghancurkan karier dan reputasinya.

*

*

Setibanya di rumah, Aruni melangkah dengan tubuh gemetar, setengah berlari menuju kamarnya yang terletak di bagian belakang, sebuah kamar sempit yang dulunya merupakan gudang. Kamar lamanya yang luas di lantai dua telah direbut secara paksa oleh Dona atas desakan Nova. Demi melihat ayahnya bahagia dan terhindar dari pertengkaran rumah tangga, Aruni memilih mengalah dan menerima semua ketidakadilan itu tanpa protes.

Dari sudut dapur, Bi Sumi, asisten rumah tangga yang sudah puluhan tahun mengabdi di sana menatap langkah gontai Aruni dengan mata berkaca-kaca. Hatinya teriris. Ia sudah menganggap Aruni seperti anaknya sendiri dan kerap kali menangis diam-diam saat melihat nona mudanya diperlakukan seperti asing di rumahnya sendiri.

Pintu kamar terhempas pelan. Aruni langsung menguncinya dari dalam dan menerobos masuk ke kamar mandi. Ia menyalakan shower, membiarkan kucuran air dingin mengguyur seluruh tubuhnya yang masih terbalut seragam pelayan kotor.

Di bawah guyuran air, pertahanan Aruni runtuh sepenuhnya. Ia terduduk lemas di lantai kamar mandi, meremas dadanya yang terasa dihantam beban yang teramat berat. Air mata dan kucuran shower menyatu membasahi paras cantiknya.

"Kenapa takdir begitu kejam padaku...? Setelah Mamah tiada, semua kebahagiaan itu lenyap..." tangis Aruni tersedu-sedu, suaranya parau tercekik rasa sakit. "Mamah... Aruni kangen Mamah..."

Ia menggosok kulit lengan dan lehernya dengan kasar hingga kemerahan, mencoba menghapus bayangan jejak sentuhan semalam. Rasa jijik dan penyesalan mendalam menguasai pikirannya. Masa depan yang ia susun rapi lewat impiannya berkuliah di Universitas Airlangga kini terasa hancur berantakan dalam sekejap.

Sementara itu, di kamar 808 Hotel Grand Panama suasana hening menyelimuti ruangan. Edgar yang baru saja menyelesaikan sapuan matanya ke sekeliling tempat tidur, ia mendadak terpaku.

Pandangannya tertuju pada bercak merah pekat yang membekas jelas di atas seprai putih bersih tempatnya terbaring.

Edgar tertegun. Sepotong bukti bisu itu menegaskan satu fakta yang menghantam kesadarannya secara telak.

‘Wanita itu... masih gadis...’ batin Edgar gemetar.

Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih, kemarahan pada dirinya sendiri telah membakar dadanya. Rahangnya mengeras saat rasa bersalah yang teramat sangat menyergap hatinya.

‘Akh! Aku benar-benar gila sudah merenggut kesuciannya! Aku bukan binatang... Siapa pun dia, aku harus mencarinya dan mempertanggungjawabkan perbuatanku!’ tegaskannya dalam hati dengan raut wajah penuh tekad.

Bersambung...

1
Nar Sih
alhamdulilah positif hamil ya aruni ,selamat untuk mu edgar aruni moga kali ini kmbr lgi 🙏🥰
Ilfa Yarni
tuhbenerkan aruni hamidun lagi semoga Kali ini Anaknya perempuan ya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: iya Bun 🤣
total 1 replies
Teh Euis Tea
kembarnya cewek semua seru tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: jadi kesebelasan ya kak 🤣🤣🤣
total 3 replies
fatmawati (pipit)
akhirnya edgar antusias menyambut calon anak ketiga nya🤭🤭🤭🤭 moga dapat anak cewek yg sekarang agar lebih lengkap🤣🤣🤣🤣🤣🤣
untuk Rama Dan Laras bentar lagi akan menyusul aruni ya 🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): siap ditunggu
total 2 replies
Ilfa Yarni
tuh benerkan aruni hamil Dan edgar mengalami kehamilan simpatik jgn Salah Panama Edgar Camilla cuma mbantumu supaya sadar
Nar Sih
seperti nya aruni hamil nih ,dan yg ngidam edgar ,moga gk ada drama ulet bulu ya kakk👍
Teh Euis Tea
waduhhh jgn sampe ini Aruni tau bisa salah paham dsn mudah2an si csmrlia cuma niat bantu bkn mau jd ulat bulu
Nar Sih
ahir nya sah juga samawa ya rama dan larasati 🙏
Teh Euis Tea
selamat ya Rama Laras sudah sah jd suami istri tinggal nunggu jodohnya Rena nih blm keliatan hilalnya 😍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih akak
total 1 replies
Teh Euis Tea
tanda tanda si kembar punya ade nih 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Yoi kak 🤣
total 1 replies
Iffanaya 😽
fix sih ini aruni hamil, tp Edgar nya yg kena couvade syndrome 🤣🤣
Lucy
Aruni pasti lagi hamil jadi Edgar yg merasakan ngidamnya🤣 Camelia cuma membantu mungkin gak ada maksud lain edgar🤣
Sri Angga
aruni Hamidun kah?sikembarmau JD kaka
fatmawati (pipit)
mungkin disini camelia hanya membantu edgar yg kelihatan sakit atau edgar mengalami syndrom couvide dimana aruni hamil yg sakitt malah ayahnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fatmawati (pipit): 🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Ilfa Yarni
swlamat ya mas Rama dan Lara's akhirnya kepelaminan jg btw sepertinya aruni hamil lg deh
fatmawati (pipit)
kayak tanda tanda adik si kembar mau launching 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 untuk mas Rama dan mbk laras cepet menyusul sikembar biar banyak adik adiknya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): ditunggu🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
fatmawati (pipit)
cepet hamil ya Laras moga dapat rama Junior 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
Ariany Sudjana
fixed ini aruni hamil dan Edgar couvade syndrome....

semoga Camelia ga bermaksud menggoda Edgar yah
Sri Rahayu
semoga saja Aruni tdk melihatnya...bisa2 salah paham😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kyk2nya Aruni hamidun...semoga benar ya...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!