Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*
lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.
Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.
*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KONFERENSI PERS
Setelah itu, aku dan Puri pergi ke kamar untuk tidur. Alex tetap di ruang tamu, karena rumah ini hanya ada satu kamar.
Pagi pun tiba di mana sinar matahari langsung menusuk mata dengan silaunya.
"Naya, kamu sudah bangun? Istirahatlah dulu, nanti pukul 15.30 aku menjemput untuk konferensi pers skandal yang menyeretmu. Aku dan Alex akan berangkat kerja dulu, sarapan sudah ada di meja makan," ucap Puri sambil meninggalkanku di kamar lalu pergi menutup pintu rumah.
Aku bangun dari tempat tidur, sepertinya tubuh ini sudah lumayan membaik. Lalu pergi ke meja makan, membuka tudung saji membuat mata terbelalak dengan wajah bingung. Makanan apa ini, kenapa bentuknya seperti ikan dan kenapa ada taburan karamel di atasnya.
Makanan berbentuk ikan itu masuk ke mulut mungil.
"Nyammm... Demi Dewa, makanan ini lezat sekali dan lembut juga. Kenapa hanya ada dua Ikan Bergula ini? Masih lapar."
Lalu bergegas membuka lemari besi dingin itu. "Ternyata untuk menyimpan makanan dan sayuran lemari besi dingin ini," gumamku.
Lalu mengambil satu botol susu segar dan lumayan membuat perut kenyang.
Mataku tertuju pada pintu kulkas dan memperhatikan foto-foto di pintu lemari dingin itu. Sepertinya pemilik tubuh ini dan mereka sudah sangat lama akrab.
Melangkah duduk di ruang tamu setelah perut terasa kenyang, tapi rasanya sangat membosankan. Biasanya saat di istana setelah sarapan dengan Kaisar dan selir lainnya, pergi ke ruangan dayang-dayang yang sedang belajar menulis.
Tiba-tiba kaki tidak sengaja menjatuhkan album foto, lalu mengambil dan membukanya. Ternyata wanita ini tinggal di panti asuhan dan yatim piatu. Ada foto wanita lain di sebelahnya, sepertinya ini foto dia dan Puri. Puri ternyata sahabatnya sedari SMP.
*Asal muasal Puri menjadi yatim piatu.*
Puri adalah teman dekat Naya Skyvi sedari SMP, mereka mulai akrab dari satu bangku. Puri bukan yatim piatu, dia memiliki orang tua namun bukan dari keluarga mampu. Ibunya bekerja sebagai ART di perumahan elit, ayahnya menjadi driver perusahaan Blue Car tapi sangat senang berjudi sehingga gajinya habis hanya untuk berjudi.
Saat menang berjudi, wajah ayahnya sangat indah, penuh ceria seperti bunga sakura di musim semi. Apapun keinginan Puri dan ibunya akan dituruti.
Tapi saat kalah berjudi, setiap pulang kerja wajah ayahnya menjadi mendung, seperti akan ada badai.
Jika kalah pasti akan meminta uang ke ibu Puri untuk berjudi. Saat istrinya menolak, ayahnya akan marah dan memukul ibunya bahkan mengancam akan membunuh.
Puri yang baru sampai di rumah kaget melihat ibunya terbaring lemah dengan lebam di mana-mana.
Puri menatap ayahnya dengan tatapan bak harimau yang ingin menerkam.
Sang ayah langsung menarik putrinya untuk dijual di rumah bordil.
"Ayo ikut aku. Tidak sia-sia punya anak cantik sepertimu, pasti hargamu sangat mahal," ucap sang ayah.
Lalu Puri berlari mengambil pisau menyuruh ayahnya berhenti.
"Apa, kamu ingin membunuh ayahmu? Kamu tidak akan melakukannya anak bodoh, hahaha."
Tiba-tiba terdengar suara tusukan pisau menusuk di perut sang ayah. Tangan ayahnya memegang tangan Puri yang berada di perutnya berlumur darah.
Wajah Puri memerah dan tangan gemetar lalu menarik pisau di perut ayahnya. Suara pelan tarikan pisau terdengar.
Ayahnya langsung terjatuh.
Istrinya yang melihat itu diam mematung melihat putrinya membunuh suaminya.
"Puri apa yang kamu lakukan, kenapa kamu melakukan itu ke ayahmu?"
Puri diam tanpa menjawab sepatah kata pun, tiba-tiba ibunya berdiri mengambil pisau itu, mencucinya supaya sidik jari Puri tidak membekas dan melumuri pisau dengan darah suaminya.
"Ibu apa yang Ibu lakukan?" tanya Puri.
"Tidak Nak, Ibu tidak akan membiarkan masa depanmu hancur, pergilah dan telepon polisi."
Ia lalu mengambil telepon dan menelepon polisi, setelah selesai bicara dengan polisi, ibunya sudah melukai pergelangan tangannya dengan pisau yang digunakan putrinya.
Puri melihat itu langsung berlari menghampiri ibunya seraya menangis.
"Ibuuu hiks... apa yang Ibu lakukan?"
"Bilang pada polisi bahwa Ibu yang membunuh ayahmu, jadilah anak yang baik dan kuat, jangan sia-siakan masa depanmu."
Tangan lembut itu membelai wajah mungil Puri. Tiba-tiba tangan ibu terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Polisi sudah tiba di lokasi, ia hanya menangis seraya bercerita kronologi kejadian sesuai yang diperintahkan sang ibu.
Polisi menyatakan ayah dan ibunya meninggal. Ia menangis tapi tidak menyesal dengan tindakannya.
Satu bulan kemudian, ia diantarkan ke panti asuhan oleh dinas sosial, di mana panti itu tempat Naya Skyvi tinggal. Mereka sudah dekat di sekolah dan satu atap yang sama tempat berbagi makan dan tidur. Sejak saat itu Puri dan Naya tumbuh bersama dan saling melindungi.
Menambah keluarga baru, Alex.
Lalu melihat foto Alex, Puri dan Naya pemilik tubuh ini. Fotonya belum terlalu lama, baru sekitar tiga tahun. Sepertinya Alex dan Naya satu kampus. Mereka kuliah di kampus yang sama tapi beda studi. Naya jurusan teater, sedangkan Alex satu studi dengan Puri, audio video.
Saat kuliah mereka tidak akrab. Suatu ketika Alex kesulitan finansial untuk membayar kuliah. Ia seorang yatim, hanya tinggal dengan ibunya yang sudah tua, berjualan kebab di pinggiran jalan. Kebab itu adalah langganan kesukaan Naya dan Puri.
"Alex!" panggil Puri.
Lalu Alex menengok dan tersenyum.
"Kalian saling kenal?" tanya ibu Alex.
"Iya, tapi tidak dekat," jawab putranya.
Saat Naya dan Puri sedang makan kebab di depan kedai, tiba-tiba ada preman datang menghampiri. Preman dengan dua anak buahnya, bertubuh besar, kekar dan sangar, rambut diikat gelung.
"Hei ibu tua, mana janji hutangmu," seraya menggebrak meja di hadapan Naya dan Puri.
"Maaf saya belum ada, saya hanya ada segini," menyodorkan uang lima ratus ribu rupiah. Para preman marah dan mengancam membawa ibunya ke penjualan manusia ilegal.
"Jika tidak lunas minggu depan aku akan membawamu, walau tidak cantik dan muda organ tubuhnya masih bisa dijual, hahaha," ucap preman itu seraya melangkah pergi.
Naya dan Puri hanya diam, sedangkan Alex menenangkan sang ibu. Ia terpaksa meminjam uang ke preman itu untuk biaya kuliah.
Mendengar tangisan ibu Alex, mereka menawarkan sisa tabungan untuk membayar utang kepada preman itu, karena mereka tumbuh besar tanpa seorang ibu.
"Ibu, kami ada sedikit uang walaupun tidak banyak bisa digunakan untuk membayar utang," ucap Naya.
Sejak saat itu Alex merasa berhutang budi pada Naya dan Puri, dan mereka bertiga menjadi seperti saudara dan saling melindungi.
Tidak terasa membuka album, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00. Tiba-tiba ada suara mobil. Puri membuka pintu rumah diikuti Alex.
"Ya ampun Naya kamu belum siap-siap?" tanya Puri seraya meletakkan makanan di atas meja.
"Makan itu, aku akan menyiapkan bajumu, cepat selesaikan, wartawan sudah berdatangan."
Aku mengangguk dengan mulut penuh makanan.
Alex hanya diam sambil tersenyum menatapku.
Lalu melangkah menuju kamar dan mengganti pakaian yang sudah disiapkan Puri tadi. Lalu kami pergi meninggalkan rumah. Saat tiba di aula agensi, wartawan berdatangan menyodorkan seribu pertanyaan, tidak sepatah kata pun keluar dari mulut ini.
Melangkah menuju panggung yang sudah disiapkan. Baiklah, tubuh ini akan menjadi milikku, akan kubuat menjadi wanita yang tidak bisa ditindas siapapun.
Berdiri memegang mikrofon.
"Aku Naya Skyvi tidak pernah melakukan perbuatan tidak terpuji itu, wajahku diedit, lihat! CCTV di layar monitor besar. Aku berada di ruang ganti saat beristirahat dan meminum air yang diberikan oleh staf pribadi Manager Hans, dan ini video CCTV Manager Hans bersama selingkuhannya. Mana mungkin satu tubuh berada di dua tempat dalam waktu yang sama."
Wartawan terus melontarkan pernyataan membuat kepala terasa pusing dan bergegas melangkah pergi diiringi Puri dan Alex.
Manager Hans berdiri di belakang panggung tidak menyangka dengan pernyataan Naya.
"Pak Hans apakah benar yang dikatakan Nona Naya?"
Manager Hans diam tanpa menjawab lalu pergi.
Bergegas masuk ke dalam mobil saat hendak pergi tiba-tiba mobil berhenti mendadak.
"Ada apa Lex, kenapa berhenti mendadak?" tanya Puri.
"Ada mobil yang berhenti di depan mobil kita."
Seorang wanita keluar dari mobil, wanita berambut coklat tua, ikal panjang dengan pakaian seksi, mengetuk jendela mobil. Tuk.. tuk..
"Hei Naya wanita rendahan keluar kau!"
Melihat wajahnya sangat mirip dengan wanita yang bersama Manager Hans di hotel.
"Sudah kuduga pasti Mely akan melabrak kita, dasar jalang," ucap Puri.
"Oh jadi dia Mely selingkuhannya Manager Hans," gumamku.
Lalu membuka pintu mobil menghampiri Mely diikuti Puri, sedangkan Alex menunggu di dalam mobil.
Bersambung...